Warning : Maybe OOC, Don't like don't read, SONGFIC
Yeah! Another SONGFIC. One-shot maybe, but it's up to you ripiewers, fic ini bisa dibikin bersambung alias ada lanjutannya. DAN saya tegaskan! Ini bukan SAD ENDING, jadi yang stress, baca sedikit langsung milih untuk gak lanjut baca, kau akan menyesal, hahahaha *devil smile*
Lagu satu ini punya Lead Vocal Korean Boy Band – Big Bang, TAEYANG a.k.a YB, Lagunya yang asli pake bahasa Korea, tapi di fic ini Night pake translation in English yah!
Kalo perlu buka youtube dulu, liat and denger lagunya yang keren tapi menyentuh!
Summary : Tidak! Mungkin benar harusnya aku senang melihatmu bahagia sekarang. Tawa bahagiamu adalah segalanya, nafas bagiku. Tapi berdosakah aku yang berpikir, harusnya akulah yang berdiri di sampingmu itu. Memandangmu yang begitu cantik dengan gaun pengantin. Bukan dia yang pernah menyakitimu, tapi aku yang selalu ada di sampingmu.
DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO-sensei
Sedikit Inspirasi dari Wedding Dress - TAEYANG dan tentu otak saya.
.
WEDDING DRESS
.
.
Sebuah napas yang cukup berat terdengar dari seorang Namikaze Naruto. Perlahan, kelopak matanya terbuka. Dan kini ia makin menarik napasnya begitu dalam. Seolah ingin bertahan hidup karena oksigen baginya kini telah habis termakan oleh kesakitan hatinya.
Pedih.
Berkali-kali ia menutup mata dan membukanya kembali. Tak percaya dengan apa yang terjadi detik ini. Hal terbesar bagi wanita yang dicintainya. Namun baginya kini, musim semi yang begitu nyaman dengan ribuan kelopak sakura dan tumbuhnya tunas-tunas baru yang dilahirkan alam, nyatanya terasa mencekiknya. Menyeretnya dalam hutan yang tergelap. Seolah lagi-lagi ia kembali sendiri. Sama seperti saat kyuubi itu bersemayam di tubuhnya saat kecil dulu.
Perlahan suara alunan musik mengalun dengan indahnya. Tapi kenapa? Kenapa hati pemuda itu justru tersayat-sayat mendengar alunan itu? Dan perlahan, suara tawa keceriaan mulai memenuhi isi penjuru kuil. Puluhan orang yang ikut merayakan pesta pernikahan itu mendekat ke taman yang cukup besar untuk berdansa. Dihujani kelopak bunga sakura yang indah.
Tapi Naruto merasa kesepian dalam keramaian. Hening dalam hatinya. Sunyi bagi jiwa terapuhnya. Dan tak ada seorang pun yang menyadari betapa murninya perasaan yang tumbuh di hatinya begitu lama dan menghabiskan sisa usianya.
Tak seharusnya ia sesakit ini. Lihat gadis itu! Gadis yang sangat kau cintai sampai pemuda sepertimu berani mempertaruhkan nyawa untuk merebut kembali pria yang dicintainya dari tangan musuh. Dan tawa yang terangkai di bibirnya itu adalah berkat kau!
Tapi di sudut ulu hatinya pemuda itu menyesal. Kenapa perasaan sesederhana yang dibangunnya sejak masa kanak-kanak hancur begitu saja. Haruskah seorang Namikaze Naruto, pemuda penyelamat desa Konoha, meratapi kisah cintanya dengan Haruno Sakura?
Sakura menebar senyum terbaiknya. Yang dahulunya adalah oksigen bagi Naruto, kini serasa seperti karbonmonoksida yang meracuni aliran darahnya. Sakit.
Sakura menoleh mencari sosok sahabatnya. Ah, Naruto. Kenapa ia tak ikut berdansa seperti yang lain? Ini adalah hari pernikahan Sakura dengan Sasuke. Kenapa ia terlihat tak bahagia? Kami sahabatmu kan Naruto?
Sakura berjalan mendekat. Menghampiri Naruto yang berdiri merapat di pohon Sakura tak jauh dari keramaian.
"Naruto?" sapanya.
Naruto mengangkat wajahnya tapi tak mengeluarkan satu katapun. Yah, bernapas saat ini bahkan sangat sulit baginya.
Some say it's not over 'till it's over
Guess this is really over now
"Kau kenapa?" tanya Sakura sambil tersenyum, "pestanya membosankan? Kau tidak ingin bertemu Sasuke-kun?"
There's something I gotta say before I let you go
Listen
Hari ini adalah hari terburuknya. Ia bisa mati di detik berapapun ia diam. Melihat Sakura yang tersenyum bahagia nyatanya makin membuatnya terluka. Kenapa rasa cemburu bisa seburuk ini dampaknya?
Sasuke. Ya. Sakura sangat mencintainya. Sejauh apapun Naruto berlari untuk Sakura. Ujung tangannya takkan mampu meraih bahkan untuk sekedar bayangannya.
Sakura tersenyum lagi. Tangan mungilnya meraih tangan Naruto dan menggenggamnya, "Terima kasih." ungkapnya tulus. Kepingan tipis dalam hatinya kini remuk dan hancur tak berbekas.
Benarkah cinta berarti membiarkan orang yang kita cintai bahagia? Bullshit! Kebohongan besar! Naruto sangat mencintainya! Dan karena cinta itulah, Naruto selalu bertekad bahwa ialah yang akan selalu membuat Sakura bahagia. Bukan Sasuke!
When you have a fight with him
Sometimes you cry
And feel sad and blue
Sakura adalah segalanya. Tak sadarkah gadis itu betapa Naruto sangat memujanya melebihi apapun di dunia?
I become hopeful
My heart aches secretly
Then just a hint of your smile
Can make feel fine again
To keep you from figuring out how I feel about you
Tapi sekarang kenyataannya jauh dari sebuah mimpi yang dibangun dari dasar hatinya. Memang hidup yang ia jalani bukanlah sebuah dongeng beauty and the beast. Tak semudah itu mengganti takdir bagaikan menggoreskan pena dalam sebuah cerita dongeng. Hidupnya bukan dongeng, dan puteri bernama Sakura memang tak akan kembali pada ia yang buruk rupa dan melanjutkan hidupnya dengan sang pangeran.
Tapi hati yang sakit ini selalu melantunkan sebuah permohonan. Berharap dewa mengubahnya dan mengganti takdirnya seperti dalam dongeng.
Coz then we would drift apart
I hold my breath, bite my lips
Oh, please leave him and come to me
"Ayolah Naruto, kau harus bertemu dengan Sasuke-kun hari ini," pinta Sakura, "kau kan tahu suamiku itu selalu mengharapkanmu."
Naruto hanya menyunggingkan senyum tipis yang hampir tak terlihat.
Baby, please don't take his hand
Coz you should be my lady
I've been waiting for you for so long
Please look at me now
Waktu yang pernah berlalu. Ya, aku menunggumu begitu lama. Dan kenyataannya sekarang semua tidak ada hasilnya. Tidakkah dewa mendengar permintaannya? Kenapa Sakura harus dengan Sasuke? Tak cukupkah pengorbanannya selama ini? Tak cukup tegarkah ia menanti gadis itu membuka hati untuknya?
When the music starts
You will vow to spend
The rest of your life with him
Sakura melangkahkan kakinya maju. Ia mengambil tempat di samping Naruto dan mulai menengadah ke langit. Naruto mengikutinya. Memandang langit musim semi yang merobek system kerja otaknya sekarang.
How I prayed every night
This day would never come
Langit. Setiap saat. Setiap malam ia selalu berdoa. Memandang bintang yang bertaburan itu, ia selalu berharap hatinya akan bersatu dengan gadis pink ini. Ah, kenapa rasanya sesakit ini? Kenapa tak semudah itu melepaskannya begitu saja?
The wedding dress you're wearing
It's not me (next to you)
Oh, the wedding dress you're wearing, oh, no
Naruto membuka matanya lalu menoleh ke samping kanannya. Menatap Sakura yang masih menikmati semilir angin yang membelai rambut dan rumbai-rumbai gaun pernikahannya yang putih dan menyempurnakan sosok raganya.
You never knew how I felt about you
And I hated you so
Sometimes I wished you would be unhappy
Ah, betapa jahatnya pikiran itu. Ia ingin membahagiakannya. Dan sosok tergelap dalam hatinya selalu meyakinkannya bahwa gadis itu takkan bahagia dengan seseorang selain dirinya. Tawa itu, lahir dari persahabatannya selama ini. Dan kini, keegoisannya mematrikan pasti dalam otaknya, sebuah keyakinan bahwa gadis itu takkan pernah bahagia dengan Sasuke ataupun orang lain. Tapi cuma dirinya.
Sakura membuka kedua matanya dan menoleh pada Naruto yang sedari tadi memperhatikannya. Dan kini gadis cantik itu mencoba menebak apa yang dipikirkan Naruto, "Kenapa kau menatapku seperti itu, Naruto? aku terlihat jelek ya?" candanya.
Naruto menggeleng pelan. "Tidak, kau sangat cantik, Sakura…" jawab Naruto, "sangat… cantik."
'dan sayangnya itu bukan untukku.' pikir Naruto dalam hati.
Sakura tertawa nyaring. "Tapi wajahmu melihatku seolah aku ini hantu, Naruto, kenapa kau terlihat aneh?"
Now I have no more tears left to cry
When I'm by myself I talk to you like you're here
Naruto hanya menggelengkan kepala lalu menatap langit lagi. Ah, mulai hari ini langit takkan sama lagi. Malam-malamnya yang biasa ia gunakan untuk memohon kali ini takkan lagi sama.
I've felt so restless every night
Maybe I've known all along this would happen
I close my eyes and dream an endless dream
Please leave him and come to me
"Suaranya memang sedikit bising di sana, pantas saja kau memilih sendiri di sini." kata Sakura tenang. Naruto tak merespon. Bukan. Memang bukan karena itu saja. Tapi ia takkan sanggup menatap tangan gadis itu digenggam orang lain. Takkan rela.
Baby, don't take his hand when he comes to you
Coz you should be my lady
I've been waiting for you for so long
"Sakura…" panggil Naruto.
Sakura hanya menoleh. Alisnya sedikit naik ke atas karena tak biasanya Naruto memanggilnya tanpa embel-embel '-chan'.
Look at me now
"Lagunya indah, dan semua orang ikut bahagia," ungkap Naruto, "tapi aku tidak."
When the music starts
You will vow to spend
The rest of your life with him
How I prayed every night
This day would never come
Sakura makin nampak bingung. Ia tak tahu harus menanyakan apa atas perkataan Naruto barusan. Naruto terdiam sesaat, ia memandangi sosok Sakura yang begitu cantik dengan gaun pengantin. Tapi bukan untuknya. Bukan ia pengantin lelakinya.
The wedding dress you're wearing
It's not me (next to you)
Oh, the wedding dress you're wearing, oh, no
"…mungkin karena… aku mencintaimu."
Mata Sakura terbelalak, "A-apa?" ia terlihat tak percaya dengan yang didengarnya barusan. "bo-bohong kan?"
"…" Naruto tak merespon.
"Kau sudah tak menyukaiku. Aku tahu sejak hari itu…"
Naruto kini menoleh. Ia ingin mendengar sangkalan macam apa yang akan dilontarkan gadis ini. Penolakan macam apa yang ia buat untuk meragukan perasaannya.
"Kau… menolakku hari itu, Naruto."
Naruto terlihat mulai berpikir.
"Di hadapan semua, guru Kakashi, Yamato-senpai, Sai, Lee, Kiba, kau… menolakku di bawah hujan salju yang begitu dingin. Kau menolak perasaanku…"
"Karena kau berbohong Sakura…"
"Tapi kau kini mengharapkan kebohongan macam itu kan? Apa yang kau sesali?" tanya Sakura balik. Suaranya pelan tapi cukup terdengar meski semua orang di sana cukup ramai dan larut dalam pesta.
"Kau membohongi dirimu sendiri…" sanggah Naruto.
"Maka perasaanmu padaku juga bohongan." balas Sakura.
Tidak. Perasaan itu nyata. Naruto tidak pernah berbohong, "Kenapa kau meragukan perasaanku?"
"Karena kau juga meragukan perasaanku," jawab Sakura tenang. Matanya terlihat menerawang, "memang itu kebohongan, tapi tidak semuanya."
"…"
"…hatiku, menyediakan ruangan untukmu, dan kau menyia-nyiakannya, Naruto…"
Naruto kini terdiam. Ternyata memang tak bisa menyalahkan Sakura seutuhnya. Dan kali ini lengkap sudah penyesalannya. Ya. Ia juga ikut andil dalam menghancurkan dirinya sendiri.
Perlahan, air mata menetes dari mata bening Naruto. Setetes jernih sebuah kesakitan mengalir dari bola matanya. dan Sakura hanya bisa, menangis dalam hatinya.
Sakura menunduk sesaat. Menghapus air mata pemuda itu dan mendekatkan tubuhnya. Menyatukan bibir mereka untuk satu detik yang berharga.
"Maafkan aku, Naruto…"
Ya. Andai waktu dapat diulang, ia akan memohon untuk sebuah kesempatan. Tak peduli setiap malam di sisa hidupnya, ia akan memohon agar semuanya baik-baik saja. Ah, biarlah. Sakura pantas bahagia.
Naruto tersenyum tipis. Ia mundur selangkah. Membelai rambut gadis itu pelan. Lalu berjalan menjauh.
Please be happy with him
So that I can forget you
Please forget how miserable I looked
It's going to be unbearably hard for me
For a long while to come
.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O
.
"Naruto!" panggil Sakura.
Naruto perlahan memandang gadis itu nanar. Sakura. Ia memandangnya sesaat. Gadis itu sekali lagi menyentuh pipinya, "Kau ini kenapa? Kena genjutsu?"
Naruto bangkit. Ia ada di kamarnya.
"Lihat, kau sampai berkeringat seperti itu," ejek Sakura, "memangnya kau mimpi apa?"
Mimpi?
Yang tadi itu mimpi?
Sakura menikah dengan Sasuke itu hanya mimpi?
Naruto menggelengkan kepalanya. Ia masih terlihat tak percaya. Sakura menatap pemuda itu lekat-lekat. Sepertinya Naruto memang mimpi buruk.
Naruto masih terdiam sesaat. Tidak. Kenapa ia bisa bermimpi sejelek itu? Tapi dadanya terasa begitu lega. Begitu… bahagia. Mimpi tadi hampir membunuhnya. Lebih buruk dari genjutsu atau mata sharingan sekalipun.
Naruto menyentuh pipinya. Basah. Ia melirik pada Sakura yang menatap cemas padanya, "Kau tadi me…nangis, saat tidur," jelas gadis itu pelan. Sakura meraih tangannya dan menggenggamnya erat, "kau mimpi apa Naruto?"
Ia ternyata menangis dalam tidurnya. Seperti kejadian dalam mimpi itu. Dan ciuman itu? Naruto memegang ujung bibirnya, entah kenapa ciuman itu terasa nyata.
Sakura menatap Naruto sesaat. Sejurus kemudian, pipinya mulai terasa panas, 'j-jangan-jangan dia tahu?' pikirnya cemas. Sakura melepas genggaman tangannya lalu bangkit dari sisi tempat tidur dan berjalan ke arah jendela dan membukanya lebar-lebar..
"Aku bermimpi buruk, Sakura-chan," jelas Naruto. gadis itu menoleh, "aku bermimpi kehilangan seseorang… yang sangat berharga, dan aku menangis."
Sakura berbalik menatapnya sesaat. Seseorang yang berharga? Siapa?
"Yo!"
"Kyaaa!"
Dukk.
Sakura terperanjat dan jatuh di lantai. Sialan. Guru Kakashi mengagetkannya dengan mendadak muncul di jendela.
"Astaga! Apa saja yang kalian lakukan anak-anak?" sindirnya. "Sakura, bukankah Hokage menyuruhmu memanggil Naruto sejak sejam yang lalu? Kenapa Naruto baru bangun? Memangnya kau sejak tadi melakukan apa?" tanya Kakashi.
Wajah Sakura memerah sesaat. Ia menggeleng keras lalu melompati jendela, "A-aku akan kembali kepada Nona Tsunade, Naruto, segeralah menyusul."
Belum sempat Naruto mengucapkan kata-kata apapun, Sakura sudah menghilang. Ah, kenapa ia bersikap aneh?
"Kau baru bangun, Naruto?" tanya Kakashi.
Naruto mengangguk pelan.
"Mimpi buruk? Kau kelihatan kacau," kata Kakashi tenang, "kau habis menangis?"
Naruto menoleh pada gurunya itu, "Aku mimpi buruk, aku menangis karena kehilangan…Sakura-chan, Kakashi-sensei, dan kami berpisah."
"Lalu?"
"Sebelum berpisah, ia sempat menciumku, dan rasanya begitu nyata." terang Naruto dengan wajah bersemu merah.
Kakashi tersenyum di balik maskernya. Ia mengambil buku Icha-icha seri terbaru dan membukanya perlahan, "Mungkin ia memang menciummu," jelasnya sambil bersandar di bingkai jendela.
"…" Naruto terlihat bingung.
"…mungkin Sakura menciummu saat kau tidur."
Naruto mencoba mencerna kata-katanya barusan. Sesaat kemudian wajahnya memerah padam. Kakashi-sensei bodoh! Mana mungkin! Sekilas Naruto tersenyum, mengingat rasanya yang begitu jelas, bolehkah ia berharap?
.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O
.
Sementara itu Sakura sedang melompat dari atap ke atap menuju ruang Hokage. Ia menunduk sesaat. Memegangi bibirnya.
"Bodoh! Apa yang tadi kulakukan?" umpatnya pada dirinya sendiri.
Wajahnya sekilas memerah. Ya. Entah kenapa, bukannya segera membangunkan Naruto, Sakura malah memandanginya. Dan saat itulah, matanya menangkap sebuah butiran air mata menetes dari sudut matanya yang terpejam. Naruto mimpi buruk.
Saat itulah, Sakura tanpa sadar menghapus air mata pemuda itu dengan jarinya. Dan kemudian, menciumnya lembut. Berharap mimpi itu terhapus. Ya! Ia menciumnya. Mencium pemuda itu.
Wajah Sakura memerah lagi. Jantungnya berdetak lebih kencang. Perasaan itu...
.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O
.
"Kakashi-sensei, kenapa aku bisa bermimpi buruk ya?" tanya Naruto sambil mengganti pakaiannya.
Kakashi tetap membaca buku tapi sempat memberi pemuda itu jawaban, "Mungkin, untuk mengingatkanmu, bagaimana rasanya kehilangan."
"…" Naruto menyimak sungguh-sungguh.
"… agar kau sadar, apa yang sebenarnya ada dalam hatimu Naruto… agar kau tak kehilangannya seperti dalam mimpimu."
Naruto menengok. Ia tersenyum sesaat. Ya. Ia sudah cukup menderita sekalipun itu mimpi. Ia tak akan mengulanginya di dunia nyata. Tak akan. Kesempatan itu ada. Dan ia akan memastikan, bahwa gaun pengantin yang suatu saat dikenakan seorang Haruno Sakura suatu saat nanti, hanya tertuju untuknya.
Untuk pernikahan Namikaze Naruto dan Haruno Sakura.
FIN
.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O
.
YOSH! Berat sekali fic satu ini. Membosankan ya bagian awalnya? Hahaha, soalnya, lirik sederhana lagu Wedding Dress sudah cukup mewakili semua perasaan Naruto tanpa harus ada banyak percakapan. Makanya night bikin full deskripsi.
Mengarah ke sad ending? Kalau authornya night jangan harap! Hohoho, pasti NaruSaku! Makanya sekalipun lagunya sedih, harus diakali supaya nggak jadi mengenaskan. Salah satunya ya dibikin 'MIMPI' !
Hyahahaha *dibantai readers*
Sekalian numpang Promo SONGFIC ONE-SHOT lain:
AVRIL LAVIGNE– I'm With You
NaruSaku lovers mulai banyak kan? Ripiu ya… setidaknya 10 gitu *ngarep*, kan biar night makin semangat! Mau komen soal gaya penulisan juga dihalalkan!
Yosh! Night harap readers sudi me-
R E V I E W
I
I
V
