~* Like A Diamond in The Sky *~
Pairing : Neji Hyuuga – Sasuke Uchiha
Warning : Rate T semi M #Plak – AU – Bahasa ga baku – Bom Typo (?) – BL semi Yaoi
Genre : Hurt/Comfort – Drama – Friendship - Humor garing (?)
Author : FC
.
.
Chapter 1
.
.
Seonggok wanita jadi-jadian (?) berjalan dari luar gerbang SMA Konoha dengan anggun memasuki lingkungan sekolah yang masih ramai dengan para siswa dan siswi yang bersemangat memasuki minggu baru di bulan April. Tidak begitu dengan dirinya yang ogah-ogahan menatap pintu masuk ke gedung sekolah yang selama setahun terakhir ia huni. Dia bosan karena tidak ada orang yang bisa membuat jatuh cinta, atau mungkin seorang sensei seksi yang bisa dia goda ketika ga ada kerjaan. Pria itu tidak peduli pada angin yang menerbangkan ujung rambutnya yang terurai sepanjang pinggang, rambut lurus tanpa cabang, mengkilat seperti di cuci dengan sabun sunlight seratus jeruk nipis. Oh, dia begitu merindukan suara cempreng gagap milik sepupu dekatnya yang tercantik. Sayang sekali gadis sebohay itu tinggal jauh di Kiri, kan jadi ga bisa digodain (?).
"Ah- Itu Neji senpaaaii" Seorang anak perempuan berambut coklat pendek sebahu dan berisik yang biasa ada di depan pintu masuk. Neji mengedip, membuka kelopak mata dengan efek slow motion membuat gadis itu merona hebat, padahal sih menurut Hyuuga muda itu, tatapan matanya biasa aja. Bibirnya mengukir senyuman sederhana, tetapi bagi Matsuri –nama gadis tadi. Itu sebuah anugrah baginya di pagi hari. Hanya lima detik, Neji melewati Matsuri menuju loker sepatunya.
"Genit." Neji melirik orang yang berdiri disamping lokernya.
"Apaan sih?!" Neji hampir berteriak, ia meninggikan suaranya tidak suka komentar menjijikan bersembur dari mulut mungil sahabatnya.
"Che, sejak kapan lu jadi tebar pesona begitu sih?" katanya sambil melihat helaian rambut Neji yang terurai ke depan karena pemiliknya sedang membungkuk mengganti sepatu.
"Kenapa? Takut fans lu berpaling ke gue?" badannya kembali tegak, dibarengi seringaian mengejek khas Hyuuga di tancapkan sukses di wajah lawan bicaranya.
"Dih, NEJIs lu" balasnya dengan bahasa paling ter-ga baku se-Konoha.
"Hahahaha, Nyontek peer dong Sas" Neji mengalungkan lengannya di leher jenjang sahabat sekaligus rivalnya. Sementara pria yang dipanggil Sas itu hanya senyum simpul, keduanya berjalan meninggalkan loker menuju ruang kelas mereka, kelas 2-3.
Tidak usah heran dengan hubungan yang kadang kayak musuh bebuyutan tapi kadang kayak suami-istri #eh Neji dan Sasuke udah bersahabat SMP. Suka duka mereka lalui bersama tanpa ada kata berpisah, wajar bila sesama saling sahabat tahu rahasia masing-masing kan? begitu juga mereka. Tahu tentang kelemahan dan orang terdekatnya membuat persahabatan mereka sangat erat, persamaan karena mereka tinggal seorang diri tanpa adanya orang tua pun di tengarai (?) menjadi sebab kenapa mereka sering menghabiskan waktu bersama, seperti berkencan (?). setidaknya begitulah yang dilihat dari luar, padahal mereka sendiri sih ga setuju pendapat macam itu, tapi mereka 'kayaknya' ga keberatan di cap jadi pasangan yaoi sama seluruh penghuni sekolah, dari karyawan sampai kepala sekolah tidak mau menganggap masalah ini serius. Punya kepala sekolah segaul Jiraiya memang banyak untungnya.
Suasana kelas yang sebelumnya ramai menjadi sepi saat pasangan NejiSasu masuk dengan bebas. Neji terlihat menyapa beberapa teman sekelas tetapi lain dengan Sasuke sama sekali tidak peduli pada beberapa gadis yang menatapnya dengan tatapan kelaparan. Oh, salahkan kenapa masih pagi begini si bungsu Uchiha tidak mengancingkan satupun seragamnya. Otot tipis berbentuk, seksi dan menggoda birahi dan iman.
"Latihan basket lagi lu Sas?" Neji akhirnya duduk di tempat duduknya di samping Sasuke, sambil membuka tas selempangnya, dia duduk dengan arogan sampai menimbulkan gaduh.
"OCC banget lu Ji" kicau Sasuke, tanpa menjawab pertanyaan Neji.
"Berisik. Daripada lu ngurusin gw, kancingin dulu tuh baju. Bikin risih" Sasuke memandang Neji.
"Cerewet banget lu kayak nenek Tsunade.."
"Oi, iket rambut gw ketinggalan di rumah lu ya?" Neji mencari-cari ikat rambut di sela-sela tas yang biasa di pakai untuk menyimpang benda semacam itu, tapi setelah di cari ternyata dia ga nemuin satupun. Semalem dia emang nginep di tempat Sasuke, alasannya sih mo ngerjain peer bareng, tapi dasar Neji lagi kangen-kangenan di telfon sama sepupunya yang sering dia panggil 'Hinata-sama' ck, Sasuke pernah tanya sebenernya Neji itu sepupunya apa pembantunya Hinata. Dan Neji langsung OTL seketika dan berujung pada Sasuke yang ngerjain peer Geografi sendirian.
"Iya, Nih.." Sasuke mengambil ikat rambut kecil berwarna hitam. Neji merapikan rambut atasnya bersiap untuk diikat.
Tap.
Sasuke nahan tangan Neji, si pemilik rambut panjang menatap Sasuke bingung.
"Masih basah, jangan diiket."
Neji menurunkan tangan yang masih Sasuke pegang.
"Kalian jadian ya?" Si ketua kelas berambut mangkok berjaket hijau, dengan matanya yang bulat menatap curiga NejiSasu. Beberapa anak yang berada di sekitar bangku mereka pun ikutan melihat dua orang yang kebingungan itu.
"Hah?"
"Eh?"
"Neji udah punya pacar kok, dan itu bukan gue. Jadi sori deh kalau kalian kecewa" Sasuke melepas tangan Neji dan beralih mengancingi seragamnya yang terbuka.
"Hah? Beneran Ji? Siapa?" Lee si ketua kelas berubah jadi tukang gosip. Neji menoleh ke arah Sasuke "Apaan sih, Gosip mulu kayak ibu-ibu" Neji menatap Lee dan Sasuke bergantian.
"Hn" gumam Sasuke tidak jelas.
"Njiirr.." Neji yang bete berencana bolos pelajaran Asuma sensei yang mau masuk sepuluh menit lagi. Kaki kirinya menghentak di lantai, tolehan kepalanya mengakibatkan efek dramatis pada rambut panjangannya yang melewati wajah Sasuke. Wangi shampoo mint menyeruduk ke paru-paru Sasuke tanpa ampun.
"Ck, Banci.. Shampoo gw lu pake.. dasar ga modal" Sasuke ngedumel.
"Sas, kejar dooongg" bisa dipastiin itu suara Tenten, fans fujoshi nomor wahid mereka berdua.
"Hn" jawab Sasuke tanpa minat.
"Buku lu dibawa lho sama Neji" Ujar perempuan cepol itu lagi.
HAH?! Mata Sasuke membulat, buku peer Kurenai sensei yang awalanya mau dia pinjemin ke Neji sekarang di curi oleh Neji (?). setelah mendecih kesal, Sasukepun pergi keluar kelas mencari sang Putri (?).
"Kapan ya mereka bakal jadian beneran?" Tenten menatap kepergian Sasuke sambil bertopang dagu. Si pacar Tenten yang tidak lain dan tidak bukan si alis tebal dan rambut mangkok duduk disebelahnya.
"Kapan-kapan" jawab Lee dengan nada yang ambigu.
(=v=~)~
Koridor lantai satu masih lumayan ramai karena ada kelas yang sensei nya telat dateng. Sasuke sebel sampai lima belas menit nyari-nyari Neji tapi ga ketemu. Sampai dia lihat gerombolan anak-anak kelas satu yang duduk-duduk di depan kelas, ada sosok yang begitu familiar lagi becanda bareng temen sekelasnya. Berambut sekuning dan setajam duren, kulit caramel dan senyum lebar sepuluh point yang selalu menarik perhatian si kepala pantat ayam Uchiha. Anak tunggal dari Namikaze Minato, bocah beriris mata biru langit yang selalu menghantui tidur si bungsu Uchiha, nama bocah pengganggu itu adalah Naruto.
"Oh, HOOIII TEME SENPAAAAIII!" tangan Naruto terangkat melambai kepada pemuda oniks. Seperti tersihir, Sasuke melangkah mendekat Naruto yang sudah berdiri untuk menyambutnya.
"Hn, Sedang apa dobe?"
"Hehehe biasa, Kakashi sensei kayaknya telat lagi. Sendirian teme senpai?"
"Gue lagi nyari Neji. Dia ilang tiba-tiba.." Jawaban yang terkesan tidak nyambung, tapi buat Naruto dobe, dia paham kalau senpainya ini mungkin sedang kalut kehilangan semenya. WHAAAT?
"Tadi aku lihat dia loh-"
"Dimana?" jawab Sasuke pura-pura berminat, padahal sih biasa aja. Tapi penasaran juga si Neji kabur kemana.
"Di kantin"
Fvck! Sasuke bahkan lupa kebiasaan Neji yang suka nangkring ples ngutang sama ibu kantin gara-gara dompet ketinggalan di kelas. Sasuke menggaruk tengkuknya yang ga gatel.
"Ya udah, gue ke kantin dulu Nar.." Kata Sasuke sambil mengangkat satu tangannya untuk Naruto. Bersikap se-cool mungkin, padahal sih jantungnya udah deg-degan ga jelas gegara liatin mata Naruto yang biru cerah mempesona kalbunya.
"Oke Senpaaii" Naruto balas mengangkat tangannya, cengiran lebar khas miliknya mengiringi kepergian si pantat ayam.
Sepanjang koridor kelas satu sampai ke kantin, Sasuke tidak peduli saat di tatap beberapa pasang mata sensei-sensei yang lagi ngajar. Dia tetep cuek demi menangkap maling buku peernya.
(=v=~)~
Neji baru selesai menghabiskan mie rebus buatan Nenek Tsunade, yang walaupun sudah bisa dibilang nenek tapi body nya masih 30-an, wajah cantik tanpa keriput trus dada besar tanpa peyot (?) menjadi modal tersendiri bikin kantinnya selalu rame pembeli. Neji mengambil tisu dan menyeka tetesan kuah mie yang mengotori bibirnya. Dengan santai, tangan lentiknya beralih mengambil buku peer miliknya dan Sasuke, jemari mulai menyalin satu persatu jawaban Sasuke. Neji bukan orang yang bodoh sebenernya, dia pintar. Tapi ada saat-saat tertentu dia males dan milih nyontek Sasuke, beruntung sahabatnya yang walaupun judes, tapi ga pernah pelit membagi kecerdasan miliknya. Sasuke sih nganggep kalo dia cuman ibadah aja, itung-itung nambah pahala buat masuk surga.
"Nek, Mie goreng satu!"
"Oke. Eh, temen kamu belum bayar utangan minggu lalu Sas, bilangin ya.." Nenek Tsunade mengambil sebungkus indomie goreng dari rak.
"Hah?" Sasuke ga butuh waktu lama buat nemuin orang yang lagi sibuk nyalin peer di sudut kantin. Berhubung ni kantin juga tumben sepi pengunjung, jadi rambut panjang terurai itu juga langsung keliatan. "Masukkin ke bon gw aja nek" lanjut Sasuke kalem. Tsunade mengangguk, si Sasuke jalan ndeketin Neji yang kayaknya lagi konsen banget sampe ga nyadar dia duduk disebelahnya.
"Buku gue basah tuh.." mata Sasuke ngelirik Neji, tangannya menopang dagunya malas.
"Eh, ngagetin aja lu, sialan" Neji menatap Sasuke sebentar trus ngerjain lagi.
"Lu marah ma gue?"
"Engga kok"
"Trus kenapa tadi kabur?"
"Gue mau nyalin peer, ngga enak ntar ketauan Asuma sensei. Ntar gue di aduin ke istrinya" bibir Neji membaca pelan jawaban peer Sasuke.
"Oh.."
"Tadi gue ketemu Naruto"
"Tadi gue juga"
"Kayaknya dia naksir elu, nanyain elu gitu ke gue"
"Yang bener lu ji.." Sasuke blushing tanpa di komando.
"Engga, gue boong Sas" Neji menatap Sasuke dengan serius.
"Sialan" Sasuke misuh-misuh. Neji terkekeh, menikmati hasil isengnya. Pipi Sasuke merona, wkwkwk.
"Nih mie gorengnya.." Shizune, salah satu pelayan kantin mengantarkan pesanan Sasuke.
"Thanks Shi-san" kata Sasuke tanpa melihat Shizune. Tapi walaupun tanpa di tatap, suara lembut Sasuke memberi efek hormon bahagia Shizune melompat naik sampai batas, sampai wajahnya memerah.
(=v=~)~
Jam terakhir kelas 2-3 udah kelar dari setengah jam lalu, tapi dua tokoh utama cerit aini masih setia duduk di bangku mereka masing-masing. Si pantat ayam yang masih setia ngacak-ngacak player ipod yang headsetnya nangkring di telinga kirinya, dan si rambut iklan sunslik teronggok pasrah di meja, yah.. si pemilik rambut coklat tanpa ketombe itu masih tidur sejak sejam yang lalu. Sasuke sih udah biasa nungguin Neji ampe bangun, bahkan pernah ga Sasuke bangunin padahal udah jam 8 malem. Sambil nungguin Neji bangun, si oniks malah ngerjain peer atau ke perpus buat pinjem buku trus di baca di kelas, sembari nungguin Neji terbangun.
"Tsk, Dasar putri tidur.." Sasuke melirik Neji. Dia tersenyum ngeliat iler Neji udah nambah lima senti di buku paketnya. ".. ppff.. Konyol"
"Ngghh.. hmmm hmmm Hi,, nata.. ngghh.." Neji monyong-monyongin mulutnya.
"Dasar couscom (?) ..." Sasuke meletakan kepalanya di meja. Wajahnya menghadap langsung wajah tidur Neji yang awut-awutan karena beberapa helai rambutnya jatuh ke depan wajahnya. Tangan kiri Sasuke terulur mengambil helai demi helai rambut Neji.
'Halus... lembut banget..' Sasuke membatin.
Menyadari ada gerakan aneh di rambutnya, mau tidak mau Neji mengumpulkan kesadarannya yang bertebaran di alam mimpi. Matanya mengerjap pelan, pelan-pelan kelopak matanya naik.
"Lagi ngapain Sas?"
.
(=v=~)~ TBC ~(~=v=)
AN :
AAAAAA
Kemana para author NejiSasu? TTATT
Aku bikin FF ini karena kangen bangen Pair ini.. huwaaaaaa
Ramein lagi dong archive ini TAT
Maaf yaaa padahal FF lain belum kelar tapi nambah baru lagi. Abis sayang kalo ide nya ga di tulis.
Akhir kata,,
R
E
V
I
E
W
.
.
V
V
