Diclaimer: Masashik Kishimoto
Warning: OOC, AU, OC, Death chara, mengandung kata-kata kasar dan tak pantas dibaca anak-anak. etc.
Rate: M
Genre: Thriller
X-GAME : X
Sepuluh orang tak saling mengenal harus berada dalam sebuah gedung yang terisolasi dari dunia luar.
Mereka adalah:
Satu. Rock Lee Lee adalah seorang terpidana mati akibat kasus pembunugan empat orang mahasiswa.
Dua Yamana Ino Ino, adalah seorang artis ternama yang dihukum mati karena terbukti bersalah atas pembunuhan managernya.
Tiga Hyuuga Hinata Hinata, seorang dokter yang bertanggung jawab atas kasus mal praktek tiga pasien yang mendadak gagal pernafasan.
Empat Uciha Sasuke Seorang terpidana mati akibat kasus mutilasi seniman ternama Orochimaru.
Lima Inuzuka Kiba Pejabat negeri yang terbukti mengantongi uang rakyat dan membunuh rekannya.
Enam Naruto Uzumaki Seorang terpidana mati terbukti membunuh kakek beserta neneknya.
Tujuh Sai Sai adalah seniman terkenal yang terbukti menggunakan darah manusia untuk hasil karya lukisannya hingga ia harus mendapat hukuman gantung karena kasus pembunuhan untuk mendapatkan darah.
Delapan Haruno Sakura. Mahasiswa kedokteran yang terbukti membuat obat obatan terlarang yang diedarkannya kepada semua mahasiswa.
Sembilan Rei Gaara Seorang anggota parlemen yang terbukti bersalah atas terbunuhnya seorang hakim.
Sepuluh Shikamaru. Pengedar obat terlarang yang telah mengedarkannya ke berbagai negara.
Kesepuluh terpidana mati ini harus terisolasi dalam sebuah gedung tua. Siapa yang mengumpulkan mereka? Apa tujuan terkumpulnya terpidana mati ini?
X-GAME : RULES
"Di mana aku?" gumam Hinata saat bangun dari ketidak sadarannya.
Hinata memegang kepalanya seraya melihat sekelilingnya.
Ternyata dia tidak hanya seorang diri. Hinata menghitung orang lain yang juga terlihat kebingungan, semua ada sembilan orang, ditambah dengannya semua menjadi sepuluh orang.
"Di mana aku?" kata yang sama terlontar dari orang berambut kuning dengan iris mata biru. Naruto Uzumaki.
Kata yang sama pun terlontar dari yang lainnya.
"Welcome to the X game." suara seorang peria bergema di seluh ruangan yang kosong ini.
"Siapa kau? Tunjukan dirimu!" seru Inuzuka Kiba sang koruptor.
Ternyata, seruan kiba membuahkan hasil. Dari ambang pintu yang hanya ada satu-satunya itu, keluarlah seorang yang tak dapat mereka kenali. Orang itu berpakaian rapi, dengan jas hitam membalut tubuhnya, sebuah topeng putih tak bercorak menutupi wajahnya.
"Kenalkan, namaku adalah X." orang itu mengaku dirinya 'X'.
"Buka topengmu itu, dan tunjukan dirimu!" ujar Rock Lee si pembunuh mahasiswa.
"Ya, tunjukan dirimu, atau kau kubunuh!" Rei Gaara si pembunuh hakim pun turut menimpali.
"Kalian ingin membunuhku?" tukas orang yang mengaku X itu, "Jangankan membunuhku, berdiri pun kalian tak mampu."
Benar, para kesepuluh terpidana mati itu takdapat menggerakan kaki mereka.
"Jangan panik," sambung X, "Kalian akan pulih dalam waktu tiga puluh menit kedepan."
"Apa yang kau inginkan dari kami?" tanya Uciha Sasuke sarkastik.
"Sederhana. Aku hanya ingin bermain dengan kalian, wahai 'narapidana'."
Mereka sadar, mereka adalah seorang Narapidana yang seharusnya sudah tewas dalam eksekusi. Tapi, baimana mereka dapat berada di sini? Pikir kesepuluh orang itu tak mengerti.
"Kalian ingin tahu kenapa kalian berada di sini? Aku akan mengeksekusi kalian satu persatu. Namun, ada kabar baik bagi kalian. Mungkin ada kesempatan untuk kalian bisa keluar hidup-hidup dari sini."
Sontak perkataan X membuat sepuluh orang itu 'agak' sedikit senang mendengarnya.
"Kami masih bisa hidup?" tanya Ino antusias.
"Jika kalian beruntung dan mahir dalam berstrategi." kata X, "Satu lagi, tidak ada kata 'kami' di permainan ini. Hanya ada satu orang yang dapat keluar dari tempat ini hidup-hidup. Kutekankan, hanya satu orang saja!
Dimata dunia kalian sudah mati, sertifikat kematian kalian pun sudah ada. Keluarga kalian juga sudah pasrah akan nasib kalian. Seharusnya kalian berterimakasih kepadaku, karena kalian masih diberikan kesempatan menghirup udara."
"Sudahlah, jangan bertele-tele," sela Sai si pelukis berdarah.
"Kalian tentu masih ingin hidup, bukan? Aku memberikan kesempatan kepada kalian yang bisa melewati semua tantangan dengan sempurna untuk tetap hidup dan keluar dari tempat ini, tentu dengan identitas baru bagi kalian yang bisa melewatinya.
Kalian akan terisolasi dari dunia luar selama sepuluh hari. Dan, yang berhasil bertahan dihari ke sepuluh, dialah yang pantas keluar dari tempat ini." jelas X.
"Lalu, apa yang harus kami lakukan sekarang?"
"Satu jam lagi akan ada interuksi untuk kalian ikuti." ujar X yang kemudian meninggalkan kesepuluh Narapidana itu di ruangan tersebut.
"Sepertinya, aku pernah melihat kalian," Lee berpendapat melihat orang-orang yang tengah bersamanya.
"Aku pun merasa demikian," Naruto turut menimpali.
Satu jam berselang. Terdengar suara yang sama dengan orang bernama X menggema di seisi ruangan.
"Selamat sore, Narapidana." sapa X dingin, "Permainan pertama adalah... Poker."
"Hey, berhentilah bermain-main, aku tidak suka dipermainkan seperti ini," tukas Shikamaru dengan nada keras.
X tidak menghiraukan kicauan Shikamaru.
"Kalian, masuklah kedalam pintu yang ada di ruangan ini.
Para terpidana itu pun menuruti apa yang diminta oleh X.
Pintu terbuka. Nampaklah lorong panjang yang masing-masing dinding (kiri dan kanan) dipenuhi banyak pintu.
"Carilah pintu yang berwarna hijau. Dan, masuklah ke dalamnya!" suara X bergema untuk kesekian kalinya.
Tidak terlalu sulit untuk mereka agar menemukan pintu tersebut. Perlahan, Gaara yang berada pada urutan pertama memutar pintu knop. Terlihatlah ruangan berukuran 16x12 meter yang hanya di isi bangku poker yang dikelilingi sepuluh kursi.
"Duduklah sesuai nama yang tertera di bangku kalian!"
Bangku-bangku tersebut telah tertempel nama mereka masing-masing.
Kini mereka telah dalam posisi menduduki bangku yang mengelilingi poker's table.
"Peraturannya adalah..."
.
~TBC~
.
REVIEW
