Tahukah kau?
Betapa aku berharap dapat terus seperti ini
Menjalani kehidupan yang menyenangkan
Tanpa dikekang, penuh kebebasan
Aku yang dulu tak akan mengerti
Tak akan pernah mengharapkan mimpi ini
Bersama semuanya, aku pergi
---
Pertama kali aku berjumpa dengannya
Aku tertarik karena usianya sama denganku
Aku ingin tahu tentangnya
Untuk mengisi waktu dalam ujian panjang itu
Tetapi pandangan matanya mengikatku
Matanya bercahaya, menampakan kejujuran tak terhingga
Semakin buatku penasaran
Aku bertanya
"Mengapa kamu mengikuti ujian ini?"
"Untuk menemukan ayahku," jawabnya
---
Kalau kuingat lagi, sejak saat itulah sebenarnya
Aku mulai tertarik akan kehidupan yang dijalaninya
Kehidupan yang bebas, tak terbelenggu apapun
Keinginan sendiri dari lubuk hati
Dan kejujurannya yang polos seperti salju
Mengikat jiwaku yang penuh dengan kebohongan
---
Ia memberi cahaya dalam hidupku
Aku yang selama ini berputar-putar dalam kegelapan
Tak pernah berharap melihat cahaya
Namun tiba-tiba ia muncul
Cahayanya menyilaukan mataku
Sesaat aku tak dapat melihat
Kucoba membiasakan diri di dalam cahaya
Namun akhirnya aku takluk juga
Aku kembali pada kegelapan, kabur sejauh-jauhnya
---
Tapi, ia muncul lagi
Mengejarku, mengarungi bahaya demi bertemu denganku
Sesaat aku tak tahu harus bagaimana, hingga tiba-tiba
Cahaya itu mendekat dan aku berusaha meraihnya
Tanpa kusadari aku pergi dari kegelapan itu
Aku pergi meninggalkan bayangan besar yang selama ini meneduhiku
---
Tahukah kau?
Ketika kau menyentuh cahaya
Tak peduli dari kegelapan sepekat apapun asalmu
Walau mungkin hanya sekejap saja
Seumur hidup kau tak akan mau terlepas darinya
Killua Zaoldyeck
22 Februari
