Title : Sunshine

Author : KaRa BngtnGirl

Genre : Straight, Romance, Sad

Rated : K

Cast :

- Yeon Ji Ae (oc)

- Park Jimin (BTS)

- Yeon Eun Soo (oc)

- Yeon Hye Sun (oc)

Disclamer :

FF ini merupakan FF pertama Author. Jika ada kesamaan dengan cerita/FF lain, bukan merupakan suatu kesengajaan. Karena FF ini murni dari hasil pemikiran saya sendiri. NO PLAGIAT ! (hargai karya Author)

Happy Reading Guys ^^

.

Chapter 1

####

^Street...

(AUTHOR POV)

Jalan panjang yang telah menjadi putih karena krystal-krystal es yang berjatuhan dari langit, terasa akan cukup dingin bagi siapa pun yang melintas. Terlepas dari keadaan itu, terlihat seorang yeoja cantik sedang mengemudikan mobil sport merah dengan kecepatan tinggi. Entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang, yang jelas yeoja cantik itu hampir sampai ke tempat tujuannya.

^Home...

Dengan expresi datar, yeoja itu turun dari mobil. langkah kaki jenjangnya secara bergilir berjalan menuju ke dalam rumah. Sesampainya di ruang tamu, terlihat seorang wanita paruh baya duduk di sofa yang sedang sibuk mengetik pada keyboard laptop putih dihadapannya. Tanpa basa-basi atau pun menyapa, yeoja cantik itu langsung melangkahkan kakinya menuju tangga.

"Ji Ae" kata wanita yang sedari tadi duduk di sofa dengan cukup keras, yang seketika membuat langkah Ji Ae terhenti.

ne, yeoja cantik itu bernama Ji Ae, lebih tepatnya Yeon Ji Ae. Dia adalah seorang anak dari keluarga kaya. Ia mempunyai seorang eomma dan seorang yeodongsaeng. Ji Ae kuliah di Universitas swasta ternama di Seoul, Korea Selatan. Ia mengambil jurusan ekonomi, sekarang usianya 20 tahun. Siapapun yang melihat Ji Ae akan beranggapan jika ia memiliki sifat yang pendiam dan kasar.

Wanita paruh baya yang merupakan eomma dari Ji Ae bernama Yeon Hye Sun. Suaminya telah lama meninggal karena kecelakaan pada saat Ji Ae dan adiknya masih berumur 1 tahun. Hye Sun sekarang telah berusia 48 tahun, walaupun begitu wajahnya masih terlihat cantik dan muda.

"tidak bisakah kamu berhenti?" lanjutnya terhadap Ji Ae dengan nada penuh penekanan pada setiap kata-kata yang ia lontarkan, sembari mengambil sebuah amplop putih lalu melemparnya kelantai.

Tanpa menoleh ataupun membalikkan badannya, Ji Ae mulai melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tanpa memperdulikan apa yang dikatakan oleh eommanya. Hye Sun yang melihat kelakuan anaknya itu seketika terbawa emosi, ia lalu menghentakkan jari tangannya cukup keras pada keyboard laptop lalu berdiri dan berkata dengan keras.

"kapan kamu dapat mengubah sikap burukmu itu, aku bosan harus selalu ke kampus hanya untuk mendengar hal-hal yang memalukan".

Ji Ae yang mendengar perkataan eommanya itu pun menghentikan langkahnya kembali dan tanpa menoleh Ji Ae berkata dengan nada yang terkesan datar namun sedikit penekanan.

"hh… Kalau begitu jangan dengarkan dan jangan datang… eomma".

Setelah selesai berkata Ji Ae lalu melangkah kembali menaiki tangga tanpa berkata apapun lagi. Meninggalkan eommanya yang hanya dapat terpaku dengan amarah yang tertahan.

####

^Street...

(AUTHOR POV)

Cuaca yang cukup cerah, dengan udara yang dingin. Seperti biasa Ji Ae mengemudikan mobil sport merahnya dengan kecepatan tinggi, menuju kesebuah tempat.

^Campus...

Setelah sampai Ji Ae melangkah masuk ke dalam, namun langkahnya terhenti ditengah lorong kampus, karena ia terhalang oleh tiga orang namja.

"mana tugasnya ?" Tanya seorang namja kepada seorang namja culun dihadapannya.

"jeo...jeongmal mianhae..aku belum selesai mengerjakannya, karena tugasnya terlalu banyak" jawab namja culun itu dengan wajah pucatnya karena ketakutan, sembari memberikan makalah yang isinya belum lengkap.

"mwo? neo? itch…" namja yang mempunyai tugas itu berkata dengan amarah yang dia tahan.

"aa...sepertinya kau belum memakai make-up" kata seorang namja yang merupakan teman si pemilik tugas dengan smirknya.

Tanpa banyak berkata lagi dua namja itu langsung memegang namja culun dan berniat memukulnya.

Namun, sepasang tangan dengan sigap memegang tangan kedua namja itu.

"dasar bodoh, apa kalian sebodoh itu eo?" ucap Ji Ae dengan tatapan tajam kearah kedua namja dihadapannya.

"mwo?" kata namja pemilik tugas itu spontan dengan balik menatap tajam kearah Ji Ae.

"lebih baik jangan ikut campur" teman namja itu berkata sedikit meninggikan nada suaranya.

"hh… Jinjja" kata Ji Ae dan seketika langsung menghajar kedua namja tersebut lalu membantingnya ke lantai. Kedua namja itu hanya dapat menahan sakit pada sekujur tubuhnya.

Sejak SMP Ji Ae telah mengikuti beladiri taekwondo, dan atas kerja kerasnya ia telah berhasil mendapatkan sabuk hitam. Ji Ae di kampus cukup terkenal dengan kekasarannya. Karena dia tidak segan-segan menghajar orang-orang yang membuatnya marah, bahkan kata-katanya yang ia lontarkan pun cukup kasar.

"otak udang seperti kalian, hanya akan menjadi sampah, aku bahkan tidak dapat mambayangkan bagaimana nantinya kalian akan hidup" kata Ji Ae dengan smirknya.

"kalian menghalangi jalanku?" lanjutnya dengan nada dan ekspresi datar.

Kedua pria kasar itu seketika langsung pergi dengan sedikit tersendat-sendat karena tubuh mereka yang masih terasa sakit.

"go...gomawo...jeongmal gomawo..." si namja culun berkata dengan wajahnya yang masih terlihat sedikit pucat.

Ji Ae menatap tajam kearah namja culun disampingnya.

"aku hanya ingin memukul orang saja, dan jika sekarang kau tidak pergi aku juga tidak segan-segan..." kata Ji Ae yang belum selesai dengan perkataannya karena namja culun memotong perkataannya.

"n… neo" kata namja culun itu spontan sedikit terbata-bata dan seketika langsung lari terbirit-birit.

Ji Ae dengan ekspresi datarnya kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

^Economic Class...

"jadi, dengan kelemahan uang komoditas, akhirnya, sistem pembayaran berevolusi sampai sekarang" jelas seorang dosen y6ng sedang asik menjelaskan materi kepada semua muridnya.

Dosen tersebut seketika menghentikan penjelasannya karena melihat salah seorang mahasiswi yang sedang tertidur.

"Ji Ae" kata dosen dengan keras.

Ji Ae pun bangun dengan santai seperti tidak melakukan suatu kesalahan apapun.

"jadi dari tadi kamu tidak memperhatikan saya disini?" kata dosen itu dengan sedikit meredam emosinya.

"mianhanda, tapi saya mendengarkan" jawab Ji Ae dengan nada terkesan datar tanpa merasa bersalah.

"ok, jika kamu mendengar, mengapa uang komoditas tidak memiliki nilai yang stabil?" kata dosen itu terkesan menantang.

"karena nilainya berfluktuasi sesuai dengan pasokan dan permintaan untuk komoditas tersebut" jawab Ji Ae dengan lancar.

Dosen itu pun hanya dapat terdiam dan kembali melanjutkan penjelasannya.

2 jam telah berlalu menandakan jam kuliah telah selesai. Semua mahasiswa dan mahasiswi pulang kerumahnya masing-masing. Tidak terkecuali Ji Ae, ia menuju ke mobilnya dan bermaksud untuk pulang.

^Park Campus...

Setelah sampai di tempat parkir, Ji Ae menghentikan langkahnya tepat di samping mobil sebelah kanan dengan jarak yang sedikit jauh dari mobilnya. Terlihat seorang namja sedang berdiri sambil menyandarkan badannya di samping kanan mobil sport Ji Ae. Seorang namja dengan tatapan lembut dan senyuman yang menawan. Ji Ae dan namja itu saling menatap. Wajah namja itu tampak sangat tenang seakan tanpa beban.

Tatapan yang cukup lama, cukup untuk memperlihatkan ada sesuatu diantara mereka. Tidak ada kata-kata yang dapat terlontar, saat ini hanya kebekuan yang dapat terlihat. Sampai akhirnya mereka saling tersenyum.

Dunia Terlihat Indah Saat Kau Tersenyum Akan Hidup Yang Kamu Jalani~

To Be Continue...