Regulus White Dwarf di sini. Setelah mempertimbangkan fic macam apa yang akan kutulis untuk proyek cerita fiksi penggemar raksasa ketiga yang kubuat, akhirnya aku telah memutuskan untuk membuat kisah ini. Sebuah kisah yang menceritakan perjalanan manusia di dunia baru.

Bunga Matahari Merah

Ini adalah misi selama satu tahun Mars. Semuanya untuk masa depan umat manusia ketika Bumi tidak dapat lagi membantu kita.

Pairing utama: belum diketahui. Akan bertambah ketika cerita berlanjut.

Rate, T, untuk sekarang ini, dan lebih karena kalimat ilmiah.

Disclaimer: tokoh-tokoh dalam Pokemon Special bukan punyaku. Mereka adalah punya Hidenori Kusaka. Aku hanya seorang shipper dan astronom amatir yang mencoba untuk menyatukan keduanya.

Perhatian, Space!AU, kadang OOC.

...

Namaku, Red. Tanpa nama belakang. Seorang petarung Pokemon, ahli kelistrikan, dan pemimpin dari golongan pemegang Pokedex. Pemerintah memanggilku delapan bulan yang lalu. Mereka mendatangiku karena mereka ingin menyampaikan satu hal.

"Tuan Red, ada yang ingin kami sampaikan kepada Anda," tanya satu orang dari pemerintah dengan nada agak serius.

"Apa yang ingin kalian katakan sampai datang ke rumahku? Kau tahu? Aku baru saja selesai berlatih untuk Liga Pokemon berikutnya," kataku dengan santai. Maklum, aku baru saja selesai mandi. Saat aku selesai memakai pakaianku, mereka datang.

"Kami mohon maaf, Tuan Red. Sepertinya Anda harus membatalkan rencana Anda untuk mengikuti lomba itu," kata orang pemerintah itu.

"Huh? Apa maksud Bapak?" tanyaku, heran.

"Kami memohon Anda dan teman-teman Anda untuk menjadi penghuni Red Sunflora," kata orang pemerintah itu.

'Apa itu Red Sunflora? Itu ada di mana sampai mereka butuh bantuanku dan teman-temanku?' pertanyaan itu terus muncul dalam pikiranku.

"Maaf kalau memang mendadak. Misi kami adalah untuk menambah data dalam Pokedex terkait dengan adaptasi Pokemon terhadap lingkungan yang baru," kata orang pemerintah itu.

"Dan lingkungan baru dalam bentuk apa?" tanyaku.

"Lingkungan dengan gravitasi rendah. Ini juga misi untuk manusia jika bumi tidak dapat menopang kehidupan lagi di masa mendatang," kata orang pemerintah itu.

"Tunggu, tempat seperti apa yang seperti itu?" tanyaku. Aku sangat terkejut ketika mereka menjawab pertanyaanku. Orang dari pemerintah itu menjawabnya dengan jelas.

"Planet Mars," kata orang pemerintahan itu.

'Planet Mars? Aku dan teman-temanku baru saja ditawari oleh pemerintah untuk pergi ke Mars?' pikiranku menjadi sangat rumit karena membayangkan hal sesederhana ini. Sebenarnya tidak sederhana bagiku. Itu berarti banyak yang harus kupikirkan, dan yang kupikirkan pertama kali adalah ...

'Apakah mereka mau?' tanya hatiku.

Sepertinya aku sudah membuat orang pemerintah itu menunggu terlalu lama. Dia akhirnya angkat bicara.

"Tuan Red, kau punya waktu satu minggu untuk memikirkan tawaran ini. Kami tidak memaksamu. Semuanya untuk pengetahuan," kata orang pemerintahan itu. Aku terdiam sejenak untuk mencerna apa yang baru saja mereka katakan. Setelah agak lama berpikir, akhirnya giliranku yang angkat bicara.

"Baiklah, Pak. Saya akan bicarakan ini dengan teman-teman saya di seluruh region. Saya akan melaporkan itu secepatnya setelah mereka semua merespon," kataku.

"Baiklah. Sepertinya tugasku selesai di sini. Saya pamit kembali ke kantor," kata orang pemerintahan itu. Aku baru tersadar ternyata ada gelas minuman bersoda yang belum sempat kami minum.

"Tunggu, Pak. Bagaimana kalau kita minum dulu? Pembicaraan tadi agak menegangkan sampai kita lupa kalau ada minuman di depan kita," kataku.

"Ah, benar juga. Permisi, aku minum dulu," kata orang pemerintahan itu, sambil meminum minumannya.

Setelah orang pemerintahan itu pergi dari rumahku dengan damai, aku segera menghubungi semua temanku sesama pemegang Pokedex di seluruh region. Yang lebih jauh, kuutamakan terlebih dahulu. Aku menelepon teman-temanku dari Unova, terutama, Lack-Two.

Aku menunggu sampai Lack-Two tersambung. Namun dia masih belum tersambung juga. Aku berpikir bahwa dia masih bertugas di kepolisian internasionalnya. Aku putuskan untuk menghubunginya lagi. Mungkin aku bisa menelepon orang itu dulu. Orang yang sangat berilmu di kelompok pemegang Pokedex.

Ya, aku ingin menghubungi Platinum. Setelah kami berdua tersambung, aku memulai komunikasinya.

"Halo, Nona Berlitz," kataku. Maklum, Platinum berasal dari keluarga Berlitz, keluarga terkaya di Sinnoh. Pasti dia ingin dipanggil dengan nama keluarganya saja. Aku menyadari itu.

"Halo, Red. Saya tidak menyangka Anda menelepon saya. Ada keperluan apa dengan saya?" tanya Platinum dengan sopan.

"Begini, orang-orang pemerintahan tadi datang ke rumahku, mereka menawarkanku untuk mengajak semua pemegang Pokedex dalam misi khusus," kataku.

"Misi khusus apa yang Anda maksud, Tuan Red?" tanya Platinum.

Oke, jujur, aku merasa aneh dipanggil tuan seharian ini.

"Ini adalah misi untuk menambah data pada Pokedex, terutama pengaruh gravitasi rendah terhadap Pokemon," kataku.

"Itu berarti mereka akan membawa kita ke ruang angkasa?" tanya Platinum.

"Tepatnya, pergi ke Planet Mars," kataku. Platinum sedikit terkejut saat aku mengatakan planet Mars.

"Tunggu, jangan katakan kalau mereka ingin membawa kita ke Red Sunflora," kata Platinum.

"Ya, mereka mengatakan bahwa kita akan pergi ke Red Sunflora," kataku. Platinum tambah terkejut setelah itu.

"Tuan Red, lebih baik Anda menghubungi semua pemegang Pokedex secepat mungkin dan perkumpulan harus dilakukan dalam waktu dekat," kata Platinum.

"Ya, sebenarnya itulah yang sedang aku lakukan sekarang," kataku.

"Saya akan menjelaskan semuanya saat kita semua berkumpul," kata Platinum. Sepertinya Platinum sudah mengetahui arah misi ini berjalan. Untuk kali ini, aku mengikuti rencananya.

"Baiklah, Platinum. Akan kuhubungi semuanya dan meminta mereka untuk datang dalam waktu 2 hari," kataku.

"Bagus. Cepat lakukan, Tuan Red," kata Platinum.

"Baiklah. Terima kasih atas bantuanmu, Nona Berlitz," kataku.

"Sama-sama, Tuan Red," kata Platinum sebelum dia mematikan teleponnya. Waktunya kembali ke misi menghubungi semua temanku. Semoga tidak ada yang memanggilku tuan lagi. Aku bisa gila hormat nanti, pikirku sambil terkekeh.

...

Dua hari kemudian, akhirnya semua temanku sesama pemegang Pokedex berkumpul di rumahku. Saat aku berkata semua pemegang Pokedex, itu berarti semua yang pernah memegang Pokedex termasuk Wally, Cheren, dan Bianca. Bahkan, aku juga menghubungi para pemegang Pokedex dari Alola, Sun dan Moon, yang notabene masih baru.

Tentunya rumahku jadi ramai, serasa seperti reuni. Akhirnya, waktunya tiba untuk menjelaskan kepada semuanya tentang apa yang terjadi.

"Teman-teman, tolong perhatiannya," kataku, kemudian, teman-temanku menjadi tenang.

"Terima kasih, kawan-kawan, karena sudah menyempatkan diri untuk datang ke rumahku. Aku tahu ini sangat mendadak, jadi kalau ada yang terasa terganggu dengan perkumpulan mendadak ini, aku minta maaf," kataku.

"Langsung saja pada intinya, Kak Red," kata Lack-Two. Ide bagus.

"Baiklah. Dua hari yang lalu, pemerintah datang ke rumahku, menyampaikan permohonan agar kita menolong mereka mengembangkan Pokedex," kataku.

"Mengembangkan Pokedex? Apakah kita perlu mencari Pkemon lagi?" tanya Green.

"Tidak. Mereka hanya meminta kita menambahkan data pengaruh gravitasi rendah terhadap Pokemon," kataku.

"Gravit—tunggu, berarti kita pergi ke ruang angkasa?" tanya Sapphire.

"Ya. Penjelasan tentang bagaimana misi ini berjalan akan dijelaskan oleh Nona Berlitz," kataku, kemudian Platinum berdiri dan mulai menjelaskan misi ini.

"Baiklah, teman-teman. Ini adalah misi antarplanet bernama Bunga Matahari Merah. Ini adalah misi penempatan manusia dan Pokemon selama satu tahun Mars di planet Mars—"

"Tunggu dulu, kita pergi ke Mars!?" tanya Pearl, terkejut.

"Jangan pura-pura lupa, Pearl!" kata Platinum dengan suara yang terdengar mengancam.

"Oke ..." kata Pearl, terdiam. Kemudian, Platinum melanjutkan penjelasannya.

"Selama satu tahun, manusia dan Pokemon akan hidup di Mars, terutama di sebuah pangkalan bernama Red Sunflora, yang berada tepat di daerah tengah Mars," kata Platinum.

"Sepertinya aku tahu tempat itu. Bukankah itu ada di kawah?" tanya Crystal.

"Kawah Airy-0. Pangkalan itu berada di daerah pinggiran kawan itu. Tenpat itu juga yang menjadi posisi nol derajat bujur di planet Mars," kata Platinum. Crystal mengangguk.

"Misi ini adalah misi yang dilakukan berkali-kali. Anggota misi terdiri dari 25 orang. Jika kita akhirnya setuju untuk melakukan misi ini, kita akan berada pada misi ke-34," kata Platinum.

"Mengapa baru tiga puluh empat? Bukannya teknologi sekarang sudah cukup untuk membawa manusia lebih sering?" tanya Silver.

"Memang ada pilihan seperti itu. Namun mereka memilih untuk memakai cara lama dengan memakai perhitungan transfer orbit Hohmann. Dengan persamaan ini, jendela luncur kita baru terbuka setiap kurang lebih dua tahun, dan perjalanan dari Bumi ke Mars dengan transfer orbit itu memerlukan waktu delapan sampai sembilan bulan," kata Platinum.

"Lalu mengapa sampai selama itu kalau manusia masa sekarang sudah bisa membuat kendaraan yang bisa membawa kita ke Mars selama tiga hari?" tanya Emerald.

"Itu karena pada jangka waktu itulah kita akan berlatih untuk beradaptasi dengan gravitasi di Planet Mars," kata Platinum. Lalu dia menyalakan proyektor yang sudah dia sediakan. Gambar perama yang muncul dari proyektor itu adalah sebuah stasiun ruang angkasa raksasa.

"Inilah stasiun ruang angkasa yang akan membawa kita ke Mars. Namanya adalah Septachrome. Dinamai seperti itu karena ada tujuh bagian melingkar besar dengan diameter sepuluh kilometer, berputar dengan kecepatan yang berbeda sehingga membuat kita merasakan gravitasi buatan dengan besar yang berbeda setiap lapisan, seperti kita merasakan warna yang berbeda," kata Platinum. Kemudian, gambar pada proyektor menunjukkan lingkaran-lingkaran besar pada stasiun itu berputar pada kecepatan yang berbeda.

"Pada satu ujung, gravitasi buatan yang kita rasakan mirip dengan Bumi, kemudian semakin menurun pada lingkaran berikutnya, sampai akhirnya pada ujung yang lain, kita merasakan gravitasi buatan yang mirip dengan Mars. Sistem seperti inilah yang akan membuat kita lebih mudah beradaptasi dengan gravitasi Mars saat kita sudah sampai," kata Platinum.

"Tentunya akan ada waktu di mana kita akan pindah lingkaran. Itu kapan?" tanya X.

"Waktunya sudah ditentukan. Jadi, saat waktunya tiba, kita akan pindah. Paling tidak, kita berada pada satu lingkaran itu dalam waktu lebih dari satu bulan," kata Platinum.

"Baguslah, kukira kita akan berpindah setiap hari. Akan ada yang mual nanti," kata Gold.

"Mereka sudah memikirkan ini. Lagipula, sistemnya sudah memakai kecerdasan buatan. Dari saat kita memasuki Septachrome, sampai ke Mars, lalu kembali ke Septachrome sampai kembali ke Bumi. Semuanya sudah diperhitungkan dengan baik," kata Platinum.

"Baguslah. Paling tidak kita aman. Namun aku masih bingung. Mengapa gravitasi buatan?" tanya Yellow.

"Sebenarnya ini adalah hasil dari gaya sentrifugal, gaya dari benda berputar yang mengarah menjauh dari titik pusat putaran. Setiap lingkaran berputar dengan waktu yang berbeda. Lingkaran dengan gravitasi buatan sekuat Bumi memiliki waktu putar 200,6 sekon, sedang yang mirip Mars, 326,2 sekon," kata Platinum.

"Oh, aku paham sekarang," kata Yellow.

"Inti dari misi ini adalah sebagai persiapan apabila manusia dan Pokemon tidak dapat hidup dengan baik di Bumi. Ini adalah langkah pertama manusia untuk membuat Mars sebagai rumah kedua kita. Misi sejenis juga ada di satelit Yupiter, Europa dan Ganimede. Namun misi di sana baru dimulai, sementara itu, misi ini sudah berjalan lebih dari 50 tahun. Dari misi inilah, misi yang lain berjalan," kata Platinum.

"Pemerintah datang kepada kita untuk meneruskan misi ini. Misi yang akan menentukan nasib umat manusia dan Pokemon. Dan kita dipanggil ke sana. Aku ingin meminta pendapat teman-teman. Apakah kalian ingin menerima tugas ini?" tanyaku.

Awalnya semuanya terdiam, lalu ada satu suara.

"Red-san, aku adalah yang pertama kali setuju," kata Yellow, dengan senyuman manisnya, menyetujui ajakanku. Lalu teman-temanku yang lain juga ikut menyetujui ajakanku.

Oke, coba kita lihat. Yang ikut dalam misi ini adalah aku, Green, Blue, Yellow, Gold, Silver, Crystal, Ruby, Sapphire, Emerald, Wally, Diamond, Platinum, Pearl, Black, White, Lack-Two, Whi-Two, Cheren, Bianca, Hugh, X, Y, Sun, dan Moon. Sudah cukup dua puluh lima orang.

...

29 Januari 2172, tanggal kami berangkat menuju Septachrome-34 setelah kami berlatih dengan lingkungan mirip Mars selama beberapa bulan, hal-hal administratif, sampai harus rela berpisah dengan orang-orang terdekat kami.

Untuk pergi ke Septachrome, kami sudah tidak memakai roket lagi. Kami memakai kendaraan transatmosfer Bumi yang mampu membawa kami sampai ke Septachrome yang berada pada ketinggian 600 km dari permukaan Bumi. Kendaraan itu juga yang akan membawa kami kembali ke Bumi.

Lalu, akhirnya kami memasuki Septachrome. Perjalanan delapan sampai sembilan bulan kami menuju planet Mars dimulai.

...

14 Oktober 2172, akhirnya kami sampai ke daerah orbit planet Mars. Kami bisa melihat banyak objek di permukaan planet merah itu. Mulai dari lembahnya yang besar, empat gunung besarnya yang terlihat jelas, sampai permukaan Mars yang beragam, terlihat oleh mata kami.

Tiba-tiba, kami mendapatkan pesan video dari Bumi. Terlihatlah siapa yang berada di dalam video tersebut. Profesor Rowan.

"Selamat pagi, semuanya. Selamat datang ke orbit Mars. Kalian sudah bertahan cukup lama dengan keadaan ruang angkasa. Pastinya akan butuh waktu sampai kalian beradaptasi dengan planet Mars walaupun kalian semua sudah terbiasa dengan gravitasinya. Semoga kalian juga sudah menulis beberapa data tentang pengaruh transisi gravitasi terhadap Pokemon. Sayangnya, kami memiliki kabar buruk. Atasan baru saja mengubah peraturan pendaratan dan memutuskan untuk mendaratkan kalian pada tanggal 14 Juni 2173. Untungnya, makanan kalian cukup untuk waktu 8 bulan itu. Silakan membalas pesan ini setelah aku selesai bicara. Profesor Rowan keluar," dan videonya berhenti.

Oke, jadi, kami harus menunggu delapan bulan lagi. Oke, tidak masalah. Namun, ada satu hal yang membuatku heran. Aku melihat Platinum tersenyum kepada Diamond sambil membisikkan sesuatu padanya. Setelah selesai, Platinum, dan aku mendekati Diamond.

"Hei, Diamond. Sebenarnya ada apa tadi?" tanyaku.

"Ya, tidak ada apa-apa. Nona hanya memberitahukan satu kabar gembira," kata Diamond.

"Apa itu?" tanyaku.

"Pada saat kita datang besok tanggal 14 Juni, Mars merayakan tahun barunya, tepatnya, tahun 300 dalam penanggalan Darian," kata Diamond.

"Benarkah?" tanyaku. Diamond mengangguk.

"Kita perlu memberi tahu yang lain," kataku. Lalu aku dan Diamond menyebar untuk membagikan kabar gembira ini. Itu, sampai aku menyadari sesuatu.

'Apa itu penanggalan Darian?' tanyaku dalam hati.

Bersambung.

Ini adalah prolog dari kisah ini. Penjelasan mengenai penanggalan Darian akan dijelaskan pada saat mereka akhirnya turun ke planet Mars. Kritik dan saran dipersilakan.

RWD, keluar.