EXO

Sulay; Chanbaek; Kaisoo; Hunhan; Chenmin

With,

NCT

Jaeyong; Yuten; Ilyoung; Markhyuck; Winkun

Disc : Author hanya meminjam nama para cast.

NCT as EXO brother!

Warning! : Typo(s), BxB, OOC...

A/N: Hai! Aku mau coba buat ff hehe. Maaf kalo gak suka castnya. Aku buat EXONCT karna suka sama interaksi mereka, apalagi NCT itu fanboy goalsnya EXO! Fufu EXO sama NCT disini ada yang saudara, ada yang cuma sepupu. Awalnya aku bingung, ini saudaraan sama siapa ini sepupuan sama siapa. Tapi dengan imajinasi tinggi(?), akhirnya aku bisa buat daftarnya(?) Hehe.

Suho and Jaehyun as Kim brother.

Lay and Winwin as Zhang brother.

Kai and Haechan as Kim brother.

Chen and Taeil as Kim brother.

Xiumin, Mark, and Doyoung as Kim brother.

Baekhyun and Ten as Byun brother (sepupu).

Chanyeol and Taeyong as Park brother.

Luhan and Kun as Xi brother.

Kyungsoo, Sehun and Yuta as Lee brother (sepupu).

.

.

.

.

Happy Reading!

.

.

.

.

"Suho hyung!"

"Jangan berisik!"

Yang ditegur hanya tertawa, tidak merasa bersalah. Pria itu menunjukan sebuah kaset(?) game pada pria didepannya. Pria itu, Suho, menyerit bingung. Suho merampas kaset itu lalu membalik balikkan kaset itu, melihat gambar game itu.

"Dapat darimana?"

Yang ditanya tertawa lagi. Chanyeol, nama pria itu, mengambil alih kaset itu, dan menggoyangkan kaset itu didepan wajah Suho.

"Di tokoh game! Aku hanya iseng melihat lihat, sampai aku melihat ini."

Suho menyerit.

"Dan ini gratis, hyung! Makanya aku ambil, hehe."

Suho menghela nafas. Pantas saja. Dia berpikir, darimana Chanyeol mendapat uang sampai bisa membeli kaset game ini. Suho menyandarkan dirinya di sandaran sofa ruang OSISnya. Matanya menatap Chanyeol malas.

"Aku pikir kau meminta uang pada adikmu untuk membeli game aneh itu."

"Kenapa kau menunjukan game itu padaku?"

Suho langsung bertanya, saat dilihatnya Chanyeol ingin protes.

"Kau seharusnya menunjukan itu pada Sehun, Kai, Jaehyun, atau para anak gamers itu." Tambah Suho. Chanyeol nyengir lebar. "Aku sudah bosan dengan mereka, hyung. Lagipula..."

Suho menatap Chanyeol curiga. "Kau ingin mengajak aku bermain game konyol itu? Tidak, tidak-"

"Ayolah, hyung. Kau sudah tidak berkumpul dengan kami akhir akhir ini. Sesekali bersantailah, hyung."

Chanyeol malah merengek. Suho menghela nafas panjang. "Tidak-"

"Apa kau tidak kasihan dengan Lay hyung? Apa kau-"

Suho mendengus keras. "Jangan bawa bawa Lay!" Bentak Suho. Suho memalingkan wajahnya, Chanyeol merengut.

"Ayolah, hyung. Aku sudah mengajak teman segeng kita, hyung. Lay hyung juga ikut." Bujuk Chanyeol lagi.

Suho menutup matanya, lalu membuka matanya lelah. Suho pun mengangguk, Chanyeol memekik kegirangan. Chanyeol berdiri lalu berlari kearah pintu. Chanyeol berhenti lalu membalikan badannya, menatap Suho.

"Apa lagi?"

"Kita pakai komputer dirumahmu ya, hyung! Komputer hyung kan banyak!"

Chanyeol langsung berlari. Sedangkan Suho melotot.

"Apa?! YAAKK PARK CHANYEOL!"

Sedangkan Chanyeol yang sudah berada dijauh samar - samar mendengar teriakan Suho. Chanyeol tertawa lebar, senang membuat Suho kesal.

Chanyeol memasukan kaset gamenya di dalam bajunya. Maklum, saku jasnya tidak akan muat.

Chanyeol mengatur penampilannya, lalu kembali berjalan dengan senyum lebarnya. Sampai dia bertemu dengan adik kelasnya yang menyebalkan.

"Awas, senyummu bisa membuat orang lain lari, hyung."

Raut Chanyeol langsung berubah. Menatap kesal pada adik kelasnya, yang barusaja menyuarakan kalimat menyebalkan.

"Kurang ajar!"

Chanyeol mendengus kasar. Adik kelasnya itu langsung lari saat Chanyeol berancang ancang ingin memukulnya. Mana dia lari sambil tertawa jahil. Fix, Chanyeol kena karma.

"Untung kau imut, Haechan." Gerutu Chanyeol.

.

.

.

.

Seoul, 19.36 p.m KST

Kediaman Kim

"Hyung, aku ingin bermain game~ sebentar saja"

Suho menatap nyalang adiknya yang tengah merengek ingin bermain game di ruang komputer dirumah besarnya. Kalau saja bukan karena usulan Chanyeol, Suho sudah mengijinkan adiknya bermain.

"Maaf Jaehyun-ah, ruangnya sudah kusewa."

Jaehyun, adik Suho, merengut kesal. Padahal dia barusaja meminjam kaset game temannya, Yuta. Suho tersenyum menyesal, soalnya Jaehyun tidak pernah merasa kesal dengannya.

"Hyungg~"

Suho menepuk kepala Jaehyun, lalu meninggalkan Jaehyun di ruang tengah. Berjalan menuju ruang komputer miliknya dengan Jaehyun. Suho sempat berbalik, menatap Jaehyun.

"Oh ya, kau itu seme, Jae. Bisa malu kalau Taeyong tahu kau merengek pada hyung."

Setelah itu Suho langsung kabur. Bisa bisa Jaehyun melempar sesuatu padanya. Nanti dia jadi makin pendek.

"JOONMYEON HYUNG!"

Suho tertawa geli di dalam ruang komputer. Sedangkan Jaehyun mendengus, ini pertama kalinya Suho menggodanya.

Di dalam, Suho sudah mempersiapkan 10 (banyak amat :v) komputer yang akan mereka gunakan untuk bermain game milik Chanyeol. Suho menyambungkan kabel - kabel komputer, supaya terhubung satu sama lain.

Setelahnya, Suho duduk santai di kursi yang akan didudukinya sebentar. Suho memejamkan matanya, ingin istirahat sebentar. Menunggu kawan kawannya datang.

Kediaman Zhang

"Yixing ge! Mau kemana?"

"Ke rumah Joonmyeon ge."

Lay mengacak rambut adiknya, setelah itu memakai jaketnya. Adiknya, Winwin, menatap Lay sedikit berbinar. Terlihat jelas kalau dia ingin ikut.

"Aku ikut!"

Lay tersenyum kecil, membuat dimplenya sedikit terlihat.

"Aniya, kau tetap dirumah."

Winwin langsung cemberut.

"Nanti gege suruh Kun kesini." Ucap Lay cepat, tidak ingin adiknya sedih.

Seketika Winwin tersenyum lebar, lalu mengangguk semangat.

"Ne!"

Dan itu membuat Lay terkekeh pelan.

Kediaman Kim (2)

"Heol, rapi sekali."

Kai, yang sudah terlihat rapi menatap malas pada adiknya, Donghyuk, atau kita bisa memanggilnya Haechan.

"Mau kemana?"

"Ke rumah Suho hyung. Apa? Kau mau ikut?" Ketus Kai, Haechan nyengir.

"Tahu saja kau, hyung. Hehe"

Kai memutar bola matanya malas. Tidak mungkin dia membawa adik setannya ini kerumah Suho. Bisa bisa Suho marah besar padanya karena membawa setan kecil ke rumah mewahnya.

Kai menggeleng cepat.

"No. Kau tinggal disini." Ucap Kai dengan nada tak terbantah.

Haechan merengut. Padahal dia ingin mencuci matanya dengan barang - barang mewah dirumah Suho. Tapi Kai tidak mengijinkannya untuk ikut. Sepertinnya Haechan lupa kalau rumahnya juga punya barang - barang mewah.

"Hyung! Dasar menyebalkan. Aku tidak akan mengganggu kegiatan kalian!"

Kai menggeleng lagi.

"Tidak. Kau pikir aku percaya?"

Kai melipat tangannya didepan dada bidangnya, matanya memicing tajam kearah Haechan. Haechan terlihat tidak takut, malah memajukan wajahnya, seolah menantang Kai.

Kai mendengus.

"Aku pergi."

Haechan melotot, ingin menahan tangan Kai. Tapi Kai langsung menghindar. Haechan berdecak.

"Dasar hitam-"

"Aku mendengarnya, Haechanie. Dan kau juga hitam." Ucap Kai, menekan setiap kata katanya. Kai menghela nafas. "Aku sudah menyuruh Mark kesini. Jadi jangan merengek minta ikut!"

Mata Haechan berbinar binar.

"Mark hyung akan kesini?! Ahaayy!"

Haechan bersorak girang. Berarti dia bisa melakukan apapun disini dengan Marknya. Tanpa adanya gangguan dari Kai.

"Jangan macam macam, Donghyuk."

Haechan berdecak malas. "Ne ne.."

Kediaman Kim (3)

"Taeil-ah, hyung pergi dulu."

Pemuda bernama Taeil mengangguk singkat. Taeil ikut berjalan kearah pintu bersama sama dengan hyungnya, bermaksud mengantar.

"Hati hati, Dae hyung."

Pria yang dipanggil Dae, mengangguk. Setelah itu menaiki motor vespanya dan menjauh dari rumahnya dan Taeil.

Melihat hyungnya sudah cukup jauh dari rumah, Taeil tersenyum lebar. Berbeda sekali dengan dirinya yang biasa kalem dan datar.

"Dengan begitu aku bisa bermesraan dengan Doyoungie."

Ternyata...

Kediaman Kim (4)

"Hyung, mau kencan dengan Chen hyung?"

"Tidak. Aku mau kerumah Suho."

Minseok, atau biasa dipanggil Xiumin, menatap adik bungsunya, bingung karena adiknya terlihat rapi. Sama sepertinya.

"Lalu kau?"

"Mau kerumah Haechanie, hehe."

Xiumin mangut mangut, paham kenapa adiknya terlihat tampan. Dengan baik hati, Xiumin mengatur baju adiknya yang dirasa terlihat berantakan. Xiumin menepuk bahu adiknya pelan.

"Jangan berbuat macam macam ya, Markeu."

Adiknya, Mark, tersenyum lalu mengangguk. Membuat Xiumin tersenyum lebar, pipinya jadi semakin gembul.

Tak lama adik tengahnya keluar dari kamar. Doyoung, terlihat rapi sama seperti dengannya dan Mark. Xiumin mengalihkan perhatiannya pada Doyoung.

"Mau kemana?"

Doyoung menoleh, lalu tersenyum lebar. Memperlihatkan gigi kelincinya yang lucu.

"Taeil hyung mengajakku ke rumahnya." Jawab Doyoung.

Mark tersenyum meledek. "Taeil hyung modus. Soalnya Chen hyung tidak ada."

Xiumin terkekeh. Doyoung terlihat ingin memukul adiknya. Tak lama, terdengar suara klakson dari luar. Xiumin langsung berjalan keluar saat tahu kalau itu Chen.

"Hyung duluan ya!"

Kediaman Byun

"Ten! Dimana jaketku?!"

"Ada di dalam lemarimu, hyung!"

Pemuda manis bernama Baekhyun, cepat cepat mencari jaketnya di dalam lemari. Setelah jaketnya berada ditangannya, Baekhyun terburu buru keluar dari kamarnya.

Ten, sepupu jauh dari Baekhyun dari Thailand, menyerit heran.

"Hyung, terburu buru sekali. Chanyeol hyung belum datang."

Baekhyun menghembuskan nafasnya pelan. Dia tinggal menunggu Chanyeol datang menjemputnya. Selesai. Baekhyun menoleh pada Ten yang tengah berdiri di samping sofa yang didudukinya.

"Tennie, bisa ambilkan aku air putih? Aku haus."

Ten mendengus pelan, tepi tetap mengambilkan segelas air putih untuk Baekhyun. Ten kembali dengan segelas air ditangannya. Baekhyun merampas gelas ditangan Ten lalu meminumnya cepat.

Ten berdecak.

"Makanya hyung, jangan terburu buru seperti tadi. Beruntung eyelinermu tidak meleset." Ucap Ten, yang terdengar menyebalkan ditelinga Baekhyun.

Baekhyun meletakan gelas kosong itu dimeja. Dia menatap Baekhyun kesal.

"Diam kau."

Ten menggidik bahunya. Baekhyun melihat jam tangannya. Setelah itu dia mulai bergerak gelisah. Tak lama terdengar suara klakson diluar. Baekhyun langsung tersenyum lebar.

Kediaman Park

"Hati hati, hyung."

Chanyeol tersenyum lebar, lalu mengacak rambut adiknya, Taeyong.

"Ajak teman temanmu kesini, Yong. Supaya kau tidak sendirian dirumah." Saran Chanyeol. Taeyong mengerjap lalu mengangguk.

Chanyeol menaiki motornya, setelah itu memakai helmnya. Chanyeol menoleh pada Taeyong.

"Hyung, hati hati, ok?"

Taeyong mengatakan kalimat itu lagi. Chanyeol hanya mengangguk. Chanyeol melajukan motornya, menjauh dari rumahnya. Taeyong melambai, setelah itu tersenyum.

Kediaman Xi

"Kun! Aku pergi dulu! Oh, Lay menitip pesan, temani Winwin dirumahnya."

Kun, mengangguk patuh pada kakaknya. Luhan, kakak dari Kun, tersenyum dan berjalan kearah pintu.

"Ge! Apa Sehun hyung tidak datang menjemputmu?"

Luhan menggeleng. "Aku menyuruhnya pergi bersama Dyo saja. Lagipula rumah Suho dekat dengan rumah kita."

Kun mangut mangut, paham dengan penjelasan Luhan. Luhan menggosok kedua telapak tangannya, mencari kehangatan.

"Aku pergi."

Kediaman Lee

"Soo hyung! Ayo!"

"Iya iya."

Sehun menggandeng tangan kakaknya, Kyungsoo. Mereka berjalan kegarasi. Sampai di garasi Sehun melepas gandengannya, lalu segera masuk kedalam mobil, diikuti Kyungsoo.

Dipintu, terlihat sepupu dari Jepang mereka menatap masam pada mereka.

"Hyung, masa aku ditinggal sendiri?"

Kyungsoo tersenyum. "Kau bisa ke rumah Baekkie hyung. Ten sedang sendiri." Ucap Kyungsoo.

Mata Yuta membulat. Senang mendengar berita dari Kyungsoo, kalau Ten sedang sendirian sekarang.

"Benarkah?! Haha! Sudah pergilah hyung, bukankah kalian terburu buru? Hehe."

"Ck! Aku adukan pada Baekhyun hyung kau! Dasar kadal osaka!"

Sehan menatap Yuta sedikit tajam. Yuta menjulurkan lidahnya, lalu masuk kedalam rumah. Kyungsoo tersenyum geli.

"Ayo jalan, Sehunnie."

.

.

.

To Be Continue.

A/N: Kepanjangan ya? Hehe, maaf deh. Pasti bingung sama yang diataskan? Itu loh, EXO yang jadi kakaknya dedek(?) NCT. Suho dan Jaehyun aku jadiin saudara karna wajah mereka rada mirip, apalagi mereka sama sama orkay, muehehe. Kalo Lay sama Winwin, mereka tuh kek mirip menurut aku, apalagi mereka tuh polos gemesin. Kai sama Haecahn aku jadiin saudara karna pas mereka foto bersama di GDA, tangan Kai ada dibahu Haechan, mereka tuh juga sama kulit gelap. Chen sama Taeil juga sama, pas akhir acara GDA, ada foto Chen ngerangkul Taeil. Suara mereka juga tenor. Xiumin, Mark dan Doyoung juga. Mark sama Xiumin tuh mirip, gigi Xiumin sama Doyoung juga sama, gigi kelinci. Baekhyun sama Ten, aku jadiin sepupu, karna lucu rasanya kalo buat marga Ten jadi Byun. Makanya mereka sepupu aja, mereka sama sama imut dan cabe(?). Chanyeol sama Taeyong, karna mereka rapper(?). Interaksi mereka bikin aku gemes, aku lupa di acara mana :v. Luhan sama Kun aku gak tau, mungkin karna mereka dari China :v. Sehun, Kyungsoo sama Yuta apalagi :v. Aku bingung jadi cuma asal jadiin mereka sepupuan.

Gils, note aku juga kepanjangan, maaf. Kalo mau lanjut, review?

Xoxo,

RainEXO-Xydexonn