Celebrity Punishment

Disclaimer : Bleach by Tite Kubo

Pairing : IchiRuki .

Genre : Friendship, romance

Warning : Abal-abal , fanfic pertama dari anak berumur 14 tahun. Masih banyak kesalahan, dan aku tau itu. Maaf kalo ceritanya aneh, ga nyambung dan yang pastinya banyak kekurangan.

A/N : Fanfic ini terinspirasi dari kpop sebenernya, dari boyband FT Island dan dari aku sendiri yang dulu amat sangat tidak menyukai kpop tapi akhirnya luluh. Wkwkwk

Don't like don't read !

Enjoy reading ~


PROLOG

"Eh kamu! Zaman gini ga tau yang namanya Bleach? Mau jadi apaan?" Kata Apache dengan wajah sombong menunjuk Rukia. "Memangnya kenapa?" Rukia menjawab Apache dengan santainya. Ya, semua itu karena Bleach memang kurang mampu menarik perhatian Rukia. "Haha! Emang orang ketinggalan zaman kamu!" Rukia mengabaikan kata-kata Apache, menghela nafas lalu membaca kembali novelnya.

"Hey! Katanya Shinys mau datang ke Karakura loh!"

"Oh ya? Kapan? Lu dapet kabar itu dari mana?"

"Itu, udah di umumin sama Sony Music, mereka sponsornya!"

"Beneran bakal datang kan? Nanti kayak Vizards di batalin lagi."

"Beneran kok! Kali ini mereka beneran dateng!"

"Aku bisa ketemu Ichigo-kun!"

Sekelompotan cewek-cewek bleachers dengan histeris meneriakkan bias mereka di Shinys. Suasana itu mengganggu sekali , Rukia beranjak dari kursi dan menuju perpustakaan. "Nah, disini kan lebih tenang."

Rukia duduk di salah satu kursi perpustakaan, di sampingnya terletak sebuah buku, tertulis BLEACH FEVER . Dalam hati, Rukia berteriak dengan kencangnya, "Kenapa disemua tempat terdapat BLEACH!?" Setelah dilihatnya sekilas, ia mengambil buku tersebut dan membukanya. Apa sih bleach itu sampe banyak cewek tergila-gila sama boyband-boybandnya? Seganteng apa sih?

Halaman per halaman ia telusuri, dan Rukia sama sekali tidak mengerti isinya. Ia membalikan halaman satu per satu, dan ketika ia berniat menutup buku tersebut, ia berhenti tepat di profil yang bernamakan Kurosaki Ichigo..

"Sepertinya aku tahu nama ini?" Rukia diam sejenak dan berusaha memikir , dahinya mengkerut. "Oh ya, ada yang meneriakkan namanya tadi di kelas!" Rukia membaca sedikit tentang bleach star ini, "Shinys vocalist?"

Namun sebelum membacanya lebih lanjut, sang pemilik buku tersebut datang dan merebut buku itu dari Rukia dengan sedikit kasar..

"Heh Rukia! Ga usah deh buka-buka buku bleach fever! Mending ngerti isinya!" Kata Milarose sinis, adik kembar Apache. "Oh sorry, nih aku balikin."

Adik kakak kembar itu sangat cocok untuk disebut bleach freak, terobsesi sekali dengan bleach. Begitulah yang dipikirkan Rukia. Setelah beberapa menit Milarose pergi, Rukia berdiri dan mengitari perpustakaan yang amat luas itu. Rukia termasuk orang yang kutu buku, entah itu buku novel, biografi, ensiklopedia, komik dan sebagainya. Ia menyukai semua itu tapi tidak jika ada yang bersangkut paut dengan bleach. Setelah ia mendapatkan buku yang menarik untuk dibaca, ia kembali kekelas nya untuk mengikuti pelajaran selanjutnya..

Bel berbunyi diseluruh sudut sekolah, menandakan waktu pulang. Siswa-siswi dengan kilat menghilang dari gerbang sekolah hingga tersisa Rukia di dalam kelas sendirian. Rukia membereskan bukunya dan segera melangkah meninggalkan sekolah..

Sesampainya di rumah, tanpa basa basi ia masuk kekamarnya dan merebahkan diri di atas ranjang. Rumahnya bagaikan kuburan, ia tinggal berdua bersama kakak iparnya, kakak kandungnya sudah meninggal 5 tahun yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Kematian kakaknya, Kuchiki Hisana, membuatnya depresi jauh daripada saat kedua orangtuanya meninggal 7 tahun yang lalu. Kejadian tersebutlah yang membuat Rukia menjadi seorang yang cuek akan sekelilingnya dan lebih memilih untuk tertutup. Faktor lainnya adalah kakak iparnya yang kurang memperhatikan Rukia karena pekerjaan kantornya yang amat banyak sehingga membuatnya tenggelam dalam kesibukan dunia bisnis.

Rukia mengambil gitar kesayanganya di pojok kiri kamar tidurnya. Ia cinta dengan musik, tapi bukan music beraliran bleach. Menurutnya secara pribadi, bleach cenderung mengarah pada lagu yang digunakan untuk dance, sehingga aliran tersebut membuat Rukia merasa ia tidak cocok dengan bleach. Kefokusan Rukia yang sedang bermain gitar dipecahkan oleh suara ketukan pintu kamarnya..

TOK ! TOK !

"Rukia,"

"Ada apa, nii-sama? Buka saja, aku tidak mengunci pintu."

Krek!(suara pintu) "Rukia, minggu depan saya mau berangkat ke US." ujar sang kakak to the point-dan pastinya dengan penuh keformalan.

"Ha? Berapa lama? Ada apa disana?"

"Saya ada urusan kerja, disana kurang lebih satu minggu."

Tiffany menghela nafas dan menjawab, "Jadi aku sendirian dong di rumah?"

"Iya, kamu ga keberatan kan? Kamu berani kan?"

"B-Berani aja sih, tapi.."

"Minggu depan kamu anterin saya ke airport ya."

Sebelum Rukia sempat menjawab, Byakuya sudah menutup dan menghilang dari balik pintu kamar. Dan lagi ia menghempaskan tubuhnya ke ranjang, menatapi langit-langit kamar..

"Satu bulan, sendirian ya?" gumamnya.

Prolog End


Yaapppp .. ini masih prolog nya .. hehehe

aneh ya ? ada yang bingungkah ?

maafff .. biar aku jelaskan ..

Disini , bleach itu bida dikatakan sebagai salah satu aliran musik , kalo biasanya aliran musik itu ada jpop , kpop , jazz , dan sebagainya, aku menggunakan nama bleach sebagai salah satu aliran musik ..

setelah itu , Shinys dan Vizards itu grup cowok ato lebih tepatnya Boyband ..

Maklum , inspirasi dari kpop yang penuh dengan boyband -_-"

Sekali lagi maaf kalo fanfic ini ga nyambung , tapi terima kasih loh yang uda mau sempetin waktunya buat baca ..

So , Review please :D

Apa aja di terima kok , kritikan dan saran dari kalian are precious for me :)