Attack On The Red Revenge
1.1 PROLOG
Di sebuah gua yang menyeramkan, seorang anak berlari menghampiri seorang manusia yang tampak terjatuh. Anak itu berteriak dan orang itupun berbalik. Ternyata orang itu adalah seorang wanita yang cantik berambut hitam legam dan mempunyai mata yang begitu indah. Sang anak pun mempercepat larinya. Tetapi semakin dekat, wajahnya semakin memudar dan lusuh. Seluruh tubuhnya berlumuran darah. Matanya berlinang darah dan wanita itu merintih minta tolong. Tertancap pedang yang memiliki permata hijau di bagian kepala gagangnya di ulu hati wanita itu. Lalu anak itu menangis berteriak dan ...
1.2 BAGIAN 1
"Aaaaaaaaaaaa...", teriak Yahiko.
"Ssst.., tenang Yahiko. Kau bermimpi buruk" bisik seorang gadis.
"Mikasa..? apa yang kau lakukan disini?" tanya Yahiko.
"A...a..aku hanya mampir sebentar, memangnya tidak boleh?" jawab Mikasa.
"Boleh-boleh saja, hanya tidak wajar saja seorang gadis berada dikamar seorang lelaki secara tiba-tiba." jawab Yahiko. Muka Mikasa pun memerah.
"Tapi tak apa, aku tahu apa maksud kedatanganmu, ayo kita pergi!" Yahiko bangun dari tempat tidur. Mikasa tampak shock dengan pertanyaan Yahiko tadi.
Lalu, mereka berdua keluar dari rumah Yahiko. Di perjalanan Yahiko menceritakan tentang mimpi buruknya.
"Orang tua itu, sepertinya ibuku. Tetapi aku tidak tahu karena aku tidak pernah sama sekali melihat persis wajah ibuku." ucap Yahiko.
"Mungkin itu pertanda" ujar Mikasa.
"Maksudmu, pertanda seperti apa?" tanya Yahiko.
"Mmm...Bisa saja masa depan, jodoh, keuangan, atau sejenisnya" jawab Mikasa.
"Aaahh .. kau ini ada-ada saja, tapi bisa saja sih, hehehehe." Ujar Yahiko.
Lalu mereka sampai di suatu danau.
"Ayo kita mulai!" ajak Yahiko.
Lalu mereka duduk di tepi danau sambil menunggu umpan mereka disambat oleh ikan yang besar. Seorang lelaki tua berjalan menghampiri mereka berdua. Lelaki tua itu membawa rantang makanan dan sebuah kail.
"Paman Jinpachi? Apakah kau tidak pergi berladang?". Tanya Yahiko.
"Tidak, aku sedang ingin menikmati suasana akhir pekan". Jawab lelaki tua itu.
"Apakah kau tidak bersama anakmu?". tanya Mikasa.
"Anakku sedang bertugas bersama pasukan Legiun ke luar benteng untuk menyelidiki kematian pemimpin Divisi IV Legiun, Captain Yurimoto Hashida. Dia gugur setelah mengalami pertarungan dengan sekelompok menakutkan di hutan terlarang, mereka menyebut kelompok mereka Rodinia Atlantica. Mereka dipimpin oleh seorang mantan jenderal Orde Divisi III, Commander Hashirama Kaito. Dia mempunyai kekuatan yang luar biasa. Dia mempunyai pedang legendaris yang pernah menghancurkan setengah daratan Pulau Katon." Ujar Paman Jinpachi.
"Bukankah Pulau Katon adalah pulau terluas di Negara Laurasia? Aku ingin sekali mengalahkan orang itu. Tahun depan aku akan mengikuti seleksi perekrutan anggota Legiun". Celetuk Yahiko.
"Jangan Yahiko, itu terlalu berbahaya. Resikonya besar sekali. Tetapi jika kau memaksa untuk ikut, aku juga akan mengikuti seleksi itu". Ujar Mikasa.
"Ta...tapi kau seorang perem...",
"Tidak ada salahnya perempuan mengikuti seleksi militer". Potong paman Jinpachi.
"Baiklah". Yahiko menyerah.
Matahari sudah di ufuk barat, setelah selesai memancing, Yahiko dan Mikasa melewati pusat kota. Mereka melihat Pasukan Legiun Divisi IV kembali ke kota. Tetapi mereka terlihat terluka parah. Di gerobak besar yang tadinya berisi perbekalan makanan menjadi tempat orang yang terluka parah, kritis, dan untuk menyimpan mayat prajurit.
"Mungkin kau harus mempertimbangkan untuk bergabung dengan pasukan Legiun". Ujar Mikasa.
Yahiko hanya terdiam.
"Sebaiknya kita pulang sekarang." ujar Yahiko.
"Baiklah". Mikasa menuruti kata Yahiko.
Mereka pulang kerumahnya masing-masing.
Lalu ketika makan malam Yahiko termenung di meja makan. Dia masih shock atas kejadian tadi sore.
"Apakah perkataan Mikasa itu benar?". Ujarnya dalam hati.
Lalu, Yahiko melihat foto ibunya yang telah wafat dalam peperangan antara Negara Laurasia dan Negara Heliunia. Sekejap Yahiko menatap foto itu dan, ibunya mirip dengan wanita yang ada di dalam mimpi itu. Yahiko seakan tidak percaya. Lalu dia mencoba untuk tidur dengan berharap bisa bertemu ibunya didalam mimpi.
Di sebuah gua yang sama di mimpi Yahiko yang sebelumnya, ia melihat seorang perempuan menggunakan jubah Pasukan Orde. Dia memantapkan penglihatannya dan memang benar ia adalah ibunya.
"I...i...i...bu...?". Yahiko tergagap.
Sekejap perempuan itu terjatuh dan terlihat seorang lelaki menancapkan sebilah pedang ke ulu hatinya. Yahiko diam terpaku dan ...
"A...aaaaa...aaaa". Teriak Yahiko.
Dia lalu menenangkan dirinya dan membulatkan tekadnya untuk mengikuti seleksi tahun depan.
Satu tahun telah berlalu. Spanduk perekrutan pasukan telah tersebar keseluruh sudut kota.
"Apakah kau yakin akan mengikuti seleksi itu?". Tanya Mikasa.
"Aku yakin seratus persen." Jawab Yahiko dengan pasti.
Hari pertama seleksi, peserta harus melakukan tes fisik. Seleksi ini di Kordinatori oleh Sergeant Hiruma Hayuko.
"Baiklah, dalam tes fisik ini, kalian harus melewati berbagai rintangan. Mulai dari melompati jurang sedalam 7 meter berisi serangga kecoa, lalu memanjat tebing berlapis oli hanya menggunakan tali tambang tanpa pengaman, selanjutnya berenang di danau Yon yang penuh dengan ubur-ubur penyengat, dan jika berhasil, kalian akan mengikuti seleksi tahap selanjutnya". Ujar Instruktur tegas.
"Siap!". Jawab seluruh peserta.
Tes Fisik pun dimulai. Mikasa berhasil menjadi posisi terdepan. Sementara Yahiko masih berusaha menempati dirinya di posisi 4. Yahiko dan Mikasa harus bersaing dengan 190 orang. Dan akhirnya Mikasa lah yang menempati posisi pertama. Posisi kedua ditempati oleh seorang lelaki tinggi dengan rambut pendek berwarna merah, Nagato Yushiro. Ketiga oleh Yahiko. Keempat oleh seorang perempuan cantik bernama Ako Reykuzuki. Dan posisi kelima ditempati oleh seorang lelaki tampan berambut pirang bernama Minato Hatake.
"Mikasa, kau hebat sekali! Aku ucapkan selamat untuk mu". Ujar Yahiko.
"Terima kasih Yahiko. Kau juga sudah berjuang dengan keras". Mikasa malu-malu.
"Jangan bangga dulu, lihat saja dalam seleksi selanjutnya. Aku akan lebih baik lagi". Celetuk Nagato.
"Heh, lihat saja nanti". Balas Yahiko kesal.
Keesokan harinya, Seleksi tahap dua berlangsung. Seleksi kedua adalah Tes Bela Diri. Setiap orang akan bertarung satu lawan satu. Peserta dibebaskan menggunakan kekuatan atau senjata apapun. Kordinator seleksi ini adalah Letnan Haruka Iruma.
Lalu seleksipun dimulai. Mikasa bertarung melawan Yuna Rukada. Mikasa sangat mahir memainkan trisula dan Yuna mahir memainkan tombak. Pertarungan sangat sengit dan Mikasa sangat mendominasi serangan. Dan akhirnya Yuna terjatuh dan kalah dalam pertarungan tersebut. Peserta lainnya terkagum melihat gerakan-gerakan Mikasa yang lincah dan indah.
Datanglah giliran Yahiko. Dia melawan Minato Hatake. Yahiko mahir memainkan pedang dan Minato mahir dalam ilmu tangan kosong (Taijutsu). Pertarungan sengit pun terjadi, Minato sangat mendominasi serangan dan Yahiko pun sangat cepat dalam menghindari serangan Minato. Lalu pada saat bertarung, Mata Yahiko berubah menjadi merah dan disekitar badannya terlihat suatu aura ungu. Dan serangan cepatpun di lontarkan Yahiko ke arah Minato. Minato pun terjatuh dan kalah.
"Dimana kau belajar kekuatan itu?" Tanya Instruktur.
"Aku pun tak tahu, itu datang dari diriku sendiri." Jawab Yahiko.
"Hmm...Aku tahu, kau pasti anak dari Kushina Kaito kan?". Tanya seorang lelaki tinggi berjubah Pasukan Legiun.
"Iya Pak! Mengapa anda bisa tahu?" Tanya balik Yahiko.
"Aku adalah Captain Kushankuro Kaito. Wakil Pimpinan Divisi VII Legiun. Bisa dibilang aku adalah Paman kandungmu sendiri Yahiko Kaito. Aku adalah adik ibumu". Jawab Kushankuro.
"A..apa? kau adik ibuku? Ja...jadi Kaito itu?"
"Ya, Kaito adalah klan kita saudaraku." Jawab Kushankuro.
"dan Hashirama Kaito adalah ... ".
"Dia adalah ayahmu. Sekaligus yang membunuh ibumu. Dia di cap sebagai pengkhianat klan Kaito." Ujar Kushankuro.
"A..a..ayahku? p..p..pengkhia...n..at?" tanya Yahiko tidak percaya.
Lalu Kushankuro berbalik kearah Mikasa.
"Dan kau adalah Mikasa Yukamaru, apakah aku benar?" tanya Kushankuro.
"Ya, Benar." Jawab Mikasa.
"Ayahmu, Kolonel Nakuro Yukamaru dan Klanmu lah yang telah membantu rencana pembunuhan ibunya Yahiko."ujar Kushankuro.
"Tidak mungkin! Aku tidak percaya! Selama ini aku tidak tahu bahwa klanku bermusuhan dengan klan Kaito!" Teriak Mikasa.
Kushankuro tersenyum tipis dan pergi meninggalkan tempat seleksi. Mikasa menghampiri Yahiko.
"Yahiko, maafkan aku. Aku..."
"Tidak apa Mikasa. Aku tahu kau tidak seperti anggota klanmu yang lain".ujar Yahiko.
"Terima kasih kau telah mempercayaiku, Yahiko!". Mikasa menangis di bahu Yahiko.
Seleksi tahap dua pun dilanjutkan kembali dan akhirnya pun selesai.
Keesokan harinya seleksi terakhir pun digelar. Para peserta harus menaklukan Bakugi yaitu banteng raksasa berukuran 21 meter, mempunyai tanduk tajam dan dahi yang keras seperti baja. Peserta dibagi beberapa kelompok. Yahiko menjadi ketua tim 13 yang beranggotakan Ushiro Yugi, Mikasa Yukimaru, Nagato Yushiro, dan Ako Reykuzuki.
Tim 1 sampai tim 12 pun gagal dalam menaklukan banteng tersebut. 24 orang tewas dalam seleksi tersebut. Namun itu tidak menggentarkan hati Yahiko dan timnya. Ketika giliran tim 13. Penaklukan Bakugi tampak seru. Tim 13 bekerja sama dalam penaklukan tersebut. Tetapi ketika di akhir serangan, Bakugi menjadi agresif dan mengamuk. Satu persatu anggota ditumbangkan. Hingga tersisalah satu orang yaitu Yahiko. Lalu kejadian kemarin terulang lagi, Yahiko mengeluarkan kekuatannya lagi. Kali ini aura tersebut berbentuk seperti burung gagak. Dan dalam satu tebasan pedang, Bakugi tertaklukan. Tim 13 lah yang menang dalam tes ini.
"Sebenarnya, kekuatan apa ini? Dari mana aku mendapatkannya?" tanya Yahiko bingung dalam hati.
Lalu pada malam harinya pengumuman pun digelar di markas pusat Legiun. Commander Toshiro Matsuda selaku ketua umum seluruh divisi I sampai XII mengumumkan siapa yang masuk dalam daftar keanggotaan Legiun. Semuanya telah diumumkan dan yang masuk ada 86 orang. Yang memasuki 12 besar akan ditempatkan di Divisi II Legiun dan yang menempati posisi 1 akan menempati kursi wakil ketua Divisi II Legiun dan Toshiro menyebutkan nama-nama yang masuk dalam 12 besar.
Yahiko Kaito
Minato Hatake
Mikasa Yukimaru
Nagato Yushiro
Ako Reykuzuki
Yamanaka Kunto
Ushiro Yugi
Notaru Hikaru
Utakata Hashida
Kawashima Nakata
Nakamaru Honda
Suminoe Keita
Yahiko nampak tidak percaya akan prestasi yang ia dapatkan. Tetapi ia merasa sangat gembira ketika namanya dipanggil untuk menerima lencana wakil ketua Divisi II Legiun.
Dibalik kegembiraan, Kushankuro nampak tersenyum melihat Yahiko berhasil mengangkat derajat klan Kaito. Ia sangat ingin melihat keluarga Yahiko berkumpul kembali seperti sebelum Yahiko lahir.
Ketika Yahiko pulang kembali ke rumahnya, tiba-tiba benteng kota retak dan "DUAAAARRRRRRR..." suara benteng runtuh. Sekelompok orang berjubah hitam menyerang kota. Para ibu dan anak berlarian sedangkan para suami bersiap mengambil senjata seadanya seperti parang dan cangkul.
Kelompok itu mempunyai lambang di belakang jubahnya yaitu Serigala yang mempunyai luka di kelopak matanya. Tidak lain mereka adalah ...
"RODINIA ATLANTICA dataaaaaaang...! Divisi VI bersiap menyerang, Divisi II berjaga di kantor pemerintahan." Teriak Commander Toshiro.
Terjadilah pertempuran antara Rodinia Atlantica dan Legiun Laurasia. Pasukan legiun sangat kuat dalam serangan manuver menggunakan jebakan peledak. Legiun juga memiliki pasukan yang rata-rata bertalenta bagus dalam bela diri. Tetapi Rodinia Atlantica mahir dalam segala bidang. Pasukannya dilatih untuk membunuh.
Satu jam pertempuran berlalu, salah satu dari pasukan Rodinia mendatangkan lewat kekuatannya 12 ekor Bakugi. Divisi VI Legiun pun semakin terpojok dan akhirnya terbantai oleh serangan ganas Hewan buas tersebut. Pasukan Rodinia pun melanjutkan penyerangan ke pusat kota dimana pusat pemerintahan digelar.
