Short Scene: Two Idiots Talk
Pairing : Dino x Girl!Hibari + Mukuro
Rate : T
Genre : Humor
Dino mengamati etalase toko tersebut dengan tatapan serius.
Orang-orang memperhatikannya dengan heran. Mencolok. Sungguh, mencolok sekali. Berada di pusat pertokoan dengan membawa Enzo Ferrari dan selusin mobil lainnya serta dikelilingi oleh para anak buahnya.
Dan kenapa juga dia memandangi etalase itu?
Alasannya yaitu karena Dino sedang mencarikan hadiah untuk Hibari atas tepat setahun pernikahan mereka.
Akhirnya Dino memutuskan, "Oke! Yang itu saja!
Dino bermaksud memanggil sang penjaga toko ketika terdengar suara familiar memanggil namanya.
"Ah... Bukankah ini Dino Cavallone?"
Dino menoleh ke arah sumber suara tersebut, "Rokudou Mukuro?"
Rokudou Mukuro, yang menyeruak muncul dari kerumunan para anak buahnya, memperlihatkan senyumnya yang penuh percaya diri (tentu dalam hal percaya diri dia setingkat dengan Hibari).
"Wah, wah... kau mau beli yang begitu? Akan kau pakai?"
Dengan cepat Dino membantah, "Bukan, tahu! Ini akan kuberikan pada Kyouya."
"Oh... ya, ya... Aku lupa," kata Mukuro, "Kalau begitu aku juga akan membeli yang itu untuknya."
"Tidak bisa! Ini milikku! Kau cari saja yang lain!" Cegah Dino, "Dan yang paling penting, jangan beli yang begini!"
"Yang lain?" Mukuro berpikir sejenak kemudian menambahkan dengan riang, "Baiklah... kalau begitu aku akan mempersembahkan diriku saja."
Dino memekik, "Itu lebih tidak boleh! Dia istriku, tahu! Istriku!"
"Hibari-chan pasti sedang menungguku. Kufufu... aku dataaang..." Mukuro segera bersiap pergi menuju rumah yang ditinggali oleh Hibari (dan juga Dino), tapi tali cambuk Haneuma Dino langsung membelitnya.
"Dengar, ya! Jangan macam-macam pada istriku!"
Mukuro dengan mudah melepas belitan cambuk Dino, "Sudah jadi istri orang bukan berarti tidak bisa selingkuh, kan?" kemudian melambaikan tangan pada penjaga toko yang melihat mereka dengan tatapan oh-mereka-sungguh-tidak-waras dan berteriak padanya, "Aku minta yang dipajang di etalase, yang nomor dua! Bungkus dengan kertas kado yang indah, ya!"
"GYAAAA!!" Dino teriak panik, "Itu milikku, bodoh!"
"Milikku karena aku yang duluan memesan," kata Mukuro cuek.
Kemudian Dino berlari menuju kasir sambil mengeluarkan dompetnya, "Tidak sebelum kau membayarnya!" lalu membayarkan sejumlah uang ke penjaga toko.
Mukuro juga langsung menaruh uang di meja kasir (membuat sang penjaga toko bingung akan menjualnya kepada siapa), "Ini pesananku," katanya pada Dino.
"Aku yang lebih dulu melihatnya!"
Dan mereka mulai tarik-menarik bungkusan hadiah tersebut.
Dari dalam toko mereka tidak menyadari kedatangan Hibari dan Kusakabe yang menghampiri Romario.
"... Apa yang mereka lakukan," Hibari bertanya datar pada Romario.
"Oh, Kyouya dan Tetsuya! Kalian disini? Ah, hahaha... Bos dan Rokudou Mukuro sedang berebut barang untuk dihadiahkan kepadamu."
"..." Hibari memperhatikan toko tersebut, "Hadiah dari toko seperti ini?"
"Yah..." Romario salah tingkah.
Lalu Hibari berjalan meninggalkan mereka sambil berpesan, "Beritahu mereka... jika mereka masih ingin hidup, jangan temui aku lagi."
Romario hanya dapat melihat Hibari dan Kusakabe berjalan menjauh sambil menghembuskan nafas panjang. Benar-benar... bos-nya itu tidak berpikir bahwa membelikan pakaian dalam untuk Hibari akan berakibat fatal. "Bos, aku hanya dapat mendoakanmu supaya dapat melewati malam ini dengan selamat..."
