Cerita pratamaku disini... *pertama oi...* yang pastinya wa suka berpetualangan dan humor! But, skali skali wa mo buat kisah yang disukai Aupu! Ckckckckck, Aupu sayangnya seibuk... ^^''

Ehem, gini, wa sedang *bocoran sdikit* memikirkan, kenapa wa selalu dianggap aneh. Bukan cuma itu, terkadang juga dianggap cowo! Mungkin wa terlalu berlebihan Tomboi, terlalu berlebihan liar, dan (sangat) kurang feminin atau lebih tepatnya sifat perempuan.

Wa juga ga tau kenapa wa ga bisa suka atau menyukai orang lain... Mana mungkin ini keturunan... Yang kutau, emang inilah sifatku... Aupu maupun teman temanku, pernah "berpacaran" hanya wa lah yang ga pernah, mungkin wa tidak sama... Sampai Aupu pun pernah pacaran (walo dah putus).

Apakah suatu saat wa bisa seperti itu? Atau, cuma perasaan mendadak?


"Huamm... Hm... Aupu, hari ini kau try out bukan? Knapa masih meringkuk kaya ulet?" kataku pada Aupu yang menarik selimutnya.

"Ugh... Masuk juga jam 07.30 kok... Bisa tidur sebentar lagi... Ugh" jawab Aupu, membalik badannya.

Tanpa aba aba, wa menarik selimutnya dan membunyikan terompet yang dibeli saat tahun baru 2013. Dia jatuh dari tempat tidur Spring Bednya itu, dan berdiri dengan kusamnya. Walo begitu, dia punya sisi sebagai perempuan...

"Iya, iya! Ugh, enaknya jadi kamu! Libur selama 9 hari!" kata Aupu, jalan keluar pintu.

"Salah sendiri... Wa SMP, elo SD. Sana! Cepat, ini dah jam 07.00!" jawabku menunjuk jam dinding.

"Apa!? Ga... Gawat! Aku bisa terlambat!"

Aupu pun buru buru, pasang dasi, pasang kaos kaki, pake make up (?), sisir rambut, ikat rambut, dan duduk sarapan pagi. Wa karena dah terlanjur bangun, duduk juga di kursi depan meja makan.

"Sarapan pagi hari ini koko krunch yah? Habis, ga da waktu..." kata Aupu menuang susu hangat di mangkok berisi koko krunchnya itu.

"Kalo kau berangkat dari jam segini, masi lom telet kok. Paling paling sampe jam 07.15" kataku melahap koko krunch.

"Hihi... Kau tau, aku selalu bangun pagi buat ketemu dia..."

"Oh... Cowo geblek itu lagi?"

"Hush! Walo geblek, dia humor tau!"

"Ya, ya, ya..."

Seperti yang dilihat, Aupu punya orang yang disukai. Makanya setiap hari bangun jam 05.35, dan selalu rapi, bersih, dan tertib. Selesai makan, dia keluar rumah dan melambaikan tangannya pada Wa. Wa hanya bisa membalas dengan tersenyum tipis dan menutup pintu.

Wa masih ada didepan pintu rumah sambil memikirkan Ujian yang akan mendatang, dan PR sekolah selama liburan, menyebalkan sekali jika harus membuat PR Matematika 30 soal dan harus memakai rumus. Yah, walau begitu, itu aturan yang harus dilakukan oleh siswa SMP sepertiku.

Tetapi, kalau di ingat ingat, kerjaan wa memang lumayan banyak. Bisakah sebentar saja wa istirahat? Sudahlah, mumpung libur 9 hari, wa harus bersenang senang! Wa membuka pintu dan memakai sendal jepitku yang berwarna unggu dan putih, lalu berlari ke lapangan dekat rumah.

"Hah... Hah... Hah... Fiuh, sepertinya sudah sedikit jauh, lari lagi ah!"

DORR! "Agh...!"

"Ah!"

Wa kaget mendengar suara teriakan lelaki yang baru saja di tembak. Wa langsung berlari ke arah sumber suara. Untung wa lumayan cepat berlari, makanya wa sampai dalam waktu yang singkat.

Sesampainya, wa malah tiba tiba ditabrak harimau yang sepertinya ingin memangsaku, supaya selamat. Wa memukulnya pakai Bazooka dan mundur pelan pelan sambil siap menambaknya, wa tidak akan menembaknya, ini cuma supaya membuatnya takut.

Sesaat wa melihat luka di lengannya, wa menurunkan Bazooka wa dan perlahan lahan mendekatinya.

"Jangan... Jangan takut... Wa hanya ingin mengobatimu..." kataku, maju mendekatinya perlahan lahan.

"Grrr..." harimau itu mengeram, tidak percaya pada omonganku. Apa mungkin dia curiga? Karena wa membawa bawa Bazooka?

"Tenang, kalau tidak percaya, wa ada bawa P3K"

"Grrr..."

"Agh, ayolah! Lukamu itu dalam tau!"

Sesaat wa mengatakan itu, dia duduk ditempat, sepertinya dia memahami perkataan wa yang walau cukup rumit. Wa pelan pelan mendekatinya, dan mengeluarkan perban luka dari kotak P3K. Mulai memperbaninya pelan pelan supaya wa tidak dicakar langsung.

"Nah, slesai! Kau bisa bergerak, tapi jangan memaksakan diri yah? Itu blom sembuh total" kataku memperingatinya. Karena sepertinya mengerti apa yang kukatakan. Wa langsung pergi dari sana dan tiba tiba wa di tarik harimau tadi.

"Wah? Wa mo dibawa kemana? Berhenti!" kataku, terseret.

Walau begitu dia tetap menarikku, sakit juga diseret oleh harimau di tanah berbatu ini. Supaya bisa melepaskan diri, wa meronta ronta. Tiba tiba di melemparku sampai pada akhirnya kepala wa terantuk pohon, dan pingsan dengan suksesnya...

Tiba tiba ada sinar, tetapi hanya sebentar saja, lalu sinar itu hilang dengan sekejap mata. Wa tidak bisa membuka mataku karena sudah pingsan dengan suksesnya. Tiba tiba terdengar suara lelaki.

"Hah... Salahmu juga, siapa suruh kamu ga mau diam? Sudahlah..."

Suara lelaki misterius itu masih terdengar, dia sepertinya majikan harimau tadi, lalu, apa hubungannya dengan Sinar tadi? Apa ada bom? Kembang api (?)? Atau sinar matahari saat ini panas? Apapun itu, wa blum bisa membuka mataku dalam keadaan ini. Dia tiba tiba mengangkatku dan berjalan.

Dia mau membawaku kemana? Dimana? Apa penculikan? Apa... Lainnya? Apapun itu, terserah... Wa akan melihat apa yang terjadi saat membuka mataku ini...


Gimana? Silakan komen kalo ada kesalahan atau apalah gityu. Thanks for read!