Cast:

Suga as Min Yoongi (GS) – 18 y.o.

Jimin as Park Jimin – 16 y.o.

V as Park Taehyung – 13 y.o.

Jungkook as Park Jungkook – 4 y.o.

Jin as Kim Seokjin/Yoongi's mom (GS)

Rap Monster as Min Namjoon/Yoongi's dad

Summary:

"Yoongi sayang, kenapa tidak keluar dengan Jimin?" "Ah, tidak, eomma. Aku disini saja." / "Noona, ayo main!" "Eh? Baiklah, Jungkook-ah." / "Kenapa Jimin jadi dingin begitu ya?" / Sebuah cerita tentang awkward moments yang dilalui oleh Yoongi dan Jimin.

Disclaimer:

Member BTS bukan punya author, tapi cerita fiksi ini murni ide author. Jika ada kesamaan cerita, itu adalah unsur ketidaksengajaan.


I Remember You

Chapter 1: Long Time No See

"Min Yoongi! Ayo cepat turun, kita berangkat sekarang!" teriak Seokjin dari luar rumah.

"Iya eomma, tunggu sebentar!" balas Yoongi yang sedang mengenakan kaus kakinya.

Sang ibu terlihat berkacak pinggang sambil menunggu anak gadisnya. Sementara suaminya—Min Namjoon—sudah siap di dalam mobil.

Setelah lima menit akhirnya Yoongi keluar dengan kaus putih kebesaran dan celana jeans, lengkap dengan converse merah kesayangannya dan beanie biru tua di kepalanya. Ia langsung masuk ke dalam mobil, diikuti dengan ibunya yang masuk sambil mengomel. Yoongi lelet lah, Yoongi pemalas lah, Yoongi ini lah, Yoongi itu lah, pusing kepala Yoongi.

Namjoon yang duduk di kursi pengemudi menoleh ke belakang untuk melihat putri semata wayangnya itu. Ia mengangkat kedua ibu jarinya dan mengedipkan matanya pada Yoongi. "Wah, anak appa memang yang paling cantik."

"Iya dong, Min Yoongi~" jawabnya sambil tersenyum lebar.

Senyuman Yoongi yang semanis gula itu menambah stamina Namjoon untuk menyetir. Ia segera menjalankan mobilnya menuju Busan, kota dimana kakak iparnya tinggal.

Sepanjang perjalanan, Yoongi terus berceloteh tidak jelas. Tentang barang-barangnya yang ia letakkan di dalam tasnya, tentang temannya di kampus, sampai tentang iklan di televisi pun dibahas olehnya. Namun setelah berceloteh selama kurang lebih tiga puluh menit, Yoongi menutup mulutnya. Seokjin yang tadinya mengira putrinya tertidur tidak sengaja melihat wajah murung Yoongi.

"Kenapa diam, Yoongi-ya?" tanya Namjoon tanpa mengalihkan pandangannya dari depan. Oh, Seokjin keduluan suaminya.

"Appa, apa semuanya ingat padaku ya?" kata Yoongi sambil cemberut.

Namjoon tertawa mendengar pertanyaan gadis kecilnya, sedangkan Seokjin hanya menoleh ke belakang untuk menatap Yoongi.

"Sayang, mana mungkin mereka lupa pada satu-satunya gadis manis di keluarga ini? Apalagi Jimin dan Taehyung, kalian kan dulu dekat sekali. Kamu ingat kan bagaimana eomma harus menggendongmu masuk mobil saat kita terakhir ke sana? Kamu berteriak tidak ingin pulang karena masih ingin bermain dengan Jimin." Seokjin tertawa kecil saat mengingat Yoongi kecil yang menangis keras ketika dipisahkan dengan sepupunya.

Sang suami yang sedang menyetir ikut tertawa mendengar cerita istrinya. "Iya, aku ingat itu. Sampai di rumah Yoongi bilang dia ingin pindah ke Busan agar bisa bermain dengan Jimin."

"Eomma! Itu kan sudah sembilan tahun yang lalu, jangan diungkit lagi dong! Appa juga, sudah dong, aku kan malu."

Yoongi menutup wajahnya saking malunya. Sedangkan kedua orangtuanya terus tertawa sambil menceritakan masa kecil Yoongi yang lainnya.

.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dari Daegu, akhirnya Yoongi sekeluarga sampai di rumah kediaman keluarga Park yang terletak di tengah kota Busan.

Yoongi turun dari mobil, menatap sebuah rumah sederhana di hadapannya. Ia menatap rumah tersebut sambil tersenyum lebar, dan matanya berbinar-binar. "Woah, rumah ini tidak berubah sama sekali ya, padahal sudah sembilan tahun."

Sementara Yoongi sibuk memandang rumah sepupunya yang masih sama dengan saat terakhir ia berkunjung, Seokjin dan Namjoon sibuk memindahkan barang-barang mereka dari mobil ke dalam rumah.

"Yoongi noona!"

Panggilan itu menyadarkan Yoongi dari lamunannya, dan membuatnya menoleh ke arah pintu rumah. Seorang anak laki-laki berlari keluar dan langsung memeluknya erat.

"Taehyung!" kata Yoongi saat ia menyadari siapa anak yang memeluknya itu. "Ya ampun, sejak kapan kamu jadi tampan begini?"

Anak laki-laki yang dipanggil Taehyung itu menampilkan senyum manisnya. Ia masih memeluk Yoongi sambil mengajak sepupunya itu masuk ke dalam rumah.

"Aku kan sejak dulu sudah tampan, noona saja yang tidak pernah sadar," katanya sambil mengeluarkan lidahnya. "Noona tidak rindu padaku? Kenapa baru datang sekarang?"

Belum sempat Yoongi menjawab pertanyaan Taehyung, pandangannya teralih pada seorang anak laki-laki—yang lebih kecil dari Taehyung—yang keluar dari kamar sambil menggosok-gosok matanya seperti baru bangun tidur.

"Taehyung, aku mau makan, lapar," kata anak laki-laki itu.

Wajahnya yang imut sekaligus tampan membuat Yoongi ingin mencubit pipinya, walaupun ia belum mengenal anak ini. Ia mendekati anak itu dan berjongkok untuk menyamakan tingginya. "Hai adik kecil, kamu siapa?"

"Ini Jungkook, noona! Adik kesayanganku~" jawab Taehyung sambil menggendong adiknya yang sedang menatap Yoongi dengan tatapan polosnya.

Mata Jungkook berkedip-kedip lucu saat melihat Yoongi. Ia berusaha turun dari gendongan Taehyung dan mengulurkan kedua tangannya pada noona yang baru pertama kali ditemuinya itu. "Noona cantik namanya siapa? Kenapa ada di sini?"

Yoongi yang mengerti bahwa Jungkook ingin digendong olehnya itu langsung mengangkat anak kecil itu dan tersenyum padanya. "Namaku Yoongi. Jungkook umurnya berapa sekarang? Kok dulu noona ke sini belum ada Jungkook?"

"Umurku empat tahun," katanya sambil mengangkat tiga jari kecilnya. "Noona pernah ke sini? Kapan? Aku kan sudah lahir sejak empat tahun yang lalu, kenapa aku tidak pernah lihat noona?"

Taehyung membenarkan jari Jungkook yang memperlihatkan jumlah yang salah. "Jungkook-ah, empat itu begini, yang tadi itu tiga."

Senyum Yoongi mengembang melihat Taehyung yang ternyata sudah menjadi seorang kakak. Ia mencubit pipi Jungkook pelan. "Jungkook lucu sekali."

"Ah iya, Jungkook lapar kan? Ayo kita makan," ajak Taehyung sambil berusaha menurunkan adiknya dari gendongan Yoongi.

Tanpa disangka-sangka, Jungkook menolak untuk turun dan memeluk Yoongi dengan erat. "Tidak mau! Aku mau makan dengan noona cantik, tidak mau sama Taehyung, bosan."

Bibir indah Yoongi melancarkan tawa kecil melihat penolakan Jungkook pada kakaknya. Apalagi setelah Taehyung memaksa adiknya untuk turun dengan alasan Yoongi-noona-harus-beristirahat.

"Kenapa ribut sekali Taetae?"

Sebuah suara khas laki-laki terdengar dari ujung ruang tamu. Seorang remaja yang mengenakan kaus tak berlengan datang sambil menggaruk kepalanya. Rambutnya berantakan. Kentara sekali kalau ia baru saja bangun dari tidurnya.

Park Jimin.

Bibir Yoongi seakan terkunci setelah melihat sepupunya yang sangat ia rindukan itu. Ia sudah berubah, menjadi lebih baik tentunya. Rahangnya lebih tegas, wajahnya maskulin. Ia terlihat jauh lebih dewasa dari sembilan tahun lalu. Hanya satu yang tak berubah, tingginya. Yoongi masih tetap menang dalam hal itu—walaupun ia yakin sebentar lagi ia akan kalah.

"Oh, ada Yoongi," kata Jimin saat ia menyadari bahwa ada Yoongi di sana.

Tanpa menunggu respon dari Yoongi, Jimin malah seenaknya mengambil Jungkook dari gendongannya, meninggalkan Yoongi sendirian—karena Taehyung ikut mengekor di belakang Jimin—tanpa mengatakan apapun lagi pada Yoongi.

"Jimiiiin! Aku mau turun, aku tidak mau sama Jimin sama Taehyung, aku mau sama noona cantiiiik!" rengekan Jungkook yang sudah dibawa ke dapur oleh kedua kakaknya terdengar oleh Yoongi.

Gadis bermata sayu itu kembali tertawa kecil mendengar suara si kecil Jungkook. Ia lalu duduk sendirian di sofa ruang tamu sambil memandang foto-foto yang terpajang di dinding. Ia tersenyum ketika melihat fotonya bersama Jimin dan Taehyung saat masih kecil. Tapi tiba-tiba saja terlintas kata-kata yang diucapkan Jimin ketika ia melihatnya setelah sembilan tahun lamanya.

Kenapa dia dingin sekali?

.

.

.

TBC


Anoncikiciw kembali dengan YoonMin yeay! *nyawer koin* si anon mah emang ga sabaran anaknya, ff yang satu belum beres eh udah langsung publish yang lain.

Ini ceritanya dari pengalaman pribadi loh, dikasih bumbu dikit sih biar unyu :3

Semoga suka ya readers semua. Dan jangan marahin anon yang hobi banget bikin Yoongi jadi cewek, abisnya… tak ada yang semanis Gulaku *ini bukan iklan*

Bts, eeeeh btw, buat Unknown Memories ntaran dulu yah, otw kok ya beneran deh, jangan marah ya oke oke oke? '-')b

Oke deh, see you in the next chapter~