Part 1 : Borg Birthday

Borg membuka matanya di pagi ini. Ia melihat matahari yang bersinar begitu terang dan mendengar suara kicauan burung. Ia tampak semangat sekali, apalagi ini ulang tahunnya Borg.

"Selamat pagi, Kiro" sapanya pada Kiro.

"Pagi" Borg terdiam. Ada yang aneh. Nampaknya tak ada satupun yang peduli pada Borg. Mereka sibuk dalam pekerjaan masing-masing.

Ini aneh. Kenapa mereka tidak memperdulikan aku?

Hanya itu kata-kata yang di katakan Borg dalam hatinya dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang.

"Borg, Ibu, Ayah, Kiro, dan Guci pergi dulu ya untuk mencari makanan. Felicia akan membawamu jalan-jalan" kata Ibunya.

"Felicia? Jalan-jalan?" tanya Borg kebingungan.

"Ayolah Borg! Daripada kita sepi di sini, lebih baik kita jalan-jalan" kata Felicia.

"Ouh, baiklah" ucap Borg lesu.

"Dah Borg!" kata Kiro.

Felicia menghadap ke belakang melihat keluarga Borg dan mengedipkan mata.

"Macan Putih, apa kau tahu hari ini hari apa?" tanya Borg

A-apa maksudmu? Tentu saja ini hari Rabu! Kata Macan Putih pura-pura tidak tahu.

"Bukan itu maksudku, tapi... Ah, sudahlah lupakan!"

"Borg, disitu ada festival. Bagaimana kalau kita kesana?" tanya Felicia.

"Emm... Baiklah"

Di festival itu, Felicia tiba-tiba menghilang. Ia bersembunyi di belakang semak-semak.

"Felicia! Felicia! Dimana kamu? Hei, aku tidak bercanda Felicia!" Borg nampak panik.

Borg pun keluar dari festival hanya membawa jam tangan warna biru yang awalnya sudah dipilih oleh Felicia. Jadi Borg menyimpannya baik-baik.

"Felicia, maafkan aku..." Borg merasa bersalah. Air matanya pun terjatuh.

Felicia yang mengikuti Borg jadi sedih.

Aku kasihan pada Borg...

"Kenapa tidak ada yang peduli padaku? Kenapa tidak ada yang memberi ucapan padaku? Kenapa Felicia menghilang?" tangisan Borg tak bisa di tampung lagi.

Akhirnya dengan lesu Borg pulang. Felicia sudah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah.

Borg membuka pintu dan dia mendapati rumahnya gelap.

"Ya ampun... Mati lampu..."

Tiba-tiba lampu menyala.

"SUPRISE!" kata keluarga Borg.

"Ayah, Ibu, Kiro, Guci, Felicia!" teriak Borg.

"Felicia! Kau tidak menghilang!?" tanya Borg.

"Tidak. Aku mengikutimu sembunyi-sembunyi. Mana mungkin aku hilang dari sisimu. Bisa-bisa engkau diculik orang" ledek Felicia meremehkan Borg.

"Apa kau bilang!? Awas ya kau!" teriak borg dan akhirnya mengejar Felicia. Tapi Ia kalah cepat karena Felicia menjadi kucing.

"Borg, kami ada kejutan untukmu..."

Dari balik dapur, datanglah 3 orang sahabt Borg. Yakni Warwick, Shumi, dan Honma. Tidak lupa Bulkan.

"Kawan-kawan!" teriak Borg lalu memeluk teman-temannya.

"Oooww.." ucap Warwick.

"Borg, sudah lepaskan... uhh... aduh... sakit Borg..." ucap Shumi.

"Hei Borg, itu menggelikan" ucap Honma.

PLAK! Ia ditampar Shumi.

"Dasar kurang ajar!"

Bulkan dan Guci hanya geleng-geleng kepala saja.

"Eee... ngomong-ngomong, kuenya mana?" tanya Borg.

"Ini dia!" kata seseorang. Itu adalah Prof. Leo.

"Profesor Leo!" teriak Borg.

"Sudah. Mari kau buat permintaan lalu tiup lilinnya"

"Baiklah..."

Aku harap kalau aku punya sahabat baru yang juga hebat dan aku selalu dilindungi teman-teman dan keluargaku

"Sudah?" tanya Kiro.

"Yap, sudah" jawab Borg lalu meniup lilin dan memakan kue itu.

"Nah, ini semua hadiah dari kami untukmu" kata Shumi kepada Borg.

"Ini dari ayah" kata Ayahnya.

Borg membuka kado itu. "Wah! Jam weker berfoto diriku!"

"Itu agar kamu tak bangun kesiangan terus"

"Ini dari ibu" kata Ibunya.

Borg membuka kado itu. "Wah! Sebuah liontin yang mirip seperti punya Kiro!"

"Ibu ingin agar kamu tetap ingat pada Ibu, Ayah, dan Kiro dimanapun kau berada"

"Ini dariku" kata Kiro.

Borg membuka kado itu. "Wah! Sebuah video game!"

"Daripada kau tidur terus, lebih baik kau main games saja"

"Oh iya Felicia. Ini jam tangan yang tadi kamu mau" kata Borg.

"Sudahlah, itu hadiah kamu" kata Felicia.

"Benarkah? Wah, terimakasih ya!"

"Ini dariku" kata Warwick.

Borg membuka kado itu. "Wah! Foto kita berempat!"

"Hei, jangan lupakan kami!" protes Naga Biru.

"Hehe... Iya"

"Ini dariku" kata Shumi.

Borg membuka kado itu. "Wah! Hah! Pai Blueberry dan topi!" Borg tidak mau memakan pai itu.

"Borg, aku sudah pintar masak kok! Itu kan buatanku" ucap Shumi.

Borg mencicipinya dan ternyata benar. Rasanya enak.

"Hmm... Enak.."

"Sudah kubilang kan!"

"Ini dariku" kata Honma.

Borg membuka kado itu. "Wah...(mendadak lesu) Ini kan alat memancing..."

"Ya, aku ingin kapan-kapan kau dan aku bisa memancing lagi"

"Kawan-kawan, terimakasih ya sudah mau datang" ucap Borg.

"Ya Borg" kata yang lain seraya berjalan.

"Terimakasih Ayah, Ibu, Kiro, Felicia, Guci!" ujar Borg.

"Yang penting bertambahnya usiamu itu harus jadi perubahan bagi hidupmu" kata Ibu.

"Borg, aku yakin mimpimu itu pasti akan terwujud"

"Terimakasih Kiro. Aku terharu"

Mereka semua pun bersenang-senang sepanjang hari di rumah kecil itu.

Part 2 ditunggu yaa...