"apakah aku terlambat? Untuk memilikimu? Apakah hanya bermimpi untuk mendapatkanmu? " – Kim Taehyung

"Jeon Jungkook aku mencintaimu. Namun, maafkan aku yang tidak bisa menjaga hati ini untuk terarah padamu" Jung Hoseok

Title : War of Hormone

Author : Hopekies

Pairing :

Kim Taehyung x Jung Hoseok

(V-Hope)

Disclaimer :

Cerita ini hanya sebuah cerita fiktif yang tidak terinspirasi dari lagu War of Hormone. Karena saya terlalu bingung memberi judul (?) Terima kasih untuk teman-teman saya yang menginspirasi untuk menulis fanfic meskipun mereka lebih menyukai pairing VKook wkwk.

Warning :

YAOI. Typo everywhere. Banyak kata yang diulang dan tidak baku. Maafkan..

.

.

Happy Reading..

.

.

Pagi itu pagi yang cerah seperti biasanya. Kota Seoul yang sangat padat penduduk belakangan ini karena ramainya demam KPOP ke seluruh penjuru dunia. Membuat aktivitas kota ini semakin padat. Seorang namja kini tengah berlari dengan tergesa-gesa karena keterlambatannya menuju salah satu sekolah terkenal disana. Sebut saja namanya Kim Taehyung. Taehyung merupakan siswa kelas 11 di SMA Bangtan. Salah satu sekolah Swasta dengan fasilitas yang lengkap dan dengan sejuta peraturan. Tidak semua orang dapat masuk sana. Hanya anak-anak terpilih yang dapat bersekolah disana karena biaya yang sangat mahal. Tak sedikit pula artis-artis yang bersekolah disana.

"Ya! Kim Taehyung" seseorang memanggilnya dari belakang.

Anak bermarga Kim itu menoleh dibelakangnya dan mendapati sahabatnya Park Jimin mengendarai mobil silver miliknya. Diapun berlari dan tersenyum pada sahabatnya.

"Kemarilah. Ayo ke sekolah bersamaku" ajak sahabatnya Jimin.

Tanpa pikir panjang, Taehyung pun naik bersama mobil milik Jimin.

"Kau menyelamatkanku hari ini Park Jimin. Aku mencintaimu" ucapnya memuji sahabatnya yang hanya dibalas cengiran dari si empunya – Park Jimin

"Kenapa kau tidak naik bus? Bukankah ini hampir terlambat?"Tanya Jimin sambil menyetir membuka percakapan mereka.

"Noona tidak memberiku uang jajan. Dia hanya memberiku uang untuk pulang saja" jawab Taehyung sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

"Apakah kau bertingkah lagi?" Tanya Jimin lagi.

"Tidak. Hanya saja kemarin aku meninggalkannya saat kami sedang belanja bulanan. Kau tau, itu sangat lalma dan aku bosan. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang sendiri" jawab Taehyung dengan wajah 'innocent'.

"Apakah kau bodoh?" Jimin pun menjitak kepala Taehyung pelan.

Ingat, Jimin saat ini sedang menyetir. Bagaimana bisa sahabatnya ini begitu bodoh dan tidak berubah.

"Ya! Park Jimin jelek!" Taehyung semakin mengerucutkan bibirnya mendapat hadiah jitakan dari sahabatnya berambut orange itu.

Jimin dan Taehyung pun masuk kelas yang sama. Kebetulan? Ntahlah. Bisa jadi. Kelas yang berada nomer dua dari ujung bertuliskan papan diatasnya '2-2'.

"Apakah ini takdir? Kenapa kita bisa satu kelas?" Tanya Jimin menatap papan kelas diatas mereka.

"Ntahlah. Ini hari pertama masuk sekolah. Aku sudah hampir terlambat. Sial.." gerutu Taehyung sambil membenarkan sepatunya sebelum memasuki kelas.

-VHOPE-


Saat dia membuka kelas. Betapa kagetnya, dia ternyata 1 kelas dengan Jung Hoseok. Seorang yang dikaguminya 1 tahun belakangan. Ralat, bukan hanya 1 tahun namun sejak SMP. Kim Taehyung membulatkan matanya sempurna melihat Hoseok yang tidur dalam kelas. Seketika bayangan de javu saat masih SMP terlintas dalam pikirannya.

"Ehem.." seseorang membangunkan lamunannya.

"Kkkim-songsaem.." jawabnya kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Apa yang kau lakukan? Bukannya duduk karena terlambat tapi kau hanya melihat" celoteh Kim Songsaenim.

"Maaf..saya akan segera duduk" jawab Taehyung dan duduk dibangku nomer empat dibelakang Jimin sahabatnya.

"Baiklah, saya akan mengulangi perkataan saya tadi..kuharap kalian dapat mencacatnya bila perlu" ucap Kim Songsaenim serius.

"Aku bingung harus memilih apa…" ucap Jimin frustasi sambil menggaruk rambutnya.

Taehyung hanya menanggapi dalam diam sambil meminum jus jeruk kesukaannya saat dikantin. Daritadi dia sibuk menata hatinya saat dikelas. Ternyata dikantin pun dia harus melakukan itu. Melihat – Hoseok – sedaritadi bermesraan dengan kekasihnya Jungkook membuat hatinya panas.

"Kim Taehyung-ssi. Apakah kau mendengarkanku?" Tanya Jimin melihat perilaku sahabatnya. Tidak biasanya dia melihat sahabatnya begitu pendiam.

Taehyung hanya memutar bola matanya malas menanggapi kata-kata sahabatnya itu "Iyaaa tuan terhormat Park Jimin-ssi.."

"Sepertinya aku akan memilih menjadi nelayan. Mungkin dipantai aku bisa banyak berkenalan dengan noona-noona cantik dan sexy" ucap Jimin ntah pada siapa.

Sekolah ini memiliki 1 eskul tentang ke profesi-an. Setiap siswa diwajibkan memilih 1 profesi unik yang tidak memperlihatkan 'derajatmu' dan dia harus menjalaninya selama 4 bulan sebelum kenaikan kelas. Hal ini melatih kita untuk menghargai sesama dan belajar mendalam mengenai sosialisasi dalam bermasyarakat.

"Ya! Hilangkan pikiran mesum-mu Park Jimin-ssi" jawab Taehyung sambil memakan cemilannya.

Dimeja lain..

"Chagi~ apakah kau sudah memutuskan untuk memilih profesimu nanti?" Tanya namja bergigi kelinci sambil mendekap lengan kekasihnya penuh manja.

"Hmm ntahlah" jawabnya seadanya.

"Bagaimana jika kau bersamaku chagi?" tawarnya pada kekasihnya.

"Tidak Jungkook-ah. Aku tak ingin memaksamu baby" jawabnya dengan sedikit memaksakan senyum.

"Baiklah.. jika kau berubah pikiran beritahu aku.." jawabnya lalu mencium pipi sekilas lelaki di sampingnya sambil tertawa.

.

.

Dari jauh ada yang mengamati mereka. Hatinya tidak bisa dikatakan baik atau juga buruk…

'kau bodoh Kim Taehyung' ucap namja itu dalam hati.

-VHOPE-


Bel pulang pun berbunyi. Saatnya seluruh siswa di SMA Bangtan bersiap pulang. Namun tidak untuk Hoseok. Dia melihat layar smartphone nya lalu mendesah kesal dan melanjutkan tidurnya dalam kelas. Taehyung menoleh melihat tak ada pergerakan sama sekali pada orang yang berada dibelakangnya. Diapun berinisiatif membangunkan dengan pelan.

"Hoseok-ssi. Apakah kau tidak pulang? Bel pulang sudah berbunyi" ucap Taehyung terdengar berbisik ditengah sibuknya teman-teman berteriak dan berkemas karena kelas telah usai.

"Bisakah kau diam saja. Urus saja urusanmu sendiri.." ucap Hoseok yang terdengar seperti 'untuk apa kau peduli padaku' .

Bukan namanya Taehyung jika dia tak bisa membuat namja dibelakangnya ini marah. Saat di SMP pun sudah makanan sehari-hari mendapat bentakan atau teriakan dari Hoseok mulai dari

"Kau bodoh sekali"

"Yaa! Kim Taehyung bisakah kau diam"

"Kim bodoh! Seperti ini saja tidak bisa. Apa yang kau bisa"

"Apa yang kau beri makan pada otakmu yang lemah itu"

"Tidak mungkin aku menyukai lelaki bodoh sepertimu"

Itu hanya sebagian umpatan yang diingat Taehyung mengenai namja dibelakangnya ini.

"Aku hanya mengingatkanmu! Kenapa kau jadi marah padaku" bentak balik Taehyung sambil memasukkan seluruh alat tulisnya pada tas biru donger kesayangannya.

"Hmm" jawab Hoseok dingin.

Tidak tinggal diam, Taehyung akhirnya memasukkan alat tulis Hoseok pada tas merah yang bertengger di kursinya.

"Sudah kubilang jangan.." ucap Hoseok namun masih tidak bergeming dari posisinya.

"Aku tidak menerima penolakan Hoseok-ssi" balas Taehyung seolah tidak peduli.

-VHOPE-


Saat dia mengedarkan ruangan. Yang terlihat hanya tinggal dirinya dan Hoseok. Jangan Tanya kemana keberadaan Jimin. Sejak bel sekolah berbunyi. Dia menjadi kandidat pertama yang memasukkan buku-bukunya dan segera melesat pergi meninggalkan kelas. Dia kemana? Tentu saja kencan. Banyak noona yang mengantri ingin berkencan dengannya.

"Terima kasih" ucap Hoseok dengan nada malas.

"Hmm. Sepertinya aku pulang dulu Hoseok-ssi" jawab Taehyung sambil berdiri menatap Hoseok.

"Bisakah aku meminta tolong padamu?" Hoseok menatap sendu namja dihadapannya.

"Apa?"

"Katakan pada Jin-ah jika aku tidak mengikuti rapat OSIS. Aku ingin beristirahat.."

"Bukankah kau adalah wakil ketua OSIS. Kenapa berbohong?" Tanya Taehyung bingung.

"Aku lelah. Selama liburan kemarin aku rapat terus. Nanti sore aku berjanji mengantar kekasihku pergi.. aku tak ingin menyakitinya karena membatalkan janji" jawab Hoseok memohon.

Wajah Taehyung memanas. Bukan karena ditatap Hoseok namun mendengar jawaban orang yang dia kagumi selama ini. Sungguh menyakitkan untuknya terutama hatinya.

"Baiklah" jawab Taehyung dingin tanpa menoleh dan segera meninggalkan kelas.

Hoseok mengerutkan keningnya mendapat balasan dingin dari teman lamanya itu.

"Dasar alien aneh" ucap Hoseok dalam hati. Kemudian dia tersenyum dan melanjutkan tidurnya lagi.

-VHOPE-


Taehyung melangkahkan kakinya dengan gontai dan sedikit mengerucutkan bibirnya lucu. Diapun berjalan diruang kecil disebelah kiri berlabelkan 'OSIS Room' diatasnya. Diapun sedikt memaksakan senyum agar tidak terlihat kesal. Dengan hati-hati dia mengetuk pintu ruangan tersebut. Tak lama seseorang membukanya.

"Permisi.." ucapnya ramah.

"Iya ada apa?" Tanya seorang namja berpostur tegap dan lebih tinggi darinya.

"Jin-ssi, aku ingin mengatakan bahwa Hoseok tidak dapat mengikuti rapat denganmu karena sakit" ucapnya sambil menunduk. Menyembunyikan semburat merah dari pipinya karena menahan malu.

Siapa tidak kenal Jin atau Seok Jin? Ketua OSIS sekolah yang tampan dan disukai banyak siswa. Sikapnya yang ramah dan humoris membuatnya disukai semua orang. Prestasi yang diraih dibidang akademik juga memuaskan. Bahkan tahun lalu dia mendapat peringkat 1 disekolah itu.

"Ohh terima kasih Kim Taehyung-ssi" jawab Jin sambil melihat name tage dibaju Taehyung.

"Hah?" diapun reflek menoleh pada lelaki yang lebih tinggi darinya itu.

'Damn, dia sangat imut rupanya' ucap Jin dalam hati.

"Kenapa?" Tanya Jin sambil tersenyum ramah.

"Ani.. baiklah aku akan pergi dulu.." jawab Taehyung masih menunduk tanpa melihat Jin.

"Angkat wajah mu jika melihat lawan bicara Taehyung-ssi. Apakah aku begitu jelek?" goda Jin saat Taehyung hendak meninggalkannya.

"Wa..wae?" semburat merah itu muncul lagi dipipinya. Diapun menutupi dengan kedua tangannya.

Dari tempat sedikit jauh, ada seorang yang melihat mereka. Jung Hoseok. Dia melihat semuanya..

'Ternyata kau memang menyukai Jin' ucapnya sambil senyum yang tidak dapat diartikan.

-VHOPE-


Beberapa hari ini Hoseok sering tidak masuk sekolah karena berbagai alasan. Bahkan ketika Taehyung bertanya pada Jin pun, sahabatnya itu tidak dapat menjawab keberadaan Hoseok. Menurut Jin, Hoseok bahkan tidak pulang kerumah selama seminggu ini. Dia tidak menghubungi siapa. Tak ada yang mengetahui keberadaan Hoseok.

Namun, saat hari-8 dia masuk sekolah lagi. Wajahnya sangat murung dan seperti tidak memiliki semangat hidup. Bahkan ketika Jungkook mengajaknya ke kantin diapun tidak bergerak dari bangkunya. Dia sering menghabiskan waktunya dengan tidur dan sesekali melihat smartphone miliknya.

Sampai suatu ketika Taehyung dan Jimin berkelompok dengan Hoseok. Seperti yang kita tahu, setelah bell sekolah berbunyi. Keberadaan namja berparas tampan dengan eye smile itu menghilang seolah ditelan bumi. Tinggal-lah Taehyung dan Hoseok dalam kelas itu.

"Aku akan keluar ke perpus sebentar. Aku ingin mengambil beberapa buku referensi dari sana.. kau diamlah disini. Jaga tasku" ancam Taehyung.

"Hmm..cepat kembali" balas Hoseok singkat tanpa menatap lawan bicaranya.

Segera Taehyung melangkahkan kakinya ke Perpustakaan Sekolah yang berada di Lantai 3.

'Apa dia benar-benar tidak apa-apa?' ucap Taehyung dalam hatinya. Sepertinya dia sedikit khawatir dengan kelakuan aneh orang yang dikaguminya itu.

Segera dia membalikkan langkahnya dan kembali ke kelas. Betapa kagetnya dia melihat pemandangan yang seharusnya tidak dilihatnya…

.

.

Tbc/end?

Gimana? Maaf kalau ceritanya kurang menarik. Sudah lama tidak menulis _