Well akhirnya aku bisa buat fic IchiRuki lagi..
Ya, tentu dengan rate yang selama ini membuatku senang..
Kali ini, akan ku buat berchapter.
Mohon direview ya~

*~ Ruruberry ~*

Disclaimer:
Bleach © Tite Kubo
Princess Demon © Ruru x Berry / ME
Genre : Family / Hurt / Comfort
Rated : M
Main Pair : IchiRuki
Pairs this chapter : -
WARNING : AU, OOC, aneh, abal, LEMON BELUM NONGGOL.
Please, DON'T LIKE DON'T READ!

*~ Ruruberry ~*

Summary :
Tes!
Air mataku terjatuh.

Tes!
Belum dapat ku akui, ia adalah kakakku.

Tes!
Kenapa pernikahan sedarah ini terjadi?

Seorang Deimon cantik akan segera menikahi kakaknya. Pernikahan sedarah yang biasa terjadi ini membuatnya melarikan diri dari hidupnya.

*~ Ruruberry ~*

Princess Demon
Chapter 1 : Forbidden Love [ Prologue ]

*~ Ruruberry ~*

"Kakak! Aku tidak mungkin menikahimu!" rintih seorang gadis bermata violet itu ketika dengan gugupnya berhadapan dengan seorang laki-laki berambut hitam panjang itu.

"..." laki-laki itu hanya terdiam, membisu. Tanpa menghiraukan sang wanita, ia langsung angkat kaki meninggalkan tempatnya.

"Sudahlah Rukia-sama, sebaiknya anda menuruti keputusan dari leluhur anda." ucap seorang laki-laki yang mencoba menenangkan wanita yang dipanggilnya Rukia itu.

*~ Ruruberry ~*

Rukia Kuchiki
alias "Princess Demon"
150 years old

*~ Ruruberry ~*

"TIDAK MAU! Aku tidak mau! Ichimaru-san, apa kau tidak mengerti?" tanya Rukia yang semakin membludak. Emosinya tak tertahan. Rintihan dan cucuran cristal membasahi pipinya. Rambut panjang hitamnya makin terekspose. Ia berdiri, menatap sekitarnya. Pakaiannya nya yang berwarna merah darah itu sudah tak nyaman ditubuhnya. Pakaiannya yang terbilang vulgar dengan kesengajaan jahitan dan sobekan sana sini membuat hawa seksinya keluar sempuna. (kalo ga bias bayangin liat PPku)

*~ Ruruberry ~*

Gin Ichimaru
Waiter of Kuchiki Family, Demon
200 years old

*~ Ruruberry ~*

Gin, seorang kepala pelayan dikeluarga Kuchiki hanya bisa menatap Rukia majikannya dengan tatapan kosong. Sekilas terlihat ia khawatir kepada majikannya itu. Ingin rasanya ia memeluk Rukia, tapi itu tidak mungkin dilakukannya.

"Rukia-sama, tidak setuju dengan pernikahan ini?" tanya Gin ragu. Rukia mengangguk pelan, setetes air matanya kembali terjatuh. Gin tersenyum dengan senyum rubahnya dan mulai menghapus air mata Rukia.

"Akan ku bantu Rukia-sama agar tidak terlibat dalam pernikahan sedarah ini." ucap Gin mantap. Ia mengangkat dagu Rukia dan menatap lekat paras cantik majikannya. Rukia terkejut, ia tak menyangka pelayannya akan berbuat seperti ini.

"K-kau serius?" tanya Rukia.

"Tentu." jawab Gin sambil menggandeng tangan Rukia menuju ke suatu tempat.

*~ Ruruberry ~*

"I-ini..." Rukia terkejut melihat sekelilingnya. Sebuah ruangan dengan cahaya yang tak pernah ia temukan dalam rumahnya.

"Rukia-sama, kemarilah." pinta Gin halus. Rukia mulai mendekatinya dan ia melihat sebuah cermin yang menampakkan gedung-gedung yang menjulang.

"Waaaahh~ Indah.." ucap Rukia dengan senangnya.

"Rukia-sama tidak ingin pernikahan sedarah ini terjadi kan? Sebaiknya Rukia-sama tinggal didunia sana." jelas Gin. Rukia hanya terdiam, antara takut dan tidak mengerti bercampur jadi satu.

"Aku...aku tinggal disana? Apa tidak apa?" tanya Rukia tegang. Ia gugup mendengar ia harus pergi ke tempat yang tidak pernah ia jumpai sebelumnya. Dari dunia gelap, menuju ke dunia terang.

"Jangan takut Rukia-sama, kau akan aman disana. Kenali manusia dan jadilah manusia. Menyamarlah," jelas Gin santai. "Aku tau Rukia-sama ingin pergi. Pergilah, Rukia-sama." lanjutnya. Setelah mendengar perkataan Gin, tanpa aba-aba Rukia mengangguk dan langsung menerobos ke cermin dihadapannya.

*~ Ruruberry ~*

"UWAAAAA.. Indah! Indah sekali~" komentar Rukia sesampainya ia ke dalam dunia barunya. Sayapnya yang terkepak selalu berkibas cepat menjelajahi kota ini.

'Terima kasih Ichimaru-san.' ucap Rukia dalam hatinya. Ia berhenti di sebuah jalan dan melihat berbagai aktifitas didepannya.

"SIAL!" terdengar sebuah suara dari sebuah rumah. Rukia yang penasaran langsung menuju ke arah tersebut.

"Kau jahat, Rukia! Kau jahat! Kenapa kau tinggalkan aku!" bentak seorang laki-laki sambil melempari buku ditangannya.

"Lho, kita kan ga pernah kenal. Kok aku disalahin sih?" tanya Rukia lugu.

"Kau jahat! Kau jahat!" omel lelaki itu kembali. Rukia hanya mencibir. Sejak kapan ia mengenal laki-laki berambut orange yang membelakanginya ini hingga laki-laki ini memarahinya.

Tanpa disadari, ia melihat sebuah foto dimeja tepat disebelah ia berdiri. Ia terkejut ketika memperhatikan foto itu. Wajah seorang wanita yang mirip dengannya. Namun, rambut mereka berbeda. Rambut Rukia panjang hingga ke pinggangnya, sedang wanita difoto hanya sampai bahu, rambutnya Rukia lurus dan ia adalah demon, bukan manusia. Jadi tidak mungkin wanita difoto ini adalah dirinya. Ia kembali memperhatikan foto tersebut. Seorang gadis dengan gaya nyentriknya sambil membawa boneka kelinci yang bertuliskan, "RUKIA".

"N-namanya...namaku?" tanya Rukia pelan. Ia segera terbang kearah lain tanpa menyadari bahwa ia menjatuhkan foto tersebut dan membuatnya retak.

"Rukia..." batin seorang laki-laki itu.

*~ Ruruberry ~*

"Nama itu, wajah itu... Apa itu aku?" tanya Rukia. Ia terus terbang hingga ia lelah.

Rukia berhenti disebuah tempat pembuangan sampah. Ia melihat sebuah cermin yang indah dan masih bagus.

"Jangan takut Rukia-sama, kau akan aman disana. Kenali manusia dan jadilah manusia. Menyamarlah," kata-kata itu masih terngiang di telinga Rukia. Ia berfikir, mau jadi apa dirinya? Kemudian ia teringat foto wanita itu. Wajah yang mirip dengannya. Mungkin sebaiknya ia menyamar menjadi wanita itu, fikirnya.

SLAP!

Dalam hitungan detik, ia berubah menjadi seorang gadis dengan pakaian nyentrik yang sama dengan foto yang dilihatnya. Dalam hatinya ia tersenyum.

"Aku cantik dengan tubuh ini,' fikirnya.

*~ Ruruberry ~*

"Aaaaaa.. Tidak mungkin! Rukia-san, kami mencari-carimu.. Kami fikir kau sudah mati karena kecelakaan itu. Rukia-san tidak apa-apa kan? Kenapa pula anda berada ditempat ini? Ayo ikut aku. Berita ini pasti jadi sensasi!" ucap seorang wanita berambut orange yang menggeret-geret Rukia dari tempatnya semula.

"T-tunggu dulu! Kau ini siapa?" tanya Rukia melepaskan dirinya.

"Apa kau lupa? Ini aku, Rangiku! Aku manajermu! Apa kau hilang ingatan ya?" tanya Rangiku kesal. "WAAAA.. Beritanya akan lebih heboh lagi.

"M-mungkin.." jawab Rukia seadanya.

"Sudahlah Rukia-san, ikuti saja aku." ucap Rangiku dengan mengedipkan sebelah matanya. Rukia hanya sweat drop.

"Ba-baik.."

*~ Ruruberry ~*

"Ichimaru, jadi kau melepaskan Rukia? Lancang." ucap seorang laki-laki berambut hitam panjang itu dengan tatapan mautnya.

"Iya Kuchiki-sama." jawab Gin dengan santainya. Dengan aba-aba, laki-laki itu menyuruh para penjaga untuk menangkap Gin dan membawanya kepenjara bawah tanah.

"Ini akan jadi hari yang panjang. Berbahagialah, Rukia-sama." batin Gin dengan senyum ikhlasnya. Senyum yang baru pertama ia tunjukan seumur hidupnya.

"…Aishiteru"

*~ Ruruberry ~*

Gyaaa… Akhirnya.. Yang pertama selesai juga.. Huhu.. Lumayan lah.. Kenapa jadi GinRuki gini tapi? Hahaha

Niatnya mau buat ByaRuki chap 1.. Jadi menurut kalian siapa rambut orange itu? Pasti pada tau kan? Lalu siapa Rangiku? Rukia di foto? Rukia demon? Hayo! Hayo! Hayo!

Tebak dah~

Akhirul kala, aku cabut.. *author stress*

Oh ya, mungkin lemon di chappiie 2 atau 3 ya~~

Siapa yang bakal jadi lemon? Mungkin bakal ku buat lebih dari 1 lemon dan charanya beda..

Tunggu aja ya!