Hola saya kembali lagi, untuk mendongeng (?), untuk balasan review sequel Royal Kingdoms sebelumnya akan saya balas lewat PM aja ya, Sequel dari Royal Kingdoms: The Justice. Happy reading.
Royal Kingdoms: Friend or Foe
By:Aiko Ishikawa
Rated:K+
Genre:Friendship
-all character belong to Koei, Mi Yan itu OC saya-
Warning: OOC, ceritanya bisa saja gaje, cerita lari dari sejarah (?), cerita ini hanyalah sebuah fiksi dari sang Author.
Summary: Guan Yu menyerang kastil Fan, hal ini memaksa Cao Pi untuk mengadakan aliansi dengan kerajaan Wu, dilain pihak peperangan membuat Xu Huang harus memilih dua pilihan, teman atau musuh, karna Guan Yu adalah sahabatnya, tapi dia juga tidak bisa mengianati kerajaan, karna dia adalah seorang Jendral dari Wei.
Chapter: 1
- lagi lagi perang? -
Dipagi yang begitu dingin, dan sangat dingin, membuat semua orang enggan meninggalkan dunia mimpi mereka, tapi tidak dengan Guo Jia, dia pergi keluar dari rumahnya, dan menghirup udara pagi yang begitu segar, walaupun keadaan pagi ini sangat dingin, karna memang sekarang sedang musim penghujan, "brrr, bodohnya aku seharusnya aku tidak bangun sepagi ini, hah kalau sudah bangun aku tidak bisa tidur lagi, apa yang harus aku lakukan?" pikir Guo Jia. Tapi karna dingin cuaca hari ini, Guo Jia kembali masuk kerumahnya, "huaaah, walaupun hanya musim pengujan tapi cuacanya dingin sekali" kata Guo Jia sambil memeluk tubuhnya sendiri, dia melihat keadaan diluar melalui jendela, dia melihat air bekas hujan semalam, "apakah tadi malam hujannya lebat ya?" pikir Guo Jia. Setelah memperhatikan genangan air hujan, Guo Jia beranjak dari tempat duduknya dan memutuskan melakukan aktifitas lainnya, "dari pada memperhatikan genangan air, lebih baik aku mandi dulu" kata Guo Jia.
-xxx-
"Mi Yan bangun, sudah pagi" kata Xiahou Dun sambil menggoyang tubuh Mi Yan.
Bukannya bangun, Mi Yan malah masuk kedalam selimutnya sambil berkata, "nanti saja, tunggu jam tujuh pagi" kata Mi Yan.
"kau ini, sampai kapan kau mau tidur terus, ayo cepat bangun!" kata Xiahou Dun sambil menarik selimut Mi Yan.
"brrrr, master Xiahou Dun! Ini masih terlalu pagi, lagipula hari ini dingin sekali, plus hari ini hari minggu, jadi aku bangunnya jam tujuh!" kata Mi Yan lalu dia mengambil selimutnya dari tangan Xiahou Dun dan kembali tidur.
"hah, ya sudah kalau kau tidak mau bangun" kata Xiahou Dun yang merasa kalah, dan dia pun melangkah pergi dari kamar Mi Yan.
-xxx-
"uhuk, uhuk" Cao Cao menutup dirinya dengan selimut, cuaca yang begitu dingin membuat tubuhnya kedinginan, padahal dia belum sembuh total dari penyakitnya, sudah dua bulan lebih Cao Cao terus berbaring diatas tempat tidur, "brrr, dingin sekali" kata Cao Cao tubuhnya bergemetar, tiba tiba pintu kamarnya terbuka dan terlihat Cao Pi masuk sambil membawakan makanan dan teh hangat untuk ayahnya.
"ayah, apa ayah kedinginan?" tanya Cao Pi.
"iya Cao Pi" kata Cao Cao.
"kalau begitu ayah minum teh hangat dulu, mungkin tubuh ayah akan segera hangat setelah meminum teh ini" kata Cao Pi sambil memberikan segelas teh hangat.
Cao Cao mengambil teh hangat itu dari tangan Cao Pi dan meminumnya, "hah~ kau benar Cao Pi, tubuh ayah sekarang merasa hangat" kata Cao Cao.
Cao Pi hanya memandangi ayahnya sambil tersenyum.
Brak!
"maaf Yang Mulia Cao Cao, Yang Mulia Cao Pi! Saya melaporkan keadaan!" kata seorang prajurit.
"soal apa?" kata Cao Pi dengan wajah serius.
"master Cao Ren meminta bantuan, kastil Fan diserang oleh Guan Yu dari kerajaan Shu" kata prajurit itu sambil memberi hormat.
"Guan Yu? Kenapa dia menyerang kastil Fan" kata Cao Cao yang heran.
"laporkan keadaan ini kepada seluruh Jendral dan prajurit! Kumpulkan mereka dihalaman istana, cepat!" perintah Cao Pi.
"baik" kata prajurit itu lalu pergi meninggalkan Cao Pi.
"ayah, aku akan menghentikan Guan Yu dan membantu paman Ren, dan aku yang akan memimpin perang ini" kata Cao Pi dengan wajah serius.
"sebaiknya kau membawa Xiahou Dun agar dia bisa membantumu memimpin perang" saran Cao Cao.
"baik ayah, kalau begitu aku pamit dulu" kata Cao Pi lalu berlari meninggalkan ayahnya.
"semoga berhasil, Cao Pi" kata Cao Cao.
-xxx-
"Mi Yan banngun! Ada pengumuman dari Cao Pi!" kata Xiahou Dun yang terus berusaha membangunkan Mi Yan.
"paling juga pengumuman biasa" kata Mi Yan.
"ini soal perang!" kata Xiahou Dun sambil menarik selimut Mi Yan.
"perang?" kata Mi Yan terkejut, "bagaimana ini, aku belum mandi, dan juga belum sarapan" kata Mi Yan yang panik.
"makanya, sudah cepat sana mandi dan sarapan!" perintah Xiahou Dun.
"baik" Mi Yan berlari menuju kamar mandi.
-xxx-
"apa kastil Fan diserang?" kata Jia Xu yang terkejut.
"iya, paman Ren meminta bantuan, dia tidak sanggup mengatasi ini sendirian" kata Cao Pi.
"lalu apa kau punya rencana?" tanya Jia Xu.
"Jia Xu, kau tetap disini untuk menjaga istana Xu Chang, aku akan membawa Jendral dan ahli strategi yang kupercaya, sebaiknya kau juga harus menjaga Xu Chang agar tidak diserang" perintah Cao Pi.
"siap Yang Mulia Cao Pi" kata Jia Xu sambil memberi hormat.
"lalu siapa yang akan anda pilih?" tanya Sima Yi.
"kau dan Guo Jia" kata Cao Pi.
"saya?" kata Sima Yi terkejut.
"iya, ayahku mempercayai kemampuanmu, dan suruh kedua putramu itu untuk ikut berperang" perintah Cao Pi.
"baik Yang Mulia Cao Pi" kata Sima Yi setelah itu dia pergi meninggalkan Cao Pi.
"Guo Jia kau ikut denganku" kata Cao Pi.
"baik" kata Guo Jia.
-xxx-
"hah~ padahal hari ini aku mau menghabiskan waktu dengan tidur tiduran, malas malasan" keluh Li Dian.
"kau ini! Ini semuakan demi kejayaan Wei! Masa kerjamu tiap hari bermalas malasan saja!" kata Yue Jin.
"iya, iya, tapi masa iya perang disaat musim penghujan begini" kata Li Dian dengan tampang malasnya.
"ya mana gue tau!" kata Yue Jin rada kesal.
"sudah sudah kalian berdua jangan bertengkar, lebih baik gunakan tenaga kalian untuk berperang nanti" kata Xu Huang yang melerai mereka berdua.
"Li Dian nih orang nyeselin!" kata Yue Jin.
"terus masalah buat loe?" kata Li Dian dengan tampang malasnya.
"masalahlah!" kata Yue Jin.
"sudah! Jangan berantem disini!" kata Xu Huang.
Li Dian dan Yue Jin terdiam.
"nah begitu dong" kata Xu Huang sambil tersenyum.
-xxx-
"kastil Fan, menurut informasi master Jia Xu, kastil itu dikelilingi oleh air" kata Guo Jia.
"begitu ya" kata Cao Pi.
"tapi kita tidak bisa menggunakan taktik penyerangan dengan air, karna kalo kita membuka bendungan yang terkena air malah kastil Fan" jelas Guo Jia.
"iya aku tau, aku berpikir pasti Shu menggunakan taktik ini untuk menenggelamkan kastil Fan, dan yang harus kita lakukan adalah menghentikannya" kata Cao Pi.
"iya, hanya itu satu satunya cara" kata Guo Jia.
Disaat mereka berdua sedang asyik berdiskusi, datang seorang prajurit untuk melapor, "lapor Yang Mulia Cao Pi, semua Jendral dan prajurit sudah berkumpul" kata prajurit itu.
"bagus" kata Cao Pi, lalu dia berdiri dari kursinya dan berjalan menuju halaman istana.
-xxx-
Dihalaman istana banyak Jendral Wei yang berkumpul untuk menunggu pengumuman perang dari pemimpin baru mereka, "hah~ perang lagi" keluh Mi Yan.
"sudahlah, mungkin saja kau tidak terpilih untuk menghentikan penyerangan Guan Yu" kata Xiahou Dun.
"tunggu dulu, Guan Yu? Apakah dia orang yang berjagut panjang itu?" tanya Mi Yan.
"iya" jawab Xiahou Dun.
"bukankah dia membantu kita saat diperang Guan Du, dan kenapa dia malah menyerang kita?" tanya Mi Yan.
"entahlah Mi Yan, aku juga merasa dia itu orang yang tidak dapat dipercaya" kata Xiahou Dun.
Mi Yan hanya diam.
Dilain pihak, terlihat Sima Shi dan Sima Zhao yang sedang menunggu pengumuman, "aku merasa grogi, soalnya ini baru pertama kalinya aku berperang" kata Sima Shi.
"tenang, kita kan sering battle di game" kata Sima Zhao.
"bukan itu maksudnya!" kata Sima Shi.
"kakak Shi! Kakak Shi!" teriak seseorang, Sima Shi menoleh kearah orang itu, ternyata yang meneriakinya adalah Xiahou Ba.
"Xiahou Ba!" kata Sima Shi.
"eh?" Sima Zhao hanya memiringkan kepalanya, karna ada yang memanggil kakanya dengan sebutan 'kakak Shi' yang sering ia gunakan untuk memanggil kakaknya juga, "siapa dia kakak Shi?" tanya Sima Zhao sambil menunjuk Xiahou Ba.
"dia Xiahou Ba, dia anaknya si Jendral Panah master Xiahou Yuan" kata Sima Shi.
"hoooo, salam kenal, namaku Sima Zhao, adiknya Sima Shi" kata Sima Zhao sambil mengulurkan tangannya kearah Xiahou Ba.
"salam kenal juga" kata Xiahou Ba sambil menjabat tangan Sima Zhao.
"Xiahou Ba, kamu juga ikut berperang?" tanya Sima Shi.
"hoo pasti, aku tidak mau kalah dengan anak angkatnya paman Dun, yaitu Mi Yan" kata Xiahou Ba dengan bersemangat.
"memangnya kenapa?" tanya Sima Shi.
"Mi Yan kan perempuan, masa aku kalah dengan anak perempuan sih, tidak boleh dong" kata Xiahou Ba.
"kamu naksir sama Mi Yan ya?" goda Sima Zhao.
"errr, itu, ya, anu" Xiahou Ba hanya bisa menggaruk pipinya.
"aha, kamu suka dengan dia!" tebak Sima Zhao sambil menunjuk Xiahou Ba.
"ma, mana mungkin aku suka dengan dia" bantah Xiahou Ba, wajahnya memerah mirip buah tomat.
"rahasia kebongkar, Xiahou Ba suka sama Mi Yan" kata Sima Zhao sambil lompat lompat kaya anak TK.
"ta, tapi... Aku cuman naksir sedikit" kata Xiahou Ba merunduk, wajahnya memerah.
"nah kau sudah membongkarnya, Xiahou Ba suka sama Mi Yan" kata Sima Zhao lompat lompat.
"tapikan cuman sedikit" bantah Xiahou Ba.
"biar sedikit tapi kamu tetap suka sama dia" kata Sima Zhao.
"sudahlah Zhao" kata Sima Shi.
"gak mau, aku mau tau apa Mi Yan menolak Xiahou Ba atau diterima?" kata Sima Zhao yang masih kegirangan.
Sima Shi hanya menggelengkan kepalanya, tapi dia juga berharap agar Mi Yan menolak cintanya Xiahou Ba.
Dari depan pintu istana terlihat Cao Pi yang berdiri siap memberikan pengumuman akan siapa saja yang akan ikut berperang di kastil Fan. "semuanya, saya akan memilih Jendral dan prajurit yang akan berperang di kastil Fan, dan yang tidak terpilih tolong jagalah Xu Chang" kata Cao Pi.
"semoga aku tidak terpilih" kata Li Dian yang berharap agar ia tidak dipilih.
"dasar" kata Yue Jin sambil memutar bola matanya.
Cao Pi berjalan menghampiri para Jendral yang ingin ia pilih, dia berjalan menghampiri Yue Jin dan Li Dian, "kalian berdua, kalian akan ikut denganku untuk berperang di kastil Fan" kata Cao Pi.
"iya Yang Mulia Cao Pi!" kata Yue Jin.
Li Dian hanya bisa memasang wajah kesal dan malas, tapi karna ini sudah kewajibannya dia pun menjawab, "siap" kata Li Dian.
Cao Pi mengangguk, setelah itu dia menunjuk Xu Huang yang berada dibelakang Xu Zhu, "Xu Huang, kau ikut berparang! Xu Zhu kau tetap di Xu Chang!" kata Cao Pi.
Xu Huang dan Xu Zhu mengangguk tanda mengerti.
"paman Dun dan Mi Yan, kalian berdua ikut berperang!" kata Cao Pi.
"iya!" jawab Xiahou Dun.
Mi Yan hanya diam, dia lebih suka dirumah, tapi karna Xiahou Dun ikut berperang maka dia juga harus ikut berperang, "baiklah" kata Mi Yan.
"Zhang He!" kata Cao Pi.
"iya cyin" kata Zhang He.
'semoga jangan ikut, semoga jangan ikut, Cao Pi jangan ikutkan Zhang He, karna pamanmu ini alergi berat sama dia' kata Xiahou Dun didalam hatinya yang berharap agar Zhang He tidak ikut.
"kau tetap disini" kata Cao Pi.
"HOREEE!" teriak Xiahou Dun kegirangan.
"kenapa sih om tua ini, ngapain sih kamyu teriak teriak, eike kan kaga ikut, jadi gak usah teriak deh" kata Zhang He.
"justru aku senang kalau kau tidak ada" kata Xiahou Dun.
"kamyu gak merasa kesepian?" tanya Zhang He.
"idih, ngapain merasa kesepian, kan ada Mi Yan, dia yang harus aku khawatirkan kalau dia tidak ikut" kata Xiahou Dun sambil menepuk kepala Mi Yan.
"kenapa bukan eike?" tanya Zhang He.
"ngapain" kata Xiahou Dun.
"iiih om keren kejam deh" kata Zhang He.
Author muncul dan menghalau Zhang He untuk tidak mendekati Xiahou Dun, "gak boleh dekatin om kerenku!" kata Author.
"eh bocah, eike itu mau dekatin Xiahou Dun, jadi minggir deh" kata Zhang He.
"gak mau" kata Author.
"sudah, sudah, hei Author kenapa loe ada disini? Bukannya kamu menulis didepan laptop?" tanya Cao Pi.
"tapi om keren ku digodain sama Zhang He, aku gak terima!" teriak Author sambil peluk Xiahou Dun.
Ishida muncul, "hei, hei, bukan muhrim! Cepat kembali nulis!" kata Ishida, yang merupakan teman Author.
"kembali, kembali, kenapa ceritanya jadi ngawur begini sih?" kata Xiahou Dun.
"maaf om keren, see you" kata Author lalu kembali kedepan laptop diikuti dengan Ishida yang juga kembali kedepan laptop.
"ada ada saja Authorku itu" kata Mi Yan.
"ya sudah, pokoknya Zhang He kau tidak ikut, kau tetap di Xu Chang" kata Cao Pi.
"iih, Yang Mulia ganteng banget, eike senang punya Kaisar ganteng kaya gini" kata Zhang He sambil mencubit pipi Cao Pi.
"a, aduh sakit!" teriak Cao Pi.
Author dan Zhen Ji tiba ditempat dimana Cao Pi dicubit, "Zhang He jangan cubit Cao Pi ku!" teriak Author dan Zhen Ji bersamaan.
"habis dia unyu banget, boleh dicium?" tanya Zhang He.(*wuapa?!*)
"gak boleh! Aku gak sudi!" teriak Author.
"aku gak setuju!" kata Zhen Ji.
Dan mereka berdua yaitu Author dan Zhen Ji mengeluarkan aura api yang membara karna marah suami/idolanya dicubit apalagi sampai dicium oleh banci kaleng, "jangan cium Cao Pi!" kata Author dan Zhen Ji bersamaan, dan menendang Zhang He hingga keawan (?).
"ampuuuuun cyin" teriak Zhang He.
"rasakan" kata Author, lalu kembali kedepan laptop.
"hahahahaha mantap" kata Xiahou Dun sambil mengacungkan jempolnya.
"sayang tidak apakan?" tanya Zhen Ji.
"iya, inilah sulitnya punya banyak fans, banyak yang naksir" kata Cao Pi sambil mengelus elus pipinya.
"asal kamu jangan selingkuh saja" kata Zhen Ji sambil mengeluarkan aura kelam nan membunuh.
"te, tentu saja tidak sayang" kata Cao Pi sambil bersembunyi dibelakang Mi Yan karna ketakutan.
"nah, hatiku jadi tenang" kata Zhen Ji.
"baiklah sampai dimana, tadi, oh iya, kau putranya Sima Yi, kalian berdua dan Xiahou Ba, kalian berdua ikut perang" kata Cao Pi sambil menunjuk mereka bertiga.
"siap" kata mereka bertiga bersamaan.
"baiklah, malam ini kita akan berangkat menuju kastil Fan" kata Cao Pi.
- To Be Continued -
Waaaah, akhirnya Author bisa buat lanjutan Royal Kingdoms, lumayanlah, oh iya perang Fan kastil itu bukannya Guan Yu mati? Dan disini kalo gak salah baca Xu Huang yang merupakan sahabat baiknya Guan Yu malah memerintahkan kepada semua orang yang dapat memegal kepala Guan Yu akan diberi hadiah, hiks, hiks, hiks, sungguh menyedihkan, uwaaaaaa Xu Huang kenapa kau begitu kejam?
Xu Huang:"gak tau, tapi bagaimana dengan peranku dicerita ini?"
Guan Yu:"apa aku akan mati juga?"
Author:"masih menjadi sebuah misteri"
HuangYu:"jawab woi!"
Author:(hilang)
Jangan lupa review ya, see you next chapter.
