Daehwi dan Baejin berada di dalam kamar mereka tanpa Hasung. Hasung berkata bahwa ia akan tidur di kamar Ongniel bersama Jisung karena ada yang harus didiskusikan malam ini
"Semua orang juga tahu bahwa Guanlin menyukai Jihoon" Ucap Daehwi dengan nada sinis
"Tapi aku tak bisa melepaskan pandanganku dari Guanlin,ia terlalu mempesona" Jawab Baejin lagi
"Kau hanya perlu menemukan sosok baru Bae" Kukuh Daehwi
"Aniii,tidak ada yang setampan dan sebaik Guanlin" Titah Baejin
"Kau akan terus tersakiti jika tetap menyukai Guanlin,kau bahkan menyukainnya sejak kita masih menjadi traine di produce101,kau terlalu bodoh" Jawab Daehwi kali ini menggunakan kata bodoh pada akhir perkataan nya
"hwi-ya"Panggil Baejin
"Mwo" Jawab Daehwi singkat
"Kau sahabatku,seharusnya kau mendukungku,ini pilihanku hwi-ya" Ucap Baejin pelan
Daehwi terdiam,ia tahu ia harus membantu Baejin tetapi ia juga tak mau sahabatnya terus disakiti oleh Guanlin
"Baiklah,tapi jangan salahkan aku jika aku lepas kendali" Ucap Daehwi
Baejin tersenyum mendengar perkataan Daehwi "Gomawo" Kemudian memeluk Daehwi
"Jadi apa yang harus kulakukan?" Tanya Baejin
"Kau harus menunjukkan bahwa kau menyukainya" Ucap Daehwi
Baejin membelalakan mata nya kaget "Mwo?!?!??! B..bagaimana bisa? Kau tahu aku kan??" Ucap Baejin
"Aku sangat mengenalmu young-ie,tapi kau harus melakukannya demi mengejar cintamu" Ucap Daehwi dengan serius
"Jika kau tak melakukan nya maka selama nya takkan ada perubahan" lanjutnya lagi
Baejin terdiam "Tapi aku belum siap"Jawab nya lagi
Daehwi mendengus kesal "Kau takkan pernah siap karena memang kau tak pernah menyiapkan hatimu" Ucap Daehwi
Baejin masih menatap Daehwi namun dengan tatapan ragu "Aku takut hwi,bagaimana jika setelah ini Guanlin membenciku? Bagaimana jika setelah ini dia menjauhiku? Bagaimana jika setelah ini ia jadi semakin dekat dengan Jihoon hyeong? Aku rasa lebih baik memberitahunya saat Wanna One sudah bubar"
Setelah mengatakan itu,Baejin mendapat lemparan bantal tidur dari Daehwi
"Yak! Pabo! Kita bahkan tak tahu apa yang akan terjadi nanti! Hentikan semua pikiran negatifmu! Jika kau mengatakanya ketika Wanna One sudah bubar maka kau akan menyesal seumur hidup"
"Wae?"
Kali ini Daehwi menghela nafas pelan "Kau selalu saja berfikiran negatif,alangkah baiknya jika kau berfikir positif seperti bagaimana jika Guanlin ternyata menyukaimu "
Baejin langsung membantah perkataan Daehwi "A..ANI!!! TAK MUNGKIN!! GUANLIN TAK MUNGKIN MENYUKAIKU IA HANYA MENYUKAI JIHOON HYEONG"
Baejin secara tidak sadar berteriak ketika mengatakan itu entah karena efek malu ketika membayangkan nya atau karena perkataan Daehwi yang terlalu vulgar
"Wae?? Kau berteriak kencang sekali!! Kecilkan suaramu nanti yang lain mendengarnya.. oh..young-ie" Perkataan Daehwi terhenti
Daehwi mendekatkan diri pada Jinyoung "Kenapa telingamu memerah?" Tanya Daehwi
Baejin tak menjawab melainkan menjauhkan tubuh nya dari Daehwi "A..aku kepanasan!" Ucap Baejin
"Yak! Jika telingamu memerah itu biasa karena kedinginan bukan kepanasan... atau jangan jangan..." Daehwi mengecilkan suara nya
"Mwo?!?!?" Ucap Baejin
"Ia membayangkan jika aku benar benar menyukainya"
Sosok Guanlin berada di depan pintu entah bagaimana caranya
"Hyeong!!! Aku lelah!!!" Ucap Guanlin pada Jaehwan
"Lebih baik kau bernyanyi agar tubuhmu terasa lebih ringan" Jawab Jaehwan kemudian bersiap siap mengambil gitar nya
"Ani tak usah hyeong,aku tiba tiba lapar,jja~~" Guanlin sebisa mungkin menghindari ajakan Jaehwan untuk bernyanyi
Bukan karena suara Guanlin jelek melainkan karena jika sudah bernyanyi bersama Jaehwan maka mereka akan terjaga semalaman karena Jaehwan takkan berhenti bernyanyi
"Guanlin-ah,kau melihat Jinyoung?" Tanya Jisung ketika menghampiri Guanlin yang berada di dapur
"Sepertinya ia sedang di kamarnya bersama Daehwi" Ucap Guanlin menerka nerka karena seingatnya sejak tadi Baejin bersama dengan Daehwi
Jisung mengangguk mengerti "Aku ingin memberikanya vitamin,ia tampak lesu tadi" Ucap Jisung
"Hajima,mereka sedang tak ingin diganggu" Ucap Minhyun yang baru saja datang dari ruang tamu
"Wae?" Tanya Jisung
"Sepertinya mereka sedang melakukan sesi berbagi curahan hati" Ucap Minhyun lagi kemudian mengambil segelas air
"Kau tau darimana hyeong?" Tanya Guanlin yang sedang memegang kaleng cola nya
"Aku tidak sengaja mendengarnya tadi,mereka sedang membicarakan tentangmu dan Jihoon sepertinya" Setelah mengatakan itu Minhyun meneguk segelas air
"Aku??" Tanya Guanlin sedikit terkejut
Minhyun mengangguk dalam minum nya "Ne,aku mendengar namamu dan Jihoon tadi" Dan mengatakannya setelah menghabiskan minumnya
Guanlin mengangguk
"Kenapa ia membicarakanku dan Jihoon ya?? Jangan jangan ia menyukaiku?? Ah tak mungkin,jika kudekati saja ia langsung pergi bagaimana bisa ia menyukaiku?"
"Tapi Jinyoung kan pemalu bisa saja ia malu dekat denganku karena ia menyukaiku..tapi sepertinya tak mungkin,aku tak pernah melihat wajahnya memerah"
"Atau jangan jangan aku tak pernah sadar?"
Guanlin menggelengkan kepalanya kemudian menepuk wajah nya agar kembali sadar "apa yang kupikirkan" Gumamnya
Jisung dan Minhyun menatap Guanlin aneh "Kau kenapa?" Tanya Minhyun
Guanlin menggeleng "Hanya sedikit berimajinasi,oh ya hyeong,aku dan Jaehwan hyeong sudah memesan makanan jadi jangan memesan makanan lagi ya"Ucap Guanlin kemudian melenggang pergi menuju ruang tamu
Guanlin meminum cola nya sambil menatap televisi hitam di depan nya dengan berbagai macam pikiran
"Jika kau penasaran kenapa tidak kau temui saja anaknya?" Tanya Minhyun yang tiba tiba menghampiri Guanlin
"Mwo?" Tanya Guanlin berpura pura tidak mengerti
Minhyun tertawa kecil "Aku tahu kau menyukai Jinyoung,dan semua orang sudah tahu itu,kau terlalu terang terang an dalam masa pendekatan" Ucap Minhyun lagi
Guanlin menepuk dahi nya pelan "Aku terlalu bersemangat" Kemudian mengeluarkan senyuman nya
"A..ANI!!! TAK MUNGKIN!! GUANLIN TAK MUNGKIN MENYUKAIKU IA HANYA MENYUKAI JIHOON HYEONG"
Disela sela obrolan Minhyun dan Guanlin terdengar teriakan Baejin dari kamar DeepHwiSung
Minhyun yang mendengarnya segera memberi kode ke Guanlin "Kau tak mau mengkonfirmasinya?? Sebelum ia benar benar salah paham?? Sepertinya ini kesempatan terbaik kan??"
Minhyun menaik turunkan alisnya membuat Guanlin segera bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri kamar DeepHwiSung
Namun ketika ia membuka pintu kedua insan itu tak menyadari eksistensi Guanlin
"Yak! Jika telingamu memerah itu biasa karena kedinginan bukan kepanasan... atau jangan jangan..."
Ketika Daehwi mengatakan itu,sercecah ide muncul di kepala Guanlin
"Ia membayangkan jika aku benar benar menyukainya" Ucap Guanlin dengan gaya santai nya
"Apa yang kukatakan?!?!?!?"
"Guanlin pabo!!! Kenapa aku ada disini!!! Aish!!!"
"Semoga Baejin tak memakiku karena menguping pembicaraan mereka"
"Tapi aku tak menguping! Mereka saja tak menyadari keberadaanku"
"G...GUANLIN?!?!?!?!?!??!?" Teriak Daehwi kaget
Sedangkan Baejin sudah bersembunyi di balik selimut dan menyembunyikan dirinya karena malu tertangkap basah
"Jangan kaget seperti itu hwi" Ucap Guanlin kemudian berjalan mendekat
Guanlin menepuk gundukan selimut yang berisi Jinyoung kemudian memberi kode agar Daehwi keluar ruangan. Tentu saja Daehwi keluar untuk memberi mereka sedikit ruang
"Kau tak ingin melihat wajahku hyeong?" Tanya Guanlin ketika Daehwi sudah keluar dari ruangan
Baejin tetap diam tak memberikan tanda pergerakan sama sekali. Merasa diabaikan akhirnya Guanlin tersenyum karena ide jahil muncul di kepalanya
"Ah...baiklah jika kau tak mau melihatku,aku akan menemui Jihoon hyeong saja" Ucap Guanlin kemudian beranjak dari tempat tidur nya
Namun baru saja Guanlin melangkahkan satu kaki,tangan Jinyoung menahan lengan Guanlin
Guanlin tersenyum penuh kemenangan kemudian berbalik arah dan nampaklah wajah Jinyoung yang sudah sangat memerah "J..jangan pergi ke tempat Jihoon hyeong"
Guanlin duduk di pinggir kasur Jinyoung "Aku takkan pergi ke tempat Jihoon hyeong,jika hyeong mengakui perasaan hyeong di depanku sekarang"
Baejin tampak terkejut,ia benar benar malu sekarang bahkan tanganya yang menggenggam lengan Guanlin pun ikut gemetar
Guanlin yang melihat keadaan Jinyoung tertawa kecil "Hyeong Kiyowo" Ucap Guanlin kemudian memeluk Jinyoung
"Tak perlu mengatakannya jika kau tak bisa hyeong" Ucap Guanlin
"A..ani" Jinyoung melepas pelukan Guanlin
"Aku harus berani! Seperti kata Daehwi!"
Jinyoung menarik nafas kemudian menghembuskan nya lagi untuk menenangkan diri kemudian mengatakan nya dalam satu tarikan nafas "Aku mencintaimu Guanlin-ah"
Guanlin menatap Baejin tanpa berkedip "Kau lucu sekali hyeong" Ucap nya sembari tertawa
Baejin menatap Guanlin kesal "Yak! kau menyebalkan!"
Baejin bersiap siap untuk kembali bersembunyi dibalik selimutnya namun Guanlin menahan nya "Mian hyeonggg"
"Kali ini biarkan aku mengatakan nya" Ucap Guanlin
Jinyoung menggeleng "Ani,sebelum kau mengatakanya aku ingin mengetahui hubunganmu dengan Jihoon hyeong"
Guanlin menegakan tubuhnya dan mulai menjelaskan "Kau tahu kan hyeong? Aku menganggumi Jihoon hyeong? Aku hanya mengagguminya tapi tak mencintainya" Ucap Guanlin
"Yaa kau mengangguminya sampai meminta jeojang di bagian rap mu" Sindir Jinyoung
Guanlin menegak savila nya "Tidak seperti yang kau fikirkan hyeonggg,aku bingung harus menggunakan gaya apa tiba tiba Jihoon hyeong datang menggunakan pakaian merah muda bergambar starwars,di otakku begitu saja terlintas kata jeojang" Ucap Guanlin menjelaskan
"Benarkah? Kau tak berbohong?" Guanlin menggeleng
"Sepertinya aku terlalu berlebihan" Ucap Jinyoung menyesal
"Miann aku hanya tak punya kepercayaan diri untuk menyaingi Jihoon hyeong" Ucap Jinyoung lagi
Guanlin menggeleng kemudian memeluk Jinyoung lagi "Ani hyeong,jika dibandingkan dengan Jihoon hyeong,kau jauh lebih manis dengan wajah kecilmu" Ucap Guanlin
Jinyoung tersipu malu dalam pelukan Guanlin "Jangan mengatakan hal yang memalukan" Ucap Jinyoung
Guanlin menggeleng "Aku mengatakan hal yang sebenarnya" kemudian Guanlin melepaskan pelukan mereka tanpa melepas pegangan nya pada bahu Jinyong
"Hyeong tatap mataku" Ucap Guanlin ketika melihat jinyoung menunduk
Jinyoung tampak ragu ragu menatap wajah Guanlin "Ne sudah"
Guanlin lagi lagi tersenyum ketika melihat wajah Jinyoung yang tersipu saat melihatnya "Hyeong kau cantik,aku mencintaimu entah sejak kapan,aku jatuh cinta pada wajah kecilmu,aku jatuh cinta pada semua aegyo yang kau lakukan,aku mohon dengan sangat,jadi kekasihku ya hyeong?"
Jinyoung tertawa kecil mendengar penuturan dari Guanlin "Kau terdengar seperti memaksa"
"Karena aku hanya ingin mendengar jawaban iya " Ucap Guanlin
"Jika kau memaksa maka aku takkan bisa menolak" Jawab Jinyoung
Kemudian Guanlin memeluk Jinyoung erat dengan segala perasaan gembira nya hari ini "Gomawo hyeong"
Omake
"Ternyata kekuatan Jeojang bisa sampai pada cerita pandeep ya" Ucap Daehwi ketika mereka setelah selesai menguping pembicaraan pandeep
"Sepertinya ketenaran Jihoon akan mengalahkan Bangtan Sonyeondan dan EXO di masa depan" Canda Minhyun
"apa yang kalian bicarakan?" Tanya Jihoon yang baru saja pulang
"Jeojang mu baru saja membuat dua insan dipertemukan oleh tali merah" Ucap Jisung kemudian meninggalkan Jihoon dengan segala kebingungan nya
