Title : MAFIA LOVE

Author : yourgenie17

Cast&Pairing(s) : Lee Chan(Dino), , Jihan, SoonHoon/HoZi, BooNon/Verkwan, JunHao,Meanie/MinWoo, Dokyeom/D.K/Deka

Rated : T~M (hmpft)

Summary : punya daddy sugar? itu sudah biasa. Pernah dengar hubungan diatas sebuah kontrak? itu juga sudah menjadi rahasia umum. tapi kalau mempunyai kontrak sugar ring dengan seorang mafia? lalu karena 1-2 dirimu suka-tidak suka harus menjadi istrinya? ini bukan hal yang biasa lagi namanya.

note : hey yo. whassap.

untuk cerita ini aku tidak berani untuk membuatnya menjadi chapter-chapter yang panjang. akan susah nantinya.

ngomong-ngomong, aku benar benar tidak memiliki ide untuk melanjutkan cerita "Social Media" dan "About you, him, her, them and me(benar tidak urutannya?)". aku benar benar meminta maaf, aku tidak berani untuk berjanji update cepat untuk cerita itu. tapi akan aku usahakan untuk mencari inspirasi sebanyak-banyaknya! aku benar-benar minta maaf karena tidak menuliskan plot untuk kedua ff itu. untuk itulah, kali ini aku menulis plot untuk jaga-jaga nantinya. padahal banyak diantara kalian yang penasaran dan menantikannya. maafkan aku yang tidak profesional ini. aku minta maaf sebesar-besarnya! /deep bow.

...

"CHANNIEEEE BANGUNNNN! KAMU TIDAK INGIN TERLAMBAT DIHARI PERTAMU SEKOLAH KAN?!" pekik Nyonya Lee dari dapur bawah sana.

Lee Chan pun akhirnya terbangun sempurna dari acara mengulet-paginya.

Setelah menghela nafas, dengan malas ia beranjak dari kasur kesayangannya itu,"andai aku homeschooling seperti Vernon hyung. Pasti bisa bermalas-malasan di pagi hari."keluhnya.

Iya, tetangganya yang half-blood itu memang homeschooling semenjak pindah ke korea.

Ada satu rahasia-umum dari keluarga Chan yang harus kamu ketahui.

Chan si Bungsu merupakan kelinci putih polos di keluarga Lee. Maksudnya, Chan adalah anak yang innocent, yang benar-benar optimis dengan dunia luar yang sebenarnya keras. Keluarga Lee benar-benar mendidik Chan dengan baik.

"Chan, cepatlah sedikit." erang kakaknya frustasi di garasi. Nona Lee itu sedang memanaskan mesin sc**py kesayangannya.

Nona Lee sedang dikejar waktu untuk menyerahkan skripsinya. Sudah ditolak 8 kali oleh dosen Kang, tentu ia tidak ingin ditolak ke-9 kalinya hanya karena terlambat menyerahkan tumpukan kertas sialan itu. ups.

Senyum sumringah menghiasi si kecil Lee, terlihat ia sedang menggigit roti selai kacang sarapannya sembari memakai sepatu. Saking positifnya aura Chan meski ia lamban, kakaknya yang ingin mengomel pun tidak jadi. Tak sampai hati jadinya.

Dulu, Chan pernah terjatuh dari sepeda. Sesampainya dirumah, Nona Lee dengan geram mengomelinya karena ceroboh. Baru satu pelototan keluar dari mata Nona Lee, seketika Chan menangis dengan kencangnya. Bukannya lanjut mengomel karena menemukan luka selain disikut Chan, Nona Lee malah terkejut dengan tangisan Chan.

Nona Lee sejak saat itu menyadari, bahwa hati seseorang itu sebenarnya rapuh. Namun, akhir-akhir ini ia memikirkan sesuatu. Chan yang sekarang, tidaklah berbeda dengan yang dulu. Hanya perubahan secara fisik yang tampak, bukannya secara emosional.

Hei, Nona Lee mengambil jurusan Psikologi! Kalian harus tahu itu.

"Nona, aku sudah siap, hehe." kejut Chan yang tiba-tiba muncul didepan Nona Lee. Nona Lee menghembuskan nafas. Ia harus segera membicarakan ini dengan Nyonya Lee. Ia takut terjadi apa-apa dengan si bungsu.

"Baiklah, Kajja!"

...

[Chan POV]

Sebentar lagi saat jam makan siang!

Apa yang kulihat saat ini adalah keadaan kelas yang ricuh dan gaduh. Banyak dari mereka membentuk kelompok-kelompok dan berbicara satu sama lain. Dan aku pun di kelilingi oleh beberapa bekas teman smpku.

"Jam kosong begini enaknya tidur." ujar Mingyu Kim, temanku yang tingginya setinggi tiang bendera di aula. Mingyu sangat populer disetiap tempat ia bersekolah ataupun tempat bimbelnya. Ia terkenal akan wajah tampannya, aku mengakui itu, dan Bakatnya dibidang olahraga basket. Yah, meski nilai matematikanya bisa dibilang cukup mengerikan.

Seungkwan Boo menggeleng,"Kamu ini, bisanya tidur saja." keluhnya dengan aksen Jeju. Seungkwan itu anak yang tergolong ceria, heboh, moodmaker. Ia juga tampak manis, ditambah pipi chubbynya yang membuat banyak orang gemas yang ingin sekedar mencubit pipi gempal itu.

Seungkwan itu, bukanlah orang Seoul. Ia pindah ke Seoul karena pekerjaan orang tuanya. Mau tidak mau ia meninggalkan pulau kelahirannya yang sangat ia sayangi itu. Aku sangat senang mendengar ceritanya tentang pulau yang terkenal dengan pantai indahnya. Ah, kudengar banyak tempat wisata disana. Suatu hari nanti aku ingin mengunjungi Jeju!

Disebelah Seungkwan ada Yeoreum dan Suhyun Lee. Mereka sudah menempel seperti perangko semenjak taman kanak-kanak. Mereka jugalah teman pertamaku. Suhyun tampak simbuk mengeritingkan rambut Yeoreum sementara Yeoreum sendiri sedang memasangkan Suhyun Eyeliner.

Mungkin kalian bertanya, mengapa teman pertamaku perempuan bukannya laki-laki. Dikelasku itu, anak laki-lakinya nakal semua. Tidak menyenangkan dan sangat menakutkan huh. Lagi pula, Suhyun lah yang pertama mengajakku berteman, Diikuti Yeoreum yang nimbrung bersama. Aku pun bersyukur dari TK hingga SMA mereka satu sekolah denganku. Seperti memiliki malaikat pelindung saja.

"Hey, Dino! Kamu melamunkan apa?" tanya Seungkwan dengan nada yang shocking high.

Ah! kuping Chan terasa pengang seketika.

"Tidak apa-apa, hehe. Aku hanya memikirkan menu makan siang." ujarku sekenanya disertai cengiran khas diriku.

"Kamu membawa kotak bekal tidak? Biasanya umma Lee memberimu bekal lauk yang enak." puji Seungkwan. Alah, dia itu biasa modus. Seungkwan suka sekali mencomot laukku. Sebenarnya tidak apa-apa sih. Toh, makan siang dari sekolah juga ada. Umma membawakanku lauk tambahan, takut-takut aku tidak selera dengan menunya.

Dino! Nama panggilan akrab yang diberikan oleh kawan-kawanku. Terdengar unik, cukup simple, akupun suka mendengarnya.

"Bawa kok, tenang saja."

KRINGGGG!

Bel berbunyi. Di iringi dengan pengumuman dari ruang broadcasting bahwa waktu istirahat makan siang dimulai.

"Test. Halo rekan-rekan semuanya. Waktu istirahat makan siang dimulai. Nikmati siang yang cerah ini, dan semoga harimu menyenangkan. Sekian kata-kata dari saya, Mingming, PBC menyampaikan." itulah bunyi pengumannya.

Di korea, pengumuman seperti itu merupakan hal yang biasa. Namun bagi seorang Seungkwan,"Eww! Sangat tidak modis. Chessy ew!" merupakan hal yang chessy-atau apalah itu namanya.

Aku terkekeh sembari keluar kelas.

Seungkwan terus saja melilitkan lengannya dilenganku seakan-akan aku akan pergi menghilang darinya,"Aku bukan anak kecil." keluhku sambil memanyunkan bibirku tidak suka.

Setelah selesai mengantri makanan Seungkwan baru menjawab.

"Kamu begitu berharga seperti adikku sendiriーOh, Hai Jisoo hyung!" pekik Seungkwan seketika. Sudah dua kali dalam sehari ini, kupingku dibuatnya pengang.

"Hai, Boo. Ingin makan siang dengan kami ?"

Aku menoleh ke arah sumber suara.

Jisoo Hong, atau biasa dipanggil Joshua sebenarnya. Ia blasteran Amerika-Korea, sama seperti Vernon meski berbeda kota. Yang membuatku salut adalah dengan kemampuan berbahasa Koreanya yang bagus. Tidak seperti Vernon, yang masih kental aksen bulenya.

Disamping Josh hyung, ada Wen Junhui dan Xu Minghao yang merupakan keturunan orang China murni, namun sudah tinggal di Korea semenjak sekolah dasar. Meski begitu, tetap saja logat China yang kental terdengar di kalimat yang mereka ucapkan.

"Jeonghan sudah menunggu dikursi ujung sana bersama dengan Mingyu." ujar Josh hyung menunjuk ke arah mereka berdua.

"Bukannya dia tadi tertidur ?" tanya Seungkwan tidak percaya. Aku menggeleng sembari berbisik,"Monster tiang itu akan berteleportasi dengan cepat bila itu urusan makan."

Jeonghan Yoon! Aku hampir lupa memperkenalkannya.

Jika diibaratkan orangtua, dikelompok kami Josh hyung adalah ayah dan Jeonghan adalah Ibunya. Dengan sedikit paksaan, aku harus memanggilnya umma. Ya, tidak apa-apa sih. Karena secara visual orang tidak akan percaya kalau dia itu pria. Wajahnya yang cantik, dan rambutnya yang digerai panjang berwarna pirang.

Mengenai peraturan rambut disini tidak dipermasalahkan, karena ini sekolah swasta internasional. Dengan peraturan longgar yang telah dibuat, menjadikan siswa siswi disini menjadi selebriti dikalangan sebaya.

Namun rambut panjang itu sekarang sudah diubah menjadi gaya bob, dengan warna hitam. Tetap saja membuat Han mommy tetap terlihat seperti cheonsa seperti tanggal kelahirannya. (malaikat-1004.)

Dan disinilah kami. Duduk berhadapan satu sama lain menghabiskan makan siang sembari bercengkrama sedikit.

"Bagaimana upacara penyambutan siswa baru ?" tanya Jeonghan antusias. Mingyu menggelengkan kepalanya dan berakting pura-pura lemas,"Rasanya ingin mati saja !" keluhnya.

Kami semua terkekeh. Meski sebenarnya aku juga menyetujui pernyataan Mingyu itu.

"Membosankan, tetapi saat keren mendengar Mars sekolah ! Berbeda dengan mars smp kita, dan mars sd! Kukira akan sama." ujar Seungkwan. Aku membenarkan lagi. Pledis Internation School memiliki TK-SD-SMP-SMA yang merupakan unit yang sama.

"Aku mendengar Han umma berpidato tadi, aku jadi tidak mengantuk lagi." pujiku. Jeonghan yang merasa senang tergelak sembari mengacak rambutku. Dan entah kena semburat merah menghiasi pipiku.

"Aigoo uri Dino, semoga engkau cepat besar ya!" ujarnya gemas.

"Aih umma jangan begitu, aku jadi malu." keluhku kesal. Seketika yang lain tergelak dengan kalimatku itu.

Aku bukan anak kecillll!

...

[Vernon POV]

Hey yo. my name is Vernon, but you can call me Hansol, Choi Hansol.

Malam ini aku mengadakan acara menginap bersama dirumahku. Dino katanya akan mengajak kawan-kawannya untuk menginap. Aku jadi penasaran, dan sangat ingin berkawan dengan mereka.

Aku ini Homeschooling, yang menemaniku hanya Shopie, adik perempuanku.

Terkadang aku bosan. Apalagi sekarang, orangtuaku dan Shopie sedang berlibur ke Amerika. Jadinya aku meminta izin kepada Mom and Daddy untuk mengadakan acara menginap.

Ting! Tong!

Bel rumah berbunyi! Itu pasti Dino!

"Hey yo wassup Dino! Welcome everybody," sapaku sembari mempersilahkan masuk.

Dino pun langsung duduk diruang keluarga dengan cengiran khasnya. Aku memperhatikan wajah tamuku satu persatu.

Ada yang tinggi menjulang seperti Namsan tower, Ada yang tampak seperti pastur digereja, ada yang sangat cantikーoh, apakah ia malaikat mautku?

Yang terakhir..

Oh My Godness.

Seseorang dengan pipi chubby dengan gaya sassy mengalihkan perhatianku.

Ting! Tong!

Bunyi bel lagi.

"HaloーWOW! AKU TIDAK MENYANGKA AKAN SEBANYAK INI."

Itu Hoshi, datang bersama Woozi, pacarnya. Mereka gay.

"Duduk disini Vern, perkenalkan dirimu." ajak Dino chan excited. Aku duduk disampingnya.

"Namaku Vernon, tetapi kalau pelafalannya terlalu susah panggil aku Hansol. Choi Hansol. Ibuku Amerika, Ayahku Korea asli. Kelahiran 98' dan siswa Homeschooling. Lingkup sosialku sempit, jadi mohon bantuannya" ujarku memperkenalkan diriku. Aku senang karena semuanya menyimak dengan baik.

"Aku Aku Kwon Soonyoung. Panggil saja Hoshi. Satu sekolah dengan kalian, tingkat dua. Tetangga Dino, Vern. Dan ini Lee Jihoon, panggil Woozi. Mahasiswa jurusan Seni moderns semester 4 di S.U," ujar Hoshi.

Semua tercengang. Bukan, bukan karena gay.

"Woozi hyung benar-benar seorang Mahasiswa ?" tanya si Tinggi tidak percaya.

Lalu Mingyu pun mendapatkan Jitakan sayang dari Woozi hyung,"JANGAN MENGEJEKKU TOWER BERJALAN!" pekiknya sengit. Semua orang tergelak.

"HahahahaーBaiklah, aku akan mempernalkan mereka satu persatu." ucap Dino, sementara yang lainnya sudah duduk mengitariku.

"Yang ini Hong Jisoo, Biasa dipanggil Joshua. Anak tingkat 3 Blasteran Amerika-Korea sama sepertimu."

Seseorang yang kukira pastour gereja ini membungkuk sedikit lalu tersenyum,"Hey nice to meet you, dude." sapanya.

Omg! Bahasa ibuku!

"Wow, nice to meet you too, nah. Be friendly to me okay,"ujarku semangat.

Dino tampak memasang wajah juteknya,"Hahaha, oke oke. No english," ujarku menenangkan kepadanya. Dino itu paling tidak suka bahasa Inggris.

"Yang ini Jeonghan Yoon, Cheonsa, pilih panggilanmu. Tingkat 2," ujar Dino sembari menunjuk si cantik itu.

"Panggil aku mommy. Dan satu hal, aku pria, bukan wanita." jelasnya.

DOUBLE WOW.

Jadi yang berambut bob hitam ini pria? Keren sekali, bisa secantik model VS. Okay, ampuni pikiranku yang satu ini.

"Okay mom." ujarku terkekeh. Aku harus menghafal nama dan wajah mereka.

"Yang tinggi sedang bermain playstation itu satu tingkat denganku namanyaーKIM MINGYU MINTA IZIN DULU !" Dino berteriak kepada si tiang Namsan.

Aku kembali terkekeh,"Biarkan sajalah, lagi pula rencana kita malam ini bermain dan bergadang kan ?"

"Grr.. baiklah. Yang terakhir itu Seungkwan Boo, teman sebangku-ku semenjak SD." ujar Dino yang lalu menunjuk si chubby itu.

"Dia milikku, akan kupanggil Boo." ujarku mendeklarasikan hal yang cukup aneh itu.

"Apa kamu bilang ?!" pekik Boo tidak terima. Aku tergelak,"Jangan galak begitu Boo, aku 'kan hanya bercanda." ujarku.

Ya, tapi secepatnya Boo akan menjadi milikku.

Aku memang belok. Belok dalam artian gay. Orang tuaku mengetahui hal ini, dan mengiyakan saja. Karena dinegara Ibuku, itu merupakan hal yang biasa saja.

Sebenarnya mereka terkejut saat mengetahuinya. Tetapi karena pengakuanku yang kelewat jujur, mereka menghargai itu. Setidaknya, aku tidak pernah berbohong kepada mereka. Tidak ada yang yang pernah kusembunyikan.

"Tas-tas kami akan ditaruh mana ?" tanya Dino.

"Taruh dalam kamarku, sini aku termani. Sekalian ingin menyalakan AC." ujarku.

Alih-alih menaruh tas, semuanya malah berkumpul dikamarku. Untung saja kamarku luas, sehingga dapat menampung semua orang.

...

[Writer's POV]

"Kalian tahu sugar ring?" Mingyu membuka pembicaraan.

Semua menggeleng kecuali Woozi dan Jisoo.

"Aku pernah membacanya di sebuah novel, lengkap dengan penjelasannya." ujar Joshua. "Semacam kontrak untuk berkencan dengan seseorang, yang memiliki imbalan. Entah itu uang maupun benda jelas Joshua.

"Aku pernah terlibat kontrak dengan direktur perencanaan perusahaan T. Untuk melunasi pinjaman 3 semester lalu." ujar Woozi mengakui

Singggg. Hening mendera seketika. Sementara Hoshi terlihat shock.

"Kalau aku sedang terlibat kontrak sugar ring dengan seseorang pria," Mingyu tiba-tiba mengeluarkan suara.

BRUKK!

Dan Vernon terjatuh dari kasur.

Semuanya terkejut. Mingyu gay? Demi kucing Anggora Vernon! Lagipula, Mingyu itu masih illegal!

"Aku memerlukan uang, untuk biaya sekolah dan kuliah nanti. Ibuku single parent, dan aku tidak ingin merepotkannya lebih banyak lagi." curhatnya.

"Seperti apa orangnya ? Apa ia memperlakukanmu dengan baik ?" tanya Jeonghan dengan raut muka khawatir.

Mingyu mengangguk,"Ia baik dan tidak pelit." ujar Mingyu mantap.

Vernon membetulkan letak duduknya,"Kamu seme atau uke ?" tanya Vernon excited. Mingyu tergelak,"Seme, tentu saja. Aneh jika aku menjadi uke." jawab Mingyu seleneh.

"Seme itu apa?" tanya Chan.

Singggggg. Hening kembali mendera aura diantara mereka.

Joshua mengusap mukanya kasar. Demi air suci, ia lupa kalau Chan-nya begitu polos.

"Dalam hubungan gay, Seme itu berperan sebagi sosok 'laki-laki' dan Uke itu berperan sebagai 'perempuan'. Seme harus bisa melindungi dan menyayangi uke." jelas Joshua setengah frustasi setengah bingung. Susah memang menjelaskannya.

"Gay itu apa?" tanya Dino polosnya.

Jeonghan langsung berkeringat dingin, dan takut-takut melirik Joshua. Seungkwan tampak kebingungan. Sementara Vernon, Woozi, Hoshi, dan Mingyu tampak setenang tembok.

Sebenarnya tidak ingin memberitahu Dino, namun karena ia tidak ingin berbohong dan membohongi chan-ienya, ia terpaksa memberitahu,"Gay itu berarti homo, dalam artian hubungan spesial sesama jenis diantara pria. Sama dengan hubungan antara pria dan wanita. Bedanya.. err. Hubungan antar pria ini sebenarnya tabu," jelas Joshua.

Chan mengangguk, ia mulai paham.

"Seperti Woozi hyung dan Hoshi hyung ?" tanya Chan.

"Iya." jawab Seungkwan.

"Seperti Jeonghan umma dan Jisoo appa ?" tanya Chan kembali.

Kali ini Joshua-lah yang berkeringat dingin. Sementara Jeonghan yang berada disamping Joshua sudah bermuka merah padam.

Mingyu tahu, Jisoo dan Jeonghan itu saling menyukai.

"Dino, say ahhh!" ujar Vernon yang tiba-tiba menyuapi Chan dengan sneacker yang ada dikulkas kamarnya. Chan menurut saja, mengunyah pelan cemilan coklat kacang itu dan perhatiannya tertuju kepada komik yang disodorkan oleh Hoshi.

Untung saja semuanya paham.

Karena seketika Joshua dan Jeonghan awkward satu sama lain.

"Ayo main frying pan!" ajak Seungkwan berusaha mencairkan suasana. Seketika semuanya duduk mengitar kembali.

Prok ! Prok ! Prok !

"Vernon 4!" pekik Seungkwan.

Prok ! Prok ! Prok !

"Vernon ! Vernon ! Vernon ! Vernon !" ucap Vernon dengan semangat.

Prok ! Prok ! Prok !

"Hoshi 5 !"

Prok ! Prok ! Prok !

"Hoshi ! Hoshi ! Hoshi ! Hoshi !"

"Kurang satuuuu !" koor Seungkwan tidak terima.

Lalu, Hoshi dihadiahi jentikan ttak bam! oleh Woozi.

Ini menjadi malam yang panjang bagi mereka. [!]

note : Selesai mengetik ini dalam waktu 3 jam merupakan anugerah tersendiri bagiku. LANGKAAAA

note [2] : aku membuatnya tanpa mengedit ulang. Sesekali rapp bagian vernon di pretty u, sesekali menyanyikan bagian Eunji Apink di lagu my myーsungguh ketinggalan jaman. diriku ini.

note [3] : aku sedang ketagihan dance practice pretty u sebongie. Vernon-ie tampak kembali ke jaman 14 tahun. Seperti vampir, ia sangat awet muda.

note [4] : Kemarin ada yang bertanya, 'berapa umurmu' di line. Hahaha, aku masih illegal, sama seperti Dino. 99Liner. Padahal aku sudah mencantumkannya diprofile bioku. Mungkin tidak percaya.

note [5] : Aku akan memasukkan adegan M di fict ini. namun tidak yakin di capt. berapa.. ng..

note [6] : Sebagai hadiah aku akan membuat fict rated M tetapi oneshoot. beri tahu aku pairing apa yang di inginkan. kalau bisa Sebongie-deul.