FF lama yang sebenarnya aku dedikasikan untuk Winzcloud pas ultah beberapa tahun yang lalu (mian baru bisa di post sekarang) ^^, kalau km baca sekarang anggap aja ini gift ultahmu beberapa hari yang lalu ya "saengil chukkaeyo, saengi" ^_^~

.

DON'T LIKE? DON'T READ! NO BASH!

.


Cast : Yesung, Kyuhyun, Siwon, Donghae & other cast

Rate : T - M

Genre : Hurt, Comfort, Romance, Drama

Warning : AU, BL, OOC, Typo(s)

Disclaimer : This story based on the author's imagination.


.

.

"Ah...honey...yeah...there..." terlihat dua orang yang kini tengah saling menyatukan tubuh sedari tadi. Keringat dan peluh mengucur dari tubuh keduanya. Sang yeoja yang berada dibawah melingkarkan tangan dileher kekasihnya yang ada diatas.

Sedang namja tampan yang kini tengah berseringai tak sekalipun mengeluarkan desahan sedari tadi, ia seperti bisa mengontrol tubuhnya walau saat ini ia memasuki liang yang belum pernah terjamah oleh siapapun.

"Honey...ah...faster...ohhh..." sang yeoja masih saja meracau tertahan, tusukan demi tusukan yang diterimanya membuatnya serasa terbang, sangat nikmat. "Honey...uh...man..nah...suarah...mu huh?"

"Kau ingin mendengar suaraku?" tanya namja tampan itu sedikit menaikkan tubuhnya, melihat lebih jelas wajah cantik dibawahnya.

"Yeah...ak..kuh juga ingin...ah...melihat wajah tampanmuh..."

Bibirnya terangkat sebelah, berseringai lebih tepatnya. "Ingin melihat wajah tampanku hum?" Yeoja yang masih mendesah itu mengangguk, sesekali ia memejamkan matanya menerima tusukan demi tusukan nikmat dari namjachingunya. "Lihatlah wajahku, karena ini adalah terakhir kalinya kau melihat wajahku."

"A...apah?" kening sang yeoja mengernyit seolah tidak mengerti apa yang sedang dikatakan namjanya. Tapi seketika matanya membulat melihat apa yang kini dibawah oleh sang namja. "Ti...tidak... a...apa yang akan-"

JLEB_

"ARGHHH!"

Ia bangkit dan menjilat darah yang mengalir dari ujung runcing sebuah pisau tajam, caramelnya melirik sosok yang sudah tidak bernyawa diatas ranjang dengan cahaya malam yang masuk dari sela-sela tirai yang terbuka.

Sekejap, wajahnya berubah menjadi datar, ia memakai kembali pakaiannya yang tergeletak dilantai, lantas keluar dari kamar seperti tidak pernah terjadi apapun.

.

.


Cloudhy3424_Present ©2016 KyuSung Fanfiction

Rain for Blue Sky_Chapter 1

Happy Reading


.

.

"Anak dari pengusaha Jung, Jessica Jung ditemukan tewas dikamar setelah dibunuh. Tidak ditemukan adanya penganiayaan ataupun bekas-bekas pemukulan. Korban tewas setelah mendapatkan tusukan didaerah jantung. diperkirakan ia dibunuh oleh seseorang yang sampai saat ini belum bisa diketahui siapa dan dimana keberadaannya. Seorang pembunuh profesional yang hingga kini menjadi buronan internasional."

Namja manis yang fokus pada layar persegi dihadapannya hanya bisa terdiam, raut wajahnya selalu berubah-ubah seperti berpikir sehebat apa pembunuh itu hingga polisi saja tidak bisa menemukan keberadaannya.

Bahkan pembunuh itu sudah menjadi seorang buronan internasional, dan itu artinya bukan hanya satu negara yang mencarinya, melainkan negara-negara lain juga ikut serta dalam perburuan ini.

"Ini sudah kedua kalinya ada pembunuhan ditempat yang berbeda, dan tetap saja polisi tidak bisa menemukan pembunuhnya. Hebat sekali pembunuh itu?" ia bergumam lirih, mengetuk-etukkan jari telunjuk pada dagunya.

'Pembunuh bayaran yang dicari-cari kepolisian saat ini mempunyai cara membunuh yang benar-benar mengejutkan. Dia akan membunuh korbannya setelah berhasil bersetubuh dengan korbannya terlebih dahulu.'

Namja manis itu tersentak ketika ucapan teman-temannya terputar diotaknya. Tegukan ludah berulang kali ia lakukan. Ya.. sampai sekarang ia belum bisa percaya bahwa pembunuh itu akan melakukan persetubuhan dulu sebelum membunuh korbannya -tidak terkecuali-.

'Aku mendengar jika pembunuh itu mempunyai ketampanan diatas rata-rata, aku mau menjadi korbannya, tidak masalah jika nantinya dia membunuhku asal aku bisa melihat wajahnya dan juga bersetubuh dengannya, pasti akan menyenangkan.'

Puk_

Ia memukul wajahnya pelan sembari terkekeh, ucapan teman sekelasnya itu benar-benar bodoh, ia tidak pernah menyangka bila temannya bisa berpikiran seperti itu. rela menyerahkan tubuhnya pada orang lain walau akhirnya harus mati.

"Tapi... jujur aku penasaran, seperti apa pembunuh bayaran itu."

.

.

Sosok namja tampan dengan surai hazzel tengah membuka jaket hitamnya secara kasar lalu melemparkan jaket yang tadi ia pakai kelantai disebuah kamar yang terlihat begitu gelap.

Bugh_

Ia menghempaskan tubuhnya kearah ranjang dalam posisi telungkup. Memejamkan matanya seraya terus menghela nafas.

Cklek_

Suara pintu kamarnya terbuka, langkah kaki seorang namja yang ia kenal pun mulai terarah mendekat.

"Hyung..." baritone lembut mengalun ketelinganya, namun ia sama sekali tidak berniat untuk menatap ataupun membuka mata, masih dalam posisinya yang telungkup.

Namja manis dengan hanya memakai t-shirt dan celana selutut itu mengambil jaket hitam yang tergeletak dilantai lalu meletakkannya digantungan jaket disisi lemari.

Ia tersenyum manis seraya terus berjalan mendekati sosok yang tidak menatap kearahnya itu, lalu duduk diatas ranjang yang sama.

"Kau lelah hyung? Bagaimana kalau kau mandi dulu lalu kita makan?" ajak sang namja manis dan kali ini dengan membuka sepatu yang dikenakan namja tampan yang tak kunjung menatapnya.

Tidak ada suara, sang namja tampan masih bungkam seperti tidak peduli dengan ucapan sang namja manis.

Setelah membuka kedua sepatu dan meletakkannya di rak sepatu, ia mendesah lagi melihat tidak ada suara dari namja yang ia panggil 'hyung' itu.

"Hyung, apa kau tahu, tadi saat disekolah, teman-temanku membicarakan tentang seorang pembunuh bayaran yang katanya sangat tampan."

DEG_

Caramel yang awalnya terpejam rapat kini terbuka sempurna masih tanpa merubah posisi tidur telungkupnya. Namun dihatinya sudah bergemuruh seakan-akan takut jika namja manis itu mengetahui sesuatu.

"Awalnya aku tidak tertarik dengan pembicaraan mereka, tapi lama kelamaan aku jadi penasaran hyung, aku ingin tahu seperti apa pembunuh bayaran itu, apalagi teman-temanku berkata, setiap pembunuh bayaran itu akan membunuh korban, mereka akan berhubungan badan dulu dengan korbannya."

BRAK_

Yesung –namja manis- terjingkat kaget ketika Kyuhyun –namja tampan- bangkit dan membanting guling kearah meja hingga sebuah pigura yang tergeletak dimeja membentur lantai hingga hancur.

"H...hyung.. ka..kau kenapa?" tanya Yesung takut, raut wajah Kyuhyun terlihat begitu menakutkan baginya.

"Sudah selesai bicaranya?" Kyuhyun mulai berbicara dengan suara yang terdengar sangat dingin, tatapannya pun seolah-olah bersiap untuk membunuh siapapun yang berada disekitarnya.

"H..hyung.. a...aku hanya-"

"Keluar!" Kyuhyun memejamkan matanya sembari mengulurkan tangannya menunjuk kearah pintu keluar.

"Hyung, aku-"

"AKU BILANG KELUAR!" Dan bentakkan Kyuhyun yang kelewat kasar membuat Yesung benar-benar ketakutan, dengan menunduk untuk menutupi cairan yang lolos dari onix indahnya, Yesung berlari keluar dari kamar lalu menutup pintu itu perlahan.

Ia bersandar dibalik pintu yang tertutup dengan bahu yang bergetar, ini selalu terjadi padanya, hampir setiap hari ia merasakan sikap kasar hyungnya itu. ia hanya ingin bercerita suatu hal yang menarik dengan Kyuhyun, seperti layaknya seorang saudara.

Tapi sampai saat ini pun ia tidak pernah merasakan sikap lembut dari seorang Kyuhyun. Dan sekarang, ketika usianya sudah menginjak 18 tahun, ia masih saja mendapatkan sikap kasar seperti tadi.

Sedang namja berwajah putih pucat yang terduduk diranjang hanya fokus pada sebuah bingkai yang sudah pecah dilantai.

Ia bergerak, mengubah posisinya menjadi duduk ditepi ranjang, memungut pecahan pigura yang ada dilantai tanpa peduli bahwa satu jari tangannya sudah terluka karena terkena pecahan kaca.

Ia tersenyum miris menatap 3 orang sosok namja kecil yang ada difoto tersebut, tersenyum lebar dengan saling berpelukan. 'Aku tidak bisa, tidak akan pernah bisa... Hae-ah...'

.

.

::_RAIN FOR BLUE SKY_::

.

.

"Aku pulang." Sapa seorang namja tampan dengan melepaskan sepatu dan juga jaketnya diruang tengah rumahnya. Ia lantas menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa dan menutup kedua matanya, hari demi hari selalu terasa begitu melelahkan.

"Kau sudah pulang hyung?"

Mendengar sebuah pertanyaan membuat matanya terbuka perlahan, ia tersenyum, "Yesungie,"

Ia bangkit dari kursi lalu berjalan mendekati sosok namja manis yang tengah memakai apron dan ditangan kanannya membawa sebuah pisau.

"Kau mau membunuh hyungmu ini, huh?" ledeknya ketika sampai didepan Yesung.

Yesung sendiri yang terkejut langsung menyembunyikan pisau tersebut dibelakang punggungnya, tersenyum lebar dan sedikit salah tingkah, "A...aniya Wonnie hyung, aku sedang memasakkan makanan untuk makan malam kita, aku tidak-"

"Aku mengerti Yesungie," tangan kekar Siwon terulur dan mengusap lembur surai hitam Yesung, ia sedikit mengarahkan pandangannya kearah lain, mencari seseorang yang tidak ia lihat dirumah itu. "Dimana Kyuhyun?"

Mendengar nama 'Kyuhyun', Yesung langsung saja menunduk takut, dan Siwon seakan mengerti apa yang sudah terjadi. Ia mengusap bahu Yesung untuk sedikit menenangkan perasaan dongsaengnya tersebut.

"Selesaikan masakanmu, aku mau kekamar Kyuhyun dulu sekaligus mengajak dia makan bersama kita."

Yesung mengangguk lalu berjalan meninggalkan Siwon yang menatap punggung Yesung miris. Obsidiannya sampai pada pintu berwarna putih didepannya, ia memutar knop pintu dan mendorongnya kebelakang.

Cklek_

Satu pemandangan yang ia lihat ketika sampai didalam kamar itu adalah, Kyuhyun tengah duduk ditepi ranjang dengan posisi membelakangi Siwon.

"Kyu," sapanya, berjalan mendekati Kyuhyun dan duduk persis disebelah dongsaengnya itu. Ikut menatap kemana caramel Kyuhyun terarah, sebuah pigura yang hanya menyisahkan sebuah foto dirinya, Kyuhyun dan... dongsaeng kandungnya.

"Kyuhyun-ah," Siwon mengusap lembut bahu Kyuhyun, menyadarkan dari lamunan panjangnya.

"Aku benar-benar merindukannya hyung," lirih Kyuhyun tanpa menatap kearah Siwon, masih fokus pada apa yang ia lihat sedari tadi.

"Aku tahu Kyu, aku juga sangat merindukannya."

"Kenapa sampai saat ini kita tidak bisa menemukan keberadaannya hyung? Ini sudah hampir 11 tahun berlalu, dan pasti dia sudah besar sekarang." Ia mengalihkan caramelnya pada obsidian Siwon yang berada tepat disampingnya. "Benar kan hyung?"

Siwon terdiam, hanya mengangguk untuk mengiyakan. "Sudahlah Kyu, jangan terlalu dipikirkan, bukankah ada Yesung disini? Kenapa kau tidak mencoba menyayangi Yesung seperti kau menyayangi Donghae?"

Kyuhyun mengernyit dengan sedikit memicingkan matanya, "Apa? menyayangi dia?" dan kali ini disambut kekehan seperti meremehkan.

"Kyu, aku tahu kau selalu bersikap kasar padanya, dan kali ini, kau membentaknya lagi bukan?"

Kyuhyun menggeleng seakan mengira bahwa Yesung mengadu pada hyungnya ini, "Dia mengadu kepadamu lagi, huh?"

"Dia tidak mengatakan apapun, tapi aku melihat dari matanya."

"Kau sok tahu hyung, aku tidak melakukan apapun padanya."

"Kyuhyun-ah!" suara Siwon sedikit meninggi dan sontak membuat Kyuhyun kembali fokus pada obsidian Siwon.

"Kau harus menyayanginya sama seperti kau menyayangi Donghae, Kyu! walau bagaimanapun dia adalah dongsaeng kita yang sudah kita rawat sejak kecil."

"Mwo? menyayangi namja yang benar-benar menyusahkan kita?"

"Menyusahkan seperti apa, huh? Yesung tidak pernah menyusahkan kita! dia namja yang mandiri, dia dongsaeng kita yang paling baik."

"DIA BUKAN DONGSAENGKU HYUNG!" suara Kyuhyun meninggi, ia terus saja menatap tajam obsidian namja berdimple dihadapannya saat ini.

"TUTUP MULUTMU CHO KYUHYUN!" keduanya semakin larut dalam perbincangan panas yang tak kunjung teredam. Dengan luapan emosi yang sudah mencapai puncak.

Kyuhyun tetap bersih kukuh dengan ucapannya, sedang Siwon sendiri tidak terima dengan semua yang diucapkan Kyuhyun. menurutnya, Yesung adalah namja yang sangat baik, dan semua yang dipikirkan Kyuhyun adalah SALAH.

Kyuhyun menghela nafas sembari menatap kearah bingkai foto yang ia pegang, "Dia tidak akan pernah menjadi dongsaengku, karena..." ia memutar kepalanya menatap sosok tampan hyung kandungnya. "karena aku tidak suka dengan kedatangannya ditengah-tengah keluarga kita, karena dia! KARENA YESUNG, DONGHAE MENGHILANG DARI KITA HYUNG!"

PLAK!

Akhirnya suara kecipak kulit antara telapak tangan dan pipi bertabrakan, tangan kekar Siwon dengan kerasnya menampar pipi Kyuhyun, dongsaeng kandungnya sendiri.

"Kau membela dia?" Kyuhyun tersenyum miris, membiarkan bau anyir terasa sampai kehidungnya.

"Aku tidak membelanya, aku tidak membela siapapun disini, kau... kau Cho Kyuhyun! kau sangat keterlaluan! Donghae hilang bukan karena Yesung, semua itu terjadi karena kesalahan kita, bukan karena Yesung! kalau saja saat itu kita lebih bisa menjaga Donghae, semua itu tidak akan pernah terjadi."

Kyuhyun menggeleng kaku, "Tidak, selamanya aku tidak akan pernah menganggap Yesung sebagai dongsaengku, aku sangat membencinya. dongsaengku hanya Donghae, CHO DONGHAE!"

"CHO KYUHYUN!" Siwon bangkit dan menatap garang kearah Kyuhyun, ia benar-benar murka karena sikap yang ditunjukkan Kyuhyun.

"Maaf hyung, tapi aku memang benar-benar membencinya, aku selalu menganggap bahwa dia adalah pembawa masalah dikeluarga kita, apa kau tidak ingat, orangtua kita meninggal karena dia! Lalu kita jatuh miskin hingga akhirnya bekerja seperti ini karena dia! Donghae diculik dan menghilang karena dia! DAN SEMUA INI TERJADI KARENA DIA HYUNG! DIA ADALAH PEMBAWA SIAL DIKELUARGA KITA."

"CUKUP KYUHYUN-AH CUKUP!"

BUGH!

Napas Siwon memburu tak kala ia akhirnya melayangkan pukulan cukup keras kearah wajah Kyuhyun, membiarkan dongsaengnya terpental kearah ranjang. "Kau sudah keterlaluan Kyuhyun-ah!" Siwon menarik kerah baju yang dikenakan Kyuhyun lalu menariknya keatas hingga wajah keduanya terpantau begitu dekat,

"Aku peringatkan padamu, jika kau tetap seperti ini kepada Yesung, kau akan berhadapan denganku!"

Bugh_

Siwon menghempaskan tubuh Kyuhyun kembali kearah ranjang dan berjalan keluar dari kamar Kyuhyun. . .

.

.

.

:: TO BE CONTINUED ::


.

.

Adakah yang tertarik? Ini FF terkubur dalam-dalam dalam file ku loh wkwkwkw..

Sebenarnya nih FF tahun 2013, Cuma belum sempet aku post ^_^

Dan sekarang aku coba untuk post lagi..

Mian jika kata-katanya sedikit gak nyambung atau isi ceritanya gak nyambung haha..

Ingat! Ini imaginasi penulis ..

Leave a comment juseyo ^^