an HUNHAN fanfiction

.

.

by

Hanrinnie

.

.

.

WARNING

OmegaverseAU!

Male pregnant

1. Ketika Luhan hamil (lagi)

Malam hari entah sudah beberapa kali Luhan bolak-balik masuk ke dalam toilet hanya untuk memuntah kan isi perut nya walau tak ada yang keluar sama sekali dari mulut nya.

Ziyu berdiri disamping nya menunggu sang ibu yang masih mencuci mulut di wastafel kamar mandi mereka menatap Luhan dengan wajah sedih milik nya.

"mama kenapa muntah terus? mama sedang sakit?" tanya anak itu merasa khawatir dengan keadaan sang ibu. Sementara Luhan hanya menggeleng seraya tersenyum ke arah Ziyu.

"Tidak sayang. mama tidak apa apa kok" jawab nya sembari menggandeng Ziyu keluar dari dalam kamar mandi.

Setelah menidur kan Ziyu dan Haowen, Luhan segera bergegas ke kamar nya meraih smartphone milik nya dan membuka aplikasi chat memulai sebuah obrolan dengan seseorang.

Luhan: Sehun!

Luhan: Balas pesan ku keparat!

Sehun: Hallo sayang

Luhan: Sehun kau benar benar bajingan

Sehun: Calm down hanie, tenang lah ada apa?

Luhan: Tenang pantat mu! mana bisa aku tenang jika sedari tadi aku harus bolak balik ke kamar mandi untuk muntah muntah

Sehun: Kau sedang sakit sayang?

Luhan: Ck! lihat saja ini *send a pict*

Sehun: ...

Sehun: Luhan itu testpack, kenapa kau mengirim sebuah foto testpack?

Luhan: Bodoh! aku positif Sehun!

Sehun: Kau hamil... lagi?

Luhan: Ya!

Sehun: Oh Tuhan!

Sehun: Tunggu aku pulang sayang

Sehun: Aku akan pulang segera!

Sehun: Ah aku harus off dulu, aku akan menyelesaikan semua tugas ku sayang.

Sehun: Aku mencintai mu Luhan!

Luhan tersenyum melihat pesan pesan itu ya walau dia sering bertingkah kasar kepada Sehun, jauh di lubuk hati nya dia sangat mencintai suami nya tersebut.

"Cepat lah pulang Sehun, aku merindukan mu..."

2. Bagaimana ini bisa terjadi?

Luhan mengusap perut rata nya, tersenyum ketika mengetahui sekarang dirinya tengah mengandung lagi anak ketiga dari Oh Sehun, suami nya.

Ia bahkan tak ingat kenapa ini bisa terjadi ah bukan maksud Luhan karena Sehun jarang sekali pulang, suami nya itu sibuk menjadi seorang entertainment di negeri gingseng sana.

(Malam itu)

"Sehun... " suara Luhan terdengar begitu erotis di malam itu bagi telinga Sehun. Setelah mendapat cuti beberapa hari, diri nya segera mengambil penerbangan ke beijing untuk pulang melihat bagaimana kabar suami cantik nya beserta kedua anak nya di negeri tirai bambu tersebut.

Dirinya segera mencium kasar suami cantiknya itu ketika baru sampai di sana, Luhan juga membalas ciuman nya tak mau kalah. Kedua nya berpagut hingga tak sadar sama sama terbawa nafsu. Luhan lupa jika malam itu Sehun memasuki diri nya tanpa pengaman apa pun.

3. 'Fess up to daddy, what does he say?'

Sore itu Sehun langsung tiba di Beijing dengan segera setelah kemarin malam ia mengatakan akan segera pulang kepada Luhan.

Tanpa mengetuk pintu atau tedeng apa pun ia segera masuk ke dalam rumah dan menghambur memeluk suami cantik nya yang tengah berdiri di dapur sedang menyiapkan masakan untuk makan malam.

"Luhan aku sangat merindukanmu" bisiknya tepat dibelakang sang suami yang masih terkaget akan kehadiran nya.

"Sehun kau mengagetkan ku!" sentak Luhan membuat Sehun terkekeh pelan dan mencium bibir nya sekilas.

"Kau baik baik saja kan?" tanya nya setelah melepaskan pelukan.

"Aku baik baik saja Sehun, kau tak usah terlalu khawatir dengan ku. aku ini seorang pria manly kau tahu bukan" jawab Luhan membuat Sehun menertawakan nya.

"Ah ya ya aku tahu apa yang akan kau katakan. tidak ada seorang pria manly yang bisa hamil sayang. menyebalkan" gerutu nya membuat Sehun kembali terkekeh dan segera memeluk nya kembali.

"kau sedang hamil pun sama judes nya dengan tidak hamil ya"

"APPA!" ketika Sehun akan mencium Luhan lagi sebuah teriakan menghentikan nya. ah seharusnya Sehun ingat dengan kedua anak nya ini. dirinya berbalik dan menemukan kedua anak nya Haowen dan Ziyu yang langsung berlari memeluk kaki nya, membuat diri nya harus berjongkok dan segera memeluk balik si kecil Ziyu.

"Siapa yang sedang hamil appa?" Haowen duduk di meja makan, bukan mengucapkan sebuah kata rindu dengan nya tapi malah bertanya hal lain yang di dengar anak itu tadi sebelum masuk ke dapur.

"Mama mu" jawab nya singkat ikut duduk di kursi meja makan samping Haowen yang sedang mengunyah apel.

"Mama hamil?" tanya Ziyu

"Iya Ziyu mama hamil. apa Ziyu senang mendapat kan adik baru?"

"Adik baru? mama dan appa membuat seorang adik?"

"Ya sayang"

"Woah... " mata Ziyu kini menatap minat pada Luhan.

"mama bagaimana mama dan appa membuat seorang adik? apa seperti membuat kue yang biasa nya Xuanie jie lakukan ketika bermain masak masakan bersama Ziyu?" tanya anak itu antusias.

"E-eh!" nampak nya pertanyaan itu sangat susah untuk dijawab oleh mama dan appa mu Ziyu-ya.

4. Blech, morning sicknes.

Pagi itu Luhan kembali memuntah kan semua isi perut nya walau kenyataan perut nya tengah kosong belum terisi apapun pagi ini.

Sehun sebagai suami yang perhatian mencoba membuat kan sarapan untuk suami cantik nya itu, menggantikan pekerjaan Luhan juga di pagi hari untuk menyiapkan segala kebutuhan Ziyu dan Haowen sebelum bersekolah.

"Hei Lu... bangun sayang kau belum makan sejak dari tadi pagi" Sehun membawakan semangkuk bubur ke Luhan yang tergolek lemas di atas ranjang mereka berdua, morning sicknes serasa membunuh nya perlahan.

Luhan menggumam kan kata tidak sebagai respon bahwa diri nya sedang tidak ingin makan apa pun.

"Hanya beberapa sendok sayang, dan kau bisa tidur kembali" ucap Sehun membujuk suami cantik nya itu. Luhan menurut ia bangun dengan sedikit bantuan Sehun dan terduduk diatas ranjang mereka berdua.

Sehun segera menyuapi bubur buatan nya ke mulut Luhan, dua kali sendokan Luhan memuntah kan semua yang telah ia telan ke baju Sehun.

"Sehun maaf membuat kotor, maaf" ucap Luhan mencoba membersih kan muntahan nya itu.

Sehun segera meraih tangan pucat Luhan yang sudah beberapa hari ini tidak makan sama sekali.

"Tak apa sayang, aku yang seharus nya minta maaf karena memaksamu memakan bubur" ia menatap suami nya lembut

"Istirahatlah kembali, aku akan membereskan semua ini sayang" ucap Sehun mencium bibir Luhan sekilas sebelum ia beranjak membersih kan semua nya.

5. Luhan menemukan sesuatu yang mengerikan

Malam itu setelah menonton sebuah film bergenre horor bersama suami dan kedua anaknya. Luhan langsung masuk ke kamar diri nya bersama Sehun.

Memakai piyama bercorak polkadot milik nya yang ia beli beberapa waktu yang lalu bersama Sehun.

Dirinya menyempat kan untuk sejenak berkaca sebelum beranjak tidur.

Tapi setelah ia melihat bayangan dirinya dikaca Luhan menjerit membuat Sehun yang sedang mencuci muka nya sebelum tidur segera berlari setelah mendengarkan betapa kerasnya Luhan berteriak.

"Ada apa Luhan?" tanya nya setelah ia berhasil menemukan Luhan yang terduduk disudut kamar mereka, memeluk lutut nya sendiri. Dengan segara ia memeluk suami nya itu, mencoba menenangkan Luhan.

"Hei ada apa Luhan kenapa kau berteriak seperti itu tadi?" tanya nya sembari mengusap punggung kecil Luhan.

"Sehun... aku mirip dengan badut yang ada di film yang tadi kita tonton" adu Luhan masih menundukan kepalanya.

"Hei bagaimana bisa mirip, kalian sangat berbeda sayang" jawab Sehun bingung dengan ucapan suami cantik nya itu.

"Tidak" Luhan menengadah menatap Sehun yang masih memeluk tubuh nya.

"Kau tidak lihat? aku memakai piyama bercorak sama dengan badut itu, perut ku juga sudah mulai membesar seperti kebanyakan perut badut. dan tadi ketika aku berkaca aku merasa bahwa aku mirip dengan badut yang ada di film tadi Sehun!" ujar nya membuat Sehun speechles ketika mendengar jawaban Luhan.

6. Sebuah perdebatan

"Sehun apa kau ingin menemani ku ke dokter untuk melihat apa jenis kelamin bayi kita nanti?" Luhan baru saja pulang dari rumah Zitao terduduk dipangkuan Sehun yang tengah memainkan game online di smartphone miliknya.

"Memang nya untuk apa sayang?" Sehun masih fokus pada game

"Tentu saja untuk melihat apa kira kira nanti jenis kelamin bayi kita Sehunnnn" Jawab Luhan setengah merengek.

"Belum jadwal nya kita untuk cek up sayang" ujar Sehun singkat membuat Luhan menatap nya aneh

"Bilang saja kau tak mau nememaniku ke dokter karena kau malu dengan penampilan ku yang sedang hamil ini bukan?!" sentak nya membuat Sehun terkaget.

"Tidak bukan begitu maksud-"

"Alasan!" Belum selesei Sehun menjawab lagi Luhan sudah berlari menuju kamar mereka menutup pintu dengan begitu keras membuat Sehun meringis melihatnya.

Sehun ikut masuk ke dalam kamar mereka dan melihat Luhan menutupi tubuhnya dengan selimut.

Ia mencoba menyibak selimut itu dan menemukan Luhan yang tengah menangis di dalam selimut itu.

"Hei maaf... " Sehun mengusap air mata di wajah manis suami mungil itu.

"Bukan aku tak ingin menemanimu ke dokter untuk melihat apa jenis kelamin bayi kita sayang, tapi bukan kah lebih baik kita tak mengetahui nya agar nanti menjadi sebuah kejutan" ucap Sehun membuat Luhan menghentikan tangisan nya.

"Benarkah?" ucap nya masih sesegukan setelah menangis.

"Iya sayang" wajah Luhan berkembali berseri setelah mendengar jawaban itu.

"Lalu Sehun kau ingin bayi kita lahir perempuan apa laki laki?" tanya Luhan lagi.

"eum perempuan" jawab Sehun setengah berpikir. Luhan menautkan alis nya bingung.

"Kau ingin bayi kita perempuan?" tanya nya lagi yang dibalas anggukan oleh Sehun.

"KAU JAHAT SEHUN, PADAHAL AKU INGIN MEMPUNYAI SEORANG ANAK LAKI LAKI LAGI" dan Sehun hanya bisa mengusap dada nya mencoba untuk bersabar

7. Trimester kedua

"Hai Sehunnnnn" Sehun yang baru saja terbangun dari tidurnya setelah semalam terjaga karena Luhan mengeluh perut nya sakit dan mengatakan bahwa anak mereka kelak akan menjadi seorang pesepak bola terkenal seperti idola Luhan, Christiano Ronaldo karena menendang perut sang ibu cukup kuat.

"Dari mana hm?" tanya nya masih mengantuk

"Zitao mengajak ku jalan jalan tadi pagi Sehun" ucap Luhan senang.

Sehun bersyukur hari ini Luhan dalam mood yang cukup bagus, ia memeluk Luhan dan dibalas dengan pelukan manja juga oleh suami mungil nya itu.

"Kenapa kau memakai baju seperti ini Luhan?" Sehun juga baru melihat Luhan tengah mengenakan sebuah dress simple seperti dress ibu ibu hamil.

"Kenapa? Angelababy jiejie yang memberikan kan ku baju ini Sehun kata nya baju ini keren dipakai untuk seseorang yang sedang hamil" jawab Luhan polos.

"Bagus, cocok dengan mu Lu" ucap Sehun tersenyum membuat Luhan ikut tersenyum malu.

"Seharusnya dari kemarin kau memakai baju seperti ini agar bayi kita tidak terlalu sesak dengan baju mu itu sayang" perempatan segita muncul dipelipis Luhan.

"Jadi kau mengatai aku gemuk begitu Sehun? Ya aku tau aku bertambah gemuk juga karena tengah mengandung anak dari mu Oh Sehun!"

Tuhan tolong berikan Sehun ketabahan dalam menjalani hari hari nya.

7. Tidak percaya diri

Malam itu Luhan mengajak Sehun datang ke acara pesta milik rekan kerja nya dulu, Sehun sudah melarang nya untuk berpegian di masa kehamilan yang sudah menginjak kelahiran ini. Pada dasar nya Luhan memang sangat keras kepala ia bersikukuh untuk menghadiri pesta itu karena di undang.

Luhan disana tampak sibuk berceloteh dengan para rekan nya dulu meninggalkan Sehun yang memilih diam karena tak terlalu paham apa yang tengah Luhan bicarakan dengan teman teman lama nya itu.

Hingga Sehun juga bertemu dengan rekan kerja nya dulu, lawan main nya di sebuah drama yang dulu pernah ia bintangi. Memulai sebuah obrolan dengan wanita itu ia agak akrab dan beruntung wanita itu masih paham ketika Sehun berbicara dengan bahasa korea. Luhan yang sudah selesai dengan para teman lama nya itu menghampiri Sehun dan mengajaknya untuk segera pulang namun nampaknya suami nya itu tak menggubris apa yang Luhan katakan nampak asik berbincang dengan wanita yang menurut Luhan terlalu sexy itu. Batas kesabaran Luhan habis setelah lebih dari 5 menit Sehun masih mengobrol dengan wanita lain dan mengacuh kan diri nya di sampingnya. Luhan dengan kesal keluar dari gedung acara tersebut meninggalkan Sehun yang masih di dalam sana.

Di tengah jalan pun Luhan masih memikirkan kenapa Sehun tadi mengacuh kan nya dan lebih memilih mengobrol dengan wanita sexy tadi apakah diri nya tak menarik lagi hingga Sehun sama sekali tak meliriknya.

Sehun baru tersadar jika Luhan sudah tak berada di sampingnya lagi, ia segera pamit kepada teman kerja nya dulu dan mulai menyusul Luhan keluar dari gedung.

"Luhan" panggil nya memeluk sang suami dari belakang, ia bisa melihat mata Luhan sudah basah akibat menangis.

"Lepaskan!" berontak Luhan.

"Hei kau kenapa sayang?" tanya Sehun yang tak mengerti kenapa suami cantiknya itu bisa menangis seperti ini.

"Urusi saja wanita sexy tadi yang kau ajak bicara bicara hingga mengacuhkan aku, apa aku sekarang tak menarik lagi hah? cari saja wanita cantik diluar sana aku sudah tidak menarik karena aku gemuk..." ujar Luhan terisak dipelukan Sehun.

"Apa yang kau katakan Luhan? kau masih menarik dibanding perempuan mana pun di dunia ini dan juga kau masih terlihat cantik apa pun yang terjadi dengan bentuk tubuh mu, kau selalu cantik di mataku"

"Benarkah...?"

"Tentu sayang kau yang tercantik di hati seorang Oh Sehun" Sehun mengulum senyum tipis membuat wajah Luhan yang tadi nya merah karena menangis sekarang memerah karena ucapan suami nya itu.

8. Trimester ketiga

Menginjak bulan Bulan akhir kehamilan nya Luhan habis kan untuk membeli beberapa kebutuhan bayi, ia beberapa kali pergi berbelanja baju bayi ditemani Zitao yang dengan senang hati ikut dirinya datang ke toko toko perlengkapan bayi. Memilih beberapa baju dan pernak pernik lucu di sana ia tak sadar jika sangat menantikan kelahiran bayi yang akan menjadi anak ketiga nya ini.

Diri nya juga menyiapkan beberapa nama yang pas untuk kelak diberikan kepada bayi lucu nya. Ia sering kali berdebat dengan Sehun hanya karena masalah ini, ia juga sering bertengkar dengan Sehun hanya karena masalah sepele. Luhan merasa beruntung dirinya mempunyai seorang suami seperti Sehun. Sehun begitu sabar menghadapi diri nya ketika saat hamil ini, dulu ketika mengandung Haowen dan Ziyu Luhan tak merasa terlalu merepotkan seperti ini. Luhan tersenyum sendiri membayangkan betapa bengkelnya Sehun menghadapi diri nya.

9. Persalinan

Sehun terbangun ditengah malam ketika Luhan merintih mengatakan perut nya mengalami nyeri yang sangat menyakitkan.

Ia menyingkap selimut yang membalut tubuh mereka berdua dan menemukan Luhan dibawah sana sudah banyak rembesan air ketuban yang pecah.

Dengan sigap Sehun membopong tubuh Luhan menuju mobil mereka membawa suami nya itu kerumah sakit untuk bersalin.

Dirinya tak cukup panik ketika melakukan itu semua karena dulu ia sudah pernah mengalami hal seperti ini ketika Luhan akan melahirkan Haowen dan Ziyu.

Ketika sampai dirumah sakit, Luhan segera dibawa keruang bersalin untuk menjalani operasi caesar karena laki laki tak bisa melahirkan secara normal.

Sehun menunggu di luar ruangan disusul Zitao dan Kris yang datang.

Zitao nampak menggendong Ziyu, ia tadi menelpon mereka berdua untuk menjaga anak nya ketika mengantar kan Luhan kerumah sakit.

"Appa mama..." Ziyu yang sudah berpindah di gendongan nya bergumam kecil.

"Iya Ziyu, doa kan mama dan adik Ziyu selamat oke" Ucapnya mengecup pucuk kepala sang anak berharap suami cantik nya di dalam sana bisa melahirkan bayi mereka dengan lancar.

"Tuan Oh, operasi nya berjalan dengan lancar. Ibu dan bayi selamat"

10.Haowen Ziyu lil sister

Kediaman Sehun pagi ini nampak nya benar benar ramai, bagaimana tidak semua member EXO bahkan Kris dan Tao pun ada di rumah mereka bersama dengan anak anak mereka berkumpul untuk melihat anak ketiga dari Oh Sehun.

"Yahh Luhan dia mirip dengan mu" Xiumin memperhatikan bayi yang ada dipelukan Luhan masih pada aktivitas nya di dada sang mama.

"No Minseok hyung, lihat saja wajah datar nya itu Sehun sekali" balas Baekhyun yang ikut memperhatikan sang bayi.

"Sudahlah kalian berdua ini memperdebat kan hal yang tidak terlalu penting" Ujar Kyungsoo mencoba mengusir Minseok dan Baekhyun dari kegiatan mereka yang menurut Kyungsoo mengganggu sang bayi.

"Kau beri nama siapa putri kecil mu itu Hun?" tanya Junmyeon yang berada diluar bersama Sehun tengah mengawasi anak anak di ruang tengah.

"Yujie, Oh Yujie"

.

.

.

.

END