Happy 27th birthday, Robert Douglas Thomas Pattinson! Where's the time gone? I still remember correctly when he's 21 y/o.

Anw, aku berharap hidupmu menjadi lebih bahagia dari sekarang ini. Dan yang paling aku harapkan adalah, segera menikah dengan Kristen Stewart dan punya TGC. Lol Kate dan William yang sebentar lagi punya momongan saja aku tidak segembira ini,tapi kalau TGC lahir, bisa menjadi salah satu sejarah dalam hidupku.

Dan, kali ini aku akan berusaha membuat sebuah kisah baru tentang Edward dan Bella. Hope you like it, guys..

Enjoy!


Prolog

Seumur hidupku aku tidak pernah percaya tentang cinta pada pandangan pertama. Jangan salah, aku bukan dibesarkan di keluarga yang kurang cinta. Justru keluargaku bisa dibilang keluarga yang sempurna. Meski aku bukanlah anak kandung salah satu dari mereka berdua.

Orang tua kandungku bercerai saat aku masih sangat kecil jadi aku tidak sempat mengingat bagaimana Ayahku. Yang aku tahu, kami punya nama yang sama. Dan aku juga tidak ingin mencari tahu hal lainnya. Aku pernah tidak sengaja mendengar Ibuku Esme dan suaminya sekaligus satu-satunya ayah yang ku kenal Carlisle, membicarakan Ayah kandungku. Mereka bilang kalau Ayah kandungku ternyata sudah menikah dan mempunyai kehidupan sendiri.

Pasti kau pikir hidup dengan keluarga yang penuh dengan cinta akan membuatku percaya dengan keajaiban cinta dan sebagainya. Tapi kenyataan yang kualami tidaklah begitu. Tidak sampai aku bertemu dengan seseorang. Seseorang yang akan membuat hidupku jungkir balik. Seseorang yang akan membuat pandangan hidupku tentang cinta sejati berubah. Seseorang yang akan merubah hidupku.

Banyak teman-temanku yang menganggapku sebagai playboy. Julukan dari mana aku sendiri tidak tahu. Aku memang sering pergi dengan teman wanita, tapi bukan untuk "bersenang-senang" seperti yang mereka bicarakan. Aku hanya sedang mencari sesuatu, sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa itu.

Aku selalu mengajak mereka ke sebuah restoran yang sama. Setiap makan malam dengan mereka aku berusaha menemukan sesuatu yang bisa menarik perhatianku. Tapi hasilnya nihil. Selesai makan malam aku selalu mengantar mereka pulang, tanpa ucapan ataupun ciuman yang menjanjikan—well, tanpa ciuman sama sekali sebenarnya—aku langsung bergegas pulang. Lalu, dari mana julukan playboy itu bisa melekat padaku? Okay, mungkin karena aku selalu pergi ke restoran yang sama dengan wanita yang berbeda-beda. Tapi bukankah kau tidak bisa menghakimi seseorang hanya karena melihat luarnya saja? Mungkin teori itu tidak berlaku untukku.

Saat aku bertemu dengannya, dunia seolah berhenti. Seolah-olah hanya aku dan dia yang ada di dalamnya. Aku tidak bisa melihat ke yang lain setelah aku melihat matanya yang dalam, lembut dan menghanyutkan. Seperti menyimpan sejuta rahasia di dalamnya. Dan disitulah hidupku berubah. Dipertemuan kami yang tidak disengaja.

Tapi Tuhan tidak membuat hidupku semudah itu. Aku harus berjuang agar akau bisa bersama dengannya. Dan saat aku sudah akan bersama dengannya, sesuatu muncul dan menyebabkanku untuk berusaha dua kali lebih keras lagi. Mungkin ini hukuman untukku, tapi aku tidak akan mengeluh. Akan kulakukan apapun agar aku bisa bersama dengannya selamanya.

Karena pada dasarnya, cinta itu bukanlah sumber bahagia dalam hidupmu. Tapi jika tidak ada cinta di dalam hidupmu, kau akan menjadi manusia yang paling menderita di dunia.


Well, thought?

Klik review dan beritahu aku apa yang ada dalam pikiran kalian.

Untul then, laters…

Love,

B