Title:Fairy Tale

Rated:T buat jaga-jaga…

Genre:Humor/Parody

Staring:Yagami Light, L Lawliet, Mihail Keehl, Mail Jeevas, Misa Amane, Nate River, Beyond Birthday, Ryuk, Rem

Warning:Ketidak jelasan, OOC, yaoi dan kengacoan menyelimuti fanfic ini… timeline tidak jelas… ga ada hubungannya sama Death Note… membaca fanfic ini dapat mengakibatkan kejang-kejang, mata berputar, mules-mules dan jadi gila. Tidak disarankan bagi readers yang imannya(?) tidak kuat.

Summary:B mendongeng di kantor L dengan buku ajaib yang dia temukan… apa yang terjadi pada karakter-karakter yang mendengarkan cerita tersebut!

Disclaimer:Kalo aku punya det not pasti bakal ancur…

Fairy Tail

Epilogue:

Buku Ajaib

By:Vanilla Amano

Bila ditanya hari apa yang paling mereka benci… maka mereka akan menjawab:

"Hari dimana coklatku habis." (Mello) *sambil ngamuk*

"Hari pemadaman listrik bergilir." (Matt) *sambil nangis*

"Hari libur nasional dimana toko mainan tutup semua." (Near) *tanpa ekspresi*

"Hari dimana aku tidak bertemu Light(alias nyaris setiap hari)." (Misa) *sambil teriak-teriak*

"Hari dimana Ryuuzaki menuduhku sebagai Kira(alias setiap hari)." (Light) *udah pasrah*

"Hari B berkunjung ke kantorku…" (L) *sambil makan kue*

Alkisah, disuatu siang yang panas di kantor seorang detektif ternama bernama L Lawliet… enam orang dengan karakter yang berbeda-beda berkumpul… atau, mengeluh?

"Gila! Panas banget sih!" Mello marah-marah sambil kipasan pake bungkus coklatnya. Melihat wajah tanpa ekspresi milik Near disebelahnya yang tengah menyusun Menara kartu membuatnya makin kesal. "Tau ga, Near? Melihat wajahmu membuatku makin kepanasan!" serunya.

"Kalo gitu jangan liatin muka saya… gampang kan?" kata Near santai. Mello nyaris meledak dibuatnya.

Light berbalik dari komputer yang sedari tadi sedang ditekuninya buat download doujin tentang dia dan L(?). "Sudah, kalian berdua ini… berantem terus. Jadi makin panas tau." Katanya.

"Apa urusanmu!" tapi dia malah diteriakin Mello. Light pun terdiam dengan sukses.

"Mello ga boleh begitu sama Light! Sebagai sesama blonde, kita harus mengagumi Light! Iya kan, Light?" kata Misa sambil memeluk Light dari belakang dan mengedip-ngedipkan matanya genit.

'Siapa yang minta pendapat lo!' batin Light. Tapi dia hanya tersenyum pada Misa karena imagenya yang anak baik budi pekerti, sopan dan santun.

"Cuih! Ga sudi! Ngapain gue mengagumi God-complex plus panda-complex(Mello tau?) kaya dia!" seru Mello. Light terpuruk dengan sukses, Misa marah-marah ditempat.

"Double M(MelloMisa), lebih baik jangan marah-marah terus. Nanti cepet tua loh…" kata Matt yang lagi maen NDS, like usual.

"Ogah gue jadi double M sama dia! Dimana-mana double M itu gue sama lo, bego!" protes Mello. Lah? Nyebarin rahasia sendiri? "Itu bukan rahasia! Itu emang pengetahuan umum tau!" terus dia marah-marah ke narrator merangkap author lagi! Ngajak bacot sama gue!

"Misa juga ogah sama Mello! Dia kan Cuma chocoholic banci yang kecantikan(?) en keseksiannya(!) nyaris menyamai Misa!" protesan Misa membuat author lupa sama bacotan Mello.

"Oh…" tanggap Matt biasa banget. Suasana kembali hening, semua kembali ke urusan mereka masing-masing. Mello ngedumel sambil makan coklat, Near nyusun Menara Sleeping Beauty pake kartu, Matt maen NDS, Light lanjut download doujin, Misa dandan pake sabut kelapa(?) dan L makan cake sambil ngawasin layar TV yang lagi muter Doraemon.

Tiba-tiba, L mendapat mail. Dia membaca mail dengan cara anehnya yang biasa, dan matanya sedikit melotot. "Minna~" panggilnya. Semua pandangan kini tertuju padanya(kecuali Matt yang lagi asik pacaran sama NDSnya). "B mengirim mail kepada saya. Katanya dia sudah berada dilantai dasar dan sedang menuju kesini." Lapornya. Buset! Sejak kapan nih detektif tuker-tukeran nomor hape sama pembunuh psycho yang merajalela di India—maksudnya, di L.A! wah, mencuri kesempatan dalam kesempitan nih…

SIIING…

Mendadak suasana jadi kaya kuburan. Bahkan NDS Matt berhenti berbunyi. Near sih emang udah diem daritadi! "…? Kenapa?" tanya L bingung karena semua medadak diem.

"B itu… pembunuh psycho yang lagi booming di L.A… kan?" tanya Misa takut-takut sambil melirik Light ketakutan.

"Dia bisa membunuh kita karena dicurigai sebagai Kira!" bisik Light ketakutan juga.

"B tidak terlalu psycho bila kalian sudah mengenalnya." Kata L lugu.

"Darimana!" sembur Mello. Near dan Matt kembali kepada kegiatan autis mereka daritadi.

"Sudahlah. saya baru saja melihat kamera, B sudah sampai didepan pintu." Kata L sambil melirik layar kamera. Semua langsung diem kaya di kuburan lagi.

Tiba-tiba, pintu ruang Utama terbuka… seorang pemuda berambut hitam jabrik, berbaju putih belel dan bercelana jins biru pudar memasuki ruangan… L? bukan… tapi kembarannya L… *dihajar rame-rame*

"Aloha~!" seru B OOC banget yang baru aja ngedobrak pintu ruangan itu. Dia membawa buntelan besar dipunggungnya. "Apa kabar anak-anak ayam?" tanyanya ceria banget. Semua kena serangan cengok mendadak.

"Ng? kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku jadi malu~~" kata B malu-malu kucing.

'OOC banget sih nih orang…' pikir Matt langsung ilfil. Near malahan muntah diem-diem!

"Apa kabar, B?" tanya L (sok) ramah.

"Baik~ kamu sendiri bagaimana kembaranku?" balas B sambil peluk-peluk L. Light langsung ngerasa marah, kesal, sebal, benci, kaget, pengen nangis dan lain-lain pas liatnya.

'Saya bukan kembaranmu,' "Saya juga baik. Boleh saya tau mengapa kamu kesini? Saya tidak bisa menjamin berapa lama keselamatanmu terjaga disini." L melepaskan tangan B dari bahunya.

"Ih~ L dingin deh~ Ok deh~ aku kasih tau aja ya~" kata B(dia ngedip-ngedip genit ke L) sambil membuka buntelan besar yang dia bawa dan… "Lihat apa yang kutemukan!" apaan-apaan! Kepala orang yang setengah kebelah! *author nafsu* *readers menjauh*

Semua menatap isi buntelan itu penasaran. Isinya adalah… tak lain tak bukan… buku lusuh gajhe bersampul warna norak yang berjudul "Magical Book"… lalu dibawah judulnya, masih ada tulisan kecil yang lain, yaitu "Kumpulan Fairy Tail"…

" Ini… buku apaan?" tanya Light jijik sambil mengambil buku itu. "Lagian yang betul kan Fairy Tale, bukan Fairy Tail!" katanya sambil membaca bahasa inggris dari 'Ekor Peri' itu.

"Khukhukhu… ini buku ajaib yang kutemukan di gudang korban yang baru aja gue jamah barusan~ jadi mana tau gue kalo judulnya rada-rada ngawur~ isinya berbagai macam dongeng Putri~" jawab B sambil ketawa psycho, membuat semua merinding dengan cepat.

'Banyak omong! Bilang aja buku dongeng napa!' batin Near ga sabaran.

'Jangan bilang nih orang percaya kalo nih buku ajaib…' Matt geleng-geleng prihatin.

"Wah… boleh saya baca?" pinta L sambil mengambil buku itu dari tangan Light.

"Eits! Tidak boleh!" B merebut buku itu. "Aku yang akan bacakan untuk kalian semua!" katanya sambil ketawa-ketawi gajhe.

"EMANG KITA ANAK KECIL! MASA MASIH DIBACAIN DONGENG NORAK BEGINI?"teriak semuanya kesel berjamaah. Masa mereka udah gede begini mau dibacain dongeng bocah kaya gitu!

"Woi! Jangan tereak depan kuping orang napa!" semprot B kesal. orang mana yang ga kesel diteriakin didepan kupingnya? "Khukhukhu… kalian akan berubah pikiran begitu aku membacakan cerita ini… sudah kubilang buku ini ajaib…" katanya lagi.

"Apa? Lo pecaya yang kaya gitu?" kata Mello ga pecaya.

"Ih… kaya anak kecil…" kata Misa prihatin. Buat urusan ini aja kalian kompak ngeledekin B…

"Sudahlah… kalian cukup dengarkan ceritaku saja… mau dibunuh apa?" ancam B kesal sambil menaruh buku dipangkuannya. "Baiklah… cerita pertama…" dia membuka buku tersebut. Dan kemudian… semuanya ambruk kecuali B…

"Ng? kalian kenapa?" tanya B kebingunan. "Ah, betul juga. After all, ini kan dongeng. Selalu dibacakan sebelum tidur. Jadi pasti mereka mendengarkan sambil tidur-tiduran." Bukan… bukan begitu…

Apa yang terjadi dengan mereka semua (minus B)!

~T(u)B(er)C(ulosis)

Abis maen Kingdom Hearts mendadak jadi dapet ide bikin fanfic ini… aku keingetan sama Disney Princesses sih! Gimana? Gimana? Masih gajhe ya? Di chapter selanjutnya dongeng baru bakal diceritain! Tolong berbaik hatilah meninggalkan review…