Dari Lala Untuk Guzol.

.

.

DGray-man © Katsura Hoshino.

Fanfic by Ratu Galau.

.

[Tuan, apakah engkau mau mendengarkan nyanyianku?]

.

Tak ada yang dapat bersuara ketika tirai rembulan menyirami jasad kaku itu. Bibir mungil melantunkan nada-nada lembut, menyentuh hati namun menyayat batin. Airmatanya tanpa jejak, namun seluruh perasaannya tergambar jelas pada paras tak elok lagi.

Apa kamu ingat saat itu, Guzol?

Boneka cantik itu seolah memutar memori-memori manisnya, hingga 80 tahun lalu.

Hari itu kita bertemu. Hari yang berdebu hingga paru-paru manusia menyempit. Kita sama-sama menangis ketika orang-orang itu menjauh. Seolah membuang kita dari dunia. Kaulah yang pertama kali memuji bahwa nyanyianku indah.

80 tahun lalu, aku menemukan temanku. Hidupku. Penopang yang bersedia ada di sisiku.

Angin malam seolah menerbangkan nada-nada milik Lala, mengajak daun-daun pepohonan berdansa dan bebatuan berdengung halus.

Aku pernah memiliki memori ketika kau menggenggam tanganku. Memelukku di saat udara seolah beku—padahal kautahu boneka tak memiliki syaraf perasa. Innocence, kepingan dari kekuatan Tuhanlah yang membuatku mengingat semuanya. Merasakan bagaimana lembutnya hatimu.

Bahkan bagaimana orang-orang tak bersalah dikutuk sedemikian rupa, aku sudah bersumpah tak akan meninggalkanmu.

Siapapun tak akan mengira bahwa sosok Hantu Mattel hanyalah sebuah boneka usang, kotor, rusak, tak lagi cantik. Hanya suaranya yang melantun lembut, bagai meraung-raung menuntut adilnya kehidupan.

Guzol, bahkan sampai kemarin lusa, kau melindungiku. Kau tak rela menyerahkan Innocence dalam tubuhku dirampas. Apakah aku boleh menganggap bahwa kehidupanku berarti bagimu?

Mata besar Lala berkedip tanpa rasa. Alunan nadanya mulai melambat. Seolah mainan yang baterainya mulai habis, Lala semakin menunduk. Membiarkan rambut kusut dan berantakannya bertemu dengan debu bebatuan.

Tuhan, ampunilah dia.

Bahkan tak ada setitik dosa pun yang Guzol perbuat. Ia hanya manusia yang ingin kedamaian, hidup bersama dengan cinta yang dimilikinya. Walau harus menentang manusia lain yang mencoba merebut Lala darinya. Mencoba merebut kehidupannya.

["Aku mencintaimu, Lala."]

Walau akhirnya Guzol harus menyerah, kalah. Innocence dalam diri Lala telah hilang, terampas tanpa ampun. Nyawa Lala telah pergi, hanya meninggalkan seonggok benda mati yang disebut boneka.

"Tuan, apakah engkau mau mendengarkan nyanyianku?"

Lala kembali menjadi benda tanpa nyawa.

Tiga hari, lantunan nada ninabobo dinyanyikan tanpa henti. Lala perlahan ambruk, tepat di samping Guzol. Tiga hari boneka bersuara emas itu bernyanyi, mengudarakan pahit rasa hatinya—yang seharusnya bahkan tidak ia miliki.

.

Guzol. Aku juga. Mencintaimu.

.

Bibir sang boneka mengulas senyum. Tubuhnya semakin menunduk, hingga akhirnya semua padam. Tak ada gerak. Tak ada suara. Seluruhnya lesap. Angin malam berdesir pelan, seolah mengucap duka cita dalam-dalam.

Tak ada tangis yang tertahan ketika Allen Walker membaringkan Lala tepat di samping Guzol. Airmata menitik pada kain kumal penutup dua jasad menyedihkan ini.

"Terima kasih," bisik sang Exorcist, di tengah isakan yang semakin pepat. "Terima kasih untuk tiga hari ini, Lala. Berbahagialah, di Surga."

Tirai rembulan semakin terang, menyoroti jasad Lala dan Guzol seakan membentangkan jalan bagi keduanya menuju Surga, mencintai di bawah ampunan Tuhan.

.

.

Kuantar kautidur dengan lagu ninabobo milikku.

Dari Lala, untuk Guzol.

.

Semoga berbahagia.

.

End.

.

Hahahaha apalah 8""D Serius, Ark paling baper di DGray-man menurut saya ya Ark iniiii. Matel Ghost. Saya sampe gak bisa move-on dari lagunya. Sedih banget. Lala nyanyi 3 hari tanpa henti buat jasadnya Guzol, dikira tidur sama dia. Kan bangke. Sakit :'(