Me: "Halo! Fic baru lagi!" XD
Cowboy: "Lagi? Berapa banyak yang kau terlantarkan, BakAuthor?"
Me: "Memangnya kenapa?"
Cowboy: *sweatdrop.*
Me: "Happy Reading!" :D
Disclaimer: Hetalia bukan milikku!
Warning: Teacher!Nation, gaje, abal, OOC, ada OC, Author masuk fic (?), School!AU, nama asli Girl-chan disensor (?), Humor gagal, Genre tidak tetap (?), dll.
Catatan: Wali kelas untuk kelas 9 (berlaku Chapter depan):
91: Japan
92: Norway
93: Turkey
94: Prussia
95: Switzerland
Prolog: Nyotalia School, Nation Coming (?)
Hari Minggu yang indah di sebuah sekolah bernama Nyotalia School. Anak-anak di sekolah itu sedang melakukan berbagai macam kegiatan. Seperti yang dilakukan kelas 93 yang sedang istirahat setelah selesai latihan upacara bendera.
"Haah, capek!" kata Girl-chan sambil minum susu yang dibelinya dari kantin.
Tiba-tiba, dia melihat beberapa personifikasi negara yang sedang lewat di sekitar lapangan.
'Demi Denmark yang nyungsep ke got (?), itu kan para Nation! Ngapain mereka ke sini?' pikir Girl-chan cengo.
BYUR!
Gadis itu pun langsung menoleh ke arah sumber suara dan mendapati seorang pria berambut pirang jabrik nyungsep di selokan.
'Eh DenDen (?), siapa tuh yang tadi nyungsep?' pikir Girl-chan lagi. 'Apa jangan-jangan...'
Girl-chan pun mendekati pria itu dengan ragu-ragu. Dia pun menolongnya tanpa banyak tanya.
"Terima kasih, ya!" kata pria itu sambil nyengir.
Gadis itu hanya mengangguk pelan. Tapi dalam hatinya, dia udah kegirangan setengah mati. Kenapa bisa begitu? Beginilah isi hatinya.
'Gila! Ini hanya gue atau ni orang memang Denmark? Gue mesti kasih tau yang lain, nih!'
"Apa kamu tau letak ruang guru?"
Pertanyaan dari pria tadi sukses membuyarkan pikiran Girl-chan.
"Eh? Oh, i-iya! Saya bisa antarkan anda, pak Den-"
"Mathias saja!" potong pria itu. Dia takut anak itu keterusan manggil dengan nama negaranya.
"Baiklah!"
Gadis itu langsung mengantarkan pria itu ke ruang guru. Setelah tiba di depan ruang guru, mereka pun berhenti.
"Ini ruangannya, pak!" jelas Girl-chan.
"Oh iya! Makasih ya, err..."
"Nama saya ****, tapi panggil aja Girl-chan!"
"Makasih ya, Girl-chan!" kata personifikasi Denmark itu sambil memasuki ruang guru.
Sementara Girl-chan langsung berlari sambil teriak kegirangan. Dia tidak sabar untuk memberitahukannya kepada keempatnya temannya di Masion.
Di HetaFive Masion (?)...
"Aku pulang!" kata Girl-chan sambil mendobrak pintu.
"Kagak sopan amat lu, Girl-chan!" gerutu Dark sambil mengalihkan perhatiannya dari doujin Elsword x Raven (?) yang dibacanya.
"Maaf, maaf!" Anak itu menggaruk bagian belakang kepalanya. "Tapi gue punya kabar gembira buat kalian!"
"Kabar apaan?" tanya Yuki sambil menutup berjudul 'Sejarah Perang Dunia 1 dan 2'.
"Para Nation mau ngajar di sekolah kita!" jawab Girl-chan bersemangat.
Sontak, suasana Masion pun langsung hening. Bahkan, Fyro yang sedang nonton TV pun langsung tersedak camilan yang dimakannya.
"Demi apa?! Nation mau ngajar di sekolah kita?!" tanya Hanny yang dengan noraknya masuk lewat jendela (?).
"Beneran! Tadi gue ngeliat para Nation di lapangan dan ketemu sama Denmark yang nanyain ruang guru! Gue yakin mereka mau ngajar!" jawab Girl-chan sambil ber-fansgirling ria.
Kedua gadis itu pun langsung joget ala Trio Ubur-Ubur (?), bahkan lebih norak dari itu. Sementara yang lain? Yuki sweatdrop, Fyro tersedak lagi, dan Dark kembali membaca doujin-nya.
Sementara itu, di ruang guru...
"Kita akan ngajar besok?" tanya Mathias setelah mengeringkan badannya.
"Tentu saja, Anko!" jawab Lukas cuek.
Pintu pun terbuka dan terlihat seorang gadis yang merupakan personifikasi Indonesia, Aida Ayundasari.
"Baiklah! Mari kita mulai rapatnya!" kata Aida.
Rapat di ruang guru pun berlangsung agak lancar karena ada sedikit keributan di ruangan tersebut.
-To Be Continue-
Preview for Chapter 1:
Nyotalia School kedatangan guru baru!
"Pa-pagi, pak (AK-47) (?)!"
"Kalian kagak awesome, ya!"
"Baiklah! Bapak akan lepasin topeng bapak dengan satu syarat!"
"Gue heran! Jangan-jangan pak Sadiq beneran cinta sama negaranya!"
"Kenapa ya ada aura mistis di sini?"
"Pak! Bisa jauhin temen-temennya nggak, pak?"
"Bagaimana dengan kelas lain?"
"Mari kita meramal!"
"MASA SIH?!"
Me: "Maaf kalau agak gaje! Saya nyalin dari buku dengan sedikit pengubahan!" *membungkuk 15 derajat (?).* "Oh iya, selamat HUT RI yang ke- berapa, ya?" *ditimpuk tumpeng (?) karena lupa ultah negara sendiri.*
Aida: "Woi! Gue sekarang udah 69 tahun, dodol!"
Me: "Maaf ya, Ida-chan! Habisnya, gue agak pelupa!"
Aida: "Terserah!" *sweatdrop.*
Me: "Kok lu jadi kayak Cowboy, sih?"
Aida: "Who?" *ditembak Cowboy.*
Cowboy: "LU KATE GUE CANADA?!"
Aida: "Sori ya, mas!" ^^V
Cowboy: *facepalm.*
Me: "Daripada berantem, mending bacain kuis!"
Aida: "Memangnya ada, ya?"
Cowboy: "Ada lah! Lu kayak kagak tau BakAuthor aja!"
Me: "Baiklah! Kuisnya adalah..."
Cowboy: "Coba para Reader menebak siapa aja yang ngomong di Preview tadi!"
Aida: "Yang bisa menjawab persis dengan jawaban di chapter depan, kalian boleh meminta Special Chapter untuk fic ini! Asal berhubungan dengan para Nation atau kelas yang ingin ditampilkan!"
Me: "Oh iya! Buat para Author yang ditampilkan di fic ini, kalian harus mengirimkan formulir (?) identitas di PM! Formatnya seperti ini!"
Nama: (Nama pendek dari penname atau nama asli juga tidak apa-apa! *plak!*)
Umur: (Umur yang sekarang!)
Kelas: (91, 92, 94, 95! Soalnya kelas 93 itu kelas saya! *dihajar teman-teman sekelas.*)
Penampilan: (Penampilan formal! (Cowboy: "Ya iyalah! Masa penampilan di medan perang (?)?"))
Senjata: (Di 1p dan 2p!)
Nation Favorit: (Urutannya dari Axis, Allied, Nordic, Baltic (Kalau kagak demen juga kagak apa-apa! *digebukin Trio Baltic.*), dan Other (Kalau ini harus salah satu dari 4 Nation tadi atau Nation lain selain itu!).)
Cowboy: "Segitu doang?"
Me: "Iyalah!
Cowboy: *jawdrop.*
Me: "Review!" :D
