~ Husband in a dream ~
Chanbaek Fanfiction
By : lalayuliani
Cast : Chanyeol, Baekhyun , other exo members,etc.
Genre : Romance,Fantasy,Fluffy,Humor
Pairing : Chanbaek/Baekyeol,etc.
Warning : Percintaan sesama jenis (Shonen-ai),YAOI,boys love,MPREG.
Happy Reading
.
.
.
.
.
Lelaki mungil itu mengerjap mencoba menangkap hal – hal yang ada dalam pandangannya dan mengapa tempat tidurnya terasa hangat dan hidup. Pelan, lelaki mungil bernama Baekhyun itu mendengar suara dengkuran pelan seorang laki – laki dan terasa ada nafas hangat menjalari kepalanya. Ia mendongak mendapati seorang lelaki sedang tertidur dengan damai sambil bertelanjang dada, dan Baekhyun tidur tepat diatas dada lelaki itu.
"AHHHHH……….!'' Dia menjerit melengking membuat getaran suara ultasonik yang membuat siapa saja akan menutup telingannya secara otomatis. Si lelaki terbangun dengan mata yang masih setengah tertutup dan kesadaran yang belum sepenuhnya. Sedangkan yang lebih mungil – Baekhyun – melonjak dan berdiri tepat di ujung ranjang sambil menggigit selimut putih tebal itu. Oh ayolah, siapa yang tidak terkejut. Seingat Baekhyun dia sedang tertidur nyenyak karena besok – atau tepatnya hari ini dia akan menikah dengan Lee Jieun. Perempuan yang selama beberapa bulan ini mengisi ruang kosong di hati si lelaki bermata puppy itu.
Dan yang membuat Baekhyun semakin membulatkan kedua mata kecilnya adalah melihat badan mereka yang tak terbalut sehelai benangpun. Astaga, sebenarnya apa yang terjadi denganku?Apa aku dibawa mabuk lalu diperkosa oleh lelaki ini?Atau ini sebuah penculikan?Atau dia menikmati tubuhku lalu menjualku? Setidaknya itulah beberapa lintas khayalan bodoh milik Baekhyun karena terlalu sering menonton film.
"Siapa kau?'' desisnya dengan nada terlihat takut dan membalut dirinya dengan selimut.
"Hei Sweetie? Aku Chanyeol suamimu" jawabnya dengan senyuman.
"Bedebah! Kau pasti memperkosaku lalu akan menjualku kan? A- Aku dimana?!" jeritnya menjadi kala lelaki yang mengaku suaminya itu bangkit.
"Tenanglah, kau sebenarnya kenapa sweetie?" Tanya Chanyeol lembut.
Baekhyun malah semakin mendelik takut, dia semakin memegang erat selimutnya. Yang ada di fikirannya sekarang adalah lari keluar dan segera meminta bantuan kenapa siapa saja, masa bodoh dengan keadaanya yang bertelanjang itu. Dia membalut badannya dengan selimut lalu lari sekencangnya. "Hei sweetie! Kau mau kemana sayang?" Chanyeol berdecak melihat tingkah aneh orang yang diklaim sebagai suami kecilnya. Dia tidak bisa berlari sebelum memakai pakaian terlebih dahulu.
"TOLONG!TOLONG…! Siapapun tolong aku!" Teriaknya histeris di dalam mansion mewah itu tanpa tahu tempat juga keadaan. Dirinya setia memegangi selimut yang dilingkupkan melalui tengkuknya dan ditarik kedepan untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya.
Yang pertama Baekhyun dapati adalah seorang wanita paruh baya yang menghampirinya dengan wajah khawatir. Dan Baekhyun mulai bersyukur karena ada seseorang yang setidaknya mungkin bisa menjauhkan dirinya dari si pervert tadi. Baekhyun berhamburan lari menuruni tangga sambil menghampiri wanita paruh baya tadi.
"Ada apa nak? Kenapa kau menjerit histeris seperti itu?" Tanya si wanita sambil mengusak surai magenta Baekhyun.
"Nyonya l-lelaki dumbo itu mempekosaku!Huweee~~~" rengeknya.
"….kumohon Nyonya tolong aku hks..hks..Nnh" namun setelah itu hanya kekehan yang terdengar dari si wanita paruh baya itu.
Baekhyun mendongak mendapati wajah wanita paruh baya itu terlihat bahagia dan terkikik geli setelah mendegar penuturan Baekhyun. Wanita itu – Park Soyou – mengulas senyum lalu mengangkat dagu si mungil. Baekhyun mengerjap lucu, ada apa sebenarnya ini? Jika ini mimpi maka tolong tampar Baekhyun agar ia terbangun saat ini juga. Soyou menghapus bekas air mata dari pipi lelaki mungil itu, saat itu pula Chanyeol berlari menuruni tangga dan Baekhyun berlindung di balik punggung wanita itu.
"Channie, kenapa suami kecilmu ketakutan? Kau bermain kasar?!" goda Soyou dengan alis naik turun.
Chanyeol hanya tersenyum idiot lalu hendak menarik tangan Baekhyun. Lelaki mungil itu menjerit histeris dan tetap tidak mau dibawa oleh Chanyeol ke kemar. Soyou mengerutkan keningnya, sepertinya ada yang tidak beres dengan menantunya ini. Dia seperti anak anjing yang kehilangan induknya dan menatap Chanyeol ketakutan.
"Eomma lihatlah, Baekhyun takut padaku aku tidak mengerti" keluhnya.
"Baekhyun, kau kenapa nak?Apa ini semacam trauma pasca nikah?" Tanya Soyou lembut.
"A-Aku di- dimana" cicitnya.
Kini mereka sedang terduduk di sebuah sofa di mansion itu. Soyou cemas melihat keadaan Baekhyun dan mencoba menelpon suaminya. Baekhyun duduk meringkuk bahkan tubuhnya dia jauhkan dari namja yang tingginya berselisih sebelas cm dengannya. Dia memberi death glare pada Chanyeol tetapi namja itu tertawa karena bukannya menakutkan justru wajah Baekhyun sangat imut.
--:--
Setelah menunggu beberapa jam dan si mungil Baekhyun yang enggan memakai baju dan memilih tetap duduk meringkuk dengan selimut yang bertahan di tubuhnya. Park Seungri – Ayah Chanyeol – datang dengan wajah penuh peluh karena ia terburu – buru ingin sampai ke rumah. Takut – takut menantunya mengalami trauma atau semacamnya.
"Chanyeol, kau apakan menantuku?"
"Oh ayolah Appa, semalam kami hanya tidur bersama dan dia tidak berhenti menjerit kenikmatan tapi sekarang dia ketakutan" Chanyeol mengusap wajahnya kasar.
"Baekhyun, kau … mengenal ayah?" Seungri menunjuk dirinya sendiri dengan kedua telunjuknya.
"T-tidak! Kalian siapa?"
"Dengar nak, ini bukan waktunya bercanda oke? Kami sudah mulai khawatir padamu dan… kenapa kau tidak memakai ba..ju?"
"Aku tidak bercanda! Seharusnya hari ini aku menikah dengan Jieun dan dan juga dimana aku ini?"
Soyou mengerutkan wajah khawatir dan mengeratkan pelukan tangannya pada Seungri. Baekhyun berkeringat banyak, dia sangat ketakutan hari ini. Chanyeol merasa buruk sekarang ini hari pertama merke akan memulai hidup bersama dan ada apa dengan Baekhyunnya hari ini sungguh sangat membingungkan. Chanyeol berlari keatas untuk membawa barang – barang kenangan mereka dan menunjukkannya pada Baekhyun.
"Hei sweetie kau mengingat ini hm?"
"T-tidak"
"Kumohon jawab aku..aku dimana?" pinta Baekhyun
"Begini, Kau di rumahku sweetie dan kita baru menikah kemarin bahkan kita baru berpacaran selama dua bulan dan memutuskan untuk menikah juga kau itu seorang carrier"
"APA!?Kau bercanda!? Aku bukan carrier! Aku tidak mungkin akan hamil"
Seungri semakin gusar dengan keadaan menantunya itu, setahunya kemarin acara berjalan lancar dan Baekhyun tersenyum begitu lebar. Tapi sekarang justru kebalikannya, Baekhyun terlihat ketakutan setengah mati dan terus bertanya dimana dirinya dan apa yang terjadi sebenarnya. Dia terus bergerak gusar dengan selimutnya sementara Seungri mencoba menelpon psikiater takut – takut Baekhyun mengalami hal serius dengan kejiwaannya.
"Chanyeol! Jangan dulu mendekatinya kau membuatnya takut" ujar Soyou
Chanyeol merengut dan mengubur dirinya dalam sofa.
"Baekhyun, pakai baju dulu ya? Eomma antar keatas untuk pakai baju, nanti kau masuk angin" dan untungnya Baekhyun mengangguk.
Baekhyun bangkit dan berjalan mengikuti Soyou menapaki tannga, matanya tidak berhenti melihat ke sekelilingnya. Batinnya berkecamuk, bagaimana jika orang tuannya mencarinya? Dan bagaimana jika Jieun kecewa padanya dan membatalkan pernikahan ini. Fikiran Baekhyun semakin kalut hinnga tidak memperhatikan langkahnya dan membuatnya tersandung.
Soyou memperingatkan dan Baekhyun mengangguk. Dia terus mencubiti kulit lengannya dan menampar – nampar pipinya namun rasa sakit yang ia dapatkan. Baekhyun ingin semua ini hanya mimpi, dan apa yang tiang itu katakan tadi membuatnya bergidik dan takut sendiri. Bagaimana mungkin dirinya seorang carrier karena bahkan ibunya atau ayahnya tidak pernah mengatakan hal itu padannya.
"Nah ini bajumu"
Baekhyun mengerjap, itu memang baju miliknya lalu kenapa ada disini? Apakah orang tuannya menjualnya pada keluarga Park ini? Baekhyun semakin jengah dengan mimpi bodohnya ini tapi sialnya seberapa keras atau kuat ia mencubit kulitnya hanya ada rasa sakit yang menjalar bukan dirinya yang terbangun dan mendapati dirinya tengah berada diatas ranjang dan bernafas lega karena semua ini hanya mimpi. Tapi kenapa semua ini nyata dan Baekhyun masih menetap disana sambil memakai bajunya.
"Ehm Nyonya… Aku ingin menelpon ibuku?"
"Ibumu sedang di London sayang.. sedang mengurusi pekerjaan jadi dia menyuruhku untuk menghubungimu minngu depan"
Dan kali ini Baekhyun penasaran apakah ibunya itu – Byun Jihyun – atau bukan. Karena sunnguh, dia ingin segera sadar dan mendapati jika ini hanya mimpi belaka. Tiba dibawah dan Baekhyun mendapati seorang dokter disana dan dia berjengit kaget, ya…seratus persen tidak!Bahkan seribu persen kaget. Dokter itu adalah seniornya di rumah sakit dan sekaligus orang yang sudah dianggap Baekhyun kakaknya sendiri. – Kim Junmyeon – atau kerap disapa Suho.
"Suho Hyung?"
"Eh.. kau mengenalku? Setahuku orang yang menyebutku Suho adalah orang terdekat"
"Hyung…aku Baekhyun kau tidak mengingatku?" Tanya Baekhyun sambil memegang kedua lengan Suho.
"Baekhyun? Ah maafkan aku, aku tidak mengenalmu" dan kini Baekhyun harus menelan lagi kesenangannya karena ada orang yang ia kenal juga ternyata malah tidak mengenalinya sama sekali.
"Dokter, cepat periksa menantuku dia jadi aneh semenjak tadi pagi. Apa dia mengalami trauma atau semacamnya?" Tanya Seungri dengan wajah khawatirnya.
"Baiklah"
Suho memulai pengecekkan pada keadaan Baekhyun tapi Suho tidak menemukan kejanggalan apapun pada keadaan Baekhyun secara fisik. Dia pun mulai melontarkan beberapa pertanyaan kepada Baekhyun. Seperti nama orang tuannya, umurnya dan juga hal lain yang dibilang penting dalam kehidupan Baekhyun. Dan bertanya tentang bagaimana awalnya dia berada karena sejak tadi dia bertanya dia berada dimana.
"Baekhyun, kau kerja dimana?"
"Aku seorang dokter di..di rumah sakit Hankuk"
"Tapi Baekhyun di Seoul tidak ada rumah sakit dengan nama itu, aku sebagai dokter sudah mengetahui semua nama rumah sakit"
"Tapi aku memang bekerja di sana dan kau adalah seniorku"
--:--
Baekhyun memilih tidur di kamar tanpa mau ditemani oleh siapapun, dia hanya ingin istirahat karena terlalu pening untuk memikirkan semua kejanggalan ini. Dengan dirinya yang terbangun di sebuah mansion mewah dan dalam keadaan tanpa sehelai benangpun juga dengan seorang lelaki yang mengaku suaminya. Hei, Baekhyun masih waras dan menyukai wanita cantik, tapi entah kenapa dadanya berdesir ketika melihat wajah menawan bak dewa Yunani milik Chanyeol.
Memikirkannya saja membuat pipi Baekhyun terasa panas, bagaimana bibir tebalnya yang sexy, suaranya yang berat, tubuhnya yang proposional. Pati saat menggeram nikmat pun dia akan semakin tampak sexy dengan peluh yang mengucuri tubuhnya. Oh astaga Byun, kau berfikiri terlalu jauh.
"Apa yang ku fikirkan! Otak sialan!" gerutunya dengan wajah yang ditekuk.
"Sweetie?"
Sial dia kesini! Batin Baekhyun dan langsung memejamkan matanya untuk berpura – pura tertidur. Chanyeol tersenyum lalu duduk tepat diatas ranjang di sebelah tubuh mungil Baekhyun. Sedangkan si mungil sudah mulai mengeluarkan keringat dingin karena gugup.
"Aku tahu kau pura – pura tertidur" kekehnya.
"Dariamana kau ta-'' kau kelepasan Byun.
"Sudah, kau tidur saja ya?Aku akan menemanimu dan tenang saja aku tidak akan macam – macam" senyumnya seperti matahari setengah lingkar jika dilihat dari dekat.
Perlahan hati Baekhyun menghangat dan kedua sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman. Dia terlelap tidur di dekat orang yang mengkalim dirinya sebagai suami Baekhyun.
2 jam kemudian
"Eh?Ini kamarku?Aku kembali!"
Dan dia berlari kebawah sambil berteriak seperti orang gila. Byun Baekhyun kau belum mengerti mimpimu yang sebenarnya.
Annyeong, ini ff pertamaku heheTapi kalo kalian punya wp, kunjungi akun punyaku yaa lallayuliani614Mohon reviewnyaa
