Eps. My duty is..?
PRANG! Bunyi gelas pecah terdengar di sebuah ruangan luas nan mewah, tepatnya di kediaman klan senju. Seorang pemuda berwajah tampan dengan mata biru saphire nya dan tak lupa 3 goresan di pipi-nya yang sudah menjadi 'trade mark' nya, terlihat kesal. Siapa lagi kalau bukan senju Naruto yang saat ini tengah memandang dingin sesorang pemuda yang berlutut di hadapannya.
"apa saja yang kau kerjakan selama ini, noir?" tanya naruto dingin.
Pemuda yang di sebut noir itu menjawab dengan tegas tanpa ada rasa takut di dalam suara-nya, bahkan terkesan datar.
"maaf, naruto-sama.. Kelompok pro-uchiha yang memiliki kekuatan 'arc' itu mengganggu rencana yang tadinya sudah saya susun dengan rapi. Saya lengah.." ucap noir, masih dengan nada yang datar dan wajah-nya yang stoic.
"cih! Kau tau-kan, klan senju membutuhkan mereka juga untuk melepaskan segel kakek buyut-ku, hashirama?! Harusnya kau bunuh saja mereka dalam sekali serang dan bawa tubuh mereka pada-ku!" bentak naruto lagi.
Sudah berabad-abad naruto mengincar manusia yang memiliki kekuatan 'arc' untuk membangkitkan kakek buyut-nya hashirama senju, namun pada akhirnya semua manusia 'arc' itu lebih memilih bergabung bersama klan uchiha. Karena memang kekuatan 'arc' itu milik klan uchiha.
Tiba-tiba sebuah sinar berwarna oranye terang muncul dari tangan naruto, perlahan-lahan sinar tersebut membentuk sebuah pedang panjang berwarna emas. Naruto kembali menatap noir dengan pandangan menusuk.
"noir..kau tau kan hidup mu itu ada di tangan ku? Aku bisa saja membunuh mu dengan mudah saat ini juga, tapi..."
CRASH! Naruto, menusukkan pedang emas tersebut hingga menembus dada noir. Darah segar menetes sedikit demi sedikit dari dada noir, namun noir tetap berlutut, tidak bergerak dari tempat nya. Naruto kembali mendecih, dan menarik kembali pedang nya. Terlihat luka menganga di bagian dada noir yang sudah di penuhi darah, namun luka tersebut secara perlahan-lahan menutup sendiri.
"sayang nya kau tidak bisa mati..." ucap naruto dengan nada penuh penekanan. Di tariknya lagi pedang emas tersebut dari dada noir dan di kibaskannya pedang milik nya, secara perlahan pedang itu menghilang dari pandangan. Naruto kemudian duduk di sebuah sofa berwarna merah beludru yang ada di ruangan itu.
"ku beri kau satu kesempatan lagi untuk mengambil para manusia 'arc' yang pro pada klan Uchiha itu, hidup atau mati. kalau kau gagal lagi, maka aku akan mengurung mu di penjara 'Morte'... sekarang, pergilah dari hadapaan ku!" usir naruto.
Noir pun segera bangkit tanpa berkata apa-apa, setelah membungkukan tubuh nya dalam-dalam di hadapan naruto, dia pun pergi dari ruangan mewah tersebut.
"dasar uchiha, mereka benar-benar memuakan!" bisik naruto.
"hoo..jadi 'dia' orang uchiha yang kau maksud?" tiba-tiba terdengar suara baritone seorang pemuda di dalam ruangan itu. Naruto segera menoleh ke arah sumber suara. Di lihatnya seorang pemuda berambut jingga, dengan tatapan matanya yang dingin tengah duduk di atas meja kerja milik naruto.
"yahiko..dari mana kau masuk?" tanya naruto datar.
"angin membantu ku, kau tahu?"
"ah, iya. Aku lupa 'arc' milik mu angin.." ucap naruto dengan wajahnya yang-nya yang datar.
"ada perlu apa kau kemari?" tanya naruto lagi.
"yah..aku ingin mendiskusikan tugas yang kau berikan pada-ku tempo dulu." kata yahiko sambil memainkan sebuah pistol pajangan yang ada di meja kerja naruto. Naruto diam, mengerti jalan pembicaraan yang di maksud oleh yahiko
"wanita alam yang membantu uchiha madara saat menyegel kakekmu...aku mendapatkan informasi tentang hal itu..." ujar yahiko sambi tersenyum licik.
~##~
'apa sehari-harinya mereka memang seperti ini?' tanya sakura dalam hati.
Saat ini sakura sudah berada di diamond class. Tadi obito menyuruhnya berkumpul di diamond class, jam 9 malam. Tapi saat sakura datang ke diamond class, yang dia lihat hanya ada deidara, hidan kakuzu dan kisame. Obito, zetsu, sasuke dan sasori tidak ada di tempat.
Deidara saat ini sedang berdiri di dekat-nya sambil meluncurkan rayuan-rayuan gombal-nya untuk menarik perhatian sakura.
Kisame sedang tidur di kursi dengan ke dua kaki-nya yang sengaja di taruh diatas meja.
Sedangkan Hidan dan kakuzu sedang bertengkar hebat karena masalah sepele yaitu, 'uang'
Mari kita lihat sebentar perkelahian mereka...
"hei! Sudah kubilang kalau kau mau membeli snack ini kau harus lihat harga-nya! Coba kau lihat ini.. 800 yen! Snack ini cukup mahal tau! Mana kamu pakai uangku lagi! Kembalikan uang ku 1000 yen!" bentak kakuzu, keluar sudah sifat gila uang-nya itu.
"heh! Mana aku tahu kalau snack itu harga-nya 800 yen? Yang penting aku membeli-nya dan aku kenyang! Lagi pula kenapa aku harus mengembalikan uangmu 1000 yen?! Aku kan minjam uang-mu 800 yen pas-pas an!" teriak hidan tidak mau kalah.
"kembalikan uang ku 1000 yen!"
"TIDAK!"
"KEMBALIKAN!"
"URUSAIIIIII!"
teriakan sakura ikut mendominasi pertengkaran antara hidan dan kakuzu. Sontak kedua pria yang sedang bertengkar ini langsung terdiam, begitu pula kisame yang lagi asyik tidur dan juga deidara yang dari tadi godain sakura jadi ikut terkejut.
"kalian itu laki-laki! Kenapa malah meributkan masalah sepele seperti ini saja?!" sakura menatap kesal pada dua orang yang masih terbengong-bengong di depannya ini.
Tak lama kakuzu yang merasa di rugikan, malah mengeluarkan kekuatan 'arc'-nya yang cukup aneh, yaitu sekumpulan benang yang tebal dan tajam berwarna hitam.
"hei! Kau tidak boleh sembarangan memakai 'arc' kakuzu!" ucap deidara, terlihat panik.
"biar saja! Kalau uang-ku tidak kembali, aku tidak segan-segan untuk membunuh kalian semua!" ancam kakuzu.
Bagus! Sekarang kakuzu sudah seperti anak kecil yang ngambek kalau permintaannya tidak di penuhi! Sakura kemudian mendekati kakuzu dan dengan berani menampar*baca: menabok* wajah kakuzu.
BUK! Kakuzu shock, hidan dan deidara jawdrop, sedangkan kisame yang sudah bangun dari tidurnya bersiul kecil saat melihat sakura menabok kakuzu.
"kau kira, kau terlihat keren kalau memakai kekuatanmu untuk hal yang tidak berguna seperti ini?! HAH!?" sakura kemudian memasukan tangannya ke dalam kantung celananya, dan mengeluarkan 2 uang logam 500 yen, kemudian di taruh nya uang logam itu di tangan kakuzu.
"ini, untukmu! Kalian jangan bertengkar lagi!" ucap sakura.
Mereka semua masih bengong, lagi-lagi sikap sakura mengejutkan mereka. Selama ini tidak ada yang berani memarahi apa lagi menampar wajah salah satu the seven lords! (kecuali para manusia 'arc' yang lain) kalau pun kalian menentang kehendak mereka, mereka bisa saja membunuh-mu saat itu juga.
Tapi entah kenapa mereka tdak bisa menentang sakura walaupun ingin. Apa mungkin karena sakura seorang perempuan?
BRAK! Tiba-tiba pintu diamond class terbuka dengan kasar *lagi*
Kemudian muncul obito-sensei dengan tangan yang di angkat ke atas mengucapkan salam dengan nada suara yang ceria.
"KONBANWA MINNAA!" teriak nya, cukup membuat kuping sakura dan yang lainnya berdengung.
"obito kau tidak perlu berteriak heboh begitu.." ucap zetsu, yang ternyata ada di belakang obito,terlihat juga sasuke dan sasori.
"ah..suma! Aku terlalu bersemangat karena ada haruno-san sebagai anggota tambahan. Ha..ha..." obito tertawa.
"sudah cepat mulai rapat-nya! Kau tahu kan keadaan kita saat ini sedang terdesak?!" bentak sasuke sambil melihat sebentar ke arah sakura dengan tatapan-nya yang tajam, kemudian di alihkannya kembali tatapannya ke obito.
"eh..baiklah..semua-nya duduk di bangku masing-masing!"
Semuanya pun duduk di tempat mereka masing-masing. Kecuali sakura yang hanya bisa berdiri di dekat papan tulis.
"pinku! silahkan duduk di kursi k.." belum selesai deidara bicara sakura sudah memotongnya duluan.
"aku lebih suka berdiri.." sakura menjawab secara frontal.
aura di sekitar langsung deidara menghitam karena di tolak sakura.
Tanpa memikirkan perasaan deidara mereka pun memulai rapat.
Ruangan diamond class yang tadi-nya terang benderang, secara perlahan meredupkan cahaya lampu kristal yang tergantung di langit-langit kelas tersebut. Tiba-tiba papan tulis yang ada di samping sakura berbalik secara otomatis dan berganti dengan layar hitam. Dan saat itu juga muncul sebuah hologram sebuah foto seorang laki-laki dengan banyak piercing di wajah nya, rambut-nya berwarna jingga dan mata-nya terlihat dingin, di samping nya terdapat kumpulan biodata yang menyatakan jati diri laki-laki yang ada di foto tersebut.
"woahh..sugee" bisik sakura.
"saa..minna! Saat ini kita harus menyusun strategi baru untuk mencari manusia 'arc' yang tersisa! Kita sudah tidak boleh bersantai-santai lagi, karena klan senju sudah menemukan satu manusia 'arc' yang mau bekerja sama dengan mereka..." ucap obito dengan nada suara yang serius.
"NANI?! Berarti kita ketinggalan satu langkah dengan si pemimpin klan senju yang bernama...siapa namanya? Aku lupa.." kata hidan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"senju naruto.." sasori bersuara, tanpa mengalihkan pandangannya pada layar LCD yang ada di depannya.
"ya! Itu dia!" ucap hidan. Membuat sakura sweatdrop.
"berdasarkan data yang baru saja di dapatkan oleh zetsu, manusia 'arc' ini memiliki kekuatan angin, kekuatan bertarungnya cukup di perhitungkan. Sebelum ini dia sudah membunuh 500 orang.. Itu pun baru jumlah korban yang kita ketahui, pria ini di kenal sebagai pembunuh berdarah dingin dari abad ke abad. Nama-nya yahiko, dia.." obito menghentikan penjelasannya saat melihat deidara mengangkat tangannya.
"kenapa kita tidak bisa menemukannya dengan mudah kalau ternyata dia sangat terkenal di dunia krimanalitas?" tanya deidara dengan wajah santainya.
"itu karena dia sengaja menyembunyikan aura 'arc' miliknya..kau tau kan kita tidak bisa melacak manusia 'arc' jika dia menyembunyikan aura-nya?" tanya obito dengan nada mengejek, deidara hanya mengangkat bahu-nya dengan wajah malas.
"tugas kalian saat ini akan di bagi menjadi dua bagian dan juga dua kelompok.
Kelompok pertama adalah kisame ,sasori dan Hidan. Tugas kalian adalah mencari manusia 'arc' di daerah amegakure, otogakure dan konohagakure.
Kelompok ke dua adalah kakuzu, zetsu, dan deidara. Kalian bertugas mencari informasi tentang perempuan yang sudah membantu madara untuk menyegel hashirama, bisa saja dia masih hidup dan bersembunyi di negeri ini aku yakin kita sangat membutuhkan bantuannya."
obito kemudian menjentikan jari-nya dan tiba-tiba muncul sebuah buku tipis bersampul warna hitam.
"ini adalah data yang di sertai foto manusia arc yang akan kita cari, sebenarnya baru 5 data yang ku dapat termasuk yahiko. Sisa-nya biar ku urus. Yang paling penting kita mencari manusia 'arc' yang terlacak dan segera temukan mereka sebelum klan senju yang menemukan mereka."
"menarik, tapi mungkin akan memakan banyak waktu.." kata kisame mengambil buku tersebut dari tangan obito dan membuka-nya.
"yah memang benar, karena itu untuk tugas kalian kali ini aku akan mengikut sertakan haruno-san ke kelompok satu!" tunjuk obito ke pada sakura yang dari tadi diam mendengarkan penjelasan.
"benarkah!? Yataa~ akhirnya aku bisa berpetualang!" kata sakura sambil mengepalkan tangannya ke atas.
"oi..oi! Kenapa si pinku harus bersama mereka? Kenapa tidak denganku!?" protes deidara.
"karena kau mata keranjang! Kalau dia ikut denganmu di sepanjang perjalanan nanti bukannya mencari informasi malah kau godai terus gadis ini!" hidan ikut menimpali. Mendengar tanggapan hidan, deidara hanya bergumam kesal.
"sudah..sudah..jangan bertengakar. Baiklah, karena tugas dan kelompok sudah di bagi, mulai besok kalian harus berpencar untuk melaksanakan tugas yang sudah ada. Mengerti?" tanya obito.
"byoukai!" kata mereka serempak, minus sasori dan sakura yang tiba-tiba terdiam.
"ano, demo.." sakura bersuara.
"kenapa haruno-san?" tanya obito.
"bagaimana dengan pekerjaan-ku? Aku juga masih banyak pekerjaan sebagai pelayan di sekolah ini..." tanya sakura.
sakura baru menyadari harus meninggalkan kewajibannya sebagai pelayan jika membantu mereka mencari manusia 'arc' yang tersisa. Dia merasa tidak enak dengan kurenai yang sudah ber baik hati pada-nya untuk memperkerjakan-nya di KIHS.
"tidak perlu khawatir, aku sudah membereskan hal itu, kau jangan khawatir. Kau tahu-kan kami di sini sebagai pemimpin dari sekolah ini...?" ucap obito dengan nada sombong. Sakura mengangguk-anggukan kepalanya, tak lama dia membelalakan matanya dan berteriak terkejut.
"EEHH?! Ja..jadi kalian ini yang memimpin sekolah ini?!" tanya sakura tidak percaya.
"tepatnya sih sasuke, dia yang di serahkan untuk mengatur jalannya sekolah ini.." zetsu ikut menjawab.
Sakura benar-benar tidak menyangka bahwa sasuke lah yang memimpin sekolah ini secara tidak langsung, mungkin karena wajahnya yang masih terlihat muda walaupun secara umur sudah tidak muda lagi. Harus-nya sebelum sakura bekerja di sini, dia mencari tahu dulu seluk beluk tentang sekolah ini, ya?
"oke..oke..besok kalian semua sudah harus bersiap-siap untuk menjalankan tugas! Besok kalian berkumpul di pintu gerbang KIHS seperti biasanya ya, kecuali sakura yang masih baru di sini. Ingat jam 5 subuh kalian sudah ada di sana." obito mengingatkan.
Tak lama mereka pun membubarkan diri dengan menghilang bagaikan asap dan kembali melanjutkan aktifitas mereka masing-masing, sebenarnya tadi deidara sempat menolak untuk melanjutkan aktifitas-nya karena masih ingin mendekati sakura tapi karena sasuke sudah me-death glare deidara duluan, deidara pun dengan terpaksa pergi meninggalkan sakura. Saat ini hanya ada sakura, obito dan sasuke yang masih ada di dalam diamond class. Sakura pun bermaksud untuk pamit pada ke dua uchiha yang ada di dalam ruangan diamond class tersebut.
"saa..obito-san, sasuke-san. Saya pamit dulu, saya masih ada pekerjaan, he..he.." sakura menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum nyengir.
"yaa..hati-hati haruno-san!" balas obito sambil berdadah-dadah ria (?).
Sedangkan sasuke tidak bereaksi sama sekali, tetap pada wajah stoic andalannya tidak melihat ke arah sakura. Sakura diam-diam menjulurkan lidahnya ke arah sasuke, dan saat sasuke melihat ke arahnya sakura segera membuang wajahnya seakan dia tidak memperhatikan sasuke.
'Huh, kenapa sih si sasuke itu muka-nya selalu di tekuk? apa dia masih kesal karena aku maksa ikut membantu mereka?' batin sakura bertanya-tanya. Sakura pun segera keluar dari diamond class.
Di koridor yang luas dan cukup gelap, jam menunjukan pukul 10 malam yang pastinya hanya ada penerangan seadanya di dalam gedung KIHS, sakura merasakan angin malam menyapu kulit putihnya. entah kenapa sakura jadi ingin ke taman belakang KIHS yang jarang di kunjungi oleh siswa, di langkahkan kaki-nya menuju taman belakang KIHS.
Sesampainya di sana sakura berdiri menikmati pemandangan taman belakang KIHS tersebut. Indah. Ternyata taman belakang itu sangat indah bila di lihat di malam hari. Entah kenapa pohon-pohon di sekitar situ terlihat bersinar dan angin malam-nya jadi terasa hangat. Bahkan sakura melihat sekumpulan kunang-kunang mulai bermunculan.
Sungguh, sejak dia tiba di tokyo dia tidak pernah melihat kunang-kunang lagi. Se waktu sakura tinggal di desa-nya yang ada di hokaido, dia ingat pernah melihat kunang-kunang bersama itachi karena sebuah insiden.
# flashback #
Sakura berjalan terseok-seok di jalan setapak, dekat dengan sungai kecil yang ada di desanya pada malam hari. Apa yang membuat gadis berusia 12 tahun itu masih di luar rumah? Sebenarnya tadi sore sakura mengumpulkan kayu bakar untuk persedian di rumahnya nanti. itachi bisa saja membantu, tapi sakura yang tidak mau merepotkan orang lain malah sengaja tidak memberitahukan bahwa dia sedang mengumpulkan kayu bakar. Sakura memang keras kepala. Saat kayu bakar yang di kumpulkan sakura di rasa sudah cukup, ternyata tanpa sakura sadari seekor ular berbisa menggigit kaki sakura.
Dan sialnya lagi hutan yang di masuki sakura jarang di datangi oleh orang-orang yang ada di desa sakura.
"apa yang harus aku lakukan? Apa aku akan mati di sini?" tanya sakura pada dirinya sendiri. Sakura menggelengkan kepalanya.
"tidak! Aku harus berusaha untuk keluar dari hutan ini, aku tidak akan menyerah. Kalau aku menyerah nanti orochimaru-sensei akan sedih.." sakura menyemangati dirinya sendiri.
Dengan sekuat tenaga dia berjalan terseok-seok keluar hutan sambil menjinjing tumpukan kayu bakar. Pada akhirnya dia sampai juga di sebuah jalan setapak yang di pinggirnya terdapat sungai kecil. Tapi sepertinya racun ular berbisa itu sudah menyebar di pembuluh darah sakura, hingga tubuh sakura sempat terjatuh di jalan setapak tersebut. Tapi sebelum kesadarnnya hilang dia sempat mendengar suara itachi yang menyebut nama-nya di kegelapan malam.
"sakura! Sakura! Apa yang terjadi padamu?!" itachi memperlihatkan wajah khawatirnya untuk pertama kali di hadapan sakura. Sakura yang penglihatannya masih samar-samar tersenyum melihat itachi yang tiba-tiba muncu karena khawatir padanya.
"ternyata.. nii-chan meng..khawatirka..nku..." ucap sakura dengan nafas tersendat.
"jangan banyak bergerak dulu! Kau terkena racun ular berbisa." itachi kemudian dengan cekatan mengeluarkan racun ular tersebut. Setelah di rasa
Cukup itachi pun membasuh luka bekas gigitan ular yang ada di kaki sakura dengan air sungai yang untungnya ada di dekatnya. Tak lama sakura merasa tubuhnya melayang. Ternyata itachi menggendong sakura di punggung-nya yang lebar.
Sepanjang perjalanan itachi tidak berbicara sama sekali, wajah khawatirnya kembali datar seperti sedia kala. Sakura yang masih di gendong oleh itachi merasa tidak enak hati pada itachi karena sudah membuatnya khawatir.
Namun tiba-tiba itachi bersuara memecahkan keheningan malam.
"kunang-kunang.."
"e..eh..?" sakura yang masih pusing dan lemah karena gigitan ular berbisa tadi, hanya bisa bengong dengan kata-kata itachi. Baru saja sakura mau bertanya apa maksud ucapan itachi, tiba-tiba sakura meihat 'lampu kecil' yang berkelap-kelip indah muncul di sekitar dirinya dan itachi. Sakura terpesona, jumlah mereka sangat banyak, sakura merasa kunang-kunang itu menuntunkan jalannya dan itachi untuk pulang ke rumah.
"kir..ei.." kata sakura. Itachi tidak menjawab tapi, samar-samar sakura bisa melihat itachi sedang tersenyum lembut ke arah kunang-kunang yang ada di sekelilingnya.
# flashback end #
Lagi-lagi sakura teringat dengan itachi. Jika memikirkan itachi, entah kenapa perasaan sakura menjadi tenang.
"itachi-nii...apa itachi-nii saat ini sedang melihat kunang-kunang yang indah seperti ku?" tanya sakura pada angin malam yang berhembus.
"sakura.."
tiba-tiba suara baritone yang dalam dan familiar di telinga sakura terdengar dari salah satu pepohonan yang bersinar itu. Sakura yang sedang menikmati suasana di malam hari langsung terpaku di tempat saat mendengar suara itu.
Bukan. Ini, bukan suara obito atau sasuke, ini seperti suara...
.
.
.
.
"itachi-nii?"
.
.
TBC
Gomen sebelumnya bila fic ini jalan ceritanya ancur bgt dan tidak bisa memuaskan kalian semua! Hontouni gomenasai! Dan soal naruto menjadi jahat itu juga, bukannya saya tidak suka naruto.
Saya ini sangat..sangat..sangat..sangat..SANGAT! *PLAK* maaf..saya sangat suka dengan naruto. Tapi saya hanya ingin membuat sifat naruto terbalik *kayak road to ninja, aja...* tapi sasukenya rasanya masih tetap dingin, ya? Si pantat ayam mah, memang cocoknya jadi orang (sok) cool..*di chidori sasuke*
Jadi maaf bagi naruto fc, ya...
Kalau masalah si 'noir' itu...dia juga salah satu tokoh yang ada di naruto kok! Tapi sengaja saya ubah namanya *just nickname*, nanti juga pada tau siapa itu 'noir'..*nye..he..he..*
Kalau ada pertanyaan silahkan bertanya ya, insya allah saya jawab..
Baiklah sekian dulu..
KANON RIZUMU
