This Man Absolute Just For Me
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi-sensei
This Man Absolute just for me © Mrs.-RA
.
Pairing : Akashi Seijuurou x OC (Murahata Mizu)
.
.
Warning! BadStory, OOC, OOT, Newbie, Kesalahan pada ejaan, tidak sesuai dengan EYD, TYPO, Gaje pastinya, Dan masih banyak yang lainnya.
.
.
Summary :
"Mizu tak terima dirinya harus dijodohkan dengan si Absolute –Akashi Seijuurou-. Kebahagiaannya sedang dipertaruhkan!"
Chapter 1 : Prolog
"Oh! Come on mom! I'm not kid now!"Omel Mizu yang sedang berdebat dengan mommy nya.
"Please, Hear me dear. Mommy hanya ingin yang terbaik untuk mu"Karen Alexandra mencoba untuk bersabar menjelaskan keanak perempuannya.
"What?! Terbaik untukku? Are you kidding? Bersama dengan si absolute itu? No!"Mizu tak habis fikir. Baru saja sampai di rumah sudah ada kata-kata sambutan yang begitu menggetar kan hatinya, mungkin.
"ayolah dear. Sei tak seburuk itu percayalah dengan mommy mu ini"
"Mom… aku baru pulang dari Inggris apakah ini kata sambutan yang layak untukku?"Rujuk Mizu ia terlalu lelah, bagaimana tidak? selama 12 jam berada di burung besi raksasa itu. Sampai rumah malah berdebat begini.
"fine, kau istirahat dulu dear. Mommy tau kau lelah sekarang., jadi istirahatkan dirimu sekarang fikirkan apa yang mommy katakan tadi"
What the hell?! Nih orang tua tak tau apa makna dari kata istirahat?! Ugh! Gumam Mizu dalam hati.
"Oke mom, aku akan memikirkannya…"Akhirnya Mizu menyerah berdebat dengan mommynya tercinta.
"Good girl"
"aku ke kamar dulu. Good night mom" Mizu mengecup kedua pipi Karen dengan sayang.
"Good night dear"
Dengan Malas Mizu berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai dua. Ah, Ia merasa lelah dengan berdebat dengan mommynya yang pastinya memiliki 1000 kalimat untuk membalas setiap ucapannya. Yaps, itu lah keuntungan dari pengacara. Bisa dibilang Karen Alexandra adalah seorang pengacara sukses disetiap sidang yang ia tangani.
Setiap orang yang tidak bersalah akan terbebas dari tuduhan yang membuatnya terpojok. Karen hanya membela klien yang benar-benar tidak bersalah. Kalau yang terbukti bersalah Karen hanya akan berusaha untuk dapat pembelaan meringankan hukuman yang kliennya dapat. Pengacara yang baik bukan ?
"Sebal! Sebal! Sebal!" Mizu menggerutu dengan kesalnya. Dengan Kasar ia menghempaskan koper besar yang sendaritadi ia bawa.
"Argggg! Aku bisa gila kalau seperti ini terus ! Ok, tenang Mizu lo pasti bisa menghadapin cobaan ini" Mizu berusaha meredam kekesalannya. Dengan teratur ia menghirup nafas terus menghembuskannya dengan perlahan.
"sepertinya mandi dengan air hangat akan menenangkan amarahku"
Mizu berjalan dengan pelan menuju kamar mandi yang ada di dekat pintu masuk kamarnya tadi. Ia berfikir dengan menyegarkan diri sehabis mandi bisa meredam amarahnya.
Dengan nyamannya Mizu berendam dengan ditemani busa-busa sabun yang begitu banyak, ia sudah merasa rileks dengan perlahan. Ia mulai membayangkan bagaimana nasipnya yang menyebabkan ia harus dijodohkan dan! Jangan lupa! Dengan si absolute itu.
Kenapa hidupku tidak pernah tenang sih!
.
.
.
.
.
This Man Absolute Just For Me !
.
.
.
.
.
KRIIIINGGG! KRIIIIIINGGG!
"dasar weker tua! Kau terlambat 30 menit"Gerutu Mizu sudah siap dengan pakaian kerjanya. Dengan mengenakan blus berwarna aqua dan tatanan rambut yang digelung keatas, menampakkan leher putih mulus miliknya.
Sekali lagi, Mizu melihat pantulan dirinya di cermin. Wajahnya yang menampakkan khas oriental dipadukan dengan riasan yang natural. Memperlihatkan sisi kedewasannya.
Semua akan baik-baik saja Mizu, Relax. You just relax, Mizu. Gumam Mizu pada dirinya sendiri.
"Darling! Kau sudah siap?"Tanya Karen dengan pelan membuka pintu kamar Mizu "you so beautiful dear!"pekik Karen kegirangan.
"Thanks mom"
"cepat-cepat, dear. Kau bisa terlambat datang pada hari pertamamu"
"mom… aku tidak akan terlambat. Ini masih jam 6.15 pagi mom" Mizu tersenyum kecil. Ia suka disaat mommy nya memperlakukannya dengan posesif walaupun agak menyebalkan memang.
"ah, benar juga ini masih terlalu pagi"Selama Karen masih mengomel tentang betapa lupanya dirinya. Mizu memandang kearah i-phone kesayangannya disana ada gambar dirinya dengan seorang laki-laki.
Ryouta….
cairan bening itu perlahan jatuh dengan mulus kepipinya, dadanya terasa sesak, sesak mengingat betapa ia merindukan seseorang yang selalu tersenyum manis kearahnya, seseorang yang selalu memperhatikan dirinya.
"Oh dear! Kau kenapa sayang?"Sekilas Karen melihat kearah I-phone yang ada di genggaman Mizu. Matanya menjadi sendu, dipeluknya dengan hangat putri kesayangannya. "sudah sayang, lupakan laki-laki itu. Dia hanya baj*ngan yang tak tau diri dear"dengan lembut Karen mengelus punggung Mizu.
"mom, I love him. Tak bisakah perjodohan ini dibatalkan?"Rajuk Mizu, walaupun sudah di khianati masih ada saja perasaan cinta untuk laki-laki yang mengambil semua yang ada di dalam dirinya.
"I'm sorry dear. daddymu yang merencanakan ini, bukan mommy"Sesal Karen. Mizu bergetar. isak demi isak keluar dari mulutnya. Airmatanya mulai turun dengan deras. "daddymu ingin kau melupakan baj*nganitu, Seijuurou anak yang baik ia tidak bakalan menyakitimu seperti laki-laki itu, percayalah dengan mommy"Lanjutnya.
"aku membencinya mom! Aku benci dengan semua sifat yang melekat pada dirinya mom… dia …"
"Ssssttt…. Dia tak seburuk yang kau katakan, dear. Mommy mengenalnya lebih dahulu daripada dirimu…" Dilepasnya dekapannya, perlahan ia angkat dagu Mizu untuk menatap kearahnya. "masa lalunya lebih menyakitkan daripada dirimu, dear"
Mizu tertegun, menatap tak percaya kearah mata coklat kelabu milik Karen, mencari-cari kebohongan disana. Nihil, Karen benar-benar jujur apa yang ia katakan. Ialah saksi hidup akan kehidupan Seijuurou.
Hening.
Tak ada yang ingin memulai pembicaraan diantara mereka. Mizu bungkam, ia percaya dengan apa yang Karen katakan mommynya tidak bakal berbohong itu yang Mizu tau. Karen pun tak bersuara ia ingin anak perempuannya mengerti betapa inginnya ia menghilangkan laki-laki br*ngsek itu dari dalam hati anaknya.
"oke! Kita harus segera sarapan daddymu pasti sudah menunggu…"
"huh? dad? Sejak kapan?" Raut kesedihan itu berubah menjadi agak berkerut, bukan. Bukannya Mizu sudah tua. Maksudnya menjadi raut heran.
"daddy mempercepat kepulangannya dari Spanyol, setelah semalam mommy memberitahu dia kalau kau sudah sampai 2 hari yang lalu di Jepang. Kau tau betapa bahagianya dia setelah mendengar kau pulang dari Inggris?" Karen tersenyum melihat wajah anaknya berubah bukan kesedihan itu lagi. Namun, kebahagiaan yang ada.
"Are you serious, mom?! Oh! Daddy I'm coming!"
Dengan wajah yang berseri Mizu turun menuju ke ruang makan yang tak jauh dari tangga menuju lantai dua. Seorang pria bertubuh tegap sedang menikmati koran paginya, dikagetkan dengan teriakan seorang gadis yang sedang berlari kearahnya.
"Daddy! I miss you, dad!"Teriak Mizu dengan suara yang kekanakan, Karen yang melihat interaksi antara suami dan anaknya tersenyum dengan lembut melihat mereka, sudah lama baginya kebersamaan keluarga ini hilang.
"hello, princess. How are you?"ucap Akihito dengan lembut memeluk tubuh mungil Mizu, dan mengecup pelan surai mahkota Mizu.
"I'm fine dad! Huaa… sudah lama sekali Mizu gak memeluk daddy"Ucap Mizu yang semakin memeluk erat daddynya tersayang.
"kau sudah jadi wanita dewasa ya, princess"puji Akihito.
"pasti dong, Mizu gitu" Mereka berdua tertawa bersama, Karen segera memutuskan bergabung bersama dengan keluarga kecilnya yang berharga.
.
.
.
This Man Absolute Just For Me
.
.
.
"Jaga dirimu baik-baik ya, princess"teriak Karen dari depan rumah. Mizu tertawa geli melihat kelakuaan ibunya yang terlalu posesif kepadanya.
"Dasar mom..."gumam Mizu.
Mizu mulai memfokuskan pandangannya ke jalan raya, saat ini ia sedang mengendarai mobil kesayangannya menuju kekantornya. Setelah mendengar perjodohannya 2 hari yang lalu Mizu segera memutuskan, sebelum ia bertemu dengan seseorang yang bernama Seijuurou itu ia akan menilai sendiri bagaimana kehidupan laki-laki itu.
Walaupun masih ada dendam dihatinya kepada laki-laki itu, Mizu sudah mengenal Seijuurou semenjak SMA ia tahu betul bagaimana sikap Seijuurou itu, baginya Seijuurou itu laki-laki angkuh yang tak dapat di tentang perkataannya. Just it.
Laki-laki yang membuat dirinya selalu menjadi nomor dua, tak pernah sekalipun ia merasakan bagaimana menjadi seseorang yang ada di atas. Kita lihat Seijuurou, apa kau benar-benar seperti seseorang yang mommyku katakan batin Mizu.
Kemarin, Mizu melamar pekerjaan di perusahaan Akashi Corps, tempat yang dimana sang jodoh ada disana. Dan Lucky, ia di terima menjadi sekertaris seorang Akashi Seijuurou. Dengan menggunakan nama palsu pastinya. Umoru Himi. Nama samaran yang Rachel gunakan, harusnya ia bersyukur memiliki seorang sahabat yang dapat merubah segala ijasah pendidikannya menjadi nama samarannya, bukan nama aslinya Murahata Mizu.
Thanks, Satsuki batin Mizu.
Dengan melalui beberapa wawancara dari beberapa kepala bidang di perusahaan itu, dan tentunya bersamaan langsung dengan Akashi Seijuurou, ia dapat mendapatkan kepercayaan mereka. Ternyata ia memiliki bakat mommynya tercinta.
Ia berhenti di tempat parkiran, tak jauh dari sana perusahaan Akashi Corps terlihat. Dengan anggun ia berjalan tak lupa dengan aura yang selalu ia miliki, tak berbeda jauh dengan aura yang Seijuurou miliki. Mungkin bisa dibilang lebih lemah dari Seijuurou tapi mampu membuat orang-orang yang ada di sekitarnya mau menuruti perkataannya. Aura yang ia dapatkan setelah seseorang menghianatinya.
Semua mata menatap kearahnya, ada banyak orang yang kagum dengan penampilannya hari ini. Mizu tersenyum simpul, ia tau dirinya patut untuk di puji tetapi ia tidak ingin berpikiran seperti itu. Tak ada manusia yang sempurna dan salah satunya dirinya, ia tak luput dari kesalahan.
Memasuki gedung besar itu, Mizu tersenyum ramah kepada pegawai yang sudah berkerja sebelumnya.
"Selamat pagi" sapa Mizu dengan sopan kearah resepsionis, wanita yang menjadi resepsionis itu tersenyum lembut kearah Mizu.
"Selamat pagi, apa mungkin anda pegawai baru yang menjadi sekertaris Mr. Akashi?"Tanya wanita itu dengan formal.
"iya bisa dibilang begitu, um... nona?"
"Yuuki, kau bisa memanggilku dengan nama itu. Semoga kita dapat berkerja sama" Yuuki mengulurkan tengannya dengan tersenyum, Mizu menyambut tangan itu dengan perasaan senang. Di hari pertamanya berkerja ia mendapatkan teman, kamungkinan wanita yang ada di depannya akan menjadi sahabatnya kelak.
"Yu-yuuki" panggil Mizu dengan canggung. Yuuki tersenyum mendengar panggilan Mizu, baginya itu terdengar lucu. "mohon kerja samanya, namaku Umoru Himi. Kau dapat memanggilku Himi, Yuuki!"Lanjut Mizu.
"Um" Yuuki tersenyum untuk kesekian kalinya. "Ah, Himi-chan..."Panggil Yuuki.
"Ada apa, Yuuki?"Tanya Mizu sambil menatap heran kearah Yuuki.
"Karena kau masih baru aku kasih tau ya..."Yuuki menengok kekanan dan kekiri, memastikan tidak ada orang yang sedang berada di dekat mereka. " Mr. Akashi itu terkenal dengan keabsolute-tannya jadi kau harus berhati-hati kepadanya" Lanjut Yuuki tak lupa dengan suara yang kecil. Bisa di bilang bisikan.
Mizu tersenyum dalam hatinya, ia tahu Seijuurou memang laki-laki yang tak dapat dibantah keinginannya. Sewaktu SMA pun ia juga pernah mengabaikan perintah seorang Akashi Seijuurou.
"Tenang saja, Yuuki. Aku akan berhati-hati"Ucap Mizu dengan tenang. " Semoga saja aku tidak diterkam ya" Canda Mizu. Mereka berdua tertawa.
"Ah! Kau harus segera keruangan Mr. Akashi. Ia tidak suka sekertarisnya datang terlambat"Ingat Yuuki.
"Baiklah-baiklah ja ne~ Sampai jumpa, Yuuki"Mizu melambaikan tangannya dan berjalan menuju lantai atas tempat Seijuurou berada, mulai sekarang ia harus membuat dirinya menjadi pekerja yang profesional.
To be Continued
Huaaa Gomenne! Seharusnya author melanjutkan fanfic Destiny malah membuat fanfic baru ;-;)/
HUAA APA INI APAHHH! FANFIC APA INIIII?!
Author tau kok tau :"v (Reader : TAU APAA?!)
Tau aja klo kalian kecewa ama author :"""""""""
Ok, kita hentikan drama nya.
.
Author benar-benar tambah benar lagi tambah terus terus..., ah sudahlah.
Benar-benar minta maaf atas kependingnya fanfic Destiny, sebagai gantinya Author persembahkan fanfic ini Yeyyy
tapi kemungkinan besar juga fanfic ini juga akan kepending, soalnya author mau fokus sama UN yang sudah ada didepan mata O.O)7 (wew)
Jadi, karena TO terakhir mulai dekat author akan pending semua fanfic yang bersambung~
Author fokus dulu ama sekolah, setelah kelar semuanya bakalan author sambung kembali ceritanya~
makasih buat readers yang sudah mengerti keadaan Author gaje bim salabim ini.
Author pamit dulu ya~ jangan lupa tinggalkan Review kalian~
.
.
.
Reviewnya jangan lupa :D
