Pada suatu sore, seorang anak bernama Stephen Vane mengendap-ngendap mengambil perkamen milik kakaknya dan kembali ke kamarnya untuk menulis surat

Dear Harry,

Kau pasti belum mengenalku. Tapi kau sudah kenal kakakku kan? Si Romilda Vane? Pasti. Namaku Stephen Vane. Aneh mungkin. Sebelumnya maafkan kakakku yang kata teman-temannya sih selalu mengejar-ngejarmu. Dan buktinya tiap musim panas dia selalu menceritakannmu. Dan kalau kau belum tahu –apakah harus kuberi tahu- aku ini cowok.
Dulu kukira enak jadi seorang selebriti seperti kau. Tapi ternyata susah juga ya. Dari mulai masalah sepele yaitu masalah fans terutama fans cewek dan juga jika aku jadi kau aku harus membunuh Kau-Tahu-Siapa. Yah… Secaranya aku anak yang malas.
Nah tujuanku menulis surat ini adalah aku selalu mendoakanmu dari sini. Semoga kau berhasil mengalahkan Kau-Tahu- Voldemort eh Kau-Tahu-Siapa. Hihihi… sebetulnya aku sudah terbiasa mengatakan Voldemort. Tapi entah kenapa semua keluargaku menyuruh untuk mengatakannya sebagai Kau-Tahu-siapa Aduh, kok jadi OOT yah. Pokoknya kami sekeluarga memberi support dari sini. Cuma kamu yang bisa mengalahkan Voldemort.
Nah… kurasa segini saja cukup. Soalnya aku memakai perkamen Romilda. Bahaya kalau dia sampai tau aku mengirim surat padamu. Mungkin dia langsung berkata "Kenapa tidak beritahu aku? Aku bisa titip bunga untuknya!". Uh… menyebalkan punya kakak seperti Romilda. OK, lain kali aku sambung ya… soalnya ada langkah kaki menuju kamarku.

Regards,

Stephen Vane

Setelah kehabisan nafas karena marah-marah, Romilda Vane menuju ke kamarnya dan mulai menulis surat diatas perkamennya.

Hallo Harry!

Kau pasti ingat aku kan? Romilda Vane. Beberapa hari yang lalu adikku mengirim surat padamu tapi tidak bilang-bilang padaku dan akhirnya ku marahi. Oh ya, bagaimana kabarmu? Kalau aku baik. Selalu baik kalau untukmu. Bagaimana kabar Ron Weasley, Hermione Granger, dan Gin...ny Weasley? Semoga mereka baik. Kecuali yang terakhir kusebutkan, kuharap.

Apa adikku mengirim sesuatu yang aneh? Maaf ya, dia memang adik yang aneh. Dia bilang Cuma memberi doa agar kau selamat menghadapi kau-tahu-siapa. Pasti bohong. Paling-paling menyebutkan semua kekuranganku. Adik yang menyebalkan, si Stephen.

Duh, tadi siang aku lupa mau beli bunga buatmu. Tapi tabunganku memang sudah menipis sih...dan mum belum memberi uang lagi sampai tahun ajaran baru. Menyebalkan. Eh, katanya coklat yang kuberikan padamu itu dimakan oleh Ron Weasley ya? Rakus benar dia! Itukan untukmu. Oke, tahun ajaran depan aku bawakan lagi. Coklat Honeydukes yang keluaran terbaru tentunya.

Waktu itu aku bertanya pada Gin...ny Weasley. Katanya kau punya tato naga didadamu, itu benar? Tapi menurutku, tato Hippogrif lebih bagus. Apalagi Hippogrif Hagrid yang bernama Whiternail-atau apalah-, sangat cantik. Atau kalau mau tato yang lain, kau bisa mampir di toko 'Shrieking Tatoo House, Diagon Alley'. Disana ada tato-tato yang bagus. Toko itu ramai karena pemiliknya menggunakan motif Potter all the Way. Dan katanya, pemilik tatoo hause itu dulunya murid Slytherin.

Eh, apa benar kau jadi pacarnya Gin...ny Weasley? Tapi kurasa tidak. Kau kan belum punya pacar. Gin...nynya saja yang kegatelan. Menyebalkan. Sama seperti kakaknya.

Nah, kurasa cukup segini. Mum sudah memanggilku untuk makan malam. Oh ya, saat pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour, aku akan datang. Semoga kau mau jadi pasanganku jika ada pesta dansa.

Salam Sayang,

Romilda Vane