Fanfic MikaYuu

Tags : Mikaela Hyakuya/ Yuichirou Hyakuya , MikaYuu, Shounen-ai, Modern, tidak ada perang, tidak ada vampire, semuanya manusia, Band Seraph Vs Band Vampire, Band Rock, Shinoa and mitsuba menjadi anggota OSIS, Mika mantan Band, Yuu tetap Tsundere, Mika Kuudere , Mika Seme tipe Chibi seme, Yuu uke tipe Flaming Uke, mika terkadang sedikit jahil, ada comedy.

Sinopsis :

Kimizuki, Yuu dan Yoichi membentuk grup band namun mereka kekurangan 1 anggota. Hingga suatu hari Yuu bertemu seorang murid pindahan yang bernama Hyakuya Mikaela yang tak sengaja masuk keruang klub dan memainkan gitar dengan begitu mahir. Akhirnya Yuu bertekad untuk membujuk Mika masuk klubnya.

Catatan : Hahaha, salam kenal namaku hiqikura :) aku berasal dari indonesia (ya iyalah) . Aku baru saja membuat Fanfic untuk pertama kalinya. Maaf jika ada banyak kesalahan bahasa, karena aku menggunakan google translate (dipukulSamaBukuSastra). Untuk cerita ini aku terinspirasi sama K-On! sama Show By Rock ( kalau yang belum tahu tanya sama Bapak Google )

Tolong kunjungi tumblrku .com , deviantart Hiqikura dan twitter ku hiqikura3345 untuk informasi lebih lanjut (emang tukang reservasi?).

Maaf Jika banyak mengganggu, silahkan kalian menikmati FF yang tidak bermanfaat ini (ngakuSendiri)

.

.

.

Chapter 1

Meeting The Destroyer Guitar

.

.

.

Musim panas telah tiba, di SMU Sanguinem para siswa sedang berbicara dan berinteraksi satu sama lain. Di kelas 1-3 tampak seorang laki-laki berambut raven dengan mata Emerald menatap tajam pada lawannya yang tinggi badannya jauh lebih tinggi dari si raven. Ya, Hyakuya Yuichirou seperti biasanya selalu bertengkar dengan rival sekaligus temannya Kimizuki Shihou dan Saotome Yoichi selalu menjadi pemain tengah untuk menenangkan mereka berdua.

" BAKA YUU! "

" MATA EMPAT!

" OTAK UDANG!"

" TIANG TELEPON ! "

Ting Ting tong

Bel sekolah menunjukkan jam pertama akan dimulai dan juga mengakhiri pertengkaran mereka. Yuu menatap tajam Kimizuki sambil duduk dibangkunya sementara Kimizuki berjalan menuju tempat duduknya yang didampingi Yoichi yang menenangkannya. Semua orang juga duduk kembali kebangku mereka masing-masing. Tak lama kemudian Sayuri sensei masuk ke kelas mereka .

" Ohayou Minna, hari ini kita kedatangan murid baru. Aku harap kalian semua senang dengan berteman dengannya. " kata Sayuri sensei sambil tersenyum manis pada muridnya. Kemudian Sayuri sensei menatap kearah pintu masuk kelas.

"Mika silahkan masuk" kata Sayuri sensei dan semua siswa pun menatap murid baru yang mulai melangkah masuk ke kelas. Terlihat sosok pirang ikal yang tampak berantakan , mata aquamarine yang tertutupi oleh kacamata dengan frime tipis yang menatap datar pada sekitarnya. Sayuri sensei menatap Mika dan kembali menatap semua Muridnya.

" Minna, ini teman baru kalian namanya Hyakuya Mikaela. aku harap kalian senang. ne, Mika tulis namamu di papan tulis dan perkenalkan dirimu pada teman-teman mu " pinta Sayuri sensei. Mika pun mengangguk dan langsung mengambil kapur untuk menulis namanya. Setelah itu dia langsung memperkenalkan diri.

"Hajimemashite, watashiwa namae Hyakuya Mikaela . Yoroshiku onegai shimasu "

Yuu yang duduk di kursinya hanya bisa menatap si mata biru.

" nee, Mika. Mulai sekarang kau duduk dibelakang Yuichiro yang disana. " tunjuk Sayuri sensei kearah Yuu. Mika mengangguk dan berjalan menuju kursinya yang telah ditunjuk. Sementara Yuu masih membisu dan matanya masih terpaku pada Mika.

Tak berapa lama kemudian Sayuri sensei pun memulai pelajaran.

-00000-

Waktu Istirahat pun telah tiba, Yuu dan temannya sedang berada diatap gedung sekolah untuk makan bekal dan bersantai. Tiba-tiba datang dua gadis, yang pertama rambut violet dengan berperawakan pendek dan gadis yang kedua tinggi berambut pirang Pigtail kembar. Nampak mereka membawa bento sendiri. Nama mereka Hiragi Shinoa dan Sangu Mitsuba. Mereka dikelas 1-2 namun mereka tetap saling berteman satu sama lain.

"Yo-Minna, gomen. kami tadi ada urusan sebentar. " kata Shinoa dengan seringai yang seperti biasanya.

" ah terkedang memang menyusahkan ya Mitsu-chan" dengan nada menggoda.

"Omae, kau selalu saja seperti itu. Berhentilah mengeluh! Karena itu kewajiban kita sebagai anggota OSIS baka! " balas Mitsuba dengan wajah cemberut.

" Ayolah Misu-chan. Jangan terlalu serius bisa-bisa kerutan diwajahmu bertambah " timpal Shinoa dengan mudah.

" Sial " Mitsuba hanya bisa mendengus kesal.

Akhirnya mereka duduk dilantai dengan yang lainnya. Sambil mereka makan dan berbincang, Yuu nampak seperti biasanya yang selalu berisik.

" Nee, Shihou. Apa kalian sudah menemukan orang yang tepat untuk melengkapi anggota band kalian?" tanya Mitsuba kearah Kimizuki sambil merapikan bekalnya yang selesai makan.

"Belum, kami masih belum menemukan orang yang tepat " sambil minum jus Jeruk.

"kapan kita bisa membentuk band kita hah?! . apa tidak bisa hanya tiga orang saja?! " sahut Yuu dengan nada frustasi.

"woi, Yuu. anggota klub terbentuk minimal 4 orang!. Itu merupakan aturan sekolah baka! " sahut Mitsuba .

Shinoa sambil minum susu strawberry mengangguk dengan antusias sementara Yoichi masih menikmati roti Soba yang ia beli dikantin. Yuu pun yang kesal hanya mengendus dan berdiri. Mereka terkejut saat Yuu akan meninggalkan mereka.

"Yuu-kun, kau mau ke mana?" nada Yoichi terdengar khawatir. Yuu dengan senyum cerah memandang kearah temannya.

"Aku mau memainkan gitarku. " Yuu menutup pintu.

_000000_

Di koridor yang terlihat sepi, Yuu berjalan dengan santai sambil bergumam. Sesampai diruang klub ( ruang musik ruangannya agak luas ) Yuu ingin memasuki ruang dia terkejut karena pintu klub terbuka seperti seseorang memasuki ruang tersebut. Yuu mulai mengintip dari celah pintu yang terbuka untuk melihat siapa yang memasuki ruang tersebut. Mata emeraldnya terkejut menatap seorang berambut pirang sedang memegang gitarnya.

'Itukan si murid baru dan kalau tidak salah namanya Mika. Apa yang dia lakukan disini?'

Si raven terus mengintip dengan hati-hati agar si pirang tidak tahu. Si pirang melepaskan kacamatanya dan meletakkanya di atas meja dan langsung mengambil gitar elektrik yang berwarna hitam pekat yang terletak di samping amplifier yang ukurannya tidak terlalu besar. Mika mulai memetik gitarnya dengan pelan seakan di meresapi melodi yang digesek dengan jarinya sementara Yuu yang mengintip dari balik pintu terdiam samibil terus mengamati si pirang. Dia kembali memainkan gitar dengan tempo cepat dengan teknik Tapping.

'Tapping?!'

Kemudian Mika beralih teknik Tapping ke teknik Shredding dengan tempo yang begitu cepat dan Yuu terkejut dengan apa yang dia lihat.

'Dia mengalihkan tempo dan jarinya begitu cepat'

Setelah itu si pirang berhenti sejenak, kemudian dia menarik napas sambil mengangkat gitar ke atas kepalanya seakan di ingin melakukan sesuatu.

Ting Ting tong

Bel sekolah terdengar menandakan waktu Istirahat telah berakhir. Si pirang yeng mendengar dengan cepat meletakkan kembali gitar hitam tersebut dan langsung mengambil kacamatanya. Yuu yang menyadari Mika akan keluar dari ruang musik dengan cepat mencari tempat persembunyian namun disekitarnya tidak ada tempat untuk bersembunyi.

'Gawat Bagaimana ini ' batin Yuu panik mondar-mandir. Si raven mendengar langkah kaki si pirang terpaksa berjongkok didepan pintu sambil kedua tangannya menutup wajahnya sambil berdoa agar si pirang tidak melihatnya.

Mika membuka pintu geser dengan cepat sambil berjalan dengan langkah cepat tanpa memperdulikan sekitarnya ( dia tidak melihat Yuu ) dan kembali ke kelasnya. Yuu membuka matanya dan mulai melihat sekelilingnya untuk melihat apa si pirang sudah tidak ada. Setelah Mika benar-benar tak terlihat. Yuu menghela napas lega karena Mika tak menyadarinya.

Mata Emerald nya berbinar mengingat si pirang tadi memainkan gitarnya dengan begitu lihai seperti seorang rocker sejati. Semangat Yuu pun untuk memberitahu Kimizuki dan Yoichi tentang dia lihat tadi.

"Woi Baka Yuu. Apa yang kau lakukan disana? " suara sarkatik dari Kimizuki terdengar dari kejauhan. Kimizuki dan Yoichi berjalan santai. mereka baru saja mau kembali ke yang mendengar langsung bangkit dan menghampiri mereka berdua.

" nene, Yoichi, Kimizuki. ada yang ingin aku beritahu sepulang sekolah nanti. " kata Yuu dengan mata berbinar. Sementara Kimizuki dan Yoichi saling memandang satu sama lain dengan bingung.

_OOOOO _

Langit sore yang berwarna Merah jingga tampak begitu indah, Yuu dan temannya berkumpul diruang musik. Mereka duduk dikursi masing-masing ( jumlahnya ada empat kursi dengan meja yang disusun ).

" Nah Yuu, jadi apa yang ingin kau beritahu kepada kami?. Aku ingin cepat pulang karena adikku ( Mirai ) pasti sudah menungguku dirumah " kimizuki mulai percakapan dengan nada serius sambil memperbaiki kacamatanya .

" Wakatta-Wakatta " Yuu menanggapi dengan santai. Sementara Yoichi diam menunggu Yuu berbicara lebih lanjut.

" Aku ingin memberitahu kalian bahwa aku menemukan seseorang untuk melengkapi anggota band kita! " dengan nada gembira. Si berkacamata dan si rambut coklat yang mendengar berita tersebut langsung terkejut dan tak percaya.

" HONTOUNI?! " teriak serempak mendengar berita tersebut sambil menghentakkan meja. Sementara Yuu yang mendengar hanya terdiam sejenak dan kembali berbicara

" Aku benar-benar ingin membujuknya untuk menjadi anggota band kita dan dia itu seperti ... " Yuu menjeda kata-katanya.

" Seperti ... " mereka meniru Yuu dengan penasaran

" Dia itu Seperti Steve Vai ! sang gitaris lagendaris" mendengar Yuu memuji dengan mata berbinar. " EH?!" mereka terkejut dengan pernyataan si mata Emerald. Mereka berdua yang duduk diseberang si raven langsung menanyakan tentang orang yang dibicarakan Yuu. Kimizuki dan Yoichi berdiri dari bangkunya sambil menghentakkan tangan mereka diatas meja. Kemudian memulai pertanyaan.

" Siapa namanya?"

" Dari kelas berapa?"

" Umurnya berapa ? "

" Orangnya seperti apa? "

Yuu yang mendengar hanya melihat mereka seperti permainan ping-pong.

" alamatnya dimana? "

" nomornya berapa? "

" Apa dia keren? "

" Jawab! " kata mereka serempak.

Merasa dirinya tertekan oleh pertanyaan kedua temannya Yuu pun mulai kesal.

" BAGAIMANA MUNGKIN AKU BISA MENJAWAB SEMENTARA KALIAN MEMBERIKU PERTANYAAN TERUS MENERUS!. " kata Yuu dengan nada kesal karena mereka bertanya terus menerus.

" Ah, Gomen ne Yuu-kun. Soalnya kami benar-benar sangat penasaran " Yoichi menggaruk kepalanya karena malu sementara Kimizuki kembali memperbaiki kacamatanya. Kemudian mereka kembali duduk.

" Jadi Siapa namanya? " Kimizuki kembali bertanya. Si raven mendengar pertanyaan Kimizuki kembali langsung menjawab supaya mereka tidak seperti yang tadi. Yuu mulai berdehem dan mulai angkat bicara.

" namanya Hyakuya Mikaela, murid yang baru saja masuk hari ini!. aku melihatnya masuk keruang klub kita. dan dia memainkan gitarku dengan teknik yang bahkan aku belum bisa menguasainya! " Jawabnya penuh antusias

" Teknik yang belum kau kuasai? " Kimizuki dengan penasaran

" Hmm! ( sambil mengangguk ), Teknik Shredding dan Tapping !"

" Apa kau bilang?!. Apa kau berbohong?! " mereka terkejut dan tidak percaya

" Aku melihatnya dengan mataku sendiri, kalau aku berbohong aku jamin uang tabunganku akan hilang hari ini! " kata Yuu dengan tegas dan jujur. Kimizuki dan yoichi saling berkedip mata dan kembali menatap Yuu. Kimizuki mulai menatap kearah Yuu.

"Cotto Matte. Aku memikirkan hal ini sebentar. "

Akhirnya mereka terdiam sebentar menunggu keputusan sang ketua. Kimizuki menutup matanya sambil bersandar di kursinya untuk memikirkan keputusannya. Sementara Yuu dan Yoichi menatap gugup menunggu. Setelah 10 menit berlalu Kimizuki kembali membuka matanya kembali dan memperbaiki kacamatanya. Dia mulai menghela napas dan mulai berbicara.

" Baiklah kalau begitu. Yang terpenting adalah besok kita harus membujuknya untuk masuk ke klub kita. Kita tidak banyak waktu sekarang, dua minggu lagi penutupan klub. Jika kita tak berhasil membujuknya maka kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia satu-satunya harap kita sekarang. Tapi.." Kimizuki menjeda kata-katanya

"Tapi apa ? " Tanya Yoichi penasaran

"hanya salah satu dari kita yang akan membujuk Mika untuk masuk ke klub kita " jelas kimizuki dengan nada serius ". Mendengar hal itu mereka terdiam selama beberapa menit sebelum akhirnya tangan mereka merentangkan tangan. Kimizuki yang pertama dan yang kedua Yoichi dan terakhir Yuu. Suasana tegang pun terjadi. Dan akhirnya mereka menghitung mundur

"3"

"2"

"1"

Kimizuki dan Yoichi begitu cepat menarik tangan sementara Yuu lengah. Akhirnya Kimizuki menampar tangan Yuu dan pertanda permainan telah berakhir.

"nah Yuu-kun kau kalah. Jadi kau yang akan membujuk Mika " kata Yoichi dengan senyum. Sementara kimizuki memperbaiki kacamatanya lagi dan menyerengai ke arah si raven. Yuu merasa kesal dengan kekalahannya hanya bisa pasrah.

setelah itu mereka bubar dan berjalan pulang kerumah mereka.

_0000000_

" Tadaima! " kata Yuu sambil membuka pintu rumah. Didalam rumahnya terlihat sepi dan tak nampak seorang pun yang berada dirumah. Si raven menutup pintu kembali dan menguncinya. Kemudian dia melihat kesekitarnya. Namun tak ada seorang pun.

"ah, Guren sepertinya lembur lagi." Keluh Yuu sambil melepaskan sepatunya dan berjalan masuk ke dalam.

Si mata emerald pergi menuju tangga untuk ke kamarnya yang berada di lantai dua. Setelah sampai di pintu kamarnya yang terdapat tag yang bertuliskan ' jangan masuk sebelum ketuk pintunya ', dia membuka pintu dan menutupnya kembali dengan sikunya. Dengan langkah lemah Yuu melepaskan tas sekolahnya diatas meja belajarnya dan langsung menuju ke tempat tidurnya.

Dia kemudian berbaring sambil tangannya direntangkan dan menatap lurus dilangit kamar. Ia teringat kembali tentang si mata biru.

" Mika... aku ingin tahu tentangnya... . oh iya, besok aku harus berkenalan dengannya " gumam Yuu

Tak lama kemudian si raven menguap dan beberapa kali mengedipkan matanya sebelum dia akhirnya jatuh tertidur.

_00000000_

Keesokan harinya Yuu pergi kesekolah lebih cepat dari biasanya yang selalu terlambat. Disekolah nampak terlihat sepi karena masih jam 07.30 ( jam masuk dijepang jam 9 ). Yuu berjalan memasuki memasuki gerbang sekolah dan setelah masuk dia langsung menuju lokernya untuk memakai uwabaki ( sepatu sekolah )

" sial, aku sepertinya agak terlalu pagi. Ini karena aku terlalu semangat" sambil menutup lokernya.

Setelah itu dia berjalan menuju kelasnya. Dikoridor tampak beberapa siswa berjalan menuju kelas mereka. Setelah sampai ke kelas 1-3 Yuu membuka pintu geser dan masuk. Namun tanpa diduga saat mata Emeraldnya bertemu dengan sosok bermata biru dan ketegangan pun mulai terjadi.

'Oh tidak, aku berpikir bahwa dia datang ke sekolah lebih cepat, apa yang harus aku lakukan' sambil menelan ludah dan gugup. Si raven mulai melangkah masuk tanpa menutup pintu kelas.

'Bagaimana ini... apa yang harus aku lakukan. Bagaimana caranya aku bisa berkenalan dengannya? ' batin Yuu panik.

Sesampai dikursinya, Si reven meletakkan tasnya di mejanya dan mulai duduk. Mereka berdua hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Selama 15 menit Yuu dan Mika hanya diam. Angin mulai memasuki kelas dan keheningan semakin terasa. Yuu mulai merasa tidak nyaman kemudian mengintip kebelakang dan memulai percakapan.

" E-Eto, bo-bolehkah aku bicara denganmu sebentar? " tanya Yuu dengan gugup.

Mika menoleh pandangan dari jendela ke arah si mata emerald. Yuu merasa agak tegang dengan tatapan si mata biru. Si raven kemudian berbalik menghadap si pirang dengan pelan.

" ano... bolehkah aku berkenalan de-dengan mu?. Namaku Yuu, amane Yuichiro. Se-senang bertemu denganmu. " sambil tersenyum dan merentangkan tangannya untuk salam. Si pirang melihatnya kemudian membalanya dan mulai bersalam sebentar.

" Senang bertemu denganmu juga " jawab Mika dengan datar namun suaranya terdengar jernih dan berhenti bersalaman.

' Bagus, aku sudah bisa berbicara dengannya! ' batin yuu dengan senang.

" bolehkah aku bertanya padamu? " tanya Yuu dengan hati-hati. Si pirang mengagguk pelan.

" Apa kau sudah memilih klub untuk kau masuki?, Misalnya Klub Basket atau sepakbola? "

"tidak, aku tidak tertarik " jawab pirang dengan datar.

' Bagus, dia tidak berniat ke klub lain. Mungkin ini kesempatanku ' Yuu tampak semakin bersemangat.

" ne , bolehkah aku memanggilmu Mika? " kata Yuu

" tentu Yuu-chan " sahut Mika

Si raven yang mendengar mika memanggilnya Yuu-chan merasa tidak nyaman namun juga dia suka. Apa ini benar? Yuu merasa tidak yakin atau mungkin salah dengar.

" mmm... apa kau suka bermain gitar? " Yuu kembali bertanya. Mata Emeraldnya menunggu jawaban dari si mata biru. Si rambut pirang tersentak dari pertanyaan Yuu sebelum kembali berbicara. Kemudian Mika kembali menjawab.

" Tidak, dan bolehkah aku bertanya padamu. Siapa yang bermain putak umpet didepan ruang musik? Yuu-chan " Tanya Mika dengan nada serius.

'astaga dia mempermainkanku dan... eh tunggu. Apa?! dia memanggilku Yuu-chan ?! ' Yuu dalam batin

" Aku tahu Yuu-chan. Semalam kau mengintipku bermain gitar dan aku tahu kalian mencari anggota untuk melengkapi klub kalian. Tapi maaf, aku tidak bisa " jawab Mika begitu terus terang

' Bagaimana dia bisa tahu?! , apa jangan-jangan dimembaca pikiranku, tunggu bukan apa jangan-jangan dia peramal?! '

" Ba-Bagaimana kau bisa... " Yuu benar-benar tidak percaya apa yang dikatakan oleh si pirang. Si pirang memotong perkataan Yuu dan kembali berbicara.

"Aku tak bisa membujukku" kata mika dengan dingin sambil memandang ke arah jendela. Yuu yang mendengar seakan dia

" Dengar baik-baik!, aku tak akan menyerah sampai kau mau masuk ke klub kami ingat itu!" kata Yuu dengan pantang menyerah. Mika hanya terus menatap langit tanpa memperdulikan Yuu. Si raven mulai duduk kembali dan mulai menyusun rencana utuk membujuknya.

Tak lama kemudian para siswa memasuki kelas termasuk teman Yuu ( Kimizuki dan Yoichi ). Dan setelah itu bel berbunyi menandakan jam pertama dimulai.

_OOOOOOO_

Tiga hari telah berlalu. Jam pelajaran ke empat telah berakhir dan waktu Istirahat pun tiba. Tampak ada dua orang yang ribut disekitar koridor. Yuu terus membujuk Mika tanpa henti. Si raven terus menyeret Mika untuk menuju ruang klub namun dia tidak bisa.

"Nee, Mikaaa~ aku mohon. Kau satu-satunya harapan kami " kata Yuu sambil menyeret Mika dengan nada memelas namun tidak berhasil. Yuu selama tiga hari berturut-turut membujuk Mika untuk masuk ke klubnya. Si raven telah bertekat untuk tetap membujuknya. Sementara itu Mika sebaliknya tampak tidak menyadari bahwa dia menyeret Yuu. Mika ingin pergi kembali ke kelas.

Tadinya Mika sedang berada diperpustakaan untuk menyendiri namun Yuu datang dan membujuknya untuk masuk klub mereka. Mendengar mereka ribut diperpustakaan akhirnya sang penjaga perpustakaan marah dan mengusir mereka berdua.

Mika masih terus berjalan namun dia tidak peduli bahwa dia menyeret Yuu.

_00000_

FLASHBACK

Hari pertama

Siswa kelas 1-3 semuanya berada diruang olahraga. Mereka sedang olagraga dodgeball. Mika, Kimizuki, Yoichi, Yuu dan dua orag lainnya tim satu. Saat permainan di mulai, tim lawan memulai melempar bola ke arah Mika. Mika dengat cepat menghindari lemparan tersebut. Kemudian Kimizuki memulai membalas dan akhirnya dua lawan tumbang.

30 menit telah berlalu.

Sisa pemain seri 4-4.

Yang tersisa di tim satu Kimizuki,Yuu,Yoichi, dan Mika. Pandangan mereka menghadap lawan mereka satu sama lain. " Nene Mika aku mohon " Semetara Yuu masih membujuk mika di tengah-tengah pertandingan tanpa memperhatikan lawannya. Akhirnya saat lawan melempar bola kearah Yuu tepat diwajahnya dan langsung tumbang.

Setelah itu peluit pun terdengar dan pertandingan pun berakhir. Dan tim lawan yang pemenang itu si pirang akhirnya terpaksa membawa si raven ke ruang kesehatan.

Hari kedua

Mika sedang berada di kantin untuk makan siang dengan menu Kare. Saat Mika menuju kasir untuk membeli. "Anu, aku pesan Kari satu porsi" kata mika dengan datar. Saat si pirang melihat wajah ibu kantin, di langsung terkejut.

"Ne-ne Mika kau mau kari. Tunggu sebentar ya" kata si raven yang tak lain adalah Yuu. si raven ingin membujuk Mika dikantin tanpa membuat keributan dan dia akhirnya menjadi ibu kantin sebentar.

"Nah Mika!, Dozo! " kata Yuu antusias namun saat Yuu menatap ke sekeliling si pirang sudah tidak ada.

Si mata Emerald benar-benar sangat kesal karena sudah dua hari dia membujuknya namun dia belum bisa meyakinkan si mata biru. Akhirnya dia punya rencana terakhir.

'Mika omae, aku terpaksa harus memaksamu!' batin Yuu. si raven cepat-cepat melepaskan pakaian yang ia pinjam dan berlari begitu cepat untuk meminta surat permintaan masuk klub ke Kimizuki.

Hari Ketiga

Saat si pirang tengah bersandar dibawah pohon yang berada ditaman belakang sekolah. Angin mulai berhembus dan Mika menikmati suasana yang tenang, sepi tanpa di ganggu oleh si raven.

Namun saat mika masih menikmati semilir angin, tiba-tiba ada seorang gadis berambut hitam panjang dengan mata kuning datang mendekatinya. Setelah itu gadis itu dengan agak malu dan gugup mulai berbicara pada Mika.

"A-Ano Eto... Mika-san maaf jika aku mengganggu. Bo-bolehkah aku meminta tolong sebentar? " tanya gadis itu. Mika yang mendengar dia meminta tolong langsung mengangguk.

"baiklah. Jadi kau ingin meminta tolong apa padaku? " sambil mata birunya menatap gadis itu.

Seketika itu juga gadis itu mulai mengeluarkan 12 kertas dan polpen dan menyodorkannya pada Mika.

"Bolehkah aku meminta tanda ingin sekali meminta tanda tanganmu. aku mohon" kata gadis itu dengan antusias. Si pirang yang melihat hanya bisa pasrah dan mulai mengambil kertas tersebut dan mulai tanda tangan. Setelah selesai dia kembali memberikannya pada si gadis.

Gadis itu begitu senang sambil berkata " Arigatou gonzai masu! " dengan antusias akhirnya dia pergi meninggalkan Mika dengan penuh gembira

.

.

.

Dipersimpangan tangga si gadis menemui Yuu dan memberikan selembar kertas pada si raven. Yuu berterima kasih pada gadis itu sementara itu juga gadis itu berteriak kegirangan karena mendapat tanda tangan seorang Malaikat yang tak lain adalah Mika.

Yuu mencoba melihat kertas penerimaan anggota sambil tertawa jahat " hehehe, kali ini kau tak bisa menghindar lagi Mika " dengan senyum nakal. Namun saat melihat tanda tangan mika yang ternyata ...

Baka :P

Setelah tulis tersebut aura hitam pekat keluar dari si raven. Kemarahannya sepertinya tak bisa ditahan lagi.

1

2

3

"MIII~KAAAAAA~EELAAA! " teriak Yuu marah dan membuat seluruh sekolah mendengar teriakan si raven. Sementarasi pirang yang mendengar teriakan tersebut hanya berkata

"Ah, sepertinya aku ketahuan "

END FLASHBACK

_000000_

" Mika, aku mohon! " Yuu memelas dia tak sanggup menyeret Mika karena tenaga si pirang jauh lebih kuat darinya. Setelah mereka sampai diruangan, Mika membuka pintu dengan keras dan tangannya masih memegang Yuu.

"Sudah aku bilang aku tidak bisa! " tegas Mika namun saat mata birunya melihat kedalam ruangan terdapat gitar elektik hitam dengan amplifier , alat musik Drum, gitar bass warna coklat, keyboard, dan piano. Saat si pirang menyadari isi ruang tersebut dia baru saja sadar.

'Astaga, Ini ruang musik! ' batin Mika.

" ... "

" ... "

Keheningan pun terjadi, selama beberapa detik. Yuu melepaskan tangannya dari Mika . sementara Mika hanya bisa termenung dan berkata dalam hati ' Oh tidak sepertinya aku melakukannya lagi '.

Yuu akhirnya membentuk senyum diwajahnya dan mulai bersorak ' Hore!' sambil melompat-lompat kegirangan. Tak lama setelah itu Kimizuki dan Yoichi datang dan masuk kedalam ruangan. Kimizuki memperbaiki kacamatanya dan mulai berbicara pada si pirang.

" Hijimemashite, kita pernah satu tim saat permainan dodgeball namaku Kimizuki Shihou ketua dari grub band ini dan aku pemain Drum, senang berkenalan denganmu. " sambil mengulurkan tangan ke Mika. Si pirang yang teringat pun menyambut tangan kimizuki dan mereka mulai bersalaman. Setelah itu mereka berhenti Kimizuki memperkenalkan anggotanya.

" Disampingku namanya Saotome Yoichi dia pemain bass dan si Bodoh itu namanya BakaYuu dia pemain gitar " kata Kimizuki sambil menunjuk nama yang disebut.

" hehehe, senang berkenalan denganmu " kata Yoichi dengan canggung, sementara Yuu yang mendengar Kimizuki memanggilnya BakaYuu langsung marah dan mereka berkelahi satu sama lain. Mika tak menghiraukan perkelahian si reven dengan ketua klub mereka.

" Senang berkenalan dengan kalian juga. namaku Hyakuya Mikaela, panggil aku mika. " jawab si pirang dengan terus terang. Yuu dan Kimizuki berhenti berkelahi kemudian menatap kearah Mika. Mereka kembali merapikan pakaian mereka yang compang-camping akibat perkelahian tadi.

"nee, jadi bolehkah kami memintamu untuk masuk ke klub kami. Kami benar-benar minta tolong padamu untuk saat ini. kami kekurangan anggota dan kami harus mencari sampai batas waktu 3 bulan. Jika kami tidak menemukan anggota baru, kami tidak bisa mendirikan klub ini. jadi tolong kami. " jelas Kimizuki dan Yuu, Yoichi mengangguk dengan antusias.

Mika hanya menghela napas mendengar permintaan mereka. Matanya menutup sejenak untuk memikirkan hal ini. dia tidak ingin mereka seperti yang Yuu lakukan beberapa hari yang lalu. Jika dia menolak mereka maka dia akan mendapat masalah besar. Tak berapa lama si pirang membuka matanya dan sudah mengambil keputusan dan mulai berbicara.

" Wakatta, aku akan ikut klub kalian tapi... " sebelum si pirang menyelesaikan kata-katanya, Mereka gembira sambil berkata 'Yes!'. Yuu dengan senang mengambil gitarnya dan memasang kabel ke amplifier kemudian ingin memberikannya pada si mata biru.

" ne-ne Mika, bolehkah kau memainkan gitarku. Kami ingin melihatmu seperti apa kau bermain gitar " kata si mata Emerald dengan antusias sambil menyodorkan gitarnya pada si mata biru. Walaupun sebenarnya Yuu sudah pernah melihatnya.

Keringat dingin keluar dari pelipis Mika. Dia mangambil langkah mundur sedikit untuk menjauh, namun Yuu tak menyadarinya dan terus melangkah untuk menyodorkannya pada Mika.

" ayolah Mika, kami ingin melihatmu " Yuu kembali membujuk mika. Mika mulai melangkah mundur namun sayang kali ini si mata Emerald berhasil membuat dia menyentuh gitarnya walau hanya sedikit sentuhan (tersentuh jari ).

Seketika si pirang terdiam ditempat. Yuu dan yang lainnya berkedip mata saling menatap satu sama lain. Tiba-tiba aura misterius keluar dari si pirang. Mereka kembali menatap ke arah si rambut pirang. Wajah si pirang nampak tertutupi oleh rambutnya dan tangan kanannya mulai melepaskan kacamatanya kemudian meletakkannya di atas meja yang dekat dengannya.

" PINJAM GITARMU! " kata Mika dengan galak. Sorot matanya berubah dan menatap tajam ke arah yang lain. Kimizuki, Yuu, dan Yoichi langsung terkejut dengan perubahan si pirang.

"..."

"..."

"..."

'Dia berubah?!' batin mereka tak percaya.

Si reven dengan gemetar memberikan gitarnya pada Mika. Mika mengambil gitar Yuu dengan cepat dan langsung memainkannya tanpa kata. Tangan si mata biru mulai memainkan kunci kord gitar dengan tempo cepat.

Yang melihat hanya bisa takjub apa yang mereka lihat. Seakan level mereka berbanding jauh

' Dia beralih kord kesatu dan kelainnya dengan cepat tanpa cacat ?! ' batin mereka

Kemudian Mika mulai memainkan gitar dengan teknik Finger Tapping

" Itu Finger Tapping! " kata Kimizuki menebak dengan tepat

Tak lama kemudian Mika beralih menggunakan teknik Sweep Picking

" I-itu Sweep Picking! " kata Yoichi

Dan setelah itu mika berhenti sebentar. Dia mengangkat gitar Yuu sejajar dengan wajahnya dan kembali memainkannya.

" Dia pakai GIGI?!. Oh tidak gitarku... " Yuu berkata tak percaya apa yang baru saja terjadi.

Si pirang akhirnya berhenti bermain gitar. Dia kemudian mengangkat gitar si raven ke atas dan selanjut mungkin Yuu akan menangis apa yang akan dilakukan si pirang.

PRAK PRAK PRAK

Mika memukul gitar Yuu ke lantai dengan tawa yang mengerikan. Mereka yang menatap si pirang merasa takut apa yang baru saja terjadi. Si reven yang melihat gitarnya yang dihancurkan oleh si pirang langsung berteriak.

" GITARKU! " Teriak Yuu panik namun sayang gitarnya sudah hancur.

Si pirang tersadar setelah mendengar teriakan Yuu. Mika dengan gugup menatap ke arah Yuu dan yang lainnya. Mika mulai mengingat kembali apa yang telah dia lakukan tadi. Si pirang mulai bertanya pada orang yang takut.

"Apa kalian ... melihatnya... " kata mika yang terdengar seperti bisikan

Mereka bertiga langsung mengangguk dengan takut. Sementara Yuu hanya bisa menangisi gitarnya yang telah hancur karena si pirang.

"Shimatta, aku melakukannya lagi " kata si mata dengan bersalah .

Kimizuki, Yuu, dan Yoichi saling memandang satu sama lain dan kemudian menatap ke arah si pirang. Sementara itu Mika mengambil kacamatanya kembali dari atas meja dan memakainya kembali. Sambil mengambil napas dalam dan mengeluarkannya dengan pelan.

" Sial, Imej yang ingin aku bangun kembali rusak " kata si pirang sambil menyesali apa yang telah dia lakukan.

' Imej? ' batin Yuu penasaran. Setelah itu Kimizuki dan Yoichi kembali seperti semula. Kimizuki mulai memperbaiki kacamata dan mulai bertanya.

" apa kau mau bergabung dengan kami dan mengantikan gitar Yuu ?" tanya dengan ragu. Sementara Yuu mengagguk dengan setuju.

" kau merusak gitarku dan kau harus bertanggung jawab!. Aku berusaha menabung untuk membeli gitar itu! " jelas Yuu dengan tegas.

Mika yang menatap ke mereka seakan menebak sesuatu.

"aku bertaruh harga gitar Yuu-chan 75.000 yen. " tebak mika.

Si mata Emerald mendengar perkataan si mata biru langsung terkejut.

"Bagaiaman kau bisa tahu?! " kata si raven tak percaya.

" karena dari necknya saat dipegang tidak terlalu nyaman. Berat gitar tidak seimbang dengan berat headstock. Dan senarnya kualitas rendah saat digesek senar nya terdengar jelas " Si pirang terus terang. Mereka yang mendengar penjelasan mika hanya bisa terdiam.

'Bahkan dia tahu hal yang seperti itu?!' batin mereka. tak lama setelah itu

" Ja-Jadi apa kau mau ikut klub kami? " Yoichi yang berbicara dengan Gugup kearah Mika. Si pirang yang menatap Yoichi kembali mengambil napas dalam-dalam.

" Mau bagaimana lagi. Kalian sudah melihatku yang seperti tadi. Baiklah, aku akan ikut klub kalian dan mengganti gitar yang telah aku rusak dengan harga yang lebih mahal tapi... aku punya satu permintaan " kata mika sambil menatap ke arah Yuu.

Yuu yang mendengar perkataan si pirang 'aku akan mengganti gitar yang telah aku rusak dengan harga yang lebih mahal'. Dia langsung mengangguk tanpa memikirkan ulah nakal si pirang.

" Apa permintaanmu?, cepat katakan " kata Yuu dengan antusias.

Mereka yang penasaran mulai mengangguk dengan gugup. Mika mulai mengeluarkan seringai dan mulai berbicara.

" permintaanku adalah ... Yuu-chan harus memakai seragam Sailor dihadapanku "

Seketika semuanya pun terdiam

.

.

.

To be continoue

.

.

.

Hahaha, Mika meminta Yuu memakai seragam sailor rasa sungguh membuatku ingin meminta mika bawa kekamarnya (ditendangYuu) . sepertinya ulah Mika yang nakal akan berulah kembali. Maaf jika Mika agak sedikit OOC.

Untuk musik mereka aku menggunakan lagu utaite. Kalau yang belum tahu utaite datang ke utaite wiki soalnya aku tak bisa menjelaskannya (gedubrak), karena aku sedang membuat gambar buat cover lagu mereka nanti (APA?!).

Tentang cover lagu mereka aku jelaskan di chapter 2 atau jika kalian yang saking penasaran datang ke Tumblr atau twitterku (alah malah promosi ).. Kalau blog aku masih belum buat .

Kalau begitu aku kabur... (AmbilLangkahSeribu)