©Tittle : FF/A thousand years I love you/remake ff/BL/YAOI/KYUMIN©

©Pairing : KYUMIN DAN HAEHYUK^^

©Author : aulia dika(cho hyunhee)

©Disclaimer :

This ff is mine, but kyuhyun is belong to sungmin & sungmin belong to kyu^^

But other cast is belong to god, REMAKE ff dari anime Ask dokter rin, ide ambil sedikit dari salah satu adegan dikomik, hanya saja ceritanya aku buat lagi.

©Genre : fantasy,romance AU, and other maybe.

©Warning :

oh ya, ini ff hanya imajinasi ya, maaf kalau ceritanya jelek, REMAKE ff dari anime Ask dokter rin, ide ambil sedikit dari salah satu adegan dikomik, hanya saja ceritanya aku buat lagi, jangan bash ffku ya? Aku mohon bgt untuk hargain hasil karya aku, walau aku tau itu karya yg jelek, tapi aku usahain ini bisa dibaca dan dinikmati, aku mohon kasih comment ne? aku masih author yang banyak belajar jadi tolong kasih saran apa yang kurang dari ffku, sekali lagi ini bukan ff plagiat, kalau ada kesamaan tempat cerita dan lain2 tolong dimaafkan karena saya hanya manusia biasa yang banyak kekurangan, selamat membaca deh, maaf bawel.

TYPO DIMANA2, TDK SESUAI EYD, AU, GAJE

Length : two shoot

©Rating : T+

©Cast :

*lee sungmin as sungmin

*cho kyuhyun as kyuhyun

*lee donghae as donghae

*lee hyukjae as eunhyuk

*and other cast

DON,T LIKE DON'T READ

THIS IS MY FF

NOT PLAGIAT

Don't be silent readers ok? Simple?

ENJOY^^

HAPPY READING…

pagi hari kini menyambut dengan ceria, tepatnya dikota Seoul, Korea selatan. Kehangatan pagi menyambutnya dengan riang , semua orang yang akan menjalankan aktifitasnya mulai dari mengantarkan Koran, susu dan juga yang lainnya.

Dan pagi hari juga menjadi saat dimana semua pelajar SMA (senior high school) memulai untuk bangkit dari tempat tidurnya dan siap - siap untuk belajar, tak terkecuali Lee sungmin. Dia adalah seorang namja yang sangat ceria, walau kadang ia merasa sedih dengan hidupnya, namun ia tetap tersenyum dan bangkit dari kasurnya yang cukup sederhana, ia hanya tinggal bersama hyungnya, Lee teuk. Karena orang tua sungmin dan lee teuk keduanya telah tiada, sehingga kini sungmin dan lee teuk hanya tinggal berdua disebuah rumah yang menjadi peninggalan orang tua mereka, dan membiayai hidup mereka berdua dengan banyak pekerjaan, walau keduanya masih sekolah.

Untung saja otak sungmin sangat genius, sehingga lee teuk tak usah pusing dan bingung lagi dengan masalah biaya sekolah sungmin karena sungmin memiliki beasiswa, dan dia juga tak pusing dengan biaya sekolah untuk dirinya sendiri, karena ia mendapatkan beasiswa dari tempat kuliahnya.

"hyung…, apakah persediaan makanan kita masih ada?" Tanya sungmin pada leeteuk yang sedang membuka kulkas untuk mengambil bahan – bahan makanan.

"hmm…, aku rasa masih cukup untuk kita gunakan untuk se-minggu kedepan" Jawab leeteuk sembari tersenyum kearah sungmin yang sedang duduk dimeja makan.

"jinjja? Kau yakin hyung? Biar aku nanti belanja lagi ne? aku baru gajian.." Sungmin menatap leeteuk dengan tatapan aegyo miliknya, karena jika lee teuk tidak diberikan tatapan itu, lee teuk pasti akan menolak permintaannya.

"eemmm.., baiklah.. :)" Jawab lee teuk dengan senyuman malaikatnya.

"bagus , nanti setelah pulang sekolah aku belanja hyung, tapi hyung hari ini buat makalah lagi ?" Tanya sungmin.

"ne.., dirumah Heechul.., kau mau ikut?" Tanya lee teuk.

"eh? Tapi.."

"sudahlah.., ikut !?" Tanya leeteuk.

"baiklah.., aku ikut hyung.." sungmin menjawab dengan senyuman manisnya pada ajakan leeteuk.

"bagus.., hyung berangkat dulu ne?" Tanya leeteuk sembari berjalan meninggalkan sungmin.

"hati2 ya hyung.., aku juga sekolah dulu ne?" Jawab sungmin yang mengantarkan leeteuk kedepan rumahnya.

"hyung juga berangkat! annyeong!" Leeteuk pergi ke-campusnya dengan menggunakan sepeda peninggalan orang tuanya, sungmin juga berangkat dengan sepedanya.

#################

Sungmin pov

Hari memang terlihat sangat cerah, akupun semakin mempercepat laju sepedaku menuju sekolahku.

'la…la…la'

Memang sudah kebiasaanku untuk bersenandung sebelum sampai kesekolah, apalagi jika hari sedang cerah seperti ini, aku akan semakin senang jika bersenandung. Kutatap langit yang begitu cerah dan menyenangkan, rasanya seperti menghirup aroma kebahagiaan matahari jika aku melakukan hal ini.

Walaupun aku harus hidup tanpa orang tua, namun aku sangat bahagia memiliki leeteuk hyung disisiku sekarang, aku benar – benar sangat bahagia, namun aku juga memiliki rahasia besar dalam hidupku, bahwa aku ditakdirkan hanya memiliki satu jodoh, dia adalah seorang yang bisa mengubah hidupku, aku juga tidak tau itu sebuah ramalan atau apa, yang pasti itu yang dikatakan oleh hyung padaku dari aku kecil.

Aku yang hidup sederhana ini juga memiliki pekerjaan sampingan, apakah kalian bisa menebak pekerjaan aku itu? Ya.., aku memang bekerja sebagai ahli dalam feng-shui, atau dalam bahasa china, itu adalah ahli meramal dari china, hanya orang orang tertentu saja yang memiliki kekuatan dapat meramal seseorang, dan itu termasuk aku. Aku mendapatkan kekuatan ini juga karena garis keturunan nenek moyangku yang seorang ahli feng-shui asli china.

Aku telah membuka suatu usaha, yah.., tidak jauh dari keahlianku ini. Aku menjadi seorang peramal feng-shui china disekolah, aku melakukannya didunia online agar tidak ada yang tau identitas asliku dan dengan cara ini aku bisa bebas dimanapun aku berada untuk meramal orang lain.

Eumm, seperti biasa. Setiap aku naik sepedaku.., aku selalu memperhatikan seseorang, dia sangat eumm, tampan. Namun aku tau aku tak mungkin bisa mencintainya apalagi menjadikannya kekasihku, hufft, itu hanya hayalan yang tidak akan tercapai.

Aku sadar aku ini laki – laki, mana mungkin aku bisa mencintai namja se-sempurna dirinya.

kulitnya yang putih pucat, matanya yang tajam seperti onyx, bibir pinknya yang tebal dan juga tubuhnya yang se-tinggi 180 membuatnya terlihat sempurna dan rambutya yang berwarna cokelat, aigo~ kenapa aku malah terlihat seperti memujinya? Aissh!.

'BRUKKK'

Kyaa! Kenapa aku malah tersandung batu dan jatuh dari sepeda, babo! Babo! Ini pasti gara – gara memperhatikannya dan aku lagi – lagi (?) melamun, aku hanya merutuki nasibku yang sial pagi ini, aissh! Kau ini selalu saja berbuat ceroboh dihadapannya, kapan aku tidak ceroboh lagi? . Huh~, menyebalkan! Sudah dari TK aku terlihat babo dihadapannya, bahkan sampai SMA aku begitu ceroboh dihadapannya.

Aku juga tak mengerti apa yang salah dariku, jika ada dihadapnnya aku pasti selalu berbuat ceroboh, entah itu memang sudah takdir atau ada yang salah dengan otakku dan sikapku selama ini, huh~ kalau sudah jatuh begini dia pasti menolongku, dan hanya bilang 'lain kali hati – hati' sebenarnya aku sangat malu kalau dia berbicara seperti itu, bahkan dia sudah hafal dengan kecerobohan yang aku buat, namun hal itu yang membuatku merasa semakin dekat dengannya, bahkan aku merasa jarak diantara kami sangat dekat dan membuat jantungku ingin meledak.

Dia kini mulai mendekatiku, aissh! Lagi – lagi aku harus dibantu olehnya, benar – benar hal yang menyebalkan!.

"lain kali hati – hati ya hyung.." Ia tersenyum manis padaku, aku tau dia hanya menghormatiku sebagai sunbaenya, aigo~, kenapa aku berharap lebih dari kau Cho kyuhyun.

"ah, ne.., gomawokyu.." Jawabku dengan membalas senyuman semanis mungkin.

Ia mulai mengulurkan tangannya karena melihatku yang terjatuh, aish! Mau tidak mau aku harus menerima uluran tangannya, dia tersenyum lagi padaku.

Deg..

Deg..

Jantungku benar – benar tak bisa kukendalikan, mataku kini beradu tatapan dengan matanya, dan tangan kami-pun bertautan, ia membantuku berdiri dan aku benar – benar merasa bahagia, hariku yang menyebalkan benar – benar telah kulupakan karena dirinya yang kini ada dihadapanku.

Sungmin pov end

Author pov

Sungmin kini tak bisa lagi mengendalikan perasaannya, ingin sekali ia berlari dan menghindari seorang namja yang ada dihadapannya, namja yang diketahui bernama cho kyuhyun, sungmin yang tak bisa mengendalikan dirinya hanya bisa ber-blushing ria dan hanya bisa menundukan kepalanya karena malu menatap kyuhyun yang notabennya adalah hoebenya atau juniornya, hanya karena ke-geniusannya, kyuhyun bisa setara dengan sungmin yang duduk dibangku kelas 2 SMA sapphire blue, kyuhyun diam – diam menyelipkan satu perasaan didalam hatinya, yaitu mencintai sungmin, walau kyuhyun masih belum menyadarinya, karena kyuhyun juga tau, tidak mungkin jika sesama namja berpacaran atau saling mencintai sebagai kekasih.

"gomawo kyu.." Sungmin tersenyum kembali.

"ah, cheonma, sepertinya kakimu terluka hyung.., bagaimana jika aku yang mengantarmu kesekolah, lagipula kita satu sekolah hyung.." kyuhyun sebenarnya agak ragu untuk melakukannya, namun dia memberanikan diri untuk melakukannya.

"b-baiklah, boleh kyu.." Jawab sungmin gugup.

"kajja.." kyuhyun mengambil sepeda sungmin dan duduk dikemudi depan, sementara sungmin yang kakinya kini terluka terpaksa harus duduk dibelakang untuk dibonceng oleh kyuhyun.

"gomawo.." Jawab sungmin lirih.

"gwenchana.., peluk aku hyung.., agar tidak jatuh.." Pinta kyuhyun.

"ta..tapi.." sungmin semakin bingung harus bersikap apa.

"palli.." Pinta kyuhyun lagi.

"n..ne..baiklah.." Dengan gugup sungmin mau memeluk tubuh kyuhyun.

"kajja!" Kyuhyunpun langsung melesat dengan cepat, sampai – sampai sungmin harus memeluknya dengan erat.

"yaak! Cho kyuhyun! Pelan - pelan.." Namun kyuhyun tak menggubris kata – kata sungmin, karena ia malah bertambah senang jika melihat sungmin memeluknya erat, dan kyuhyunpun malah makin mempercepat laju sepedannya.

**** (^w^) ****

"jja!, kita sudah sampai disekolah dengan selamat hyung..hehe" Kyuhyun hanya bisa menahan ketawanya melihat rambut blonde sungmin yang kini sudah sangat berantakan tak karuan seperti habis terkena badai yang tak berujung.

"huweekk.." Sungmin yang merasa sangat pusing kini hanya merasa ingin muntah, karena kyuhyun telah mengendarai sepeda sungmin dengan kecepatan 150 km/ dtk, dan itu yang membuat sungmin merasa sangat mual.

"eh? Waeyo hyung? Kau terlihat sangat pucat?" Dengan wajah yang polos, kyuhyun yang mempunyai julukan tersembunyi dirumahnya ini tersenyum evil melihat sungmin yang sangat terlihat buruk dan tak dapat dikatakan lagi, sungmin terlihat seperti orang habis terkena badai kumbang, ck. Julukan tersembunyi itu adalah si- evil maknae, bagaimana tidak sungmin dikerjai kyuhyun yang sebenarnya ada maksud terselubung pada hyungnya yang terlihat manis dimatanya.

"hueek.., aku..hueek, mual kyu.." Sungminpun lari kebelakang pohon didekat taman disekolahnya dan begitu saja memuntahkan makanan yang baru saja dia makan bersama leeteuk.

"eh? Gwenchana hyung?" Kyuhyun menghampiri sungmin yang terlihat sangat pucat sambil muntah, kyuhyun dengan reflex mengurut bagian tengkuk sungmin agar sungmin merasa baikan.

"a..aku..ti..dak apa kyu.., gomawo.." Sungmin tersenyum tipis menahan pusing yang diakibatkan kyuhyun tadi.

"jinjja? Kita harus ke UKS hyung, kau sangat pucat.." Kyuhyun membopong sungmin untuk duduk disebuah bangku, jam sekolahpun masih 30 menit lagi, sehingga kyuhyun dan sungmin masih bisa santai sebentar sebelum masuk kelasnya.

"aku tidak apa kyu.., kau terlalu menghawatirkanku :)" Sungmin tersenyum pada kyuhyun.

"hyung.., selama ini kita tak pernah sedekat ini, aku bersyukur tuhan mempertemukan kita. Walau dengan cara yang cukup aneh dan kurang baik seperti dulu kita TK, kau ingat?" Kyuhyun menatap langit dan menerawang kejadian dahulu, saat pertama kali ia bertemu dengan sungmin.

*flash back*

"sungmin~ahh! Cepat oper bolanya pada hyung!" Teriak leeteuk pada sungmin yang sedang merebut bola dari donghae dan eunhyuk yang menjadi teman sekelas, sekaligus temannya dalam bermain bola.

"sebental hyung.." Teriak sungmin yang sedang berusaha menedang bola yang ia dapat dan berusaha mengoper pada leeteuk.

'plettak'

Bukannya sampai kekaki leeteuk, namun bola itu sampai dengan mulus kekepala kyuhyun yang sedang asik berpacaran dengan PSP milikknya, kyuhyun yang terkena bola hanya bisa menatap dingin kearah bola dan kepada orang yang sedang ingin mengambil bolanya, yaitu sunbaenya, sungmin.

"k..kyu.., mian.., aku tidak sengaja.." Sungmin hanya bisa menundukan kepalanya dengan sedih dan merasa bersalah pada kyuhyun.

kyuhyun yang masih dalam posisi berlutut karena mengambil bola hanya bisa manatap bola itu dengan datar, dan bergantian menatap kearah sungmin, seperti merasa dejavu, kyuhyun dan sungmin merasakan perasaan dimana dia pernah bertemu sebelumnya, dan mata mereka yang saling menatap tak terelakan lagi.

Dinginnya musim, panasnya musim, kini tak terasa untuk tubuh mereka, anak berumur 5 tahun yang kini bersama kini masuk dalam satu ruangan kegelapan, entah itu ruangan apa, kyuhyun menjatuhkan bola itu dan menghampiri sungmin yang masih saja menatap mata onyx milik kyuhyun.

"min.." kyuhyun hanya bergumam pelan.

"kyu.." Sungminpun melakukan hal yang sama.

Mata mereka beradu, seperti kerinduan ratusan tahun yang telah mereka rasakan, kerinduan yang begitu dalam, kerinduan yang merengkuh diri mereka, dan kerinduan yang begitu hidup dalam hati mereka, kerinduan yang tak dapat dirasakan oleh orang lain.

Kyuhyun yang saat itu msh berumur 4 tahun hanya bisa mendekat dan merengkuh tubuh sungmin, seperti magnet yang menjadi penyeimbang cuaca dan kehidupan dalam bumi, mereka saling melekat dan melengkapi, memang untuk anak seumuran mereka, itu adalah hal yang sangat tabu, karena kyuhyun juga masih belum mengerti perasaan itu.

*flash back off*

*back now*

"kau ingat kan hyung? Haha, aku masih belum mengerti perasaan itu.., dan sudah tak terasa itu kejadian 12 tahun yang lalu ya hyung.." Kyuhyun tertawa masam, ia memang masih penasaran dengan kejadian itu, ia yang masih terlalu kecil, atau kyuhyun yang memang masih mengingat kejadian langka itu.

"ah..i..itu.., aku ingat kyu.." Sungmin kembali membalas tatapan kyuhyun padanya, namun kali ini lagi – lagi sungmin tertunduk malu dan ber-blushing ria.

"hyung.." Kyuhyun memanggil sungmin dengan nada yang sangat lembut.

"eumm?" sungmin mengangkat wajahnya, seperti ada gambaran oranglain dalam tubuh sungmin dimata kyuhyun, kyuhyun benar – benar seperti melihat orang lain hanya saja wajahnya sama dengan sungmin.

"Minnie.." Kyuhyun memanggil nama orang yang ia lihat dalam diri sungmin.

"eh? Minnie?" Sungmin hanya bisa bingung dengan kata – kata kyuhyun.

"Minnie..saranghae.., aku tau.., walau bulan tak mengizinkan kita bersama, namun darah dalam cinta kita tak akan berhenti mengalir…" sungmin semakin bingung dengan kata – kata kyuhyun.

Kyuhyun semakin mendekatkan jaraknya pada wajah sungmin, dan tak lupa mendekatkan jarak tubuh mereka, kyuhyun menatap lekat mata sungmin.., mata foxy yang sangat indah menurutnya, tanpa sadar kyuhyun mendekatkan bibirnya dengan bibir sungmin.

'JDUAARR'

Seperti bunyi petir yang menggelegar, kyuhyunpun terhempas menjauh dari sungmin yang juga ikut terlempar, seperti ada suatu dinding yang memisahkan mereka, karena disaat bibir mereka akan bertautan, seperti suatu sengatan, mereka berdua terlempar karena petir yang tampaknya sangat mustahil, karena pagi sangat cerah.

'apakah dia jodoh yang dikatakan nenek moyang untukku? Jodoh yang tak akan pernah bisa dipersatukan untukku?'

TBC

maaf ya..

aku ini masih baru aja nulis di , jdi maklumin aja kesalahan aku, karena aku ga tau cara penulisan ini hrs gmn, aku msh baru, SORRY FOR TYPO and aku juga minta maaf kalau ga sesuai EYD krn author msh belajar, jdi harap maklum,, AKHIR KATA REVIEW PLEASE

JGN JDI SILENT PLEASE