Pada kenyataannya uang memang berkuasa. Setidaknya kau bisa mendapatkan apa yang kau inginkan dengan uang.
.
..
...
Love?©Kami NoTe
Disclaimer : Saya hanya pemilik cerita, tapi tidak untuk tokohnya. All cast belong to Masashi Kishimoto.
Genre : Romance, Drama
Silahkan berikan kritik ataupun saran ^^
Don't like? Don't read
.
..
...
Warning!
Abal, OOC, miss typo(s), gaje, dll
.
..
...
Hidup dengan bergelimang harta, itulah hidup yang kini dijalani oleh seorang pemuda berlabel Uchiha Sasuke. Seorang pemuda yang memiliki segalanya tanpa kurang satu apapun. Uang, kejeniusan, wajah yang tampan, dan wanita-wanita yang bertekuk lutut padanya. Apa yang diinginkannya, akan menjadi miliknya. Uang adalah segalanya, itu mottonya.
Berbanding terbalik dengan seorang gadis muda dengan rambut merah muda bernama Sakura Haruno dengan idealismenya yaitu Uang bukan segalanya. Uang tak dapat membeli kebahagiaan. Sebanyak apapun uangmu, selama tidak ada orang-orang yang menyayangimu, kau tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Benar-benar pernyataan yang naif, bukan?
.
..
...
Tahun ajaran baru, dan itu artinya upacara penerimaan murid baru akan segera dilaksanakan, tak terkecuali dengan Konoha Gakuen yang sangat sibuk mempersiapkan upacara penerimaan murid baru.
Di sisi lain, seorang gadis dengan warna rambut yang cukup unik, merah muda-Sakura, tengah berjalan santai menuju sekolah baru yang akan dia tempati selama tiga tahun kedepan. Dari raut wajahnya, tampak jelas ia sangat senang. Mengapa tidak? Diterima di sekolah yang sama dengan laki-laki idamannya yang telah ia taksir semenjak kelas satu SMP, siapa yang tidak senang?
Dia masih sibuk membayangkan bagaimana wajah laki-laki yang dia taksir itu, sudah berubahkah? Tapi yang pasti, berubah ataupun tidak, cintanya tak akan berubah. Sepasang mata perak dan sebuah senyum berputar-putar diotaknya. Tapi itu sebelum dia sampai di sekolah barunya.
"Aku sudah tidak sabar." Gumamnya.
Dengan segera dia melangkahkan kaki memasuki Konoha Gakuen. Langkahnya tegas tanpa keraguan sedikitpun.
"Sakuraaaa!" Tampak dari jauh seorang gadis blonde melambaikan tangannya ke arah Sakura. Dia berlari menuju Sakura.
Sakura tersenyum manis ke arah gadis blonde itu, itu artinya dia seseorang yang dekat dengan Sakura.
"Kau hampir saja terlambat, Ino." Tukas Sakura pada gadi blonde yang ternyata bernama Ino itu. Sang pemilik nama hanya nyengir kuda dan mengikuti Sakura dari belakang.
"Jadi bagaimana? Apa kau sudah bertemu dengan pangeranmu itu?" Tanya Ino menggoda Sakura.
"Mana mungkin aku bisa bertemu dengannya secepat ini, kita baru saja masuk sekolah, Ino." Sakura menyipitkan matanya dan memandang sahabatnya itu.
Ino hanya menarik nafas mendengar kalimat Sakura. Merekapun segera menuju aula untuk menghadiri upacara penerimaan siswa baru.
.
..
...
Beruntung bagi Sakura, dia mendapatkan kelas yang sama dengan Ino. Ino adalah sahabat Sakura sejak Sekolah Dasar. Bisa dibilang Sakura dan Ino sudah seperti saudara, segala hal mereka lakukan bersama. Bahkan dulu mereka sempat menyukai orang yang sama, yaitu ketua OSIS SMP, Hyuuga Neji, namun Ino merelakannya pada Sakura entah karena apa.
Kini mereka sedang berada ditengah upacara penerimaan siswa baru. Selanjutnya adalah pidato dari sang ketua OSIS yang telah dinanti-nanti Sakura.
Seorang pemuda bermata perak melangkah ke podium. Dilihat dari cara berjalannya bisa diketahui dia adalah orang yang bijaksana. Pandangannya lurus kedepan, tegas, tak ada keraguan sedikitpun. Mungkin itu yang membuatnya dapat menempati posisi ketua OSIS di Konoha Gakuen.
"Selamat pagi, semuanya." Sebuah senyum tegas dilemparkannya.
"Bisa-bisa aku jatuh cinta lagi padanya." Celetuk Ino dengan mata yang berbinar-binar.
"Kalau begitu kita akan jadi saingan." Tukas Sakura tak mau kalah.
"Tenanglah, aku hanya bercanda. Lagipula, aku sudah mulai menyukai Kiba." Ino tersenyum kecil.
Ya, itulah penyebab Ino bisa melepaskan Neji. Kiba menyatakan perasaannya pada Ino, dan Ino tidak dapat menolaknya. Walaupun pada awalnya Ino berpacaran dengan Kiba tanpa perasaan apa-apa, namun dengan perhatian yang diberikan Kiba selama dua tahun ini, dia mulai merasa Kiba berarti baginya.
"Ya.. ya.. aku tahu." Cibir Sakura.
"Hei! Mana Neji-senpai? Sudah selesai?" Sakura baru sadar bahwa Neji sudah selesai berpidato dan menurutnya semua gara-gara Ino.
"Apa?" Tanya Ino saat menyadari Sakura menatapnya dengan kesal.
"Gara-gara berbicara denganmu aku jadi tidak bisa melihat Neji-senpai!" serunya.
"Kenapa aku yang salah? Aku tak melakukan apapun!" Sanggah Ino.
"Tapi kau mengajakku berbicara!" Sakura menaikkan nada suaranya.
"Tidak bisakah kalian diam, kalian sangat mengganggu." Seorang pemuda berambut raven menatap Sakura dan Ino dengan tatapan datar, namun dari nada suaranya dia sepertinya sangat kesal.
"Apa urusannya denganmu, hah? Lagipula yang lain tidak protes, kenapa kau yang protes?" Tantang Sakura.
'Apa anak ini sama sekali tidak tahu siapa aku?' Batin pemuda berambut raven yang ternyata adalah Uchiha Sasuke. Siapa yang tidak tahu tentang keluarga Uchiha? Keluarga yang memegang kendali ekonomi Jepang dan memiliki perusahaan di berbagai bidang dengan cabang dibanyak negara didunia.
Sasuke menatap Sakura datar. Namun sebenarnya Sasuke kesal. Yah, semua orang juga tahu bahwa Uchiha satu ini tak punya ekspresi.
.
..
...
Tak terasa, upacara penerimaan murid baru berakhir. Semua meninggalkan aula Konoha Gakuen. Sakura sengaja keluar lebih lama, dia ingin menemui Neji.
"Haruno?" Neji menepuk pelan pundak Sakura.
Mau tidak mau, Sakura menoleh ke belakang, dan alhasil wajahnya memerah melihat laki-laki yang telah dia taksir selama lebih dari tiga tahun itu menepuk pundaknya. Dia tersenyum senang melihat Neji yang kini berada di depannya.
"Hyuuga-senpai." Senyum Sakura tak kunjung lepas dari wajahnya.
"Tak kusangka kau masuk sekolah ini. Apa kau sudah memutuskan kegiatan ekstrakurikuler yang akan kau ikuti?" Tanya Neji sambil mengacak-acak rambut Sakura.
"Hm..a..aku mungkin akan mengikuti seni lukis lagi." Sakura benar-benar malu saat ini, sampai-sampai penyakit gagap menghinggapinya.
"Siapa dia?" Tanya seseorang yang sepertinya sejak tadi berada di belakang Neji.
"Oh, kenalkan, ini Haruno Sakura, adik kelasku saat di SMP." Neji memperkenalkan Sakura pada orang yang tak lain adalah Sasuke.
"Eh? Kau yang tadi kan?" Sakura tersentak kaget. Bukan karena bertemu Sasuke lagi, namun dia tahu pasti bahwa Sasuke mendengarkan pembicaraannya dan Ino tentang Neji tadi.
"Hn." Jawabnya singkat.
"Haruno, ini Uchiha Sasuke." Neji tersenyum.
Tunggu, Uchiha? Berurusan dengan seorang Uchiha bukanlah hal yang Sakura inginkan. Dia hanya ingin hidup tenang, dan mengejar cinta Neji, tanpa berpapasan dengan sesuatu bernama uang ataupun kekuasaan.
"Haruno?" Neji tampak bingung melihat Sakura yang hanya diam.
"Ooo..eh..anu..ah iya, ada apa?" Sakura terkejut saat Neji menghadapkan wajahnya pada wajah Sakura.
"Haha, tidak, aku kira kau sakit. Kalau sakit pergilah ke UKS, aku ada urusan dengan anak ini. Ayo Uchiha!" Neji tersenyum lembut.
"Tidak perlu kau perintah." Ucap Sasuke datar.
Neji berjalan meninggalkan Sakura dan diikuti oleh Sasuke yang mengekor dibelakangnya. Namun sesuatu menghentikan Sasuke.
"Hey kau! Uchiha!" Panggil Sakura setengah berbisik. Pemilik nama itu menoleh kebelakang dengan pandangan 'apa yang kau mau, haha?'
"Tolong, yang tadi pagi jangan bilang pada Hyuuga-senpai." Sakura menatap Sasuke dengan tatapan memelas.
"Hn." Jawab Sasuke dan kembali mengikuti Neji.
.
..
...
"Heey! Teme! Ayo ke kelas, aku ingin berkenalan dengan teman-teman baru kita." Rengek seorang pemuda blonde pada temannya yang berambut raven. Ya, dia adalah Sasuke dan temannya Uzumaki Naruto.
"Kalau kau ingin kesana, pergi saja sendiri." Sasuke masih duduk dengan tenang di kursi mewah yang memang disediakan untuknya. Ya, sekolah itu adalah salah satu, ingat, hanya salah satu sekolah yang disponsori oleh Uchiha corp.
"Ya sudah, kalau begitu aku pergi saja." Naruto memanyunkan bibirnya.
"Tunggu!" Seru Sasuke.
"Apa?" Naruto membalikkan badannya.
"Aku ikut."
Sasuke berjalan mendahului Naruto. Merekapun meninggalkan ruangan Sasuke. Di lorong Konoha Gakuen, hampir semua orang menatap mereka dengan segan. Tak jarang mereka menghindar saat Sasuke dan Naruto lewat, tapi itu hanya berlaku pada laki-laki. Yang wanita? Semuanya berebut untuk bisa sedekat mungkin dengan Sasuke, bahkan sampai dorong-dorongan.
"Untung saja Kiba tak seperti dia." Celetuk Ino.
"Entahlah, aku bingung kenapa wanita-wanita bodoh itu mau berebut dia ya. Padahal Neji-senpai jauh lebih keren." Sakura menatap sinis pada Sasuke yang masih dikelilingi wanita-wanita itu.
"Memangnya kau mau Neji-senpai seperti itu? Kalau aku sih gak mau Kiba seperti itu." Ino bergidik ngeri.
"Gak sih, hanya saja aku bingung kenapa mereka mau berebut hal tidak penting seperti itu." Sakura mengangkat bahunya.
Tanpa mereka berdua sadari, Sasuke mendengar pembicaraan mereka. Walaupun wanita-wanita itu berteriak, Sasuke sempat mendengar kata-kata Sakura bahwa Neji jauh lebih keren darinya. Dan Sasuke bukanlah orang yang akan menerima kekalahannya begitu saja bukan?
'Kau akan tahu seberapa hebatnya aku.' Geram Sasuke di dalam hati.
.
..
...
TBC~
.
..
...
Chapter satu ini saya buat pendek dulu. Tergantung review, kalau mencapai target akan saya update secepat mungkin dan saya usahakan panjang, tapi kalau tidak, mungkin akan lebih lama updatenya.
Sebagai informasi, fic ini pairnya SasuSaku, tapi saya tidak menjamin Sakura akan menyukai Sasuke, tergantung perkembangannya nanti.
Mungkin ide cerita seperti ini sudah mainstream, tapi dalam jalan ceritanya akan saya usahakan agar cerita ini menarik dan layak untuk dibaca.
RnR
