Ilhoon kembali menghela nafas. Entah mengapa, melihat Sungjae yang selalu menempeli Changsub membuat sesuatu dalam hati ingin menggelegak keluar. Ia maknae –kedua–, namun entah bagaimana ia sangat berbeda dengan Sungjae. Ilhoon bukan tipe yang bisa bermanja-manja di depan publik seperti itu. Ia tsundere –manjanya mau tapi malu–.

Ilhoon iri–

Mengapa ia tak bisa seperti itu pada kekasihnya. Siapa tahu jika Hyunsik suka dengan tipe-tipe seperti Sungjae. Mengingat Hyunsik adalah tipe yang menanggapi, bukan memancing. Dan Ilhoon bukan tipe orang yang suka skinship –untuk memancing Hyunsik.

Dan ia cemburu–

–melihat kedekatan sang leader dan sang center yang semakin intim di matanya.

Dari luar terlihat seperti ia tak pernah peduli, tapi hati seseorang siapa tahu?


TSUNDERE

BTOB © God, their parents, and Cube Ent.

Pairing

IlSik (Hyunsik-Ilhoon)

Warning

OOC, typo(s), BxB, alur tak jelas


Hyunsik merasakannya.

Semakin hari, kekasih tsunderenya itu semakin tak tergapai. Ditambah lagi tempat tinggal mereka sekarang berbeda dimana Hyunsik bersama ke-tiga member vocal-line yang lain di dorm sedangkan para rap-line tinggal bersama keluarga masing-masing. Intensitas tatap muka diantara mereka sudah tak lagi sering, dan Hyunsik sangat paham dengan sifat Ilhoon yang mudah bosan pada sesuatu yang tak pasti.

Sedikit banyak ia takut Ilhoon akan pergi dari hidupnya.

Hyunsik frustasi. Namun rasanya seperti tak ada seorangpun yang bisa ia percaya kecuali Eunkwang untuk dijadikan teman bertukar pikiran. Selain ia adalah seorang leader, Eunkwang juga merupakan member tertua yang sudah terbiasa memberi advice bagi yang lebih muda. Tapi sayangnya, kekasihnya itu menangkap makna yang berbeda dari kedekatan mereka.

Hyunsik pusing–;

"Hyunsik-ah,"

Pemuda yang memiliki smiley-eye tersebut tersadar dari lamunannya dan menemukan Eunkwang berdiri di depannya sembari mengangsurkan sekaleng cola.

Untuk mendinginkan pikiran –katanya.

Tanpa banyak kata ia meraih cola dari tangan sang leader dan kembali mengembalikan fokus pada televisi di hadapannya. Detik itu juga Eunkwang ikut duduk di samping dongsaengnya.

"Masih memikirkan sikap Ilhoon?"

Hyunsik masih menenggak colanya sambil menganggukkan kepalanya ringan. "Tidak mungkin jika aku tidak, hyung." jawabnya setelah tegukan terakhir.

"Kupikir tidak ada salahnya jika kau menjelaskannya lebih dulu. Kau akan butuh 100 tahun jika menunggu Ilhoon melabrakmu."

"Tapi bisa jadi itu tidak berlaku untukmu."

Eunkwang mengikik. "Aku tidak merasa memiliki masalah dengan Ilhoonie, tapi membantumu menjelaskan padanya bukanlah ide yang buruk."

Namja dengan predikat center –melihat dari urutan tahun lahir– itu menggeleng. "Sama sekali bukan ide yang bagus, keberadaan hyung membuatIlhoon mengira jika aku sama sekali tak berusaha meluruskan masalah kami. Dan–" Hyunsik menghela nafas berat sebelum melanjutkan.

"–maaf sudah menyeret kalian ke masalah kami."

Eunkwang hanya terkekeh sebagai respon. Ia kembali menikmati colanya.

Hyunsik diam sejenak, seolah sedang berfikir. "Dari pada membantuku menjelaskan pada Ilhoonie, lebih baik kau coba meluruskan masalah kalian, hyung." ujarnya tepat sasaran.

Skak mat–

Eunkwang menatap Hyunsik horor, namun Hyunsik hanya menyeringai dengan tatapan mata bermakna 'jangan coba menceramahiku'. Adu tatap itu terputus kala suara cempreng sedang menggerutu milik Lee Changsub terdengar, kemudian namja pucat itu dengan jengkel menggedor pintu kamar mandi dengan tidak sabar dan mengomel, dan terakhir terlihat menyeret si maknae menuju kamar mereka –lebih tepatnya kamar Changsub sendiri.

Eunkwang menatap arah kepergian dongsaengdeulnyadengan malas. "Bertengkar lagi?"

Pemuda bermarga Lim tersebut lebih memilih menghabiskan isi kalengnya setelah sebelumnya menggerutu dengan suara minim.

"Yeoksi, choding line." (Sesuai dugaan, childish-line)

.

.

.

[Neil deiteuhareo kalkka?] (Besok mau pergi kencan?)

Ilhoon mendengus setelah mendapat pesan semacam ini dari kekasihnya. Kedengarannya seperti mengajak kencan seorang gadis, heol. Tapi tidak bisa dipungkiri jika ia sedikit senang, yah karena pada dasarnya Ilhoon adalah seorang uke yang memiliki hati lembut (?).

Ilhoon mungkin blak-blakan, tapi ia sadar bahwa menyemprot kekasihnya bukanlah langkah yang benar. Hyunsik tipe orang yang pelan asal selamat dan mendetail, berbeda dengan dirinya yang meledak-ledak. Ia mencoba untuk mengikuti arus Hyunsik sebisa dan sesabar mungkin saat ini.

[Joh-a.]

Balasan Hyunsik diterima Ilhoon beberapa detik selanjutnya, menandakan si pemuda kelebihan melanin itu belum ada tanda-tanda akan berangkat ke alam mimpi.

[Kujemput kalau begitu?]

Pemuda itu menahan tawa, apa-apaan kebo BTOB satu ini ingin bangun pagi dan menjemput kemari? Yang ada mereka bukan malah pergi kencan melainkan ganti acara 'usaha keras Jung Ilhoon membangunkan Lim Hyunsik'.

[Dwaessgo (lupakan), aku saja yang ke dorm.]

[Arasseo, sampai jumpa besok *kiss-blow*]

.

.

.

Pagi yang indah di dorm BTOB...

"Lee Changsub-ssi!"

Ilhoon mendobrak pintu kamar Changsub –dan saat itu kebetulan sedang dihuni oleh Sungjae juga– tanpa permisi, juga tanpa berpikir bahwa monster-alam-bawah-sadar milik hyung ketiganya itu bisa saja bangkit apabila dibangunkan paksa seperti ini.

Beruntunglah Sungjae saat itu memang telah bangun –maknae satu ini sedang asyik mengamati wajah polos khas tidur milik Changsub– dan langsung menutup telinga kekasihnya kala mendengar derap kaki penuh kegeraman milik seseorang menuju kamar mereka.

"Sst hyung!" teriak Sungjae dengan suara rendah, memperingatkan hyung yang tua setahun darinya. "Tidak perlu heboh,"

"Kemari kau." geram Ilhoon yang sedang menyandar pada pintu dan dalam kondisi di ambang batas sabarnya.

Si maknae itu sekejap turun dari ranjang dan menggiring Ilhoon keluar kamar, tidak lupa menutup pintunya. "Ada apa? Ini masih pagi."

"Aku sudah tau. Mantel Changsub-hyung berserak di ruang depan." jawab Ilhoon lugas. Membuat Sungjae menghela nafas tak percaya. Sungjae masih belum masuk mood mengomel, lagipula si maknae itu memang tidak bisa mengomel pada Jung Ilhoon yang selalu dengan mudah membalikkan kata-katanya.

"Akan kubereskan nanti."

"Lebih cepat lebih baik."

"Okie." balasnya enteng lalu berbalik menuju pintu kamar. Belum sempat meraih gagang pintu, Sungjae dengan iseng berceletuk. "Bukannya hyung ada urusan hari ini?"

"Urusan?"

"Kau tidak mungkin kemari kalau tidak ada maunya, hyung." sinis Sungjae. Mengingat Ilhoon yang selalu datang dan menginap di dorm jika hanya ada hal penting –terutama menyangkut kekasihnya.

Ilhoon mendengus, tidak menyalahkan juga tidak membenarkan. Ia segera berlalu dari hadapan sang maknae.

"Geurae-yo. Hyunsik-hyung pasti sudah menunggumu di kamarnya."

"Mworae?" (Apa yang kau bicarakan?)

'Bahkan sepertinya kebo satu itu benar-benar belum bangun.' gerutu Ilhoon dalam hati.

Tadi sesampainya di dorm, Ilhoon berang melihat ruang depan penuh dengan sampah cola dan snack, mantel, jaket, serta bantal berserakan di lantai. Sebagai orang yang paling rapi di grup, Ilhoon paling tidak bisa melihat kekacauan seperti ini. Terlupakanlah niatnya untuk morning-cuddling dengan kekasih tannya itu dan malah asyik mengomel sendiri sebelum melabrak ke kamar choding-line.

Kekesalannya memuncak kala perkiraannya terbukti, Hyunsik masih terlelap tanpa adanya tanda-tanda ia terbangun sebelum Ilhoon sampai di dorm, lengkap dengan kamar yang masih gelap.

Kekasihnya itu benar-benar seperti mati jika sudah masuk alam mimpi

Pemuda yang tubuhnya paling kurus di grup tersebut memulainya dengan menyingkap tirai jendela hingga cahaya matahari dapat masuk menerangi kamar gelap itu, kemudian menyingkirkan selimut yang dikenakan Hyunsik, dan setelahnya–

"Hei tampan, kita jadi kencan?" bisiknya seduktif di telinga Hyunsik. Namun terdengar terpaksa karena ia sedang emosi.

Tak ada jawaban. Persis seperti apa yang Ilhoon pikirkan.

"Lim Hyunsik-ssi." bisikannya mulai terdengar geram, sembari mencengkeram lengan Hyunsik gemas.

Masih tetap tak mendapat respon.

Tanpa ba-bi-bu lagi ia membalik posisi tidur kekasihnya yang meringkuk hingga terlentang, duduk diatas perutnya, dan menggoyang bahu lebar itu dengan kencang.

"Siapa yang mengajakku kencan kemarin!?" jeritnya frustasi di wajah Hyunsik. Akhirnya, kelopak mata pemuda itu terlihat bergerak-gerak.

"Il... hoon..-ah?" mata Hyunsik yang kecil semakin menyipit kala menyesuaikan cahaya matahari yang menerpa penglihatannya. Ditambah ada Ilhoon diatas tubuhnya, manik mata kesukaan Ilhoon itu makin tak terlihat keberadaannya.

"Eo, geurae! Na ya! (Iya, benar! Aku!) Kau tidak akan bangun!?"

"Pukul berapa sekarang?" tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur, membuat suara dalamnya terdengar lebih seksi dari biasanya.

"Ah dwaesseo, hyung, aku sudah tidak mood untuk kencan denganmu!" Ilhoon beranjak, jengkel karena respon Hyunsik tidak sesuai ekspektasinya. Bukannya panik malah tanya pukul berapa, gerutunya jengkel dalam hati.

Sebelum Ilhoon berhasil menjejakkan kakinya ke lantai, Hyunsik secara refleks menarik lengan kurus itu hingga pemiliknya kehilangan keseimbangan dan ikut terlentang di sampingnya. Dengan cekatan pula langsung mendekap erat kekasihnya supaya anak itu tidak lari kemana-mana.

"Ya sudah, temani aku tidur hingga siang."

"Dasar kebo, aku mau bersih-bersih dulu!"

"Kau tidak ikut andil, diam saja disini."

"Jadi kau yang mengotorinya, hyung? Kupikir kau ke studio dan lembur kemarin."

"Aku semalam di dorm dengan yang lain."

"Chit-chat dengan Eunkwang-hyung hingga pagi, kalau begitu?"

"Eo."

Oops–;

Terbawa dengan konversasi kecil dan ringan kekasihnya, membuatnya menjawab tanpa berpikir terlebih dahulu, ditambah ini masih terlalu pagi untuk berbohong.

Jawaban yang sangat bijak, Lim Hyunsik.

Pemuda dengan kulit seputih susu tersebut berontak dalam pelukan Hyunsik. Amarahnya masih belum turun saat ini, omong-omong. "Minta temani Eunkwang-hyung saja lagi kalau begitu!" tukasnya kasar.

"Hoon, jebal." Hyunsik makin mengeratkan pelukannya, berharap dapat meredam emosi Ilhoon yang sebenarnya gampang-gampang susah diatasi baginya.

Ilhoon berhenti. Namun ia mengganti posisinya memunggungi Hyunsik. Lengan pemuda Lim tersebut tak lepas sejengkal pun dari tubuh kecil Ilhoon.

"Membuat Minhyuk-hyung dan Sungjae menjadi sepaham denganmu membuatmu lebih baik?"

"Hyung menuduhku?"

Pemuda itu dengan paksa melepas dekapan Hyunsik dan bangkit untuk duduk menghadapnya, membuat Hyunsik juga ikut duduk bersandar kepala ranjang. Masih pagi dan aku sudah melakukan banyak kesalahan, rutuknya.

"Tidak, Hoon, dengar," ia menangkup wajah tirus Ilhoon dan menatap mata cokelat beningnya dalam. "Percuma kau mengadudombaku, Eunkwang-hyung dan Changsub-hyung. Dalam artian ini, hanya kau merasa memiliki masalah dengan Eunkwang-hyung,"

"Padahal hati kami telah tertambat pada muaranya masing-masing."

Wajah Hyunsik mendekat. "Eunkwang-hyung pada Minhyuk-hyung, Changsub-hyung hanya pada Sungjae," dan ia mempertemukan hidungnya dengan hidung milik Ilhoon. "Dan aku padamu."

Perlahan namun pasti aliran darah naik ke wajah pemuda Jung tersebut, lihat saja pipi dan telinganya yang mulai berubah warna.

"Percayalah padaku. Aku tidak mau –tidak, aku tidak bisa tanpamu."

Ilhoon melengos, mencoba menyembunyikan wajah bersemunya dari sang kekasih. "Mudah sekali membuatku percaya lagi padamu, Lim."

Hyunsik terkekeh, lalu dengan lembut mengecup bibir tipis milik kekasihnya. Kecupan itu berganti lumatan kecil dan berhenti kala sang submisif menepuk pipinya. Kemudian Ilhoon mengambil posisi berbaring di ranjang Hyunsik.

"Aku juga sedang tidak mood melakukan itu. Aku ingin morning-cuddling."

Sang pemuda pemilik smiley-eyes tersebut menyeringai sekilas, namun dengan cepat mengganti ekspresinya dengan ekspresi polos. "Kukira kau tidak suka skinship."

"Sialan," Ilhoon bangun dari posisinya dan meraih tengkuk Hyunsik untuk mengecup bibir tipis kekasihnya. "Selanjutnya, jal butaghanda. (aku mengandalkanmu)"

.

.

.

FIN


Kemaren-kemaren idenya lagi ngalir buat pairing MinKwang, tapi karena pada request IlSik jadi diduluin deh ㅋㅋㅋ maaf slow-update

Special thanks to : imaydiianna, moonsprouts, Nichtra, guest (mel), jasminesaimarantha1412, kokomilang, lunch27, dan semua silent-readers yang telah bersedia membaca!