A Lii Enn Mempersembahkan sebuah ficlet,

Selamat Datang.

Naruto-Masashi Kishimoto.

Hujan turun dengan derasnya diluar sana. Suara lonceng yang tergantung di pintu sebuah kafe berbunyi klinting. Haruno Sakura masuk dengan dress berwarna merah yang sudah basah, sesekali ia menyeka air hujan di lengannya. Penjaga meja kasir yang tak lain adalah teman kampusnya langsung tersenyum ramah seraya berkata, "selamat datang." Sakura lantas membalas senyuman pemuda berambut kuning itu dengan sebuah senyum hangat. Namun tiba-tiba dunia disekelilingnya serasa berputar hebat dan ia terjatuh di lantai toko yang basah dan berbau anyir, ia tak mengerti kenapa namun saat dia terbangun ia telah duduk di kursi pelanggan yang empuk dan dihadapannya sudah terdapat segelas wine dan sepiring steak yang entah siapa pemiliknya.

"Ummm, permisi?" Seorang pelayan yang Sakura kenali pun mendatanginya, 'Sasuke makin tampan saja' batin Sakura.

"Ada yang bisa saya bantu Nona Sakura?" Tanya Sasuke seraya tersenyum manis. Ini yang Sakura sukai dari kafe ini, dia bisa melihat senyum si Sasuke, pemuda idaman gadis satu kampus.

"Ini minuman dan makanan punya siapa ya?" tanya Sakura heran.

Sasuke semakin melebarkan senyumannya hingga matanya menyipit dibuatnya, "punya anda dari anda."

Sakura bertambah heran, rasanya dia belum memesan makanan karena tadi ia sempat hilang kesadaran, dia juga merasa ada yang janggal mengapa sejak tadi dia merasa sakit pada sekujur tubuhnya? Sakit sekali. hawa dingin menyelusup ke badannya bulu kuduknya dibuat berdiri, Sakura merasa ada yang tak beres, dia ingin segera pergi dari kafe itu, namun dia terjatuh seakan tak ada kaki yang menyangganya dan ternyata benar, memang kedua kaki jenjangnya sudah hilang dan darah segar mengalir dari sela-sela dress merahnya.

''klinting.''

Bunyi pintu dibuka, ada seorang wanita paruh baya yang masuk, "Selamat datang."

Sasuke kini melangkahi dirinya yang terjatuh dilantai tanpa niat membantu dan entah sejak kapan Sasuke menyembunyikan pemukul bisbol dibelakang tubuhnya dan berjalan ke arah wanita paruh baya itu, sebuah senyum yang tadi ia pamerkan ke Sakura masih saja terukir, sekarang Sakura sadar senyum itu sama sekali tidak tampan namun menakutkan. Sakura ingin sekali berteriak meminta bantuan pada sang wanita paruh baya namun apa daya tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Dan dia terkaget-kaget karena Sasuke berjalan di belakang wanita itu dan memukul kepala wanita tersebut dan terjatuh ia dilantai yang penuh dengan darah, akhirnya Sakura tau apa yang basah dan berbau anyir, sungguh dia ingin menangis, sekarang darahnyalah yang dicium wanita tersebut. Terakhir kali Sakura melihat senyum Naruto yang menatapnya datar dari balik meja kasir dan berkata, "Selamat datang di pendingin Sakura-chan."

FIN

..BONUS..

Naruto mengeret tubuh Sakura yang sudah tak bernyawa dengan malas, "Kalau gini ceritanya populasi cewek cantik dikampus kita bakal berkurang dong teme! Gue bakal jomblo sampe lulus! "

Sasuke yang sedang mengeret tubuh wanita paruh baya yang tak diketahui identitasnya itu pun menjawab, "semakin cantik semakin enak dagingnya! Dasar baka dobe!"
Naruto yang mendengar penuturan Sasuke hanya bisa memanyunkan bibirnya sebal dia pun berhenti di depan ruangan bertuliskan pendingin dan segera membuka ruangan itu, ternyata di ruangan itu sudah ada tumpukan tubuh yang tinggal bagian atasnya, Naruto melempar tubuh Sakura ketumpukan tubuh itu bagaikan sampah kaleng soda, dia pun membalikan tubuhnya ke Sasuke dan melirik tubuh yang dibawa Sasuke, "lalu ibu tua ini mau kita apakan?"

"Beri saja ke Akamaru biar dia makan. Besok tugasnya Kiba dan Sai bukan?"