cuma ide terlintas bentar, iseng. lama gak bkin fic. dari catatan fb. fuuh~~
Disclaimer: KH bukan punya saya, saya hanya pinjam.
Type: gen/pre-slash, h/c, AU(school AU)
Dark side-
Sunyi. tak terdengar suara apapun. sendiri, dan kesepian. Benci, sedih, marah. Dirasakan sesuatu lengket dikakinya. Darah? milik siapa?
Tubuhnya bergetar, keluar keringat dingin dan menetes ke pelipis matanya.
ketika adrenalin semakin memicu dtak jangtungnya, terdengar decit suara kaca yang membuat telinga menjadi sakit. ditutup telinganya dengan kedua tangannya.
"Hentikaaaaaaaaan!"
Suara itu kemudian berhenti, keringat dingin telah membasahi sekujur tubuhnya. Pada saat itu juga perutnya memilih untuk ikut mengambil bagian. Mual dan seperti tertarik. Nafasnya mulai memburu, bau amis mulai tercium. ketika dia melihat tangannya, terdapat darah yang segar menetes.
'Apa yg sebenarnya...'
'Hei'
Dia tersentak saat mendengarkan suara itu. Pupil matanya mengecil sehingga iris matanya yg berwarna biru terlihat jelas sekali mendominasi. Rambut di belakang lehernya mulai berdiri. Dia lupa akan rasa sakit diperutnya dan menatap tajam ke depan. Refleksi dirinya menatapnya kembali.
'Cermin? Bukan, dia tersenyum.'
'Akhirnya kita bertemu, Sora'
Warna mata yang sama menatapnya dari balik dindik transparan yang tak terlihat, dalam jangkauan tetapi tidak dapat dijangkau. Terpisah sebuah batas. Sora menatapnya tanpa berkedip. Dirinya, bukan. Seseorang yang seperti dirinya mengangkat tangannya dan menempelkan telapak tangan ke batas itu dan mendengus. Wajahnya memancarkan kekesalah dan tidak sabar. Seperti menunggu sesuatu untuk terjadi.
Sora kemudian melihat telapak tangannya sendiri. Darah yg sebelumnya melumuri tangannya telah menghilang. Begitu pula yg berada di bwah telapak kakinya. Tidak tercium bau amis. Tetapi perutnya masi terasa tidak enak.
'Apa sebenarnya yg terjadi?apakah ini adalah mimpi?'
Diperhatikan lagi orang yg ada dihadapannya. sambil mengumpulkan kekuatan dan menggerakkan mulutnya, dia akhirnya dapat bertanya
"Apa ini mimpi?"
Lawan bicaranya hanya menatap bosan kearahnya.
'Hm.. apa kau tidak bisa berlogika?'
Ditariknya kembali tangannya dari cermin dan dimasukkannya ke jaket yg dikenakannya. yg sama seperti yg dipakai sora.
'Mimpi...'
Adrenalin yg tadi memicu jantungnya berdtak kecang kini mulai berkurang. Tetapi bulu kuduknya tetap berdiri dan tidak berubah. Keringat sepertinya telah membuat kulitnya terasa aneh.
Padahal ini hanya mimpi.
Lalu siapa dia?
"Kalau ini mimpi? apa yg sebenarnya arti semua ini?"
'... Oh, ini memang mimpi'
Sora menunggu kata -tetapi- dan menelan ludahnya.
'Tapi ini adalah mimpi yang kutunggu'
Dia maju selangkah sehingga kini lebih dekat ke cermin dan mencondongkan tubuhnya kedepan. Sora yang sangat bingung dengan penjelasan itu hanya mengepalkan tangannya. Kalau ini mimpi, tidak ada yg perlu ditakutkan. mimpi tidak akan melukaimu-
'Oh ya, kenalkan, namaku adalah Vanitas'
Dia melakukan gerakan dengan tangan kirinya yang tidak masuk ke saku jaket.
'Aku adalah sisi gelapmu dan mimpi burukmu, Sora..'
Sontak Sora tersentak kaget dan melangkah kebelakang. Belum sempat dia berkata sesuatu, semua menjadi gelap.
Bersambung. Thank you sudah membaca~
