Sasuke POV
Aku menggenggam erat tangannya yang dingin, Halus dan lembut. Ku belai pipinya dan ku hapus airmatanya. Sungguh, aku sangat tidak suka melihatnya menangis. Ku peluk tubuhnya yang kurus, bahkan lebih kurus dari yang biasanya. Tangan pucatnya membelai rambut hitamku penuh sayang. Oh istriku, walaupun kau tidak lagi seperti dulu, Sai yang ceria, dan selalu tersenyum. Sekarang, rapuh, pemurung, dan mudah terluka. Apa yang merubahmu, sayangku ? Katakanlah padaku, Suamimu.
Daisuki, Hime.
Normal POV
"Sai... Tidurlah... Apa yang kamu pikirkan hn ?" Sasuke sangat cemas dengan keadaan sang istri yang telah mendampingi hidupnya selama 4 tahun ini.
"Hikksss..."Sai menangis lagi
"Jangan menangis sayang, aku disini heyyy"Sasuke mengecup bibir pink istrinya dengan lembut dan hati-hati.
"Shhh... Ceritakan padaku"
"Gomenn... Hiksss... Sasuke-kun" Sai menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Kenapa kau minta maaf, Sai ? Kau tidak salah"
"Hiksss... Huhuhuhu... Aku... Tidak bisa punya anak... Hikss hikss" Sai semakin terisak. Sasuke memang tahu kalau Sai tidak bisa mempunyai anak, karna penyakitnya, Sai harus dioperasi untuk diangkat rahimnya.
Membuat Sai menjadi seperti ini. Rapuh.
"Hn. Tidak apa-apa sayang, kalau kau mau, kita bisa mengadopsi" ucap Sasuke menenangkan
"Ta-tapii... Apa Sasuke-kun masih mencintaiku ?"Lirih Sai
"Kau bicara apa ? Tentu saja, aku akan mencintaimu seumur hidupku, sampai kita tua, dan sampai ajal memanggil"
"..."
"Hn ? Sudah kan ? Jangan menangis lagi yaa"Sasuke mengecup pucuk kepala, kening, dan kelopak mata Sai.
"Aku sayang Sasuke-kun"
"Aku juga sayang Sai-Hime"
