Sebuah SMA xxx mengadakan darmawisata ke sebuah pegunungan di musim panas. Sebagai salah satu kegiatan wajib yang harus diikuti. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00. mereka akan berangkat sejam lagi. Sementara di dimensi lain,..
"junsu! Ayo cepatlaah. Aku dan Jaejoong kepanasan disini!" Yoochun dan Jaejoong berteriak dari depan rumah Junsu.
"Sebentar! "Teriaknya dari jendela lantai atas kamarnya.
Yoochun memicingkan matanya menahan terpaan sinar matahari, agak kesal dengan kelakuan temannya itu yang terkenal lelet. Sementara Jaejoong bersikap santai sambil mengemut permen dan memainkan hp.
"Jaejoong, hari ini tumben kau diam saja." Yoochun melihat teman cantiknya itu senyum senyum sendiri sambil menatap layar handphone nya.
"Ne..?" jaejoong menjawab ngasal karena dia tidak mendengar apa yang dikatakan Yoochun. Matanya yang bening menatap layar ponselnya.
"KAU NAIK BIS NOMOR BERAPA? AKU BISA MENGATURNYA AGAR KITA DUDUK BERDUA"
Begitulah isi pesan yang tertera di ponsel jaejoong. Seorang Jung Yunho sudah tidak sabar untuk melakukan perjalanan wisata dengan orang yang ditaksirnya itu. Begitu pula dengan kim Jaejoong.
Kedua manusia ini sebenarnya saling suka,namun status mereka belum jelas. Mereka memahami perasaan masing masing lewat pertemuan yang intens, sebagai anggota OSIS, Klub meminum teh dan pengurus laboratorium biologi. Sebuah ciuman kecelakaan di lab. Membuat mereka sedikit demi sedikit membuka perasaannya, namun tetap tidak ada yang menyatakan. Soal isi SMS tadi, Yunho tentu bisa mengaturnya, sebagai ketua kelas dan ketua OSIS hal itu mudah dilakukannya. Walaupun banyak sekali yeoja dari Yunho-fans yang akan menghalalkan segala cara untuk bisa duduk di samping Jung Yunho.
"Tidak akan khu khu" Yunho menyeringai sambil memegang daftar absen beserta posisi duduk teman teman kelasnya.
~oo~
Akhirnya mereka bertiga sampai di sekolah tepat jam 10!
"Ayo cepatt! Bus 1 sudah berangkat duluan!" teriak teman teman sekelasnya yang agak kesal.
"Iya sebentar! Kita terlambat juga karena bokong bebek satu ini. Dia tidak bisa berlari cepat!" Yoochun berlari lari kecil menuju bis.
"Apa kau bilang?" Junsu mengejar sahabatnya itu ikut masuk ke dalam bis.
Jaejoong juga berlari lari kecil menuju bus. Tiba tiba ada yang merangkul bahunya nya dari samping, membuat Jaejoong kaget.
"Yak! Sudah lengkap. Mari berwisataa!" Yunho yang mengagetkan Jaejoong itu menyeret tubuh kecilnya.
"Aaa.. Yunho jangan menarikku seperti ini."
"sudahlah, aku sudah mengatur duduk kita." Yunho berkata sambil memencet hidung jaejoong.
Bus sudah berjalan namun Yunho dan jaejoong masih berdiri di dalam dan sedikit ada perasaan tak enak. Bangku tersisa tinggal satu dengan seorang yeoja yang terduduk.
"Taeyeon, bukannya kau duduk di seat ini?" Yunho langsung melihat daftar tempat duduk di kertas miliknya.
Yunho menatap mata jaejoong dan seolah berkata "kau bohong." Yunho membalas dengan menatap boojae nya dan tatapan itu bermakna "percayalah padaku".
"Uhuk, aku tidak kuat duduk di dekat jendela, maafkan aku. Aku sama dengan Jessica, tidak kuat duduk dekat jendela.
Yunho melihat ke bangku sebelah Jessica yang juga kosong. Hm.. apa ini akal akalan dari jessica? Yunho tahu yeoja ini naksir jaejoong. Taeyeon dan jessica sahabatan.
Jaejoong menghela nafas dan mungkin sedikit kecewa dengan Yunho. Ia juga tahu. Taeyeon naksir Yunho.
"Kenapa kalian tidak membicarakannya tadi? Tidak bisa kalian.. kalian.. haish..!" Jung Yunho memutus kata katanya. Kalau ia melanjutkan kalimatnya bisa bisa kewibawaannya sebagai ketua OSIS, ketua kelas dan sebagai pria bisa jatuh. Sebagai pria tidak mungkin ia memaksa agar Taeyeon dan jessica bisa duduk bersama sementara mereka mengeluh sakit. Yunho menoleh ke arah jaejoong.
Jaejoong tidak bergeming.
"maafkan aku jae..." Belum selesai kata katanya, Yunho melihat jaejoong melewatinya dan mendekati bangku jessica dan duduk di sebelahnya.
"Duduklah di sebelah taeyeon." Jaejoong menatap Yunho kecewa. Akhirnya ia duduk dibelakang bersama Jessica. Sebenarnya jaejoong memilih di bangku sebelah Jessica karena bangku milik pasangan Yoosu ada di depannya.
Sementara yunho serba salah , mematung dan kehilangan muka di depan Jaejoong. Dan akhirnya pasrah duduk di sebelah taeyeon, diiringi senyuman dari yeoja itu. Yeoja itu menoleh kebelakang dan mengedipkan mata ke arah jessica, dibalas dengan simbol OK dari jempol jessica.
Dan keduanya tidak tahu kalau yeoja disamping mereka itu naksir mereka. Namun jaejoong tahu taeyeon naksir Yunho, sementara Yunho tahu jessica naksir Jaejoong.
Jaejoong melihat ke arah jendela luar mengacuhkan Yunho yang ada jauh di depannya. Perjalanan 3 jam ini pasti akan membosankan. Huft.
~O~
Suara bising pasangan Yoosu di depan membuat jaejoong tidak bisa tidur. Sebenarnya dia sangat ingin tidur, mengingat kebosanan tingkat tinggi yang menderitanya sekarang. Apalagi yeoja di sampingnya ini menyandarkan kepalanya pada pundaknya. Ia capek~
"AA! Chunnie teriakanmu membuatku game overr!" Junsu menjitak pelan temannya itu.
"kau saja yang kurang expert. Sini sini kemarikan pspnya." Yoochun merebut psp dari tangan Junsu.
Keduanya sangat menikmati perjalanan ini, bercanda, tuker tukeran snack main game bareng dan tertawa tawa bersama. Membuat jaejoong yang duduk di belakangnya merasa iri. Padahal ia sudah menyiapkan bekal berupa dadar telur dan onigiri untuk dimakannya bersama Yunho, bahkan dalam bayangannya kemarin ia ingin menyuapkan masakannya itu pada Yunho dan menanti respon dari Yunho apa enak, atau keasinan. Kembali ia melirik pasangan Yoosu. Sebenarnya dia bisa saja ikut nimbrung, tapi yeoja di sebelahnya ini membuatnya repot pake nyenderin kepala pula. Huh!
Hal yang sama juga menimpa Yunho. Yeoja di sebelahnya ini cerewet sekali. Sebentar bentar akting pusing dan meminta Yunho mengoles minyak angin di lehernya, menyuapkan makanan, meminta foto bersama dll. Yunho semakin malas ketika lewat kaca spion supir, ia melihat Jessica menyandarkan kepalanya pada Jaejoongnya.
Bus membawa rombongan itu menyusuri jalanan indah penuh pepohonan.
"MIAN HAE JAEJOONG"
Yunho memberikan pesan singkat itu kepada Jaejoong. Jaejoong melihatnya dan tampak mengacuhkan. Namun kemudian ia membalasnya.
"ENAK KAN DISUAPIN"
Yunho makin merasa bersalah mendapat balasan dari Jaejoong. Tapi hatinya juga tidak bisa bohong kalau ia sebal dengan apa yang dilakukan Jessica dan Jaejoong.
"ENAK JUGA KAN ADA YEOJA CANTIK YANG TIDUR DI "
Jaejoong merasa sebal, mematikan dan mencabut baterai dari ponselnya. Jung yunho melihat ke arah belakang berusaha melihat jaejoong, namun jae terus memandang ke arah luar mengacuhkannya.
Akhirnya bus sampai pada tempat tujuan. Junsu dan Yoochun berlarian kesana kemari karena senang dan berpelukan.
"kita sampaaai! Segarnyaa!~"
"Kita sebentar lagi akan datang melihat saudaramu!" Yoochun melihat ke arah monyet monyet yang bergelantungan sambil memandang yoochun.
"kau kira disini juga tidak ada saudaramu ? itu banyak!" yoochun membalas Junsu dengan menunjuk sekumpulan bebek yang mandi di sungai (?) =="
Junsu cemberut mendengarnya. Sementara Yoochun puas bisa membalas seketika.
"Hyuung! " terlihat salah satu teman mereka yang lain bus.
"aa Changmin! Kau tidak apa apa bro?" Yoochun memukul dada changmin. Ia tahu temannya ini selalu mabuk darat kalau naik bis.
"Sedikit puyeng. Bisnya geronjal geronjal membuatku hoek"
"Haik, araseo... " junsu menepuk nepuk punggung changmin. Terlihat sekali Changmin pucat dan bau minyak angin.
Sementara Yunho masih sibuk mengabsen teman temannya dan masih banyak kesibukan kesana kemari juga masalah pembagian kamar villa. Jaejoong g lagi sebal melihatnya, akhirnya duduk di sebuah batu besar, memandangi bentonya.
"kalian! Changmin! Kalian mau makanan?" Jaejoong mengangkat kotak bentonya tanda ia mau menawarkan makanannya itu. tentu saja langsung membuat ketiganya berlari dan rebutan makanan. Changmin menyuapkan (lebih tepatnya menjejalkan) makanan ke dalam mulut jaejoong, karena salah ambil, ternyata changmin salah menyuapkan cabe sehingga membuat jaejoong kebakaran. Sontan membuat keempat sahabat ini tertawa riang bersama. Dari kejauhan juga yunho merasa sebal melihat jaejoong bisa tertawa sementara dirinya tertekan dan belum berani meminta maaf secara langsung lagi kepada jaejoong yang lagi ngambek.
Rombongan akhirnya memasuki villa. Grup Yoosu jae dan Min berlarian berebut masuk kamar setelah menerima kunci setelah pembagian kamar.
Pembagian kamar berlangsung tertib. Terakhir, Yunho membawa tasnya masuk ke dalam kamarnya. Ia tidak bisa sekamar dengan jaejoong seperti khayalannya. Sebagai Ketua OSIS dia harus tidur bersama panitia dan guru pembimbing di kamar yang paling besar.
"Lihat! Bantalnya bantal bulu!" Junsu memukul mukul bantal pada yoochun.
"hentikan hyung, Yoochun hyung bisa kambuh asmanya." Changmin menghentikan ulah Junsu melihat Yoochun hampir megap megap.
"He.. mian mian" Junsu merapikan bantal dan ganti bergulung gulung diatas kasur, membungkus tubuhnya dengan selimut hingga seperti sushi.
"Hmh,, udaranya segar sekali." Jaejoong membuka lebar lebar jendela kamarnya diikuti Yoochun dan changmin.
"Woww bagus banget scenery nya." Changmin memandang kagum.
"ini tempat romantis, bagaimana kalau kapan kapan aku membawa pacarku yang cantik ke tempat ini." Keluar deh gaya playboy yoochun.
"Yak! Kau membicarakan aku?" Junsu memeluk Yoochun dari belakang.
" sana." Yoochun kepada Junsu.
"Membawa kekasih kemari? Hm ... " jaejoong kembali memikirkan Yunho. Tapi kemudian menggeleng pelan. "Dia pasti sibuk, sibuk sibuk dan sibuk. Aku tidak peduli." Jaejoong mengalihkan perhatian pada tasnya. Mengeluarkan beberapa baju kedalam lemari.
Yunho berdiri di pintu depan kamar jaejoong. Ia ragu untuk mengetuk pintu dan hanya mematung didepannya. Puluhan sms tidak terkirim ke nomor jae, tentu saja karena ponsel Jae masih tidak aktif, mungkin sudah dibuang sama JJ saking mangkelnya ==".
TOK TOK
Jglek...
Jaejoong membukakan pintu dengan muka tertunduk tak bersemangat. Ketika tahu tamunya adalah Yunho,ia buru buru menutup pintunya lagi.
BLAM!
"Jaejoong..." yunho melongo di depan pintu.
"Oppa! Ayo keluar anak anak membuat api datang dan memeluk lengan Yunho.
JGLEEK...Pintu terbuka lagi.
Gyaaaa! Keduanya keget.
Jaejoong mendelik melihat mereka tangan Taeyeon memeluk Yunho. Hal ini makin membuat runyam dan mengaburkan pandangan jaejoong.
"Ada apa?" yoosu berhamburan menuju arah keributan.
"Oh kau ketua kelas. Apa yang kau lakukan disini?Ehh ada taeyeon juga."
"Aku... aku..." yunho gugup berhadapan dengan black jaejoong yang sedang down.
"Kalian, kalian tidak ikut acara api unggun di bawah?Ada acara bakar bakar juga, ayo kebawah rame rame!" taeyeon bergelayut manja pada Yunho dan bermaksud mengajak Yoosu.
"bakar bakar?" changmin menyeruak diantara yoosu dan mengerlingkan matanya.
"ayoooo!" junsu dan yoochun bersemangat mengikuti ajakan Taeyeon dan segera ke yang sudah depresi ngikut aja diajak taeyeon.
"Sebentar, aku mau mengambil topiku." Yoochun kembali ke kamar.
Sementara jaejoong masih mematung.
"Heh? Jaejoong kau kenapa?" yoochun merasa aneh pada sahabatnya itu.
"Ani, ani a... "Jaejoong suram. Ia makin ragu dengan Yunho.
"Jaejoong kau sakit?dari tadi kau seperti ada yang aneh, sejak di bus." Yoochun memeriksa dahi Jaejoong.
"Ani a chun... not there, but here." Jaejoong memindah tangan yoochun dari dahi ke dadanya. Tangisnya membuncah, membuat Yoochun kaget.
"Ken.. kenapa?" Yoochun tetap pada posisi semula, memegang dada kiri Jaejoong.
"Aku tidak kuat... hatiku sakit melihatnya, sakit sekali," jaejoong menangis dalam pelukan Yoochun pada akhirnya.
"Apa? Apa kau selama ini menyukai Taeyeon? Dan waktu di bis melihat Taeyeon duduk di samping ketua belagu itu kau merasa sebal begitu? Dan... dan kejadian barusan... " Yoochun mulai mengerti apa yang dirasakan jaejoong.
"Aku menyukainya. Aku sangat menyukainya..." jaejoong membiarkan salah paham mendera Yoochun dan terus terisak.
"Iya aku tahu ia gadis yang populer, pasti banyak saingan.." Yoochun menepuk nepuk punggung jaejoong.
Apa yunho sepopuler itu? dia tampan, berkharisma, super sibuk dan pintar... berapa banyak yang menyukainya? Pasti kebanyakan wanita. Dia pasti senang di kelilingi wanita cantik, kalau sudah begini apa artinya aku? apa arti perhatiannya selama ini padaku? Dan... apa arti sebuah ciuman itu?
~0O0~
Sementara dibawah anak anak berpesta pora barbeque an dan menyanyi bersama. Kegiatan malam itu adalah kegiatan santai. Sebelum mereka akan melewati hari hari berikutnya yang katanya penuh acara seru. Taeyeon makin dekat dekat dengan Yunho, dan tentu saja Yunho tidak nyaman, ia masih mencari cari dimana jaejoong, ia menangkap Yoochun baru bergabung dan... tanpa jaejoong? Dimana dia? Apa masih di kamar? Apa dia baik baik saja?
Sementara Yoosumin tenggelam dalam pesta dan makanan yang banyak.
Jaejoong malas keluar dan lebih memilih berdiam diri di kamar. Tiba tiba seseorang mengetuk pintu. Lama tidak jaejoong buka. Ia kembali menyalakan ponselnya. Matanya terbelalak melihat jumlah pesan yang dikirimkan Yunho. Ratusan!(?) lebay mamen. Apakah itu yang mengetuk pintu adalah Yunho? Aku tahu dia pasti akan datang dan meminta maaf.
*flashback*
Yunho merasa tidak enak apalagi tidak melihat jaejoong padahal darmawisata ini adalah kesempatan yang bagus buat berduaan. Karena di sekolah dia sangat sibuk sebagai ketua OSIS. Ia mengharapkan duduk bersama dengan jaejoong di bus, tapi tak menyangka bakal dirusak sama yeoja di sebelahnya ini. Huh rasanya pengen njitak ga peduli dia yeoja sekalipun.
"Aku mau ke kamar mandi sebentar." Pamitnya pada taeyeon, padahal Yunho beralasan supaya bisa ke kamar jaejoong dan tidak diikuti.
*end of flash back*
Jaejoong melangkahkan kakinya ke depan pintu bersiap membukanya. Ia mengambil nafas, menghembuskan perlahan.
KRIEEK,
Jaejoong kaget melihat Jessica di depannya.
"ssst..."
Telunjuk Jessica mngatupkan bibir jaejoong dan mendorong Jaejoong kembali masuk kamar. Dan PEMIRSA!
Jung Yunho melihat keduanya beradegan seperti itu dan clekit, sesuatu menusuk hatinya. Sakit. Segera ia meninggalkan tempat itu.
"jessica apa yang kau lakukan? Cepat keluar, yeoja dilarang masuk kamar namja!" jaejoong setengah kaget melihat yeoja itu nekat.
"Aku kesepian oppa, aku juga dikamar sendirian. Tuh aku ditinggal sama taeyeon yang lagi mesra mesraan sama Yunho oppa." Jess cemberut.
Mendengar kalimat Taeyeon, jaejoong merasa hatinya berdenyut sakit lagi.
"Cepat keluar! Aku tidak mau dianggap berbuat yang aneh aneh, ayo cepat keluar." Jaejoong mendorong Jessica hingga keluar dan menutup pintunya. Tidak peduli sekeras apapun jessica mengetuk dan berteriak meminta dibukakan pintu. Jaejoong duduk lemas di lantai. Ia patah hati.
Sementara Yunho juga merasakan hal yang sama. Yunho muak melihat kedekatan Jessica dan jaejoong. Tampan? Iya dia memang tampan walaupun kadang terlihat lemah, lembut? Iya dia memang lembut terhadap siapapun. Bukannya kedua hal itu yang paling kebanyakan yeoja dambakan dari sseorang namja? Iya kan? Tidak salah jaejoong disukai banyak yeoja. AAAAghh! Yunho menggaruk garuk kepalanya frustasi.
~OoO~
Yoochun menatap Taeyeon yang masih saja nempel nempel dengan Yunho.
"Hm, Jung Yunho. Kau membuat sahabatku merana. Aku akan melakukan sesuatu saja nanti."
~OoO~
Saatnya tidur pemirsa.
Jaejoong menarik selimutnya. Udara dingin membuatnya bolak balik diatas kasur yang empuk itu. ia satu bed dengan Changmin. Sementara Yoochun dengan Junsu tapi kemana perginya Yoochun?
Yunho tidak bisa tidur tentu saja ia kepikiran Jaejoong dan Jessica. Apa yang mereka lakukan? Berpelukan? Berciuman? Tega sekali Jessica mengambil alih Jaejoong. Apa? Mendapatkan bibir itu? bibir itu...? Yunho memegang bibirnya dan mengingat kejadian ciuman itu di lab. Lembut...
Tiba tiba Yunho mendengar suara jendela yang kelihatannya di lempari kerikil. Yunho bergegas melihatnya dan melihat Yoochun mengarahkan jempol terbalik dan mengisyaratkan supaya yunho mengikutinya. Yunho merasa aneh, apa maksudnya tanda looser (pengecut) itu untukku? Dan segera ia mengambil jaketnya dan keluar menemui Yoochun.
"Hey tuan Sok. Apa mengambil alih semua hak Jaejoong kau bisa seenaknya hah?" yoochun bernada sarkastik.
"Apa maksudmu?"
"Mulai dari ketua klub, ketua OSIS, kau mengambil semuanya dari jaejoong. OK aku sebagai temannya masih bisa menerimanya, setidaknya dia tidak akan terlalu sibuk. Dan kami bisa bersamanya terus."
"Langsung saja kau mau bicara apa? Apa semua ini jaejoong yang menyuruhmu karena takut bertemu denganku?" ujarnya.
"Kau bisa bisanya bicara seperti itu. aku ini temannya, aku tahu jaejoong saat ini terluka!"
Yunho membelalakkan matanya. Apa Yoochun sudah tahu hubungannya dengan Jaejoong?
"Hey kenapa diam saja? Kau sebenarnya tahu kan siapa yang jaejoong sukai?Tapi kenapa kau sengaja mendekatinya terus hah?" Yoochun mendesak yunho.
"aku? aku mendekati siapa?" yunho makin kebingungan.
"kau terus bersama taeyeon, apa jabatan yang jaejoong berikan padamu masih kurang sehingga kau merebut Taeyeon darinya? Kau tahu kan, jaejoong itu menyukai taeyeon!" Yoochun frontal tanpa basa basi lagi.
DEG
"Apa?" yunho menganga lebar.
"Hentikan sikapmu itu. biarkan Jaejoong berbuat sesuatu yang menyenangkan dengan orang yang disukainya." Yoochun seenaknya bicara.
"Ap apa? Apa maksudnya berbuat sesuatu yang menyenangkan? Apa tidak ada kata kata lain? Apa kau terlalu bangga memiliki teman sepertinya! Sehingga membiarkannya memiliki dua pacar sekaligus?"
Yoochun bingung. "dua yeojachingu? Aku tidak paham."
"jaejoong dan jessica pacaran bukan?" Yunho merasa ini kesempatan terbaiknya untuk bertanya pada sahabat jaejoong ini.
"Pacaran apaan? Kau tahu betapa sebalnya jaejoong ketika berada di dekat jessica. Dia itu ganjen. Jaejoong tidak suka yang ganjen ganjen. Makanya dia memilih taeyeon!"
Yunho melihat ada setitik sinar harapan yang mulai melebar dan membuatnya mengembangkan senyuman.
"Hey Jung Yunho apa kau tidak apa apa?" Yoochun mulai merasakan gerak gerik aneh pada Yunho.
"baiklah sampaikan padanya, aku tidak menyukai taeyeon. Aku tidak suka dia. Dia itu jelek, pesek, kurus, bau lagi. Tolong sampaikan padanya, aku menyukai seseorang yang lebih cantik dan baik dari taeyeon. Aku mohon padamu Yoochun." Yunho memegang tangan Yoochun bahagia.
Yoochun makin melongo mendapat perlakuan aneh dari ketua kelasnya itu.
~OoO~
Huh jadi buat apa aku tadi melabraknya? Kenapa berakhir seperti ini? Haish membuatku lapar. Yoochun berjalan perlahan menuju api unggun berharap ada sesuatu yang bisa dimakan.
Kresek kresek
Yoochun berjalan mendekati api unggun, ia melihat sosok bayangan besar di depannya.
'Gyaaaa!"
"Yak! Hyung kau mengagetkanku!" Sosok Changmin muncul dari balik selimut dengan sisa makanan di sudut bibirnya.
"Kau kau apa yang kau lakukan?" yoochun menunjuk nunjuk wajah Changmin.
"Aku tentu saja lapar. Aku kan punya kebiasaan makan di tengah malam." Kembali changmin mengunyah makanan yang sepertinya ubi bakar.
"Aku juga lapar! Aku minta satu!"
"Jangan!"
Dan akhirnya mereka berebut makanan ditengah tengah semua orang yang terlelap. But.. apa yakin semua terlelap?
~OoO~
Jaejoong mengerjap ngerjapkan matanya memandangi langit langit kamar, melihat sepasang laba laba merajut rumah cinta mereka. Tiba tiba ia merasa iri, andai dia dan Yunho bisa merajut cinta yang sepertinya telah tumbuh diantara mereka. Tidak mungkin jaejoong sesakit ini melihat orang yang dicintainya bersama orang lain sama yeoja pula. Ndak relllaa~ rengek jaejoong di sela sela lamunannya. Ia memejamkan mata sesaat.. Hmm ia berharap menemukan wajah yunho ketika ia membuka matanya. Lama jaejoong menutup matanya hingga ia merasakan hembusan angin yang hangat di sekitar wajahnya. Ia memicingkan matanya dan ...
UGH! Seseorang membekap mulutnya dan mengisyaratkan untuk tidak berisik dan mengikutinya keluar.
Jung Yunho!
Jaejoong melirik ke arah junsu yang sedang tidur dan menganguk pelan, mengikuti bahasa tubuh Yunho supaya berhati hati biar Junsu tidak terbangun.
Yunho memegang erat pergelangan tangan Jaejoong, membawanya masuk ke dalam hutan. Jaejoong merasakan sedikit kesakitan.
"Ahh sakit..." pekikan jaejoong tidak dipedulikan oleh yunho, ia terus menyeret Jaejoong, hingga jaejoong tak tahan.
"Hentikan! Sakit!" jaejoong melepas paksa pegangan yunho. Dan mengelus pergelangannya.
Yunho tidak berkata apapun, maaf pun tidak. Ia mendorong jaejoong hingga tubuhnya merapat pada sebuah pohon besar, dan langsung menghimpitnya.
Jaejoong tidak tahu harus berbuat apa. Ia diam saja dan menatap mata Yunho yang menakutkan.
Yunho melumat bibir Jaejoong dengan jemarinya dan spontan menggigit kecil bibir atas jaejoong.
"Ini hukuman untuk sandaran kepala jessica kepadamu dan kau menerimanya." Yunho melepaskan gigitannya dan memandang tajam Jaejoong. Kemudian ia kembali menyatukan bibirnya dan menggigit agak keras pada bibir bawah Jaejoong hingga membuat jae kesakitan dan mendorong Yunho sekuatnya.
"Itu hukuman untuk kunjungan jessica ke kamarmu dan kau menerimanya."
"Apa yang kau lakukan! Sakit tau! Seenaknya memberi hukuman padaku sementara kau juga bersama taeyeon! Aku bisa menghukummu juga tau!" jaejoong memukul mukul dada Yunho.
"Mian hae jaejoongie... mian hae." Jawab Yunho sambil memeluk erat Jaejoong dan berusaha menenangkan Jaejoong yang labil.
"Hiks,.." jaejoong terisak dalam dekapan yunho.
"Kita selesaikan kesalah pahaman kita sekarang juga. Aku akan menunjukkan siapa yang aku sukai dan cintai." Yunho mengelus bibir Jaejoong.
"sakit ya, maafkan aku." Yunho mengecup pelan bibir yang sedikit memerah akibat gigitannya tadi.
"eum.." jawab Jaejoong sambil deg degan mendapat ciuman dari Yunho. Ciuman yang sangat berbeda dengan ciuman di laboratorium beberapa hari lalu.
Yunho mengecup ngecup lembut bibir itu, kemudian mulai mengeluarkan lidahnya, menari menggoda di area bibir, berjalan dari ujung ke ujung, berkali kali juga mengemut bibir bawah dan atas jaejoong secara bergantian. Jaejoong pun tidak hanya menerima, ia mulai menikmati lumatan lumatan bibir manly jaejoong membuka sedikit demi sedikit bibirnya membiarkan Yunho meng foreplay dirinya.
"Ahh..." Yunho mendengar Desahan pertama Jaejoong. Tangannya yang semula berpegangan pada pohon, perlahan meraba tengkuk Jaejoong dan tangan satunya mulai nakal memasuki kemeja jaejoong dan menyusuri perut Jaejoong , menuju ke atas dan meraba nipple Jaejoong.
Nafas keduanya memburu. Jaejoong meremas rambut Yunho dan menikmati ciuman basah yang saat ini mereka lakukan.
"Ahh... akhh ah..." jaejoong merasa enak dan geli ketika yunho memutar mutar ibu jarinya diatas kedua nipple nya.
"Enak Jae?" Yunho sesekali bertanya pada jaejoong dan disertai angukan pasrah.
Yunho makin bernafsu berciuman. Dengan agak kasar ia membelit lidah jaejoong dengan lidahnya, menggigit, mengulum hingga keduanya banjir air liur disekitar mulut dan bibir. Udara pegunungan yang dingin seolah tak berani mengusik mereka. Yunho mulai menciumi daerah belakang telinga jaejoong sebelum akhirnya meniup niup kuping itu hingga memerah dan menggigitinya kecil.
"Hmhh.. Yunhh.. enak.."
"kau menikmatinya?"
"mmhh..."
Cut pemirsa! Terdengar suara teriakan Yoochun dan Changmin mencari keduanya.
"Kim jaejoong! Dimana kauu?"
Jaejoong buru buru melepaskan pagutan dari yunho dan gemetaran menutup kancing bajunya. Yunho membantu mengancingkan baju Jaejoong dan berjongkok sambil memeluk Jaejoong bersembunyi.
Dalam hati keduanya merasa tenang. Kesalah pahaman berakhir sudah. Tinggal mengukuhkan hubungan mereka ^^
Thx 4 reading wanna next chapter? Gimme comment thx. Yunjae 4 ever
