Title: PLEASE LOOK AT ME [Part 1]
Credit song: "Gone" by Jin
Author: Myka Reien
Main Cast: ChenMin
Genre: Rate T, GS
Note: No bash, no flame, no peanut please~^^ Let's be a good reader and good shipper~^^
HAPPY READING 뿅~뿅~
.
.
.
PLEASE LOOK AT ME
[Part 1]
.
.
.
Jebal nal bwa nal bwabwa nal bwabwa
Aku mohon, lihatlah keberadaanku
Na ireoke neol neukkyeo neol neukkyeo neol neukkyeo
Lihatlah betapa besar perasaanku untukmu
Aesseo jabeun maltu aesseo jabeun miso aesseo jabeun neonde
Alasan kenapa aku bersikeras bertahan di sini dengan senyuman ini adalah karena dirimu
-o0o-
Inggris, September 1941
Aku sudah menyerah. Aku sudah memutuskan untuk tidak berharap lagi. Kegelapan ini dengan semua keterbatasannya, aku sudah memutuskan untuk berteman dengan semua ini dalam sisa hidupku. Aku sudah tidak ingin menggantungkan harapan tentang menemukan cahaya. Sudah cukup semua kekecewaan yang aku terima. Aku sudah lelah untuk berharap jika pada akhirnya tidak ada yang berubah. Mungkin memang sudah nasibku, nasib burukku. Perjuangan seperti apapun akan menemui ujungnya dan tidak ada apapun di ujung itu selain menerima nasib.
"Nona, anda sangat cantik," puji seorang pelayan rumah tangga muda sambil memandang kagum pada nona mudanya yang berdiri anggun memakai dress panjang.
"Benarkah?" tanya sang nona muda sambil tersenyum.
"Benar. Benar-benar sangat cantik. Nona Muda kita benar-benar sangat cantik. Ah, bagaimana ini? Lama-lama aku bisa jatuh cinta pada Nona kalau seperti ini!" pelayan itu heboh sendiri.
"Jangan mengatakan hal menakutkan seperti jatuh cinta pada Nona Xiumin seperti itu. Kau bisa membuat Nona Xiumin merinding," tegur seorang wanita paruh baya yang menjadi bibi pengasuh Xiumin.
"Oh, Tuhan! Apa yang aku lakukan? Nona, maafkan saya! Saya benar-benar minta maaf. Mulut saya memang pantas dihukum!" pelayan itu memukul-mukul mulutnya sendiri menyesali diri.
"Aiya, jangan lakukan itu. Karen kita juga cantik, kalau kau menyakiti dirimu sendiri seperti itu kau bisa dihukum Tuhan karena sudah menyia-nyiakan kecantikanmu," ujar Xiumin sambil menahan tangan Karen, pelayan pribadinya.
"Nona..." desis Karen dengan mata berair. "Aku benar-benar menyukai Nona, huweee~" mendadak gadis belia yang memakai seragam berenda-renda khas pelayan tersebut memeluk Xiumin sambil menangis.
"Nona sangat cantik, Nona terlalu cantik untuk menikah dengan Lord William, dia benar-benar tidak cocok dengan Nona. Saya beritahu, ya, Nona. Lord William itu benar-benar sangat jelek. Dia gendut, berjenggot, dan banyak sekali berkeringat. Apalagi kalau dia sedang makan, keringatnya itu seperti air terjun, banyakkk sekali! Dia juga punya bintik-bintik di wajahnya. Pokoknya aku tidak rela kalau Nona Xiumin menikah dengan orang seperti itu! Nona harus mendapatkan pria yang lebih baik, yang sangat tampan, dan punya tata krama yang bagus. Tidak hanya punya banyak uang seperti Lord William itu!" Karen bicara dengan menggebu-gebu.
Bibi Pengasuh membeliakkan mata hendak memukul Karen sementara Xiumin hanya tersenyum hampir tertawa mendengar rengekan pelayannya yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.
"Karen." Dengan lembut Xiumin meraih wajah Karen di telapak tangannya yang halus. "Mana ada pria yang sempurna seperti itu? Kalau pun ada, aku pikir akan lebih baik jika pria itu menjadi pasanganmu. Kau sudah 15 tahun, kau juga harus mulai memikirkan pernikahan."
Karen menggeleng kuat-kuat. "Aku tidak mau menikah! Aku tidak akan menikah! Aku mau bersama dengan Nona selamanya! Pokoknya aku cuma mau bersama dengan Nona selamanya!" gadis itu kembali merengek sambil memeluk Xiumin dengan erat.
"Karen, lepaskan tanganmu! Nanti kau bisa mengotori baju Nona Xiumin!" hardik Bibi Pengasuh kesal.
"Biarlah, Bibi. Biarkan saja," ujar Xiumin halus. Dengan lembut dia mengusap rambut Karen yang masih belum mau melepaskan pelukannya.
Tok, tok, mendadak pintu kamar diketuk seseorang dari arah luar.
"Siapa?" Bibi Pengasuh yang membuka suara.
"Guru piano untuk Nona Muda sudah tiba. Nona Muda diharap segera turun," jawab sebuah suara perempuan yang bisa dipastikan adalah rekan Karen yang sesama pelayan.
"Guru piano yang baru?" desis Karen sambil mengusap kedua pipinya yang basah. "Pada akhirnya guru piano Nona diganti. Ah, itu melegakan. Aku benar-benar tidak suka dengan guru piano Nona yang dulu. Mulutnya itu benar-benar sangat jahat, bicara seenaknya seolah dia Tuhan yang tahu segalanya," omel Karen yang berlanjut dengan suara pukulan, Bibi Pengasuh melayangkan tangannya ke kepalanya karena gemas gadis itu terus bicara tidak sopan.
Xiumin terdiam.
"Nona, kalau guru piano yang ini bersikap kasar lagi pada Nona seperti guru-guru yang lain, bilang padaku. Akan 'ku beri mereka jus cabai waktu makan siang," ujar Karen sambil mengusap-usap kepalanya yang barusan kena pukul, membuat Xiumin tersenyum.
"Sudah diam dan cepat antar Nona ke ruang piano," tegur Bibi Pengasuh pada pelayan muda itu.
"Baik," jawab Karen patuh. "Mari, Nona," ajaknya pada Xiumin lalu menggandeng tangan Nona Mudanya untuk berjalan keluar kamar.
Aku benci bermain piano. Terlalu banyak tuts dan aku tidak bisa menghapalkan semua tuts itu dengan baik. Persetan dengan tradisi keluarga yang mewajibkan seluruh keturunan wanitanya harus menguasai paling tidak satu alat musik. Aku sudah cukup senang membuat suara dan irama dengan mengetukkan jari-jariku di meja. Itu lebih menyenangkan daripada menekan tuts piano yang dingin dan berjajar banyak seperti tak berujung. Lagi pula, belajar piano bagiku seperti melakukan bunuh diri. Para guru itu selalu menyalahkan aku jika aku tidak menunjukkan kemajuan setelah belajar pada mereka, padahal cara mengajar merekalah yang tidak bisa aku terima dengan baik. Yah...cara paling aman untuk menutupi kekurangan diri sendiri adalah menggunakan kekurangan orang lain.
Krieett...terdengar daun pintu yang terbuka. Lantunan indah tuts-tuts piano mengalun menyapa telinga Xiumin begitu dia melangkahkan kaki memasuki ruang belajar piano. Xiumin menutup mata, meresapi lagu yang mengalir lembut hingga merasuk ke dalam hatinya itu. Dia membayangkan orang seperti apa yang memiliki kemampuan bermain piano hingga membuat perasaan orang lain setenang ini. Xiumin merasa jika orang ini akan berbeda dengan guru-guru yang pernah dia temui sebelumnya. Orang ini tidak hanya memiliki kemampuan bermain piano dengan baik, tapi juga memiliki kemampuan memasukkan perasaannya ke dalam permainan pianonya.
"Tuan, Nona kami sudah tiba," tegur seorang pria berumur yang memakai pakaian pelayan, sang Kepala Pelayan, pada pria muda yang sedang bermain piano.
"Ah, benarkah? Maafkan saya. Keadaan piano ini sangat baik, saya jadi keasyikan," ujar pria muda itu dengan malu. Dia menutup tuts piano dan berdiri, membalikkan badan, menghadap Xiumin yang berada di belakangnya.
"Oh, ya, Tuhan. Astaga. Tuhanku. Tuhanku...!" Karen menutup mulut sambil tak henti-hentinya menyebut asma Tuhan, membuat Xiumin mengerutkan kening heran.
"Nona, Nona." Karen menarik-narik lengan gaun Xiumin dengan pelan. "Guru piano yang baru itu..." suara Karen menggantung.
"Guru pianonya kenapa?" bisik Xiumin penasaran.
"Guru piano ini, Nona...!" Karen kembali heboh sendiri. "...tampan sekali...!"
Sepasang mata Xiumin membulat. "Benarkah?"
"Benar, Nona. Dia sangat tampan...!" Karen girang. "Oh, ya, Tuhan. Dia mendekat. Nona, dia mendekat...!"
Bibi Pengasuh segera menarik Karen yang tidak henti-hentinya bersikap heboh dari sebelah Xiumin, membiarkan Nonanya berdiri sendirian dengan hati masih bertanya-tanya.
"Nona, Tuan ini adalah guru piano baru yang akan mengajar piano mulai hari ini. Tuan, ini adalah Nona Xiumin, putri bungsu keluarga kami." Kepala Pelayan memperkenalkan Xiumin terlebih dulu.
"Selamat siang, Nona Xiumin." Suara guru piano itu terdengar lembut di telinga Xiumin. "Nama saya Chen, mulai hari ini saya akan mengajar piano. Saya mohon bimbingan anda." Chen membungkukkan badan dengan sopan.
-TBC-
Awalnya gak pengen masukin FF ini ke kategori songfic, tapi karena diilhami dari lagu, jadi... (._.)
This is side story of FULL MOON (EXO)
Di chapter 1 ini, sebelum kalian klik 'next', author pengen minta review, boleh ya? lol
Buat yang gak punya akun di FFN & pengen review-nya dibales, bisa mention author lewat twitter / ask . fm (lihat di profil)^^ boleh juga kalo mau gangguin author, kepo tanya2 kapan update, berdemo, protes, apalagi ngasih es krim gratis & cookies (?) author is VERY WELCOME~!❤
FYI: I always share about the update in twitter, so just check my twitter to know about fast update and more^^
Hamsahamnida~ *bow*
