Haikyuu milik Furudate Haruichi
Warning : BL(of course), TsukixNoya, Typo(s), Gaje, berbelit-belit, OOC, no-beta, dll.
By : Arina Ash
Saya menolak menyesali keberadaan fic ini.
OooOooO
Latihan masih berjalan setengah jalan. Butiran salju sudah mulai berjatuhan. Tapi kenapa tubuhnya panas keterlaluan. Apalagi melihat senpai mungil yang entah sejak kapan menangkap antensinya. Uhh ... Sumpah rasanya panas, gerah, dan sesak. Orang itu benar-benar menyebalkan. Apa lagi jika dia dekat-dekat dengan orang-orang.
Sugawara Koushi. Rumor yang mengatakan bahwa dirinya adalah mama dari Karasuno sudah lama beredar. Pun Tsukishima tak berniat menyangkal. Toh memang begitu nyatanya. Tapi apa benar Sugawara harus mengusap kepala Nishinoya sedemikian intens karena statusnya sebagai seorang ibu?
Atau papa Karasuno harus membentak dan menarik kerah Nishinoya hingga membuat mereka sangat dekat hanya untuk menghukumnya? Apalagi Tanaka merangkul pundak Nishinoya dengan begitu mesra. Tertawa bersama Middle Bloker terpendek dan terberisik seperti pasangan yang di mabuk kasmaran. Menggoda Kageyama hingga membuat si Ou-sama tersenyum tipis dan bersemburat. Mengobrol memberi semangat pada Yamaguchi. Dan masih banyak lagi. Tsukishima tak bisa menahan diri.
Alhasil dia hanya bisa menarik Nishinoya yang memasang wajah bingung. Mengabaikan berpasang-pasang mata yang tertarik perhatiannya.
Setelah melewati koridor dan berakhir di belakang gedung sekolah, Nishinoya menyentak tangannya kasar. Cukup sudah. "Sebenarnya apa maumu Tsukishima?"
Tsukishima berbalik, melipat tangannya di dada, dan memandang sengit manusia yang memiliki tinggi dua puluh cm lebih rendah darinya. Membuatnya harus menunduk demi menatap matanya secara langsung. "Berhenti menarik perhatian orang-orang!" Tsukishima menjawab dingin. Terlalu dingin malah.
"Aku tidak," kemudian Nishinoya menyeringai. "Ah kau cemburu."
Buru-buru Tsukishima mengalihkan perhatiannya. Menutup mulutnya dengan sebela tangan guna menutup rona merah yang keluar tipis di pipinya. Kemudian berdeham, "Tidak."
Noya memutar bola matanya, "Oh ya udah." Kemudian beranjak hanya untuk di hentikan tangan Tsukishima dan membuatnya terpojok di dinding.
"Ya," tekan Tsukishima.
Nishinoya tertawa, astaga bocah ini. Kenapa pikirannya dangkal sekali. "Kenapa kau tidak percaya sama pacarmu sendiri sih."
Wajah Tsukishima memerah. Sumpah ini benar-benar menyebalkan. Dan untuk menyamarkan rona itu Tsukishima mengecup bibir Nishinoya. Hanya untuk menularkan rona itu pada senpainya.
"Tidak."
Dia menyeringai senang. Melihat Nishinoya yang memerah total. Tidak menyangka Tsukishima akan menciumnya di sekolah. Apa lagi, "Noya-san di nodai Tsukishima." Ada Hinata di belakang mereka dan berteriak heboh. Rupanya Hinata merasa heran dengan Tsukishima yang menarik Nishinoya sehingga mengikuti mereka.
"T- oi Shouyo,"
Nishinoya hampir mengejar Hinata yang berlari sambil berteriak ke dalam ruang olah raga ketika Tsukishima mencekal tangannya. "Biarkan saja."
"Mana bisa. Bagaimana kalau yang lain tahu?!"
Tsukishima mengerling, "Biar saja," katanya. "Toh aku ingin mereka tahu." Kemudian menundukkan kepalanya hanya untuk mengecup leher jenjang kekasihnya. "Dan dengan ini mereka tidak akan mengganggumu lagi."
Ah Tsukishima tak tahu saja, yang lain sudah bersiap berjuang dengan masing-masing rencananya.
END
Apaan nih xD Drabble gila. Entah kenapa nemu awalannya di laptop, trus kuterusin. Pengen bikin Tsukishima cemburu. Tapi ah sudahlah, saya nggak bagus bikin drabble. Tolong di maklumi #DihajarRameRame
