Disclaimer: Nintendo, Game Freak. Bisa kita anggap sudah jelas bahwa semua fanfic yang ada di akun ini nggak pernah menghasilkan keuntungan material? #lelah
Pairings: NewBarkShipping/HeartSoulShipping. OHMYGUILTYPLEASUREBABIES.
AN: "Imagine your otp dying at a old age, but when they get reincarnated they meet each other in their next life and fall in love again.." —imagineyourotp. Headcanon!AU. #APAANWOI
.
Aperture
©broken hummingbird
.
.
n. a small opening in something.
.
Kedua anak itu tak sengaja berpapasan di tengah jalan.
Tidak, tidak begitu 'tak sengaja', sebenarnya.
(di sini, takdir tersenyum, hangat. senang dengan hasil kerjanya. bahagia bisa melihat keduanya kembali. dan berdebar-debar, menanti kisah yang akan dirajut oleh kedua anak adam dan hawa tersebut, mengharap hasil perjumpaan yang ia rencanakan dapat berlangsung dengan baik. tak ada yang bisa dilakukannya atas perasaan seseorang, maka ia tak bisa melihat hasil akhirnya. tak tahu apakah keinginannya bisa terlaksana.)
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" adalah kalimat yang diucapkan sebagai pembuka.
(anggukan kuat-kuat, senyum melebar, dan harapan yang membuncah. oh, sang takdir lebih bersemangat dari dua anak manusia itu, kelihatannya.)
Selama dua detik, si gadis hanya menatap sang penyapa dengan matanya yang cokelat besar dan berkedip-kedip kebingungan, untuk kemudian tergelak kecil. Tawa itu menelusup dalam gendang timpani anak adam dan otomatis menyebabkannya mengembangkan cengiran konyol. Di saat yang hampir bersamaan, anak laki-laki itu tersadar bahwa dia menyukainya, bagaimana cara gadis itu tertawa, bagaimana matanya menyipit menjadi dua bulan sabit, bagaimana pipinya perlahan merona kemerahan, bagaimana bahu yang nampak kecil dan rapuh itu bergetar,
dan bagaimana ia terlihat begitu mempesona.
Dia menyukainya.
"Um, bukannya sudah ketinggalan jaman, mengajak berkenalan dengan cara seperti itu?" sahut si gadis dengan nada geli. Nonetheless, dara itu mengulas senyum dengan gestur bersahabat, dan kepalanya yang ditutupi topi meneleng. Jemari tangan kanan mengelus dagu dalam lagak berpikir keras, mencoba mengingat-ingat. "Tapi memang, sepertinya kita pernah bertemu, ya?"
"Mungkin kita pernah bertemu di kehidupan lalu!"
Tawa lagi.
(di sini, takdir turut tertawa. agak bangga terhadap insting anak adam yang cukup tajam, namun juga malu, karena semestinya ingatan akan kehidupan lampau tak bisa terbawa ke generasi selanjutnya. kesalahan terletak di pundak siapa, jika begini?)
"Mungkin," gadis mengangguk menyetujui alih-alih mengolok imajinasi lawan bicara yang kurang rasional, yang menyebabkan cengiran adam makin lebar dan wajahnya memerah. Ia bukan anak kecil yang naif dan percaya kisah akan reinkarnasi dan semacamnya, tapi ada sesuatu di balik debaran jantung yang mengakibatkan gadis itu tak sanggup menepis pemikiran yang kurang masuk akal tersebut. Lalu, ia mengulurkan tangan, "Anyway, namaku Kotone."
(dan di sini, takdir tersenyum sendu, terkenang akan kehidupan sebelumnya.)
"Panggil saja aku Hibiki, Kㅡ" (ris.) "ㅡotone!"
.
('Yo, aku Ethan. Salam kenal, Kris!')
.
.
End.
.
AN2: in which Hibiki/Kotone of HeartGold, SoulSilver are the reincarnations of Ethan/Kris of Crystal ver. :lala. Karena bayangan ngegantiin eksistensi Kris dengan Kotone itu—ugh! Me no likey. Tapi Kotone manis dan menggemaskan dan saya suka Hibiki/Kotone sebesar saya cinta Ethan/Kris. Prompt ini mereka banget nggak sih? Win-win solution, rasanya. #naon
AN3: ...sepi, ya. *makan kacang*
