" Ianya baik , jangan risau ~"

" Berapa lama lagi kau nak tipu aku , Taufan?"


Pierrot

Rated : T

Character(s) : Boboiboy Taufan , Boboiboy Ice , Boboiboy Blaze ( main )

And the other characters involve .

Summary : Kau ditendang , kau senyum .Kau dihina , kau senyum . Kenapa suka sangat menipu diri kau , Taufan ?

Based on Hatsune Miku 's , 'Pierrot'

Warning : AU , Shonen-ai , Typo , incest , blahblahblah ..

Pairing : Ice x Taufan

Boboiboy © Monsta


" Hai ! Aku Taufan !".

Riang . Itulah apa yang aku rasa personaliti Taufan paling utama . Walaupun dia didaftarkan ke rumah kebajikan ini , tiada langsung riak kesedihan yang terpancar di muka nya . Aku hanya meliriknya dan segera aku menyambungi melukis . Yah .. umur ku ketika itu baru mencecah 10 tahun , dan aku telah menghabiskan masa kanak-kanak ku di sini selama 3 tahun .

Aku menjeling ke arah di mana ramai yang berbual-bual dengan anak baru itu . Huh .. menyebalkan bagiku melihat bagaimana dia tertawa lepas . Sedang aku asyik melukis , datanglah seorang yang lagi menyebalkan yang aku telah hidup bersama selama 2 tahun .

" Ice !"

" Blaze , tolong jangan menjerit . Aku masih sakit kepala , kau lagi nak menambahkan sakitnya …"

" Kalau begitu , kenapa masih melukis , Ice ?"

Dasar anak menyebalkan . Sedang aku tengah bertekak dengan Blaze , tiba tiba datang lah seseorang yang mempunyai manik biru laut dalam . Dia tengah tersenyum memandangku dan Blaze .

" Umm… kalian Ice dan Blaze , bukan ? Hai ! Aku Taufan ! Mulai hari ini dan seterusnya , aku bakal menjadi roommates kalian ~"

Aku memandang Blaze . Blaze memandang aku .

Blaze tersenyum gembira .

Aku menggerutu perlahan .

Aisshhh…bertambah bingitlah hidup aku .

" Woii Tau ! Kau tahu di mana aku meletakkan bola ku ?"

" Bukan nya ada di tangan kau ke sekarang , Blaze ?" Taufan sweatdrop melihat Blaze yang segera ke katilnya menahan malu .

Sudah 2 tahun aku menetap di kamar yang sama dengan dua orang spesies hyperactive . Yahh .. walaupun bingit , namun aku sudah menganggap kedua - dua mereka itu sebagai kembar aku sendiri . Heck , nama pertama kami sama , iaitu Boboiboy .

Sekarang aku mengerti . Taufan , atau Boboiboy Taufan , berpindah dari kota besar ke sini , rumah kebajikan yang berada di hujung luar kota . Apabila aku bertanyakan tentang ibubapa nya , dia akan segera bertukar topik . Aku pernah bertanya Bonda perihal tersebut namun kekal misteri bagi ku . Dia seorang yang riang , bagi rakan rakan yang lain namun tidak pada aku .

Bagi ku , Taufan itu umpama Pierrot .

Pierrot ? Pierrot tu maksudnya badut dalam japanese . Aku terbaca dongeng kanak kanak yang bertajuk 'Pierrot' . Mengapa ? Heh , alasan nya nyata .

Dia penipu .

Bukan penipu tentang apa apa , tapi menipu diri sendiri dan orang sekeliling tentang perasaan nya . Yahh .. kalau tak percaya , tak apa . Walaupun yang perasan itu hanya lah aku. Biarlah …

Pernah melihat nya menangis ? Tak .

Pernah melihat nya marah ? Tak .

Pernah melihat nya bergaduh ? Tak .

" Blaze , Ice , Taufan .. bonda mahu berjumpa di pejabat ." Muncul Iwan , yang berbadan kecil tapi setahun lebih tua dari kami bertiga .

" Eh ? Bonda ?"

Aku memandang Taufan dan Blaze . Hairan .

-(*-*)-

Selepas mengetuk pintu Bonda yang besar itu , kami melangkah masuk ke ruangan . Di situ , terdapat Bonda yang tersenyum lembut duduk di kerusi nya . Hadapan nya , ada dua orang lelaki yang aku rasa berumur lebih kurang 20 tahun .

" Ah Ice , Taufan , Blaze .. masuklah .. duduk di kerusi ini ."

Aku tahu Blaze sekarang ini tengah mengeletar . Tengok sahaja tangan nya . Aku melirik Taufan yang duduk di antara aku dan Blaze . Kenapa dia boleh tenang sahaja ? Dasar pierrot .

Aku kembali melirik kedua pemuda yang duduk dihadapan kami . Seorang ini mempunyai mata berwarna emas dan tersenyum ramah ke arah kami dan memakai topi terbalik . Seorang lagi mempunyai mata beriris ruby , dan memandang kami dengan tatapan agak dingin. Aku membalas balik tatapan sang iris ruby yang memakai topi agak kedepan itu .

" Baiklah , saya ingin perkenalkan kepada awak bertiga , ini ialah -"

" Hai , nama saya Gempa . Ini pula Halilintar ." Sebelum Bonda menghabiskan perkataannya , sang iris emas mencelah . Bonda hanya sweatdrop .

" ehem .. dan mereka ini akan mengambil awak bertiga , ya"

Hah ?!

Semuanya senyap tak beberapa lama.

Tiba - tiba Blaze bangun dan memandang sang iris emas , Gempa .

" Wahhh! Kalian ingin Blaze , Ice dan Tau menjadi adik angkat kalian ?! Waahhh! Gembiranyaa !" Blaze sudah melompat lompat lalu memeluk Gempa . Gempa hanya membalas dengan senyuman . Dia kemudian memnadang ku dan Taufan sambil menghulurkan tangan nya .

" Marilah , kita keluarga sekarang ."

Aku memandang Taufan yang tersenyum dan kami pun berjalan memeluk sang iris emas itu . Halilintar atau apa pun namanya itu hanya tersenyum tipis sebelum memluk tubuh nya .

" Baiklah , kalian harus mengemas barang kalian sekarang . Kalian akan ikut aku dan Gem pulang ke rumah beru kalian .

Rumah .

Perkataan yang sangat aku idamkan .

ICE P.O.V-end-


Author's note : Hy ! I came up with a new story . Enjoy ! Read n Review please !