Cintaku Berawal Dari Kacung Nok!

Selamat Hari Kartini semuanya~~~

Minna, Shana kembali~~~ *readers : tidaaaak!*

Ih, readers jahat~! *pundung* Ya sudahlah, Shana cuma mau berbacot ria dikit di sini. Nah, jadi ceritanya berdasarkan pengalaman Shana sendiri. Karena dipilih buat jadi Nok di lomba Kacung Nok dalam rangka merayakan hari Kartini. Oh ya, Kacung Nok itu lomba pasangan, kayak Cici Koko atau Mojang Jajaka gitu, cuma beda bahasa. Yah, perlu diinget nih, sebenernya sih Shana gak rela dipasangin sama cowok kacungnya, tapi apa boleh buat! Wali kelas Shana yang milih, sih... Tapi ending-nya sih jelas imajinasi Shana aja. Ya udah deh, daripada Shana kebanyakan ngomong dan bikin readers tepar(?)—eh, maksudnya tidur, langsung aja... Happy Reading!

Summary : Hari Kartini sudah dekat. Konoha Junior High School ikut merayakannya. Salah satunya ada lomba Kacung Nok. Tanpa disangka, kelas 7F memutuskan Naruto dan Hinata yang diikutsertakan. What? Masalah apa yang akan menimpa mereka?

Rating : T

Pairing : NaruHina

Genre : Romance/Friendship

Warning : AU, OOC, typo, abal, gaje, alay, aneh, ngaco, multi-chap dan update lelet. Udah diperingatin lho, ya. Don't like, don't read, don't flame!

Disclaimer : Naruto punya Masashi Kishimoto dan Hari Kartini punya rakyat Indonesia. Tapi fic ini tetep punya Shana!

.

( o.O ) Cintaku Berawal Dari Kacung Nok! ( O.o )

.

"Jadi, sudah mengerti, kan?" kata Pain, sang ketua OSIS dari kelas 8B Konoha Junior High School. Kini mereka ada di ruang OSIS, mengadakan rapat tentang Hari Kartini nanti. Kali ini, Konoha Junior High School akan mengadakan acara yang meriah, untuk menyaingi acara dari Suna Junior High School, saingan mereka.

"Ya," serempak, para anggota OSIS mengangguk mengiyakan. Terlihat bahwa mereka serius dalam melaksanakan rencana ini. Tentu saja, karena mereka sudah panas mendengarkan omongan anak-anak Suna Junior High School yang terus saja membicarakan tentang acara hari Kartini mereka yang berjalan lancar dan meriah. Memang kenyataannya begitu, bahkan Kazekage mereka memberikan penghargaan. Tentu saja, Hokage ikut panas dan menyuruh Konoha Junior High School membuat acara yang lebih baik lagi.

"Jadi, ada pertanyaan?" sekarang giliran Kakashi-sensei yang bertanya. Kakashi Hatake nama lengkapnya, dia adalah guru Sejarah yang terkenal akibat hobinya, yaitu datang terlambat. Dan terlambatnya itu sangat keterlaluan, bahkan hampir tiap hari dia mendapat sorakan kesal dari murid-muridnya. Dan sekarang, dia ditunjuk sebagai konseptor acara OSIS kali ini. Untunglah sekarang dia benar-benar serius.

"Um, iya, sensei! Kalau anak OSIS boleh ikut lomba tidak?" tanya Ino Yamanaka, anak 7F yang juga anggota OSIS, pastinya. Gadis cantik berambut pirang panjang bermata aquamarine yang suka berdandan itu kini menatap Kakashi-sensei dengan serius.

"Ya, boleh. Nah, ada yang ditanyakan lagi?" tanya Kakashi-sensei lagi. Melihat semuanya menggeleng, Pain mengambil tindakan.

"Baiklah, jika tidak ada yang bertanya lagi, rapat bubar!" kata Pain lantang, dan seketika ruangan yang hening menjadi ramai oleh suara deritan kursi yang didorong ke belakang dan juga obrolan antar sesama anggota OSIS.

Seorang gadis berambut indigo sepanjang pinggang berjalan meninggalkan ruang OSIS. Baju tipe sailor miliknya tampak serasi dengan rambutnya yang indah itu. Rok biru miliknya berkibar terkena angin yang bertiup. Mata lavendernya menutup sejenak, mencegah debu agar tidak menyakiti kilauan matanya.

"Hinata-chan!" merasa terpanggil, sang gadis yang bernama Hinata itu menoleh. Rambutnya yang terurai di dadanya kini berkibar, menampakkan sebuah tanda pengenal bertuliskan Hinata Hyuuga. Dilihatnya seorang gadis berambut pirang yang dikenalnya berlari pelan munuju ke arahnya.

"Ada apa, Ino-chan?" tanya Hinata sambil memberi senyum manis miliknya. Ino membalas dan menarik tangan Hinata untuk berlari bersamanya. Karena mereka memang sekelas, kelas 7F.


"Sekarang pelajaran siapa ya?" tanya Ino, saat mereka melambat dan menaiki tangga menuju kelas mereka di lantai dua.

"Umm, sekarang ada Kurenai-sensei, tapi jam pelajarannya tinggal beberapa menit lagi. Setelah itu, Sejarah oleh Kakashi-sensei. Mungkin sensei mau membahas soal lomba-lomba hari Kartini itu. Lagipula, dia kan wali kelas kita," jawab Hinata. Ino hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan Hinata.

Dan bertepatan dengan perkataan Hinata, bel tanda jam pelajaran berganti berbunyi. Mereka mempercepat langkah menuju kelas mereka. Tapi mereka tidak melihat Kurenai-sensei. Akhirnya mereka sampai di depan kelas 7F. Dilihat dari jendela, anak-anak sedang bermain. Ada yang bermain laptop, ada yang mengobrol, membaca komik, bermain game, dan lain-lain. Sepertinya Kurenai-sensei tidak masuk tadi.

"Free class, ya?" tanya Ino pada salah seorang gadis berambut cokelat yang sedang mengobrol dengan temannya. Dia mengangguk bersemangat, dan melanjutkan mengobrol dengan temannya.

"Enaknya~ Mereka dapat bermain seperti itu, sedangkan kita harus rapat," kata Ino. Dia menghempaskan diri di kursinya yang empuk, dan meregangkan badannya sedikit.

"Yah, itu kan tugas kita sebagai OSIS. Lagipula, hari Kartini tinggal seminggu lagi, kita harus serius!" kata Hinata. Dia menempatkan diri di kursinya, yang berada di samping Ino. Berbeda dengan Ino, Hinata lebih memilih untuk mengambil buku pelajaran Sejarah dan membaca-bacanya.

"Ada Kakashi-sensei!" salah seorang anak laki-laki berambut hitam masuk dan berseru lantang, membuat semua siswa yang sedang bermain berlarian menuju meja masing-masing.

"Yo, konnichiwa, minna!" Kakashi masuk ke kelas dan meletakkan laptop serta bukunya di meja guru. Ditatapnya berkeliling dengan mata malasnya.

"Siapa yang tidak masuk hari ini?" tanya Kakashi begitu melihat kursi di belakang Hinata kosong. Semua murid serempak menggeleng.

"Tidak ada, sensei!" jawab para murid. Membuat Kakashi yang berdiri di depan kelas mengernyitkan keningnya sedikit, heran.

"Lalu siapa yang ada di belakangmu, Hyuuga-san?" tanya Kakashi. Dan bertepatan dengan itu, pintu kelas terbanting keras, menampakkan seorang laki-laki berambut pirang bermata sapphire yang sedang nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, salah tingkah.

"Hehe, maaf aku telat, sensei," kata laki-laki itu, sambil tersenyum tanpa dosa. Tapi wajahnya berubah menjadi meringis melihat urat-urat kekesalan di kepala sensei-nya itu.

"Naruto Uzumaki, sudah berapa kali saya bilang... JANGAN TERLAMBAT!" serunya kesal. Naruto dan yang lain hanya dapat sweatdrop melihat sensei mereka berteriak seperti itu.

'Introspeksi diri dong, sensei!' batin semua murid. Yah, jelas saja mereka semua sweatdrop, lagipula Kakashi adalah orang yang selalu terlambat, tapi dia menyuruh orang untuk tidak terlambat.

"Yah, sudahlah. Baik, sekarang saya ada pengumuman tentang acara Hari Kartini nanti. Tolong kalian catat dengan baik!" perintah Kakashi, membuat semua murid membuka buku catatan mereka.

"A-ano, sensei..." Naruto berkata pelan, takut Kakashi memarahinya lagi.

"Hhh... Apa lagi, Naruto?" Kakashi menatap Naruto tak sabar, benar-benar gatal ingin mencekiknya.

"A-apa saya aku boleh duduk?" tanyanya takut-takut. Kakashi menatapnya dengan hawa membunuh, yang membuat Naruto makin ciut.

"IYA! CEPATLAH!" teriakan Kakashi yang kedua membuat Naruto lari terbirit-birit menuju mejanya, dan segera mengeluarkan buku catatan harian sekolah, yang memang diberikan oleh Konoha Junior High School sebagai salah satu kepentingan sekolah.

"Baik, kita lanjutkan!" Kakashi melanjutkan setelah menenangkan diri. Dia menatap semua muridnya yang sudah menyiapkan pulpen dan buku catatan sekolah.

"Ya, tema Hari Kartini kali ini adalah : Mendalami Arti Hari Kartini Karena Wanita Ingin Dimengerti," kata Kakashi, yang disambut sorakan riuh dari murid-muridnya, terutama anak-anak perempuan.

"Yah, saya harus memeras otak selama seminggu untuk menemukan tema itu. Bagaimana? Ya sudah, lanjutkan. Kegiatan di Hari Kartini ini dibagi tiga, pertama adalah kegiatan menanamkan minat kewirausahaan dalam diri siswa. Kedua, adalah kegiatan menumbuhkan semangat bersaing dan berprestasi. Ketiga, kegiatan kebudayaan," jelas Kakashi.

"Lalu, pada kegiatan pertama, itu akan diisi oleh bazaar. Kalian bisa membuka stan lalu memasang atau menjual sesuatu di situ. Makanan, karya, atau apapun. Kegiatan kedua, adalah acara lomba-lomba dan penghargaan. Ada Kacung Nok, Miss Kartini Konoha, Kartini Award, Gambar Kartini dan Kreasi Seni Lagu 'Ibu Kita Kartini.' Detilnya akan saya jelaskan nanti. Dan terakhir, acara kebudayaan diisi oleh festival kebudayaan. Ada yang menari tarian tradisional, menyanyi lagu daerah, dan para pemenang lomba-lomba akan ditampilkan pada kegiatan ini. Mengerti?" lanjut guru bermasker itu, yang disambut anggukan semua siswa.

Saat Kakashi akan melanjutkan, ternyata handphone miliknya berdering. Dia mengangkatnya sejenak, lalu berpaling pada murid-muridnya lagi. "Maaf, saya ada urusan sebentar, saya akan kembali lagi dalam beberapa menit," katanya, dan dia langsung meninggalkan kelas. Setelah Kakashi meninggalkan kelas, seketika anak-anak 7F itu pun ribut lagi.

"Ne, Hinata-chan, menurutmu siapa yang akan dipilih untuk ikut lomba-lomba itu, ya?" tanya Ino sambil berpangku tangan, menatap Hinata dengan bergairah.

"Umm... Mungkin Hinagiku-chan akan ikut Miss Kartini Konoha, dia kan cantik, pintar dan calon ketua OSIS lagi. Atau mungkin juga Erza-chan, walaupun dia dari luar negeri, tapi dia cukup tahu banyak tentang kebudayaan Indonesia. Atau Adelicia? Addie-chan sangat cantik, kau ingat saat dia berperan sebagai Juliet dengan Itsuki-kun di drama Romeo and Juliet?" jawab Hinata.

"Atau mungkin juga kau! Mereka pasti memilih orang yang dapat rangking 1 di kelas ini! Dan kau juga cantik, Hinata-chan," komentar Ino. Dia tersenyum jahil pada Hinata. Sedangkan Hinata, semburat merah tipis muncul di pipinya yang chubby, sedikit merona karena dipuji. Sungguh sangat cantik.

"I-itu tidak mungkin. Aku tidak secantik yang lain, bahasa daerahku juga biasa saja," elak Hinata.

"Tidak, Hinata-chan! Menurutku kau sangat cocok ikut Miss Kartini Konoha! Atau mungkin ikut lomba Kacung Nok ya?" tanya Ino lagi, tersenyum.

"Ti-tidak, aku tidak mau! Lagipula siapa yang akan menjadi pasanganku?"

"Mungkin Hayate-kun? Gray-kun? Atau kau mau Itsuki-kun-kun?"

"Ti-tidak! Mereka sangat tampan, mereka lebih cocok dengan Hinagiku-chan, Erza-chan dan Addie-chan. Lagipula mereka semua sudah berpacaran."

"Hmm... Kalau begitu, kau mau dengan siapa?"

"Siapa? Aku tidak mau ikut kok!"

"Bagaimana dengan... Naruto?"

"Ha-haah? Naruto?"

"Iya! Kau suka dia, ya?"

"Ih, tidak! Lagipula dia kan sudah punya Sakura!"

"Iya juga sih. Tapi mungkin saja kan?"

"Ti-dak, I-no-chan!"

Hinata dan Ino terus berdebat ramai tentang murid yang akan dipilih Kakashi-sensei untuk mewakili kelas 7F dalam lomba-lomba di Hari Kartini. Juga tentang hubungan Hinata dengan Naruto.

"Sebenarnya sih, aku ingin ikut lomba Miss Kartini Konoha. Sepertinya asyik. Lagipula, lomba Kacung Nok sepertinya merepotkan. Kau tahu kan, di rapat disebutkan kalau Nok-nya harus memakai sanggul? Memakai kebaya saja sudah repot, lalu ditambah sanggul. Pasti panas," komentar Hinata, yang disambut anggukan setuju dari Ino.

"Hmm... Benar juga. Tapi menurutku, kau akan ikut lomba Kacung Nok. Kau kan pernah ikut lomba Mojang Jajaka Alit waktu di Konoha Elementary School, ya? Menurutku pasanganmu pasti Naruto, entah kenapa firasatku mengatakan kau cocok dengannya," kata Ino, yang membuat Hinata menatapnya tidak percaya.

"Hah? Sudah kubilang tidak mungkin, Ino-chan! Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?" tanya Hinata lagi, entah sudah keberapa kalinya.

"Ya, mungkin karena tinggi kalian hampir sama. Dia ranking 2, kau rangking 1. Lalu dia juga punya aura cowok yang lumayan, cocok deh denganmu," jawab Ino. Hinata hanya dapat memutar matanya mendengar alasan Ino yang menurutnya tidak logis itu.

"Yah, terserah kau sajalah. Sensei datang," kata Hinata, memilih untuk mengalah daripada berdebat lebih lama dengan temannya yang keras kepala ini.


"Baiklah, maaf tadi atas interupsinya. Mari kita lanjutkan. Saya sudah menentukan murid-murid yang akan mewakili kelas 7F dalam lomba-lomba tadi. Pertama, Miss Kartini Konoha. Saya sudah memutuskan, agar Adelicia-san mengikuti lomba Miss Kartini Konoha. Buat saya bangga, ya. Lalu untuk Kartini Award, itu adalah acara penghargaan. Bagi para siswi yang memiliki prestasi apapun selama tahun ajaran ini, 2011/2012, termasuk rangking 10 besar, akan diberi hadiah. Untuk lomba Gambar Kartini, ditu adalah menggambar perempuan dengan kebaya. Mau style apa saja bebas, manga style juga diperbolehkan. Dan saya memilih Erza-san untuk mengikutinya. Untuk Kreasi Seni Lagu 'Ibu Kita Kartini' hanya diperbolehkan maksimal sepuluh orang, dan saya memilih Hinagiku-san, Hyuuga-san, Yamanaka-san, Erza-san, Adelicia-san, Hayate-san, Naruto Uzumaki, Sai-san, Gray-san dan Itsuki-san. Mengerti?" jelas Kakashi panjang lebar.

"Dan terakhir, yang paling ditunggu-tunggu, adalah Lomba Kacung Nok. Dan, pasangan beruntung yang saya pilih adalah..." Kakashi menggantungkan kalimatnya, membuat semua murid menahan nafas dan deg-degan. Banyak juga yang diam, mempersiapkan suara untuk menyoraki teman mereka nanti. "... Hinata Hyuuga dengan Naruto Uzumaki!"

"Cieeeee!" sorakan itu membahana di kelas 7F yang hening. Tapi bagi pasangan itu, yang mereka dengar hanyalah dengingan suara Kakashi yang mengatakan nama mereka. Sejenak, mereka terdiam. Masih tidak menyadarinya. 'Hinata Hyuuga dengan Naruto Uzumaki!'

1 detik...

2 detik...

3 detik...

5 detik...

10 detik...

"APAAAAAA?"

.

...ooO To Be Continued-TBC Ooo...

.

Ne, hai lagi, minna~

Nah, kali ini, Shana mau ngebacot dikit ya~

Naruto : Author! Kok ceritanya ngaco gini, sih?

Shana : Apa sih, dateng-dateng langsung marah-marah! Ngaco apa?

Naruto : Ya iyalah, ngaco! Masa di Konoha ada Hari Kartini?

Shana : Oh, itu... Ya karena di fic ini, Konoha, Suna, Ame, Kiri dan desa lain tuh nama kota di Indonesia. Trus Hokage, Kazakage dan kage lain tuh kayak walikotanya gitu. Ngerti?

Naruto : Oke, ngerti, tapi kenapa sampe sejauh ini? Trus apa maksudnya aku dibuat telat begitu? *nyewot + nyembur*

Shana : Duh, sewot aja. Itu tuntutan script, you know?

Hinata : Ohayou, minna!

Shana : Sebenernya sih, pas aku ngetik ini malem loh, Hina-chan.

Hinata : Aku maunya pagi, ya udah ohayou! *ngotot juga yah, ni anak*

Shana : Iya, deh... *sweatdrop*

Ino : Hai, eperibodeh!

Shana : Engh... Apa banget sih?

Ino : Apa sih? Lo gak terimaan banget aku ada di sini!

Shana : Ya enggak. Gue gak ngeh aja gitu ngedenger kamu ngomong—bukan—bahasa inggris. Hhh... Hontou ni baka... *tsundere mode : on*

Ino : Apa? Kan kamu yang bikin kalimatnya! Beginilah, author labil...

Shana : Ya udah deh, gue juga lagi gak ada ide buat ngomong apa lagi...

All minus Shana : Kalo gitu gak usah ngomong!

Shana : Iya deh. Kalo gitu... *back to kawaii mode* Kalau ada pertanyaan, unek-unek, bacotan, saran, hadiah, makanan, minuman, es krim dan lain-lain *oke, ngaco* sampaikan di review ya! Oh ya, fic ini kira-kira two-shot atau three-shot, jadi gak banyak major conflict gitu. Ya udah, langsung aja...

All : REVIEW PLEASE!