Namaku Byun Baekhyun, seorang siswi yang biasa saja baik dari segi penampilan, olah raga, maupun pelajaran. Tapi aku yang biasa saja ini sekarang sedang jatuh cinta.
000
"Aku suka kamu, jadi teman dulu juga tak apa,"
Deg
Di belakang kelas aku melihat seorang siswi sedang menyatakan cintanya, aku pun segera menyembunyikan diriku di balik tembok.
Karna penasaran dengan kelanjutannya akupun mengintip dari sudut tembok. Kali ini ku perhatikan siswa yang berdiri di depan siswi itu. Tubuhnya menjulang tinggi dan wajahnya seperti tak asing. Siapa ya? Aku tak bisa melihatnya dengan jelas karena hanya melihatnya dari arah samping yang sedikit membelakangiku saat ini. Tapi kemudian siswa itu memalingkan wajahnya kesamping.
Tak mungkin! pekikku begitu saja. Itu adalah Park Chanyeol orang yang kusukai untuk pertama kalinya. Setelahnya aku segera pergi dari sana untuk kembali ke kelasku.
"Hebat! dia menolak gadis tercantik di sekolah ini?"
Ku dengar pembicaraan beberapa siswi di sepanjang koridor yang aku lewati.
"Itu yang ke berapa?"
"Dia memang pria yang dingin, percuma menembak dia,"
Aku tak tau kalau gosip menyebar secepat api yang melahap kertas. Padahal aku baru saja beranjak dari TKP dan belum sempat mencapai kelasku.
000
Dua bulan yang lalu. Itu bermula ketika aku telat untuk masuk kelas. Saat itu aku terburu-buru menuruni tangga dan tanpa sengaja terpeleset. Tanpa bisa di hindari tubuhku pun oleng dan meluncur ke bawah. Aku pikir akan mendapati pantatku yang sakit atau setidaknya cidera kaki. Tapi sebuah keajaiban terjadi dan aku malah berakhir jatuh ke pelukan seseorang.
Saat itu jantungku berdetak dengan cepat. Tapi saat pandangan kami bertemu dia malah memalingkan wajahnya dengan ekspresi tak terbaca. Apa dia marah? pikirku.
"Kau baik-baik saja?" tanyanya sambil melirikku dari ekor matanya.
Oh? apa aku tak salah lihat? pipinya sedikit bersemu dan dia terlihat sangat kikuk. Hanya saja itu terlihat manis di mataku. Dan dalam sekejap akupun jatuh cinta padanya.
Tapi, apa yang harus ku lakukan bila cintaku tak terbalas? Sejak saat itu, kami tak pernah berbicara lagi. Pasti dia sudah lupa padaku.
"Itu 100 persen cinta yang tak akan terbalas," Aku terus bergumul dengan ke pesimisanku di sepanjang koridor tanpa kusadari ada orang lain yang mendengarkan gumamanku.
"Cinta yang tak akan terbalas? aku tak percaya hal semacam itu,"
Deg
Aku pun seketika menghentikan langkahku. Aku segera memutar tubuhku dan mendapati seorang siswi tengah tersenyum manis padaku. Cantik itulah deskripsi pertama yang ku tangkap dari fisik gadis itu.
"Dengan teknik ajaib yang disebut Love Mentalism, kau akan membuat lelaki jatuh cinta, cintamu pasti akan terwujud!" ucap gadis itu sambil mengacungkan jari telunjuknya padaku juga senyum menawan di bibirnya.
Jreeeng!
Siapa dia? tanyaku dalam hati.
"Namaku Xi Luhan," dia memperkenalkan diri tanpa ku minta sambil menggenggam kedua tanganku.
Deg!
"Aku love mentalism yang akan mendukung anak perempuan yang sedang jatuh cinta, serahkan padaku! Let's start love mentalism! "
Gadis itu mengacungkan jarinya ke atas tepat di depan wajahku. Refleks akupun melihat jarinya.
"Mood pria lebih susah dibandingkan wanita, Karena itu, pertama-tama kau harus membuat pria berpikirJANGAN-JANGAN GADIS INI SUKA PADAKU? pertama berdirilah di titik awal cinta, mengerti?" ucap gadis itu lagi.
Membuat pria merasa...? aku sungguh tak mengerti apa maksudnya.
"Apa yang harus kulakukan?" tanyaku kemudian.
"Pandangi dia selama 5 detik!"
000
Aku tak tau apakah aku bisa mendekati Chanyeol dengan cara itu, tapi disinilah aku, duduk di salah satu meja kantin, tempat paling strategis untuk membuat kontak mata dengannya. Tapi kulihat dia di kerumuni beberapa siswi yang ingin mengajaknya makan siang bersama.
Deg!
Mata kami bertemu begitu saja dan jantungku berdetak karenanya.
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
Empat detik...
Lima detik...
Deg
Kulihat dia tersenyum tipis.
Blush
Pipiku memerah seketika. 5 detik kontak mata sudah terjalin dan aku yang pertama kali memutuskan kontak mata itu. Aku tau cinta tak akan terjadi dalam lima detik. Tapi...
"Chanyeol! kau mau kemana?"
Samar-samar ku dengar beberapa siswi bersuara, tapi ku tak berani mengangkat wajahku.
"Boleh aku duduk di sampingmu?"
Kyaaa! sejak kapan dia di sampingku Mustahil! Akupun terpaku di tempat memandangnya. Kemudian aku teringat apa yang di katakan Luhan selanjutnya.
-Flashback-
"Saat PANDANGAN MATA BERTEMU, saat itulah cinta di mulai,"
"Mana mungkin," tentu aku tak percaya begitu saja.
"Buktikan saja sendiri,"
-Flashback End-
"Maaf, aku ingin kabur dari kerumunan itu," ucap Chanyeol.
Mungkin dia pikir aku tak nyaman dia di dekatku? Tapi Pandangan kami bertemu. Park Chanyeol ada di sampingku dan rasanya jantungku meletup-letup seperti popcorn di penggorengan.
"Silahkan saja, kau populer sekali, kau tak pacaran dengan seseorang?" tanyaku penasaran.
"Itu percuma saja," jawabnya sembari menghela nafas.
Pria yang dingin, pikirku.
"Kalau aku memberi harapan kosong, malah kasian kan?" ucapnya lagi.
Eh? akupun tertegun.
"Walaupun pada awalnya mereka bilang tidak apa-apa dimulai dari berteman, pada akhirnya mereka akan terluka," sambungnya.
"Aku hanya akan mengatakan suka pada gadis yang benar-benar ku sukai,"
Aku tarik penilaianku tentangnya tadi. Ternyata dia bukanlah pria yang dingin.
"Kenapa aku jadi ngomong soal ini sih?" gumamnya kemudian. Yah dia mengatakan persepsinya seolah kami cukup dekat tanpa disadarinya.
Akupun tersenyum. "Aku jadi mengerti kenapa Chanyeol populer," ucapku tanpa sadar.
Lalu kulihat dia tertegun melihatku. Dan akupun menjadi kikuk sendiri.
"Ah aku ngomong apa sih, aku pergi dulu," aku segera beranjak dan membawa gelas berisi es yang belum sempat kusentuh. Tapi...
Dugh!
Seseorang menyenggol punggungku cukup keras dan
Byurr!
Dinginnya es menyapaku. Baju depanku basah dan berubah transparan dalam sekejap, braku tercetak jelas kulihat. Warnanya pink, podohnya aku tak memakai kaos dalam.
Blush!
Aku panik seketika. Aku tak mau Chanyeol melihatnya. Tapi kemudian kurasakan sesuatu yang hangat menyelimutiku.
Deg!
"Pakailah jasku," ucapnya sambil menyelimuti tubuh mungilku dengan jas almamater miliknya.
Deg!
Pandangan kami bertemu dan wajahnya tepat di depan wajahku.
"Siapa namamu?" tanya nya dengan wajah serius.
"B-baekhyun, Byun Baekhyun, namaku memang sedikit aneh, karenanya aku sering di ejek-,"
"Oh begitu," potongnya sambil menjauhkan diri.
Aku termangu menatap punggungnya yang mulai meninggalkanku. Tapi...
"Walaupun kau kecil, tapi kau berjuang dengan sekuat tenaga, aku suka itu, Baekhyun,"
Dia menyebut namaku diakhir kalimat sambil memutar kepalanya padaku dan tersenyum lebar nan tulus yang baru pertama kalinya ku lihat.
"Sampai nanti Baekhyun," sambungnya lagi masih dengan senyum yang sama.
Setelahnya dia benar-benar pergi meninggalkanku. Aku terpaku di tempat sambil membekap mulutku. Aku baru tau, hanya dengan melihat senyumnya saja dunia jadi berkilau.
-TBC-
Hwaaa Happy 6 Mei Uri Baekhyun, Makin manis, makin imut, makin menawan hati semua orang (terkhusus EXO-L, Chanyeol(?) dan aku (?) krik krik bercanda aku juga EXO-L hehe, sukses selalu!!!! Aku di sini fans yang akan selalu mendukungmu, teruslah berjaya bersama EXO!!!! Teruslah membuat kami yang mendukungku selalu bangga dan yang membencimu menjadi mencintaimu, Love U chu~ chu~ chu~ \(/3/)/
Katakanlah aku kurang kreatif, terserah apa komentar kalian yang sudah membaca ini. Jujur saja ini remake dari salah satu komik terbaik yang pernah ku beli, komik kesayangan katakanlah seperti itu. Dengan judul cover yang sama "Love Mentalism"
Bukan maksud plagiat bukan, karena kalau mau izin komikusnya juga tak mungkin, mengingat dia nan jauh di mata, sama halnya Uri Baekhyun kita para Exo-L jauh, jauh sekali hik hik.
Tapi kembali lagi pada realita apa itu komik yang hanya berisi gambar dan dialog, biarpun ngeremake tetap saja aku harus mengembangkannya dari satu dialok beserta gambarnya harus di deskripsikan membentuk paragrap.
Sekian. Langsung saja lah.
KEYWORDS untuk Chapter 1 tahap awal pendekatan adalah
PANDANGI DIA SELAMA 5 DETIK
Dengan begitu di DIA akan merasa dan bertanya-tanya.
Apakah Cewek/Cowok itu menyukaiku?
Ya pasti semua sudah pernah ngalaminya, kalau di lihatin orang itu rasanya gimana? Apa lagi kalau si dia yang lihatin, salting-salting gimana gitu, mungkin biar kayak gitu, mungkin. Bagi yang ingin mencoba silahkan mencoba saja yaaa hehe peace
-Salam damai inchan88-
