Author : Baek Lalla Chan EXOtics
Title : Heaven Sweet (Danger)
Cast : EXO
Genre : Adventure, Supranatural, Friendship, Romance
Length : 1 of (?)
Disclaimer : Semua cast dalam ff ini milik Tuhan dan ortu masing-masing, saya cuman minjem nama mereka untuk membuat imajinasi saya terwujud dalam ff ini.
Warning : YAOI, OOC (banget bo'), typo(s) bertebaran layaknya tomcat (?), bahasa ngaco, gak sesuai EYD, ancur, gagal, gak mutu.
Annyeong! Lalla kembali dgn ff yg gak kalah gaje dari ff Lalla sebelumnya! Hehe XD. Kata orang inspirasi gak boleh di pendam-pendam nanti bakalan jamuran #plak# mangkanya Lalla cepet2 bwt ff ini biar gak jamuran di otak hehe… Mian ya kalo banyak yg protes karena ff satu belum kelar, ff yg lain keluar #plak# hahahay… Dari pada banyak bacot mending langsung cekidot!
.
.
It's Yaoi fanfict
.
.
If u don't like the pair in this ff or u don't like genre in this ff, please don't read
.
.
I told u before
.
.
Baek Lalla Chan present
.
.
Heaven Sweet
.
.
Happy reading ^^
.
.
CHAPTER 1
Siang itu di SM Senior High School, terlihat 6 orang namja sedang bercengkrama di sebuah ruangan kelas. Namja itu masing-masing bernama Kris, Sehun, Chanyeol, Chen, Kai, dan Suho . Mereka adalah sahabat satu kelas di SM Senior High School.
Walaupun sekelas, tapi mereka lahir di tahun berbeda. Karena kelas mereka adalah kelas special, maka yang berada di kelas itu adalah anak-anak yang pintar. Jadi tidak memandang umur atau apa, hanya mengutamakan kepintaran. Jika diurutkan, maka yang paling tua adalah Kris, Suho, Chen, Chanyeol, Kai lalu terakhir adalah Sehun.
"Sebentar lagi liburan musim panas. Kita mau liburan di mana?" tanya Suho membuka pembicaraan.
"Entahlah, apakah kalian punya ide?" tanya Kris kepada teman-temannya.
"Hyungdeul, bagaimana kalau kita liburan ke pantai?" usul Sehun.
"Aduh! Kita selalu saja liburan ke pantai. Apakah tidak ada tempat lain?" omel Chen. Sehun hanya mempoutkan bibirnya.
"Bagaimana kalau kita berlibur di villa peninggalan nenek-ku di desa?" usul Kai.
"Ah, bagus juga. Apa kalian setuju?" tanya Suho.
"SETUJU!" ucap mereka semua serempak.
+-+-+-EXO-+-+-+
Libur telah tiba, ke-enam sahabat yang terdiri dari Chen, Kris, Suho, Sehun, Kai dan Chanyeol tengah dalam perjalanan menuju villa peninggalan nenek-nya Kai menggunakan mobil milik Kai tentunya.
Mereka berenam terlihat sangat bersemangat. Terlebih-lebih lagi Chanyeol dan Sehun, mereka sangat bersemangat hingga berteriak-teriak di dalam mobil!
"Horey! Akhirnya kita liburan juga! Kita akan berlibur di villa di bukit! Yey!" pekik Chanyeol girang.
"Iya ya hyung! Senangnya!" tambah Sehun. Teman-temannya hanya tersenyum melihat tingkah kekanakan dari dua sahabat mereka yang hyper active itu.
2 jam kemudian mereka pun sampai di villa keluarga Kai. Terasa sekali hawa sejuk di sana. Sekarang mungkin sudah menunjukkan pukul 03.30 sore KST.
"Jadi di sini yah tempatnya?" tanya Kris seraya mengamati villa sederhana dengan cat tembok berwarna putih tulang dan kemungkinan adalah villa yang memiliki dua tingkat lantai.
"Em…" Kai mengangguk memberi jawaban.
"Ayo semua! Kita masuk! Kita istirahat di dalam!" ajak Kai. Semua pun setuju dan mengambil tas mereka dari dalam mobil dan mulai masuk ke dalam villa tersebut.
.
.
"Wah, ternyata dekorasinya unik ya! Kebanyakan barang antik kuno yang di pajang di sini. Tapi, ini bagus." Komentar Chen saat mereka memasuki villa itu. mereka melihat barang-barang antik di dalam rumah yang memiliki 2 tingkat lantai itu. Lukisan-lukisan besar, patung-patung, serta guci-guci Cina kuno pun ada di sini.
"Begitulah. Nenekku dulu sangat suka mengoleksi barang-barang seperti ini." Respon Kai.
"Kamar kita di mana Kai?" tanya Kris kemudian.
"Ah, iya. Aku hampir lupa. Hyung, Chen hyung, dan Suho hyung tidur di kamar di lantai atas. Sedangkan aku, Sehun, dan Chanyeol hyung tidur di kamar di lantai bawah." Jelas Kai.
"Oh baiklah." Ujar Suho.
Kris, Chen, dan Suho pun pergi menuju ke lantai atas untuk masuk ke kamar masing-masing.
"Baiklah, ayo kita semua juga ke kamar masing-masing untuk mulai istirahat." ajak Kai kepada Chanyeol dan Sehun. Mereka berdua pun setuju lalu menuju ke kamar masing-masing.
Kamar Kai dan Sehun berhadapan sedangkan kamar Chanyeol di tengah-tengah kamar mereka.
Rombongan Kris pun sampai di lantai atas. Mereka melihat 3 pintu kamar yang bersampingan.
"Baiklah, aku tidur di kamar pertama. Chen, kau di kamar kedua. Sedangkan kau Suho, kau sendiri di kamar ketiga." Kata Kris membagi kamar.
"Baiklah." Chen lalu langsung masuk ke kamarnya yang tadi sudah di tentukan oleh Kris, diikuti oleh Suho yang berjalan menuju ke kamar di sebelah kanan kamar Chen. Kris pun mengikuti teman-temannya yang masuk ke kamar masing-masing.
.
.
KRIET!
BLAM!
"Hm, kamarnya besar juga." Gumam Chen saat sudah memasuki kamarnya. Dekorasinya cukup bagus. Di dalamnya terdapat satu meja nakas di dekat ranjang yang berukuran sedang, lalu terdapat satu lemari besar, dan terakhir bangku yang ada di balkon untuk bersantai.
Chen mulai berjalan mendekati pintu kaca pembatas balkon dengan ruangan kamarnya. Chen membuka pintu kaca itu dan langsung berjalan menuju balkon. Udara yang sejuk khas pegunungan langsung menerpa wajahnya karena memang villa ini terletak di perbukitan.
"Hah, segarnya!" Chen menggenggam pagar balkon itu dan memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya itu. Di hadapannya terpampang sebuah hutan pohon cemara yang berjarak sekitar 1 km dari villa.
Tanpa Chen sadari, ada seseorang yang mengintai gerak-geriknya dari balik salah satu pohon cemara yang ada di hutan cemara itu. Seorang namja bertubuh mungil yang memakai sebuah jubah berwarna putih.
"Mereka ternyata sudah datang… Aku harus segera memberitahu Ratu tentang hal ini." gumamnya lalu melangkah pergi masuk lebih dalam ke dalam hutan tersebut.
"Chen hyung!" panggil seseorang dari luar kamar Chen yang kita ketahui sebagai suara milik Sehun.
"Ne!" Chen tersadar dari posisinya dan langsung berjalan keluar kamar tanpa menutup pintu balkon itu.
+-+-+-EXO-+-+-+
Malam harinya di ruang makan, keenam sahabat itu sedang menyantap makanan mereka yang tadi di masak oleh Kai dan Chanyeol.
"Hm, massitda!" ucap Sehun saat menyantap makan malamnya. Kai hanya tersenyum melihat reaksi Sehun.
"Chen, kau kenapa? Kau terlihat gelisah." Kata Kris saat melihat tingkah Chen.
"Entahlah, aku merasa tidak enak hyung." Jawab Chen lemas.
"Apa kau sakit hyung?" tanya Kai seraya menempelkan telapak tangannya ke dahi Chen.
"Kau tidak panas hyung. Suhu badanmu normal." Ucapnya setelah memeriksa suhu tubuh Chen.
"Aku tidak sakit. Aku hanya…merasa tidak enak. Seperti…akan ada sesuatu yang terjadi." Ucap Chen cemas.
Entah mengapa perasaannya menjadi sangat cemas. Ia merasa sesuatu yang besar dan menakutkan akan menimpa mereka. Tapi, ia tidak tau apa. Seingatnya tadi dia merasa sangat bahagia, tapi kenapa sekarang dia merasa gelisah? Entahlah…
"Sudahlah, mungkin hanya halusinasimu saja. Cepat habiskan makan malammu. Nanti kau sakit." Pesan Kris perhatian. Chen hanya mengangguk lemas lalu mulai menyantap makanannya.
Sementara itu di kamar Chen, seorang namja bertubuh mungil sedang berdiri di balkon kamar Chen. Namja itu berambut hitam, dan bermata sipit dengan pupil berwarna merah. Namja itu mengeluarkan smirk yang mengerikan di wajah manisnya.
Perlahan namja itu melangkah masuk ke dalam kamar Chen lewat pintu balkon yang tidak tertutup.
"Baiklah, sesuai perintah dari master, aku harus menculik namja itu." gumam namja itu seraya mengeluarkan smirk yang sangat mengerikan.
KRIET!
Tiba-tiba pintu kamar itu sedikit terbuka. Namja itu kaget dan langsung membuat tubuhnya menjadi tidak terlihat atau transparan. Chen masuk ke dalam kamarnya setelah tadi makan malam bersama teman-temannya.
"Hah…" ia menghela nafasnya dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
"Kenapa perasaanku tidak enak begini yah?" gumamnya. Ia lalu memejamka matanya, berusaha untuk tidur. Saat Chen memejamkan matanya, namja tadi perlahan-lahan menampakkan tubuhnya yang semula transparan.
Ia menatap wajah Chen yang terbilang tampan itu.
"Khekhe~ maafkan aku namja tampan. Tapi aku harus menculikmu dari sini."
Perlahan, namja itu mengarahkan telapak tangan kirinya ke kening Chen. Ia mengeluarkan cahaya yang mengenai kening Chen. Ternyata cahaya itu adalah sebuah mantra untuk membuat Chen tertidur dengan sangat pulas agar ia tidak merasakan apa pun.
Namja itu segera merangkul Chen. Ia berjalan perlahan menuju balkon. Namja itu memejamkan matanya lalu keluarlah dua buah sayap dari punggungnya. Sayapnya seperti sayap burung gagak, berbulu hitam.
KRIET!
Saat ia akan mengepakkan sayapnya tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dan menampakkan seorang namja bertubuh tinggi dan berambut hitam kelam. Namja itu adalah Sehun.
"Chen hyu " ucapan Sehun terputus saat melihat sosok namja bersayap gagak di balkon kamar itu seraya merangkul Chen yang tertidur. Sontak Sehun membelalakkan matanya kaget.
"Sial!" desis namja itu lalu langsung merebahkan sayapnya dan mulai mengepakkannya untuk terbang menjauh.
"Chen hyung! Mau kau bawa kemana Chen hyung! Chen hyung! Kembali!" teriak Sehun seraya berlari kearah balkon dan terus memanggil nama Chen yang sedang terbang dibawa oleh namja misterius itu.
.
.
"Hyungdeul-saengdeul, apa kalian mendengarnya?" tanya Chanyeol kepada hyung-hyung-nya yang sedang duduk-duduk di ruang tengah.
"Itu…seperti suara Sehun berteriak." Jawab Kai dengan nada bicara yang cemas.
"Sepertinya dari kamar Chen. Ayo kita cek kesana!" ajak Kris dan mereka semua langsung berlari kearah kamar Chen.
Sementara itu di kamar Chen, Sehun tengah terduduk seraya terisak. Ia merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menyelamatkan Chen. Sehun juga merasa bingung, apa dan siapa namja yang membawa Chen tadi? Sepertinya namja tadi bukanlah manusia, tapi apa tujuannya ia membawa Chen? Sehun bingung akan semua pertanyaan yang hinggap di kepalanya.
BRAK!
Tiba-tiba pintu kamar Chen terbuka dengan kasar. Ternyata Kris dan yang lainnya berusaha masuk ke kamar itu. mereka langsung menghampiri Sehun yang sedang menangis di balkon.
"Kemana Chen hyung? Sehun, Chen hyung dimana?" tanya Kai. Sehun hanya menggelang seraya terus menangis.
"Sudahlah Sehun, jangan menangis. Ceritakan apa yang terjadi." Suho memeluk Sehun, berusaha menenangkannya.
"Hiks…hiks… C-Chen…hyung…" ucap Sehun terbata-bata disela tangisnya.
"Chen hyung kenapa Sehun? Ceritakan yang terjadi," desak Chanyeol.
"Aku tidak tau…Hanya saja…Hanya saja saat aku masuk, aku melihat ada seorang namja yang membawa Chen hyung yang sedang tertidur…" ucap Sehun terbata dan tubuhnya bergetar karena takut.
"Siapa? Namja siapa?" tanya Kris bingung.
"Aku tidak tau… Ta-tapi anehnya…namja itu…dia memiliki sayap…"
"Sayap?" tanya mereka kaget dengan bersamaan. Sehun hanya mengangguk lemas.
"Kai, siapa dia? Apa ada orang lain di sini? Ah, bukan, apa ada makhluk lain di sini?" tanya Kris.
"Aku tidak tau hyung. Hanya nenekku yang tau tentang seluk-beluk tempat ini." Ucap Kai seraya menunduk.
"Shit!" rutuk Kris kesal.
"Lalu hyung…a-apa yang harus kita lakukan?" tanya Chanyeol pelan. Mirip seperti sebuah bisikan.
"Entahlah Chanyeol…" Kris memijit keningnya yang terasa seperti berdenyut-denyut itu.
Bagaimana pun dia sangat khawatir pada keselamatan Chen tentunya. Karena selain sahabatnya, Chen juga sudah dianggap seperti keluarganya. Dia juga adalah yang paling tua disini. Harusnya dia bisa menjaga Chen dan yang lainnya, tapi dia adalah orang yang tak becus. Menjaga Chen saja dia tidak bisa. Jika harus disalahkan, dia rela karena memang ini adalah kesalahannya. Dia telah lalai menjaga Chen.
"Maafkan aku hyung…" ucap Kai lirih. Kris melirik Kai sebentar lalu menghembuskan nafasnya dengan berat.
"Aku bisa membantu kalian…" ucap seseorang yang suaranya berasal dari arah samping kanan mereka. Sontak ke-5 namja yang tengah dilanda kebingungan itu segera menoleh kekanan. Terlihat sesosok namja yang sangat manis tengah berdiri di hadapan mereka sekarang.
Namja itu bertubuh mungil, berambut coklat, dan bermata indah dengan pupil berwarna ungu. Namja itu memakai jubah berwarna putih.
"Si…siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba ada disini?" tanya Kris sedikit takut.
"Perkenalkan, namaku Baekhyun. Aku datang kesini karena merasa kalian sangat sedih dan bingung. Aku ingin membantu kalian." Ucap namja manis yang kita ketahui bernama Baekhyun itu.
Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan takjub. Sebelumnya, dia belum pernah bertemu dengan namja semanis ini. Namja bernama Baekhyun ini sangatlah indah di matanya.
"Baekhyun? Makhluk apa kau? Kami tau kau pasti bukan manusia! Cepat beritahu kami kau itu apa!" desak Suho sedikit membentak. Baekhyun tersenyum manis lalu menjawab,
"Aku Baekhyun, seorang EXOpixie. Aku berasal dari Heaven Sweet di dalam hutan sana." Baekhyun menunjuk hutan cemara yang berada tidak jauh dari balkon tempat mereka berdiri sekarang.
"EXOpixie? Heaven sweet?" Chanyeol agak bingung dengan kata-kata yang diucapkan oleh Baekhyun. Baekhyun mengangguk mendengar ucapan-ucapan Chanyeol yang seperti pertanyaan itu.
"Berarti, orang yang tadi menculik Chen hyung itu adalah salah satu dari kalian eoh? Orang yang tadi menculik Chen hyung teman kami itu adalah salah satu EXOpixie yang tinggal di Heaven Sweet kan? Ayo jawab!" Kai langsung naik emosi.
"Hm, sebenarnya iya. Dia memang salah satu dari kami, tapi dia bukanlah anggota dari kelompok kami."
"Maksudmu apa? Jangan membuat kami bingung!" desak Suho –yang telah melepaskan pelukannya dari Sehun-. Sepertinya mereka semua sudah naik pitam.
"Tenang dulu. Kami, EXOpixie, terbagi menjadi 2 kelompok. Yaitu White EXOpixie yang dipimpin oleh seorag Ratu yang memiliki hati yang jernih dan ingin memiliki Heaven Sweet yang aman dan sejahtera untuk semua bangsa pixie. Sedangkan kelompok kedua adalah Black EXOpixie yang memiliki perasaan yang licik. Ingin memiliki Heaven Sweet hanya demi kepentingan pribadi. Dan mereka juga ingin membunuh semua kelompok White EXOpixie." Jelas Baekhyun. "Dan, yang menculik teman kalian tadi itu adalah salah satu dari anggota kelompok Black EXOpixie." Lanjutnya.
"Ya Tuhan! Aku benar-benar tidak mengerti! Akh!" Kris menjambak rambutnya sendiri sekelebat. Pusing, bingung, dan kesal, itulah yang ia rasakan sekarang.
"Lalu, apa hubungan kalian dengan kami? Kenapa Black EXOpixie menculik Chen hyung? Bukankah mereka hanya ingin menghancurkan kalian?" tanya Sehun kemudian.
"Karena…" Baekhyun bingung mau menjelaskan apa. "Lebih baik kalian ikut denganku ke Heaven Sweet, biar Ratu yang menjelaskan semuanya pada kalian." Ajak Baekhyun.
"Bagaimana kita bisa mempercayaimu?" tanya Kai.
"Mugkin kita memang harus mengikuti Baekhyun. Kita harus bisa membawa Chen hyung kembali." Ajak Chanyeol. Kris menghela nafasnya.
"Apa kami bisa mempercayaimu?" tanya Kris memastikan. Baekhyun mengangguk mantap seraya tersenyum.
"Tentu saja." Jawabnya mantap.
"Baiklah, kita akan pergi." Kata Kris kepada teman-temannya.
"Iya, tapi bagaimana?" tanya Suho kemudian.
"Tenang saja, aku punya bubuk pixie. Kalian bisa menggunakan bubuk ini untuk terbang." Baekhyun mengeluarkan sebuah kantung berisikan bubuk pixie dari dalam jubahnya. Baekhyun membuka tali penutup kantung itu lalu mengambil segenggam bubuk yang ada di dalam kantung itu lalu memercikkan sedikit bubuk itu ketubuh Kris, Suho, dan Chanyeol. Dan tanpa di sangka tiba-tiba tubuh mereka mengambang. Mereka terbang!
"Uwow! Bagaimana kami bisa menjalankan tubuh kami ke tempat yang kami mau?" tanya Chanyeol yang sepertinya sedikit kerepotan dengan posisinya yang tidak elit sekarang. Tubuhnya sedikit miring ke kiri. Baekhyun terkekeh melihatnya.
"Hanya fokus dan coba kendalikan mereka dengan pikiranmu. Dia pasti akan menurutinya." Saran Baekhyun. Dan berhasil! Kris dan Suho berhasil mengendalikannya. Sementara Chanyeol, dia masih sedikit kerepotan. Baekhyun kembali terkekeh.
"Cepatlah! Kami bagaimana?" tanya Kai.
"Ah, iya aku hampir lupa." Baekhyun juga melakukan hal yang sama pada Kai dan Sehun. Dan setelahnya mereka juga mengambang seperti yang lainnya. Baekhyun kembali menyimpan kantung itu kedalam jubahnya. Ia memejamkan matanya lalu muncullah dua buah sayap indah berwarna putih dari punggungnya. Mirip dengan sayap angsa.
"Wah… itu sayapmu? Indah sekali." Puji Chanyeol takjub. Sehun juga takjub dengan sayap milik Baekhyun. Sayap yang ia lihat sekarang lebih indah dari pada sayap gagak yang ia lihat di punggung Black EXOpixie tadi. "Kalau begitu lebih baik aku punya sayap saja dari pada harus memakai bubuk pixie yang merepotkan ini!" rutuk Chanyeol. Tiba-tiba tubuhnya terbalik, menjadi kepala dibawah dan kakinya diatas.
"Hey! Kenapa begini?! Seseorang tolong aku!" pekik Chanyeol kaget. Teman-temannya juga tampak kaget. Dengan sigap Baekhyun langsung terbang kearah Chanyeol dan membalik tubuh Chanyeol menjadi posisi sempurna.
"Kau tidak boleh berkata seperti itu pada bubuk pixie, dia bisa marah!" ucap Baekhyun setelah membantu Sehun kembali ke posisi normal.
"Tapi aku kesal, dia susah sekali di kendalikan." Chanyeol mempoutkan bibirnya. Baekhyun tersenyum melihat tingkah Chanyeol.
"Baiklah, aku akan menuntunmu." Baekhyun menggenggam tangan Chanyeol, membuat Chanyeol sedikit terkejut.
"Ayo semuanya! Kita pergi sekarang!" ajak Baekhyun. Semua mengangguk dan langsung memerintahkan agar bubuk pixie itu menuju ke Heaven Sweet tentunya dengan pikiran mereka. Baekhyun menuntun Chanyeol agar terbang dengan baik. Tanpa sadar, Chanyeol mengulum senyum di wajah tampannya.
+-+-+-EXO-+-+-+
"Kalian harus berhati-hati, siapa tau kita akan bertemu dengan Black EXOpixie." Ucap Baekhyun saat mereka sudah berada di depan mulut hutan itu. Mereka semua mengangguk dan mulai waspada. Mereka terbang memasuki hutan itu dengan perlahan. Gelap dan sepi, itulah pemikira pertama mereka tentang hutan ini. Setelah agak jauh masuk ke dalam hutan itu, tiba-tiba Baekhyun berseru,
"BERHENTI!" serunya. Sontak semuanya menghentikan terbangnya dan menatap kearah Baekhyun yang terbang di belakang mereka. Baekhyun langsung terbang ke depan dan menyerahkan tangan Chanyeol ke Kris. Ada sedikit rasa kecewa dalam hati Chanyeol saat Baekhyun melepaskan pertautan tangan mereka. Kris menerima tangan Chanyeol dan menggenggamnya.
Baekhyun makin terbang ke depan sehingga sekarang posisinya adalah Baekhyun berada paling depan melindungi manusia-manusia di belakangnya.
"Keluarlah! Nampak-kan-lah wujudmu! Aku sudah tau kau ada di sini!" ucap Baekhyun seraya menatap ke depan yang sebenarnya tidak ada seorang pun di depannya.
"Kyu~" tiba-tiba terdengar suara yang imut tapi mereka tidak melihat seorang pun yang mengucapkan suara itu.
"Ah, ternyata kau! Cepat nampakkan wujudmu!" Baekhyun tiba-tiba tersenyum manis. Kris dan teman-temannya menjadi bingung.
"Kyu~" suara itu terdengar lagi.
"Ayolah… Nanti aku tidak akan memberikanmu wortel yang lezat!" bujuk Baekhyun. Kris dan teman-temannya semakin bingung.
"Baekhyun-ssi, dia siapa?" tanya Suho penasaran.
"Lihat saja!" jawab Baekhyun seraya tersenyum. Perlahan-lahan, nampaklah sebuah makhluk kecil nan lucu di hadapan mereka. Seekor kelinci putih dengan sayap berbentuk jantung dengan warna merah muda yang berkelap-kelip.
"Kyupit!" Baekhyun membuka pelukannya dan kelinci bernama Kyupit itu segera terbang kedalam pelukan Baekhyun.
"Dia…kelinci ya?" tanya Sehun.
"Iya… Namanya Kyupit." Jawab Baekhyun. "Kyupit, kenalkan mereka semua adalah teman-temanku."
"Kyu~" itu lah yang selalu diucapkan oleh Kyupit.
"Uwah…dia imut sekali…" Kai langsung terbang kearah Kyupit dan mencubit pipi chubby kelinci itu.
"Kyu~" rengek Kyupit. Sepertinya ia sedikit kesakitan.
"Ah, mianhae. Aku mencubitmu terlalu keras ya? Lagi pula siapa suruh kau imut seperti ini?" Kai tersenyum melihat Kyupit.
"Kyu~" Kyupit juga tersenyum.
"Eh, Kyupit bisa tersenyum?" kaget Suho.
"Benar. Disini hewan-hewannya lain seperti di dunia kalian. Bahkan disini ada hewan yang bisa berbicara loh." Kata Baekhyun.
"Jinjja?" tanya Chanyeol tak percaya. Baekhyun pun mengangguk.
"Ya sudah semuanya. Kita terbang lagi. Sebentar lagi kita sampai." Ajak Baekhyun. Semua mengangguk dan mulai terbang lagi.
Kyupit dan Baekhyun terbang di depan, Kai dan Sehun di tengah, sedangkan Kris, Chanyeol, dan Suho di belakang. Chanyeol sedikit cemburu melihat Baekhyun bermain dengan Kyupit di depannya. Hey! Tapi kenapa dia harus cemburu? Kyupit hanya seekor kelinci dan lagi, Baekhyun bukanlah siapa-siapa baginya. Tapi entah mengapa, perasaannya berkata lain.
"Nah, kita sampai." Akhirnya setelah agak lama terbang, mereka sampai di depan sebuah gerbang yang terbuat dari semak-semak yang rapi. Ada sedikit bunga-bunga berwarna merah muda yang tumbuh di semak-semak itu. Gerbang itu sangat tinggi dan besar, bahkan melebihi tinggi mereka semua.
"Apakah ini gerbang menuju Heaven Sweet?" tanya Kris. Baekhyun pun mengangguk. Tiba-tiba Baekhyun mengeluarkan segumpal cahaya berwarna putih dari telapak tangannya dan langsung mengarahkannya ke lubang kunci yang ada di gerbang itu.
Perlahan, gerbang besar itu terbuka. Cahaya yang bersinar langsung menyambut mereka. Saat gerbang itu sudah terbuka sepenuhnya, Kris dan teman-temannya ternganga kaget.
Di depan mereka, terlihat banyak sekali jamur-jamur dan bunga-bunga raksasa yang indah. Terlihat beberapa namja maupun yeoja yang keluar dari dalam jamur atau pun bunga raksasa yang berbeda-beda. Mungkinkah itu rumah mereka? Ya, memang benar. EXOpixie tinggal dalam sebuah jamur raksasa atau bunga raksasa yang mereka sebut sebagai rumah.
Banyak White EXOpixie yang terbang berlalu lalang. Ada juga kuda poni kecil yang terbang di sekitar situ. Banyak tanaman-tanaman yang sangat indah menghiasi tanah-tanah di sini. Sungguh indah. Jauh dari jamur-jamur dan bunga-bunga raksasa, terlihat sebuah istana yang sangat megah dan indah.
"Wow!" gumam Chanyeol takjub.
"Ini…indah sekali…" ucap Kai takjub.
"Pantas saja namanya Heaven Sweet." Gumam Sehun ikut takjub. Kris dan Suho hanya terdiam, sangat takjub dengan pemandangan di depannya.
"Welcome to Heaven Sweet!" sambut Baekhyun. Ia lalu terbang masuk ke dalam kawasan Heaven Sweet diikuti oleh Kris dan teman-temannya.
Saat mereka semua sudah memasuki kawasan Heaven Sweet, pintu gerbang itu tertutup rapat kembali. Para EXOpixie yang terbang segera menghentikan kegiatan mereka dan menatap kearah Kris dan teman-temannya. Bunga-bunga juga begitu, mereka membicarakan sekelompok manusia yang memasuki kawasan mereka ini.
"Apakah mereka adalah manusia penyelamat itu?" bisik bunga mawar kuning ke bunga tulip yang ada di sampingnya.
"Sepertinya begitu. Mereka tampan ya." Balas bunga tulip seraya berbisik juga.
"Wuih, hyung, bunga-bunga itu bisa berbicara." Bisik Sehun ke Kai.
"Menakjumkan!" respon Kai.
"Hey, itu mereka!" bisik seorang EXOpixie yeoja kepada temannya.
"Oh itu mereka?! Manusia penyelamat itu?" Semua EXOpixie yang ada di sana mulai kasak-kusuk.
"Hyung, kenapa mereka semua menatap begitu ke kita?" tanya Chanyeol bingung kepada Kris.
"Entahlah Chanyeollie… Aku tidak tau." Jawab Kris seadanya.
"Kita akan langsung menuju ke istana." Kata Baekhyun tanpa melihat kebelakang. Kris, Chanyeol, Kai, Sehun, dan Suho hanya mengangguk lalu mengikuti Baekhyun dan Kyupit yang terbang cepat menuju istana yang tadi mereka lihat itu.
Tak lama kemudian mereka sampai di depan istana itu. ternyata jika dilihat lebih dekat lebih indah. Batu permata berwarna biru menempel di dinding istana yang berwarna putih itu. Tanaman-tanaman yang indah menghiasi taman di istana itu.
Baekhyun dan Kyupit terbang memasuki istana diikuti oleh manusia yang terbang di belakangnya. Dalam dari istana ini sangat besar dan indah. Sulit untuk di jelaskan.
"Aku kembali, Yang Mulia." Baekhyun dan Kyupit membungkuk saat sudah sampai di depan sebuah singgasana yang sedang di duduki oleh seorang yeoja dengan gaun putih yang indah dan sayapnya lebih indah dari pada sayap EXOpixie yang lain. Sayapnya berwarna putih berkilau, seperti sayap seorang dewi.
Yeoja cantik dengan rambut coklat bergelombang dan pupil mata berwarna merah muda itu tersenyum manis lalu bangkit dari singgasananya.
"Selamat datang!" sambut yeoja itu ramah.
"Annyeonghaseoyo!" Kris dan teman-temannya membungkuk memberi salam. Yeoja itu menganggukkan kepalanya lembut.
"Terima kasih Baekhyun sudah mau mengantar mereka." Ucap yeoja itu lembut.
"Sudah menjadi tugasku, Ratu Sunny." Jawab Baekhyun sopan.
"1..2..3..4..5..." Ratu Sunny menghitung jumlah manusia yang ada di depannya.
"Kenapa hanya 5? Bukankah harusnya 6?" tanya Ratu Sunny sedikit bingung.
"Itulah masalahnya Yang Mulia. Salah satu dari mereka telah diculik oleh Xiumin, anggota kelompok Black EXOpixie sebelum aku sampai di tempat mereka." Jelas Baekhyun.
"Dan kami berada di sini untuk meminta pertolongan Anda untuk menolong sahabat kami." Timpal Kris. Ratu Sunny tersenyum,
"Tentu saja aku akan menolong kalian." Jawab Ratu Sunny lembut.
"Tapi sebelumnya, marilah kita semua beristirahat dan bertemu dengan yang lainnya." Ajak Ratu Sunny. Kris dan yang lainnya setuju.
Mereka di tuntun oleh Baekhyun menuju kamar milik Baekhyun yang ada di istana itu. Kamar Baekhyun sangat indah dan rapi, semua propertinya berwarna putih. Baekhyun membuka lemarinya dan mengambil 5 baju untuk dikenakan oleh Kris dan teman-temannya.
"Ini bajuku. Kalian pakailah." Baekhyun membagikan baju-baju itu.
"Terima kasih Baekhyun-ssi." Ucap Chanyeol.
"Ah, tidak usah memanggilku dengan embel-embel ssi, cukup Baekhyun saja."
"Ah, iya Baekhyun." Chanyeol dan Baekhyun tersenyum. Baekhyun langsung melepaskan jubahnya dan menghilangkannya dengan kekuatannya. Sekarang terlihat sudah bagaimana pakaian Baekhyun. Ia memakai celana panjang berwarna putih, baju lengan panjang yang juga berwarna putih dengan renda di kedua sisi garis tengah baju itu. Baekhyun terlihat sangat manis.
"Kalau begitu aku keluar dulu. Cepatlah berganti baju!" Baekhyun pun terbang keluar dari kamar.
+-+-+-EXO-+-+-+
Mereka sekarang tengah berkumpul di sebuah ruangan. Kris dan teman-temannya sudah di perkenalkan oleh Baekhyun dengan EXOpixie yang lain yang tinggal di istana. Sekarang mereka duduk di sebuah meja berbentuk lonjong yang melayang di udara. Kris duduk di depan Tao, Kai di depan Kyungsoo, Suho di depan Lay, Sehun di depan Luhan, dan Chanyeol duduk di depan Baekhyun. Tinggal satu kursi kosong. Kursi itu adalah kursi Ratu Sunny.
Tak lama kemudian Ratu Sunny datang dan lansgung duduk di kursinya.
"Selamat datang semua!" sapanya lembut.
"Yang Mulia!" mereka semua menunduk memberi hormat.
"Para Manusia Penyelamat, selamat datang!" ucap Ratu Sunny kepada Kris dan teman-temannya.
"Maksudnya apa Yang Mulia?" tanya Suho bingung. Ratu Sunny tersenyum.
"Kalian akan mengalahkan Black EXOpixie, menyelamatkan Heaven Sweet." Kata Ratu Sunny.
"MWO?"
=TBC=
G4j3 d3h 4h! #4L4y# Gimana? Gimana? Tetep gaje kan? Hah, udh deh Lalla gak tau mau ngomong apa lagi. Makasih buat yg udh mw baca ff gaje Lalla ini #bow#. Bagi yg suka en minta di lanjut, silahkan komen ne?! ^_^
Gamsahapnida! (_ _) #deep bow#
