Yay-yay..

Lama gak apdet~

Tehee~

Gomen"

Maklum, Lin'Zz ge nyare inspirasi,,

heheh(nyari alasan euy! )

Btw,,

Bwat:

Ruki-san,

Sep" pzti ak ushakan pengtkan na,,

Truz repiuw ne,, ^^

Sakuraii-san;

Haik, gomennasai,, TToTT

Lin'Zz bkal ushain pmakaian EYD yg btul,,

Thenkiuu bwat saran na,,

Btw ttng pair fugaku, kek na msih lma bru mncul,,

Tpi ttep ada kq,,

Lady Gugu;

Hwaa! Arigatou gozaimasu,,,

Mmang fic ini bklan dibwat dngan pnuh pertntangan,,

Tpi kek na, gak smpe pnuh cercaan ma hinaan,,

Jdi gak iza menuhin keinginan senpai,, TT_TT

Tpi bkalan di usahain gak ngecewain reader..

Lin'Zz bkal ushain ttep narik perhatian dri reader kq,, ^^

Misyel;

Tentu" bkal Lin'Zz seru"in,,

Hahaha,,

Pairing: SasuNaru..

Disclaimer: Masashi senpai..

Warn: Yaoi, crita belit", OOC, alur kecepetan, typo, dll..

Don't like don't read..

Chapter 2

Terlihat seorang lelaki dengan paras wajah yang liar. Dia memiliki rambut landak dengan warna merah kehitaman. Lelaki ini memiliki wajah putih kecoklatan, matanya berwarna merah kehitaman, seperti warna ruby. Postur tubuhnya juga lumayan tinggi.

Itulah ciri-ciri fisik dari seorang Kyuubi. Saat ini Kyuubi sedang menunggu adiknya di gerbang sekolah. Siapa lagi kalau bukan Naruto. Kyuubi terus menerus mengomel, mengucapkan sumpah serapah, bagaimana tidak? Dia sudah daritadi menunggu adiknya. Tapi orang yang daritadi ditunggunya malah tidak nongol-nongol. Padahal tadi adiknya berkata akan pergi mengambil tas sebentar, lalu adiknya itu akan menemaninya untuk membeli beberapa barang keperluan penelitiannya. Penelitian? Yup! Kyuubi yang seorang jenius ini juga bekerja sebagai peneliti barang elektronik. Meskipun usianya lumayan muda, tapi kehebatan dalam pembuatan dan penelitian barang-barang berbau elektroniknya ini sudah diakui oleh beberapa cabang perusahaan Konoha.

Akhirnya, setelah beberapa lama menunggu, ia melihat juga adiknya berjalan ke arahnya, tapi disampingnya terlihat seseorang. Seseorang? Tunggu! Siapa itu? Sepertinya Kyuubi tak pernah melihat sosok itu bersama Naruto. Maka dengan tampang menyelidik, Kyuubi terus menerus melihat ke arah Naruto yang sedang berjalan ke arahnya.

Naruto yang sudah berada di tempat kakaknya menunggu menjadi heran melihat tingkah kakaknya yang amat mencurigakan.

"Ne, Kyuu-nii lagi ngapain?" Kata Naruto menyelidik.

"Hei, siapa orang disampingmu? Sepertinya aku tidak pernah melihatnya disekolah." Bisik Kyuubi ke telinga Naruto.

"Ou, ini Sasuke, murid pindahan yang masuk kekelas ku." Naruto memperkenalkan Sasuke pada Kyuubi.

"Sasuke, ini Namikaze Kyuubi, kakak kandungku." Ucap Naruto lagi.

Sasuke dan Kyuubi lalu saling memandangi wajah satu sama lain. Mereka hanya terdiam saja. Keduanya sama sekali tak ada niat untuk berjabat tangan. Akhirnya Naruto juga yang angkat bicara.

"Ne, salaman dong! Kok malah diam-diaman sih?" Ucap Naruto kesel karena melihat 2 orang dihadapannya ini malah diam-diaman.

Kyuubilah yang memulai perkenalan, seraya mengacungkan tangannya untuk menjabat Sasuke. Tapi orang yang ingin disalami malah diam mengacuhkan.

"Woi, kau punya mata tidak sih. Tak bisa apa berjabat tangan sebentar." Kyuubi langsung kesal, karena tidak ditanggapi.

"Hn."

"Woi, bicara dikit kek." Kyuubi mulai naik darah.

"Hn."

Nyut! Kepala Kyuubi langsung berurat persimpangan tiga. Amarahnya makin menaik. Naruto yang tau bahwa amarah kakaknya akan memuncak segera menahan tangan kakaknya.

"Nii, tahan amarahmu." Pinta Naruto.

"Hei, jangan berteman dengan dia, Naruto. Orang pelit bicara ini amat sangat menyebalkan."

"Sudah nii."

Sasuke akhirnya mendekati Naruto. Tangannya memegangi bahu Naruto.

"Bukan urusanmu si Dobe mau berteman dengan siapa."

"Dia adikku. Dan jauhkan tanganmu dari dia!" Ucap Kyuubi ketus, maklum gitu-gitu Kyuubi punya penyakit Brother complex yang parah.

"Oi, teme jauhkan tanganmu. Nanti Kyuu-nii bisa lebih marah lagi. Aku ada keperluan lagi dengan kakakku, jadi aku pulang dulu ya. Sebaiknya kau juga cepatlah pulang." Naruto dengan gelisah melepas pegangan Sasuke pada bahunya. Ia lalu mengajak Kyuubi berjalan menjauh.

Sasuke yang ditinggal pergi Naruto, hanya diam berdiri. Lalu setelah beberapa saat, ia akhirnya beranjak pergi dari sekolah barunya.

...

"Ceh, apa-apaan temanmu itu." Sewot Kyuubi.

"Sudahlah nii, Sasuke memang begitu. Aku saja yang baru ketemu dengan dia, sudah dibuat kesal setengah mati." Ucap Naruto, yang entah mengapa sama sekali tak membantu meredakan amarah Kyuubi.

"Orang seperti itu, lebih baik kau jauhi saja Naruto. Nanti kau marah ketularan penyakit pelit bicaranya."

"Penyakit seperti itu, tidak bisa menular nii. Lagipula Sasuke baik kok, buktinya dia mau menjaga tasku yang ada dikelas dan menungguku hingga aku kembali mengambil tas."

Nyut, dahi Kyuubi berkerut. Mana ada orang sebaik itu. Apalagi mereka baru saja bertemu, mana belum sampai 1 hari juga. Sepertinya Kyuubi harus mulai waspada menghadapi lelaki berambut pantat ayam itu. Karna menurutnya lelaki berambut pantat ayam itu pasti punya maksud tersembunyi terhadap Naruto.

"Sudahlah, jangan bicarakan dia lagi. Ayo kita segera ke toko Kabuto. Aku tak mau sampai barang yang ingin kubeli habis stoknya." Kyuubi mengalihkan pembicaraan.

"Tenanglah Kyuu-nii, Kabuto tidak mungkin menjual barang-barang yang ingin kamu beli. Diakan tergila-gila padamu." Goda Naruto.

Betul sekali. Pemilik toko barang keperluan untuk elektronika ini amat sangat tergila-gila dengan yang namanya Kyuubi. Ini semua berawal dari 2bulan lalu. Ketika Kyuubi yang masih terikat kontrak dengan sebuah perusahaan di Konoha. Saat itu, alat-alat keperluan penelitian Kyuubi sedang dalam masa sekarat, alias barangnya tidak memadai untuk melanjutkan penelitian. Begitu kyuubi mendengar bahwa di salah satu toko di Konoha street, terdapat sebuah toko yang baru saja dibangun dan di dalamnya terdapat berbagai fasilitas peralatan khusus untuk para peneliti yang lengkap, Kyuubi langsung pergi ke toko tersebut. Kabuto yang menjadi pengurus di toko itu, merupakan seorang yang ahli dalam memalsukan alat-alat untuk penelitian, meskipun hal tersebut tak pernah ketahuan. Jadi begitu Kyuubi yang baru berlangganan di toko itu, dapat langsung mengetahui mana alat-alat penelitian yang asli, dan mana alat-alat penelitian yang telah dipalsukan, langsung menarik perhatiannya. Kabuto yang memang memiliki ketertarikan pada sesama jenis itu, langsung menjadikan Kyuubi sebagai incarannya. Maklum, Kyuubi memiliki inner beauty tersendiri. Buat sebagian uke, Kyuubi merupakan tipe seme idaman, karena memiliki wajah yang tampan dan sikapnya yang liar, merupakan salah satu daya tariknya sebagai seorang seme. Tapi ada juga beberapa seme yang menjadikan Kyuubi sebagai incaran,(termasuk Kabuto!)

Akhirnya tiba juga Kyuubi dan Naruto di toko Kabuto. Mereka berdua pun langsung bergegas masuk ke dalam. Begitu masuk, terciumlah bau mesin yang pekat. Karna selain menjadi tempat penjualan alat untuk penelitian, tempat ini juga dijadikan sebagai tempat untuk menempa alat penelitian yang sudah mulai rusak.

Dipandangilah sekeliling toko tersebut, untuk mencari Kabuto. Memang agak sedikit sulit untuk menemukan Kabuto. Karena toko ini memiliki nuansa yang lumayan suram, dengan dinding toko yang berwarna coklat kehitaman dan lampu yang sudah mulai redup. Naruto sendiripun heran, kenapa sipemilik sama sekali tak berinisiatif mengganti lampu toko, dan mengecat ulang tokonya. Kalau begitu kan kemungkinan para pelanggan toko ini akan meningkat drastis.

Tiba-tiba terdengar suara di belakang Naruto yang langsung membuat Naruto terlonjak kaget, dan akhirnya malah terpeleset jatuh dengan cara yang lumayan menyakitkan.

"Ittai!" Teriak Naruto, ketika bokongnya sukses mendarat dangan kerasnya di lantai marmer toko tersebut.

"Ah, gomen ne. Ano, Naru-kun." Ucap Kabuto dengan nada maaf yang sama sekali tak selaras dengan wajahnya yang malah ketawa jail.

"Sudahlah Kabuto, cepat berikan. Alat-alat yang biasa kuambil." Perintah Kyuubi.

Naruto lalu berdiri dangan salah satu tangannya menyentuh bokongnya yang masih sakit akibat jatuh tadi. Dipandangi oleh Naruto sosok Kabuto yang berjalan menuju salah satu rak toko. Karena di tempat rak itu penerangannya lumayan bagus, terlihatlah seorang lelaki yang berumur sekitar 20an dengan tinggi yang lumayan, dan kacamata bulat tebal yang selalu menghiasi sisi matanya. Padahal menurut Naruto, kalau Kabuto sedikit memperbaiki penampilan, pastilah akan banyak wanita yang bakal tergila-gila padanya.

Tak beberapa lama kemudian Kabuto datang dengan membawa sebungkus besar plastik, yang isi didalamnya merupakan pesanan Kyuubi.

"Nih pesananmu Kyuu-chan." Goda Kabuto sekaligus menyerahkan pesanan Kyuubi, dan tentunya mencari kesempatan meraba tangan Kyuubi.

"Terima kasih, dan singkirkan tanganmu Kabuto." Ancam Kyuubi.

"Ihh, galak sekali sih. Nanti tak laku loh. Iyakan Naruto." Ucap Kabuto langsung merangkul Naruto.

"Oi, jauhkan tanganmu dari Naruto!" Seru Kyuubi langsung.

"Naru-chan saja tidak marah kok kamu marah sih." Ledek Kabuto, yang memang senang mengerjai orang yang disukainya ini.

"Hei, Naruto jauh-jauh dari dia. Nanti nular." Tegas Kyuubi.

"Ih, Kyuu-chan jahat nih, masa kekasihmu dibilang nular sih?" Kata Kabuto dengan genit.

"Iya nih nii-chan jangan jahat sama Kabuto dong. Kan kasihan." Ucap Naruto. Beda dengan Kyuubi yang tak terlalu menganggap baik yang namanya homo alias Gay, Naruto sih, senang-senang saja dengan yang namanya Gay, karena ada juga teman sekolahnya yang Gay.

"Sudah, ayo kita pulang Naruto. Berapa bayaran untuk alat-alat ini?" Tanya Kyuubi sebelum hendak keluar dari toko.

"Tidak usah pakai uang kok Kyuu-chan, cukup dengan menjadi kekasihku sa.." Sebelum ucapan Kabuto selesai, Kabuto sudah mendapat hadiah berupa lemparan beberapa peralatan besi. Kyuubi lalu meletakkan sejumlah uang diatas meja kasir, dan meninggalkan tempat itu.

"Ceh, dasar! Aku sumpah takkan pernah kesini lagi." Ucap Kyuubi kasar.

Naruto hanya mengiyakan saja. Toh kemarahan Kyuubi tak pernah berlangsung lama. Dulu juga Kyuubi pernah berujar hal yang sama seperti sekarang, tapi beberapa hari kemudian sudah dilupakan juga olehnya.

Naruto dan Kyuubi pun bergegas pulang karena Kyuubi ingin cepat-cepat menyelesaikan penelitiannya.

...

Di taman Konoha

Tampak seorang lelaki sedang berjalan masuk ke dalam taman.

ITACHI POV

Aku berjalan memasuki taman ini. Taman yang sudah lama tak pernah ku datangi.

'Terakhir kali aku bermain disini ketika umur 10tahun ya. Rasanya sudah lama sekali.' Batin Itachi mengenang masa kecilnya.

Aku terus berjalan menelusuri tempat bermain ini. Melihat perosotan yang sering kugunakan, ayunan tempat ayah sering mengayunkannya untuk ibu. Sungguh kenangan yang amat manis untuk dikenang.

'Kenapa sekarang keluarga ini harus tercerai seperti ini'

Tak terasa bulir-bulir airmata turun menelusuri pipiku. Sambil mengingat kenangan-kenangan ketika kecil, airmataku juga tak berhenti membasahi pipiku. Lamunanku lalu dibuyarkan oleh suara-suara dari luar taman ini. Pandanganku langsung terarah pada dua sosok lelaki tersebut.

End of Itachi POV

"Ne,ne, Kyuu-nii."

"Hn?"

"Kyuu-nii, mau buat benda apalagi dengan belanjaan itu?"

"..."

"Kyuubi-nii?"

Tiba-tiba langkah kaki Kyuubi terhenti. Ia berhenti tepat di depan sebuah taman. Mata Kyuubi seolah berhenti melakukan aktivitasnya. Kyuubi hanya terpana dengan pemandangan di dalam taman itu. Yang ia lihat adalah seorang lelaki dengan rambut hitam yang sedikit panjang, sedang terduduk di salah satu ayunan taman itu. Kyuubi menatap dengan terpana sosok lelaki yang ada ditaman itu.

"Kyuu?"

Naruto yang melihat Kyuubi hanya terdiam mengikuti arah mata Kyuubi yang menuju ke taman konoha itu. Tapi Naruto tak mendapati sesuatu yang menarik di taman itu, hanya ada seorang lelaki.

"Kyuu?" Tanya Naruto sekali lagi.

"Nani?" Kyuubi langsung mengalihkan pandangannya dari lelaki yang berada di taman itu.

"Ada apa di taman itu?" Tanya Naruto keheranan.

"Tidak ada."

Kyuubi langsung berjalan menjauh dari taman itu, menuju rumah. Naruto yang melihat Kyuubi pergi begitu saja, hanya terpaku bingung.

Tanpa disadari kedua orang ini, sosok lelaki yang tadi mereka pandangi balas memandangi mereka.

...

Kota Suna

"Ne, Sasuke? Bagaimana disana?"

Seorang wanita paruh baya sedang duduk di sofa sambil berbicara dengan seseorang melalui telepon.

"Aku baik-baik saja, okaa-san." Balas Sasuke.

"Bagaimana dengan hari pertamamu di sana?"

"Biasa saja."

"Apakah kamu sudah mendapatkan teman disana?"

"Hn."

"Yare-yare. Ne Sasu-kun, okaa-san cuma mau bilang kalau sebentar lagi akan ada sepupumu yang pindah ke sana."

"Sepupu?"

"Iya, sepupu. Dia akan melanjutkan SMA di konoha, makanya untuk sementara ia akan tinggal bersamamu. Bolehkan?"

"..."

"Sasuke?"

"Hn."

"Baguslah Sasuke. Kalau begitu jaga dirimu baik-baik ya. Okaa-san sayang padamu."

"Hn."

Mikoto lalu menutup telepon untuk anaknya. Sebenarnya ia masih belum sepenuhnya menerima kepindahan anaknya ke Konoha. Ia takut anak bungsunya ini akan bertemu kembali dengan ayahnya.

Selagi Mikoto merenung, seseorang berjalan dengan perlahan di belakang Mikoto.

"Bibi."

Mikoto lalu membalikkan tubuhnya berusaha mencari sosok yang tadi memanggilnya.

"Ya, Gaa-chan." Senyum ramah Mikoto terpampang di wajahnya.

Lelaki yang dipanggil Gaara itu hanya berjalan menuju bibinya, terlihat sedikit rona kemerahan di wajahnya.

"Ne, Gaa-chan bibi minta tolong untuk menjaga Sasuke di Konoha ya?"

"Te,tentu saja aku akan." Sahut Gaara terbata.

"Hn, Gaa-chan anak yang baik." Tangan Mikoto terulur ke arah Gaara. Berusaha untuk meraih tangan Gaara.

Setelah teraih tangan Gaara, Mikoto langsung menarik Gaara ke dalam pelukannya. Sambil mengusap-usap kepala Gaara, Mikoto membisikkan beberapa kata. Kata itu langsung membuat Gaara terpaku. Menyadari Gaara yang terdiam kaku, Mikoto hanya tersenyum maklum.

"Ne, Gaara bukankah sekarang waktunya kau pergi?"

"Hm."

"Kalau begitu hati-hati di jalan ya Gaa-chan."

Gaara langsung membalikkan tubuhnya beranjak pergi. Tepat ketika ia membuka pintu, Mikoto kembali mengatakan sesuatu. Ucapan Mikoto ini membuatnya tersenyum pahit, dan langsung bergegas pergi.

'Semoga kamu dapat menemukan mereka Gaara'

...

TBC..

Hyaahaa,,

Selesai!

Akhir na,,

Gip ripiuw yo!