Kenapa semua orang yang kusayangi meninggalkanku dalam jurang ini?. Saat aku berusaha memanjat dinding berbatu, dan menemuka sebuah cahaya, aku mencoba menggapainya, berharap mendapatkan cahaya yang selama ini kucari. Namun cahaya itu menghilang, dan aku terkurung kembali dalam kegelapan. Aku terus memanjat tembok berbatu itu, sendirian. Berharap dapat menemukan cahaya itu lagi.

XOXOXO

Rabu,24 juni 20xx

Setelah anda menempuh ujian masuk SMA Karakura pada tanggal 15 juni 20xx, maka dengan mempartimbangkan nilai-nilai ujian nasional dan nilai-nilai ujian masuk anda dinyatakan LOLOS menjadi siswa baru SMA Karakura.

Begitulah isi surat yang sedang di pegang oleh seorang gadis bermata violet di depan meja pengambilan surat pengumuman. Ia mengerutkan alis, Ia menghadapkan surat itu lebih dekat dengan matanya lalu menjauhkannya lagi. Raut wajahnya semakin serius membaca surat itu, walaupun ia sudah membacanya berulang kali.

"bagaimana hasilnya?,"

Seseorang menepuk bahunya dari belakang, Ia pun menoleh dan dilihatnya seorang gadis berambut hitam berdiri di belakangnya.

"Oh...Soifon," katanya sambil tersenyum kepada temannya.

"Bagaimana?," tanya Soifon lagi.

Gadis bermata violet itu menggaruk-garuk rambutnya yang tak gatal.

"Aku sudah membaca surat itu beberapa kali dan hasilnya..., "

"ya?, " tanya Soifon sambil menahan nafas menunggu kelanjutan kalimat dari temannya.

Dia menarik nafas sejenak lalu menghembuskannya pelan.

"Aku di terima, " jawabnya.

Soifon terdiam.

1 detik

2 detik

3detik

"Kyaaaaaaaaaaaa Rukia!, " Soifon berteriak dan memeluk Rukia. Beberapa orang yang mengambil hasil ujian melirik mereka sejenak. Rukia salah tingkah di peluk Soifon di depan banyak orang, dia hanya tersenyum hambar pada orang2 yang meliriknya.

"Sudah kuduga kau akan diterima! Kau memang hebat!, " kata soifon debagn frekuensi tinggi yang mampu memecahkan gendang telinga manusia, telinga Rukia saja sampai berdenging dan orang2 semakin menatap mereka dengan tatapan aneh. Rukia buru2 melepas pelukan Soifon.

"heheheh kalau kau?, "tanya Rukia.

Soifon mengangkat bahunya dengan wajah kecewa, " aku tak lolos. "

Rukia terkejut, Soifon adalah anak guru di SMP mereka, rata2 ujian negaranya pun tinggi, apakah nilai soifon saat ujian masuk tak memenuhi syarat? Rukia tahu SMA Karakura memang sekolah elit dengan murid2 yang mempunyai kemampuan diatas rata2. Rukia hanya menghela nafas, lalu tersenyum,

"Tapi kau yakin kau akan di terima di SMA lain!, " kata Rukia memberi semangat.

Soifon hanya mengagguk.

"Lalu bagaimana dengan teman2 SMP kita? Apakah mereka di terima?, " tanya Rukia.

Soifon kembali menggelang, "Sejauh yang kau tau , baru kau yang di terima disini! Maka dari itu, Kau memang hebat!, " kata Soifon seraya tersenyum tulus.

Rukia membalas senyum itu, " terima kasih. " jawabnya.

""Oh ya bukannya bagi siswa yang di terima harus berkumpul di lapangan depan?, " kata Soifon.

Rukia tampak terkejut, "oh iya,aku lupa, ya sudah aku pergi dulu! Bye! , " kata Rukia seraya berlari menuju lapangan meninggalkan Soifon. Soifon hanya membalasnya dengan senyum.

XOXOXO

Rukia melihat barisan disekelilingnya, tak ada teman SMP nya di sana, ia merasa asing dengan keadaan sekelilingnya, mungkin hanya ia yang anak dari SMP nya yang berada di SMA itu. Rukia berpikir SMP nya memang terpencil dan berada di pojok timur kota Karakura, tapi ia tak emnyangka hanya ia sendiri yang di terima di SMA Karakura.

Dia merasa kecewa, ia sedikit menunduk perasaan aneh yang menyasakkan dada mengahmpirinya. Aku sendiri lagi.

Tapi cepat di tepisnya perasaanya waktu itu, lalu kembali mendongak dan mendengarkan seorang pria paruh baya yang sedang berpidato di tengah lapangan.

XOXOXO

"Hoy kita sekelas!, " kata seorang pemuda berkacamata kepada temannya yang berambut orange.

"hmmm..," hanya jawaban itu yang terdengar dari mulut pemuda berambut orange itu.

Pemuda berkacamata itu mengalihkan pandangannya pada barisan kelasnya yang sudah di bagi beberapa menit lalu.

"Lihat gadis itu!, " katanya seraya menunjuk seorang gadi berambut pendek yang berbaris tak jauh dari tempatnya berdiri. Pemuda berambut orange itu menoleh pada arah yang di tunjuk pemuda berkacamata, seketika itu matanya terbelalak.

"Dia terlihat bukan sepetti anak SMA yah ? Ahhahhaha, " kata pemuda berkacamata sambil tertawa.

"Rukia..., " kata pemuda berambut orange itu pelan, namun pemuda berkacamata mendengarnya.

"kau mengenalnya?, " tanyanya.

Ketika Pemuda berambut orange itu akan menjawab, terdengar suara ebntakan.

"Hey! Dengarkan ketika Kepala Sekolah sedang berbicara!, " bentak seorang senior wanita berambur orange kecoklatan.

Pemuda berkacamata menoleh sebentar ke arah suara, lalu kembali menatap kedepan karena senior itu memelototinya. Merekapun diam.

XOXOXO