The Magic ©2013 Sansan Kurai
Super Junior Family © SM Entertainment
Other © Their Own Management
Fantasy, Supernatural
"Apapun yang terjadi kau harus menyimpannya, Teukie."
"Tapi Eomma.."
"Tak ada tapi-tapian. Kau harus menjaganya dan temukanlah yang lain. Eomma tak bisa berkata banyak, disini sangat berbahaya. Cepatlah pergi!"
"Eomma.."
"Kau tak mendengarku, Teukie? Cepat pergi!"
Dengan perasaan campur aduk, Leeteuk pergi meninggalkan Eommanya yang tengah menunggu sesuatu menghampiri dirinya. Berkali-kali Leeteuk menolehkan kepalanya untuk melihat sang Eomma. Eomma hanya tersenyum untuk menentramkan hati anaknya. Jubah biru safir sang Eomma melambai pelan dibelakangnya.
Tiba-tiba pintu dihadapan sang Eomma terbuka dan masuklah beberapa orang yang memakai jubah hitam panjang. Seketika suasana di ruangan itu berubah menjadi gelap. Lilin beserta perapian tak lagi berapi. Hanya kegelapan pekat yang menyelimuti ruangan itu.
Leeteuk yang melihat datangnya bahaya pun segera memantapkan hatinya untuk terus pergi meninggalkan Eommanya yang pasti tak akan selamat. Dalam hati ia merutuki diri sendiri karena kekuatan mantranya masih sangat lemah. Yang bisa ia lakukan sekarang hanya pergi jauh.. Pergi jauh menghindari penguasa kegelapan yang tengah mengincar benda yang saat ini dibawanya, batu blue sapphire.
"MORTUI!"
Leeteuk terhenyak mendengar mantra itu. Seketika kakinya pun lemas, dadanya terasa sangat sesak. Ia sebenarnya tahu ini akan terjadi, tapi ia tak menyangka akan terjadi secepat itu. Eommanya telah meninggal dan tak ada yang bisa dilakukannya sekarang selain melarikan diri dari tempat itu secepat mungkin untuk menyelamatkan batu yang ada ditangannya. Leeteuk kembali berusaha memantapkan hatinya. Ia berusaha untuk berdiri tegak dan mulai berlari meninggalkan desa yang sudah menjadi tempatnya bernaung sejak ia lahir.
Selama berhari-hari yang dilakukan Leeteuk hanya berlari dan terus berlari. Ia tak memikirkan makan dan istirahat, bahkan tidurpun tak pernah terpikir olehnya. Ia benar-benar tak ingin tertangkap penguasa kegelapan. Walau tubuhnya sudah tak kuat, tapi ia harus terus berlari. Padang rumput, sungai, bukit sudah ia lewati. Hingga akhirnya ia ambruk di dekat sebuah aliran sungai kecil. Tubuhnya sangat kotor, pakaiannya lusuh. Ia tidak terlihat sehat. Kesadarannya pun mulai menipis. Ia sadar, itu bukanlah saat yang tepat untuk beristirahat. Tapi ia sudah tak kuat lagi. Pandangannya sudah mulai kabur, namun ia masih bisa merasakan ada seseorang yang menghampirinya.
Leeteuk yang samar-samar melihat sosok tinggi menghampirinya mulai dilanda kepanikan. Leeteuk yang sudah sangat lelah nampak mengangkat tangan kanannya diatas kepalanya.
"Ignis."
.
to be continued..
ini hanya sebuah prolog dan satu lagi fanfic aneh yang dibuat oleh author aneh pula. fufufu..
see you soon.. ;)
