Supernatural

© Suzume Saezuri

Genre : Supernatural, Romance

BTS | Boys Love | T | Ficlet | OOC

Typos. DLDR You Were Warned!

Tentang Taehyung yang tiba-tiba saja tertarik dengan sesuatu yang berbau mistis


Story:

Akhir-akhir ini salah satu member Bangtan yang kelewat aktif senang dengan sesuatu yang disebut dengan hantu atau arwah. Katanya asyik jika bisa melihat dan juga bercakap dengan mereka. Jadi jangan heran apabila menemui aliennya Bangtan tiba-tiba melambai dengan riangnya ke pojok ruangan yang tak ada seorang pun di sana.

Seperti sekarang ini, si alien 4 dimensi itu tengah melambai dan juga menyapa sosok yang ada di pojok kamar dorm-nya. Yoongi yang ada keperluan dengan Jungkook berhenti sejenak memandang ke arah Taehyung. "Ah, kau juga dapat melihatnya?" ujar Yoongi setengah tak percaya dengan kemampuan Taehyung.

"Hah? Melihat apa?" Tanya Taehyung.

"Yah, sosok yang juga melambai padamu itu." Jawab Yoongi agak ragu.

Taehyung diam sejenak memproses perkataan Yoongi. Matanya masih menatap Yoongi sembari berpikir. Lalu, salah satu alis itu terangkat dan perlahan wajah tampan itu memunculkan senyuman senang. "Hyung, kau dapat melihatnya?!" Taehyung menghamipri hyung-nya itu dan menepuk pelan pundak Yoongi dengan wajah berseri. Yoongi hanya bengong dengan perlakuan Taehyung. "Aku kira kau bisa melihatnya," gumam Yoongi pelan.

"Kenapa hyung tak pernah menceritakannya? Bahkan kita sudah bersama selama 3 tahun lebih, dan kau tak memberi tahuku mengenai hal yang luar bisa ini?!" Cerocos Taehyung yang merasa kalau Yoongi itu masih menyimpan banyak rahasia.

"Ah, dia perempuan atau laki-laki hyung?" Lanjutnya masih dengan antusias, kini dia melompat-lompat kegirangan dan berpikir akhirnya ada yang bisa menjadi perantara antara dunianya dan dunia yang lainnya.

"Kukira kau bisa melihatnya," ucap Yoongi agak kecewa karena tak sengaja membeberkan rahasianya itu.

"Inginnya sih begitu hyung, tapi mau bagaimana lagi? Takdir berkata lain," Taehyung mencebikkan bibirnya.

"Jadi perempuan atau laki-laki?" lanjutnya kembali antusias.

"Perempuan, dan dia fansku omong-omong," jawab Yoongi yang langsung meninggalkan kamar itu sebelum Taehyung membombardirnya dengan sejumlah pertanyaan yang memusingkannya.

0-0

Setelah kejadian hari itu, Taehyung selalu mendatangi Yoongi dan selalu berada di dekat Yoongi sekadar untuk bertanya apa hantu kemarin masih mengikutinya apa tidak? Dan sesekali juga dia membelalakkan matanya ketika Yoongi mendeskripsikan bagaimana wajah hantu yang ada di pojok ruang rias atau di atas panggung.

Dan saat berada di dorm, Taehyung memilih untuk duduk bersila menghadap pojok kamarnya yang kemarin kata Yoongi ada fansnya yang berupa hantu di sana. Mengobrol dan tertawa riang, seolah dia juga dapat mendengar jawaban dari sang hantu.

Member lain yang lewat hanya menggeleng pelan melihat tingkah Taehyung. Tak ada yang mengetahui tentang perihal bahwa Yoongi punya kemampuan supernatural. Hanya Yoongi, Taehyung dan juga Jungkook yang kemarin baru saja diberitahu Taehyung yang tahu.

Jungkook hanya memutar malas kedua matanya mendengar penjelasan tentang Yoongi yang dapat melihat makhluk halus. Dia jengah dengan Taehyung yang akhir-akhir ini dekat dengan Yoongi sehingga dirinya merasa tersisihkan. Cemburu? Ya, mungkin saja.

Taehyung tak menangkap hawa tak bersahabat dari Jungkook, jadi dia tetap bersikap biasa dan mengajak sang maknae tersebut untuk berbicara dengan hantu itu.

"Ya, Jungkook? Tidakkah kau menyapa fans Bangtan ini?" Tanya Taehyung yang menunjuk pojok yang disinyalir ada keberadaan hantu itu.

Jungkook menggumam pelan (sebenarnya memaki) lalu menjawab sekenanya. "Ya, bukankah dia fansnya Suga hyung?" Lalu, maknae itu memejamkan matanya. Dia terlampau lelah hari ini.

"Ya, hantu-ssi, jangan kau ambil hati perkataan si maknae itu, dia mungkin tengah lelah." Ujar Taehyung yang tentu saja di dengar oleh Jungkook yang masih berpura-pura tidur dan merubah posisinya membelakangi Taehyung.

0-0

Baru tengah malam, dan Jungkook merasa tenggorokannya kering, dia ketiduran setelah berpura-pura tidur untuk menghindari ocehan Taehyung. Dengan langkah malas dan gontai, Jungkook menuju ke arah dapur untuk sekadar membasahi kerongkongannya yang kering.

Merasa kalau dia tak bisa kembali tidur, Jungkook memutuskan untuk duduk di bawah lampu temaram dapur dan melampiaskan amarahnya yang tak kunjung reda terhadap Taehyung. "Ya, V hyung, asal kau tahu ya, ini semua gara-gara dirimu, Suga hyung sekarang banyak melakukan skinship denganmu, bahkan kau pun demikian." Tangannya menunjuk-nunjuk kursi kosong di hadapannya, seolah dia sedang menghakimi Taehyung.

"Ya, Taehyung oppa tak bersalah bocah tengik."

Tiba-tiba saja, Jungkook mendapat makian balik dari sosok yang tak terlihat. Jungkook mencari asal suara tersebut. Namun, dia tak menemukan seorang pun di dapur. Sedikit merinding, tapi Jungkook masih berusaha mencari sosok yang mengajaknya bicara.

"Di depanmu, dasar bocah tengik sialan," ujar sosok tersebut.

Jungkook langsung mengarahkan pandangannya ke depan yang tadi merupakan kursi kosong, dan sekarang, ada sosok gadis berambut cokelat dikepang samping duduk manis memandang sinis ke arah Jungkook.

"Lagi pula itu semua salahmu Jeon!" Lanjutnya masih memandang sinis.

Jungkook mengerjapkan matanya beberapa kali, dia pikir dia masih dalam mimpi sehingga dia mencubit keras tangannya sendiri yang ternyata sakit.

"Dasar, apa kau kira kau sedang bermimpi? Tidak!"Gadis itu masih berang dengan Jungkook.

"Kau yang terlalu cemburu Jeon!" Semburnya, tak terima.

"Apa? Aku? Cemburu?" Tanya Jungkook, meremahkan.

"Tentu, apalagi memang? Aku lebih senang kalau Yoongi oppa dengan Taehyung oppa. Lagi pula Taehyung oppa itu lebih dewasa, tidak kekanak-kanakan seperti seseorang," gadis itu sengaja menjeda kalimatnya dan melirik ke arah Jungkook yang menatapnya sinis.

"Dan lagi Taehyung oppa jauh lebih mengerti perasaan Yoongi oppa ketimbang kau, Jeon. Terkadang aku merasa kasihan dengan Yoongi oppa." Raut gadis itu berubah sendu membayangkan Yoongi yang sedih.

Tangan Jungkook sudah terkepal, ingin melayangkan pukulannya, tapi dia sadar kalau itu percuma. Akhirnya dia hanya bisa menatap sinis dan berharap tatapannya bisa membunuh gadis hantu tersebut walaupun ia tahu kalau sang gadis hantu sudah mati.

"Ya! Asal kau-" sebelum Jungkook menyelesaikan perkataannya, sang gadis hantu sudah menyelanya.

"Tapi mau bagaimana lagi, Yoongi memilihmu." Bersamaan dengan kata terakhir tersebut, gadis tadi menghilang. Jungkook mengerjapkan matanya mencerna kata terakhir gadis itu.

"Apa yang dia katakan tadi? Suga hyung memilihku?" Gumamnya setengah tak percaya dan juga bingung. Namun tak lama kemudian semburat merah jambu samar-samar mulai menjalari kedua pipi Jungkook, tak luput gigi kelincinya pun muncul berbarengan dengan senyum kesenangan yang memuncak.

"Suga hyung memilihku?" Gumamnya yang masih tak percaya.

"Ya, aku benar-benar membencimu! Asal kau tahu, hantu sialan." Kali ini Jungkook tiba-tiba memaki gadis tersebut sembari menatap ke arah kursi yang tadi disinggahi gadis tersebut.

"Tapi, terima kasih." Gumamnya pelan, dengan senyum yang tak bisa ia hentikan saat itu.

"Tak masalah, aku hanya ingin kau tidak melukai perasaan Yoongi oppa." Gadis itu berkata, hanya suara saja tanpa memunculkan wujudnya.

Jungkook mengangguk mantap meng-iya-kan permintaan gadis hantu tersebut.


Annyeong~ Suzu's here :D Bagaimana menurut kalian? Saya rada ga yakin pas publish fanfic yang satu ini apa perlu dilanjut?

Terima kasih buat yang selama ini udah membaca fanfic saya yang absurd :D Terima kasih juga yang udah nyempetin review, fave, follow fanfic saya. Thank a bunch guys! :D

Annyeong~