Someday, When I Can Hold Your Love

By. Lee HyeRi

.

Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun. :p

Rated : T

Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)

Genre : Drama, Hurt/comfort

Summary : Bagaimana kehidupan Lee Sungmin yang menjadi 'istri' kedua Cho Kyuhyun? Inilah kisah mereka yang bermula dari janji suci yang diikrarkan dalam suatu ritual yang disebut 'Pernikahan'. KyuMin slight HaeMin. YAOI. MPREG.

.

.

a/n : Sekali lagi, fic ini adalah remake dari fic saya yang judulnya 'Wife in Your Life'.

Enjoy reading~ :D

.

======000======

Chapter 2

.

Sudah satu jam yang lalu Sungmin tergeletak sendirian di salah satu kamar pasien. Hyukjae sedang menggantikannya bekerja. Ibunya pulang sebentar karena ada urusan. Dan Kyuhyun? Jangan berharap dia akan datang.

Sedari tadi Sungmin sibuk membuka situs jejaring sosial dari ponselnya untuk mengusir kebosanan.

Tiba-tiba dia merasa ada seseorang yang mengetuk pintu dan membukanya. Sungmin menoleh untuk melihat siapa yang datang. Mata Sungmin membulat melihat orang itu.

"Kyuhyun-ah…" gumam Sungmin dengan wajah tak percaya.

.

.

.

Kyuhyun yang saat itu masih memakai jas dokternya yang berwarna putih mendekat ke arah tempat tidur Sungmin. Perlahan Kyuhyun menggenggam pergelangan tangan namja manis itu. Diperiksanya denyut nadi 'istri'nya. Kemudian dengan hati-hati Kyuhyun menstabilkan tetesan infuse Sungmin pada bagian regulator selangnya.

"Bagaimana hasil pemeriksaannya?" tanya Kyuhyun sambil tetap memeriksa kesetabilan tetesan infuse Sungmin.

Sungmin hanya diam sambil menunjuk amplop coklat di atas meja. Dia bingung ingin berkata apa. Dia masih takut Kyuhyun akan marah padanya seperti tadi pagi. Walaupun kenyataanya sekarang Kyuhyun memperlakukannya dengan wajar, tetapi tetap saja dia masih merasa takut jika suaminya itu akan marah lagi padanya.

"Lupakan kejadian tadi pagi," kata Kyuhyun yang seolah tahu apa yang kini dipikirkan oleh Sungmin.

"Eh?" namja manis itu agak terkejut dengan perkataan Kyuhyun barusan.

Sungmin sedikit senang dengan hal itu. Dia sempat berpikir Kyuhyun akan membahas masalah tadi pagi lagi. Syukurlah jika akhirnya Kyuhyun tidak mempermasalahkan pertengkaran tadi pagi.

"Jangan diulangi," lanjut Kyuhyun dengan wajah datar seperti biasanya.

Mata Sungmin kembali meredup. Kesedihan kembali terpancar dari wajah manisnya. Lagi-lagi Kyuhyun bersikap tidak adil padanya. Padahal kejadian tadi pagi sama sekali bukan salah Sungmin. Lalu, kenapa dia yang harus tidak mengulang perbuatannya?

.

.

Perlahan Kyuhyun meletakan tangannya di kening Sungmin untuk memeriksa suhu badannya. Sungmin kembali terdiam. Perasaannya masih kesal dengan sikap Kyuhyun yang selalu tidak adil padanya. Dengan pelan dia menepis tangan Kyuhyun yang berada di keningnya.

"Aku bukan pasienmu," kata Sungmin lirih.

Kyuhyun hanya diam dan menatap Sungmin dengan wajah kesal karena sikap 'istri'nya tadi.

Sejujurnya, Sungmin sedikit menyesal pada dirinya sendiri yang menolak sikap baik Kyuhyun. Padahal, jarang sekali Kyuhyun memperlakukannya dengan baik. Tetapi dia juga tidak bisa menutupi rasa kesalnya karena sikap Kyuhyun yang selalu saja menyalahkannya atas sesuatu yang seharusnya bukan kesalahannya.

"Aku tidak mau satu rumah dengan Seohyun," kata Sungmin.

"Itu tidak mungkin,"

"Kenapa tidak mungkin?"

"Tidak satu rumah dengan Seohyun, berarti tidak satu rumah denganku. Orangtuamu bisa curiga," jawab Kyuhyun.

Sungmin terdiam. Dia kembali mengingat pernikahannya dengan Kyuhyun yang terkesan sangat terburu-buru. Bahkan orang tua Sungmin pun tidak tahu apa-apa. Haruskah dia memberitahukan hal yang sebenarnya pada orang tuanya? Sepertinya itu tidak mungkin. Karena jika Sungmin melakukannya, maka dia akan kehilangan Kyuhyun untuk selamanya.

"Aku... juga istrimu 'kan, Kyuhyun-ah?" tanya Sungmin dengan pandangan redup.

"Pertanyaan bodoh,"

"Jawab saja. Aku hanya ingin mendengar jawabanmu," suara Sungmin lebih pelan dari yang tadi.

"Ne," jawab Kyuhyun singkat.

Sungmin hanya tersenyum miris mendengarnya. Semua orang juga tahu kalau dia adalah 'istri' sah dari Cho Kyuhyun. Namun hampir semua orang tidak tahu kebenaran yang terjadi di dalam rumah tangga mereka.

"Aku ada oprasi lagi," kata Kyuhyun sambil melihat hasil tes pemeriksaan milik Sungmin.

Lagi-lagi Sungmin terdiam menatap suaminya. Dia sudah menduga kalau Kyuhyun hanya sekedar mampir kemari. Dia tahu akan sia-sia jika mengharapkan sesuatu yang lebih dari suaminya.

"Pergilah," jawab Sungmin sambil memiringkan tidurnya membelakangi Kyuhyun.

Sejujurnya dia sangat tidak rela jika sekarang Kyuhyun harus pergi lagi. Setidaknya untuk sekarang, dia benar-benar membutuhkan suaminya itu untuk terus berada di dekatnya. Namun dia juga tahu kalau itu tidak mungkin. Berharap sesuatu pada Kyuhyun sama saja dengan mengharapkan sesuatu yang percuma. Tidak ada hal yang pasti dalam hubungan mereka.

"Ne. Istirahatlah," Kyuhyun pun meninggalkan tempat itu.

.

===000===

.

Keheningan masih menyelimuti kamar tempat Sungmin dirawat. Semenjak tadi hanya bunyi jam dinding yang terus bergerak tiap detiknya. Sementara itu Sungmin kembali terbangun dari tidurnya. Entah sudah berapa kali dia tertidur walaupun intensitas tidurnya sangat sebentar. Pasti pengaruh obat yang membuatnya terus mengantuk.

Perlahan ada seseorang yang membuka pintu kamar itu. Sungmin menoleh untuk melihat siapa yang datang. Terlihat dua orang pria yang merupakan teman kecil Sungmin. Mereka berjalan mendekat ke arah ranjang pasien yang sedang ditempati oleh namja manis itu.

"Hey, Heechul-hyung," sapa Sungmin lemah.

"Bagaimana keadaanmu? Sudah lebih baik, eh?" tanya pria yang dipanggil 'Heechul-hyung' oleh Sungmin itu.

Sungmin hanya mengangguk. Sesaat dia melirik pria yang berdiri di samping Heechul. Pria tampan yang sudah sangat dia kenal.

"Lama tak bertemu, Sungmin-ah," sapa pria itu.

Sungmin hanya tersenyum kecil menatapnya.

"Kau tidak berubah ya. Masih saja semanis dulu," lanjut namja tampan itu sambil membelai lembut rambut Sungmin.

"Kau juga masih sebaik dulu, Donghae-yah," kata Sungmin sambil tersenyum lembut pada namja itu.

"Ehem!" Pria bernama Heechul itu nampak tidak menyukai pemandangan di depannya.

"Apa ini reuni dari mantan sepasang kekasih yang baru saja bertemu setelah sekian lama? Hooo~ indah sekali," sindir Heechul dengan nada yang dibuat-buat.

"Hyung! Aku kan hanya-"

"Ya ya ya, Fishy. Terserah kau sajalah," lanjut Heechul yang memotong perkataan pria bernama Donghae itu.

"Haha.. Heechul-hyung juga tidak pernah berubah ya," kata Sungmin sambil tertawa menatap sahabatnya itu.

"Eh, mana Kyuhyun?" tanya Heechul.

Sungmin terdiam sesaat. Wajahnya kembali terlihat murung saat teringat Kyuhyun.

"Dia sedang ada oprasi," jawab Sungmin lirih.

"Apa kalian sedang ada masalah?" tanya Heechul dengan penasaran.

Lagi-lagi Sungmin terdiam. Sementara Heechul dan Donghae juga ikut terdiam menunggu kata-kata dari Sungmin.

Namun Sungmin tidak mengatakan apapun. Dia terus terdiam dan kemudian menatap Donghae dengan pandangan sayu. Sementara itu Donghae balas menatapnya dengan tatapan lembut. Hal itu membuat Heechul merasa menjadi pengganggu di antara mereka dan Heechul sangat mengerti bahwa kedua sahabatnya itu perlu bicara berdua.

"Sungmin-ah, kau 'kan sedang sakit. Tidak baik jika berpikir terlalu keras. Dan... aku masih ada urusan yang lebih penting daripada menemani bocah-bocah seperti kalian. Kalian bicara berdua saja. Aku tidak mau jadi lalat," ucap Heechul sambil meninggalkan kamar pasien itu tanpa menunggu jawaban Sungmin maupun Donghae.

"Heechul-hyung, selalu saja," gumam Donghae.

"Heechul-hyung memang selalu seperti itu 'kan," kata Sungmin.

"Ya. Kau benar," kata Donghae sambil duduk di bangku sebelah kanan ranjang Sungmin.

Untuk beberapa saat mereka berdua terdiam. Terlalu bingung untuk memulai suatu pembicaraan. Tidak tahu harus mulai dari mana. Sejak awal mereka berdua sudah sama-sama tahu kalau semuanya akan menjadi seperti ini.

"Hyukkie sudah memberitahuku semuanya," Donghae memecah keheningan mereka.

"Aku tahu Hyukjae pasti memberitahumu," kata Sungmin lirih.

"Sungmin-"

"Aku tidak apa-apa, Hae. Kau lihat sekarang aku masih hidup 'kan?"

"Apa kau pikir aku tahan melihatmu terus seperti ini?" nada bicara Donghae sedikit meninggi.

Sungmin terdiam dan memejamkan matanya sesaat.

"Semua ini konsekuensi dari pilihanku sendiri," desis Sungmin.

Donghae mengalihkan pandangnnya ke arah pintu. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan Sungmin yang masih tetap bertahan dengan pria seperti Kyuhyun.

"Aku tahu itu keputusanmu sendiri," ucap Donghae dengan suara lemah tanpa menatap Sungmin sama sekali.

Sungmin hanya tersenyum miris. Digenggamnya erat tangan kanan Donghae yang berada disebelahnya. Hal itu membuat Donghae kembali menatap namja manis itu.

"Jangan terlalu khawatir padaku. Aku baik-baik saja," Sungmin tersenyum lembut padanya.

"Baiklah. Tapi kalau ada apa-apa kau bisa mengandalkanku,"

Sungmin kembali tersenyum mendengarnya.

Sesaat Donghae sempat melihat makanan yang masih utuh di meja dekat ranjang.

"Kau belum makan ya?" tanya Donghae.

Sungmin hanya menggeleng pelan.

"Bangunlah, makan dulu. Kau harus sehat demi bayimu,"

Perlahan Sungmin duduk dan bersandar pada tumpukan bantal di belakangnya.

"Aku tidak lapar, Hae" kata Sungmin dengan malas.

"Kau harus makan. Setidaknya untuk saat ini, kau harus menurutiku!"

Sungmin hanya menatap Donghae dengan pandangan sebal yang dibuat-buat.

"Hey, ayolah Donghae. Aku bukan pasienmu," kata Sungmin sambil menggembungkan pipinya.

"Kau tahu? Hanya pasien khusus yang aku perlakukan seperti ini,"

"Hahaha…" Sungmin tertawa mendengarnya.

"Heh, ayo cepat makan," Donghae mengambil mangkuk bubur di meja dan mengaduknya.

"Ya, ya, Pak Dokter," kata Sungmin sambil tersenyum menatap Donghae yang akan menyuapinya.

.

===000===

.

"Aku belum bilang ya kalau aku dipindahkan di rumah sakit itu,"

"Benarkah? Syukurlah.. kau tidak harus ke luar kota lagi," Sungmin menatap senang pada Donghae yang semenjak tadi masih di sampingnya.

"Aku akan lebih sering menemuimu," kata pria itu.

Sungmin menjadi terdiam untuk beberapa saat. Dia masih duduk di ranjangnya. Menatap nanar pada sosok pria di sampingnya. Pria yang pernah menjadi kekasihnya.

"Apa kau tidak suka jika aku terus menemuimu?" tanya Donghae.

"Bukan begitu. Tapi.."

"Tapi apa?" tanya Donghae lagi.

Sungmin kembali terdiam. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Kau terlalu baik padaku, Hae," gumam Sungmin lirih.

Perlahan Donghae beranjak dari kursinya. Dipeluknya dari samping tubuh namja manis yang sedang duduk di ranjang itu. Mata Sungmin terbelalak. Tak menyangka Donghae akan memeluknya lagi setelah sekian lama.

"Aku tidak bisa mencegah keputusanmu untuk terus bersama Kyuhyun. Begitupun kau. Kau tidak bisa mencegah keputusanku untuk terus berharap kau kembali padaku, Sungmin-ah" ucap Donghae sambil terus memeluk tubuh ringkih Sungmin dengan erat.

.

.

Tanpa mereka berdua sadari, beberapa saat tadi ada seseorang yang masuk ke dalam kamar pasien ini. Dia berdiri di dekat pintu masuk sambil menatap pemandangan di depannya dengan wajah datar.

"Sepertinya aku mengganggu acara nostalgia kalian," kata seseorang itu.

Hal itu membuat Donghae melepaskan pelukannya pada Sungmin dan menatap orang yang baru saja bicara.

"Lama tak bertemu, Kyuhyun," sapa Donghae pada pria itu.

Sementara Kyuhyun hanya menatap Donghae dengan pandangan tidak suka.

"Sungmin-ah, nanti ku hubungi lagi," kata Donghae sambil bersiap meninggalkan tempat itu.

Saat berjalan melewati Kyuhyun, Donghae sengaja menabrakkan bahunya ke bahu Kyuhyun. Keduanya saling menatap dengan pandangan tidak suka. Setelah itu, Donghae benar-benar meninggalkan kamar ini.

.

.

Perlahan Kyuhyun berjalan mendekat ke arah ranjang Sungmin. Dia menatap 'istri'nya itu dengan wajah yang lain dari biasanya. Sorot mata Kyuhyun terlihat berbeda. Sorot mata yang penuh dengan amarah yang membuncah.

"Untuk apa dia kemari?" tanya Kyuhyun dengan nada dingin.

"Menjengukku," jawab Sungmin sambil tetap duduk di ranjang dan membenahi selimut yang menutupi kaki sampai perutnya.

"Cih! Apa setiap pria yang menjengukmu akan bersikap semesra itu?"

"Apa maksudmu?" kini Sungmin berani menatap suaminya.

"Pulang! Aku mau kau pulang sekarang juga!" nada bicara Kyuhyun mulai meninggi.

"Apa kau lupa kalau aku sakit?" tanya Sungmin dengan wajah tak percaya.

"Aku tidak peduli! Aku tidak mau kau tetap disini!"

Sungmin kembali terdiam dan mengalihkan pandangannya menuju jendela di samping ranjangnya. Dia menatap anak-anak kecil yang sedang bermain dengan riang di taman dari balik jendela.

"Apa kau bersikap seperti ini hanya karena Donghae memelukku?" tanya Sungmin tanpa mengalihkan pandangnnya dari jendela di sampingnya.

Kyuhyun hanya terdiam.

"Kau bisa marah saat orang lain menyentuhku. Sementara aku... apa kau tahu sakitnya perasaanku setiap kali kau bercinta dengan Seohyun?"

Sungmin berbalik menatap wajah suaminya lagi.

"Seohyun adalah istriku," kata Kyuhyun sambil menatap Sungmin dengan tatapan tajam.

"Ya! Seohyun adalah istrimu! Wajar kalau kau bercinta dengannya! Sementara Donghae bukan suamiku jadi kau selalu berhak memarahiku," Sungmin menatap tajam wajah suaminya sebelum melanjutkan kata-katanya.

"Kau bebas bercinta dengan Seohyun karna dia istrimu! Lalu, seandainya jika Donghae juga suamiku, maka aku juga bebas bercinta dengannya? Apa begitu maksudmu, CHO KYUHYUN?"

Plakk!

Sebuah tamparan keras di pipi kiri namja manis itu membuat keduanya terdiam. Ya! Kyuhyun baru saja menampar 'istri'nya.

Kini Sungmin menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya yang ditekuk. Sesaat terdengar isak tangis darinya. Entah ini tamparan keberapa yang diterimanya dari Kyuhyun.

Sementara Kyuhyun berbalik membelakangi tubuh Sungmin. Dia tetap terdiam. Mungkin sedikit menyesal karena lagi-lagi dia tidak bisa mengendalikan emosinya dan bersikap kasar pada namja manis itu.

"Aku tidak mau pulang," kata Sungmin lirih.

"Terserah!"

Kyuhyun hanya melirik Sungmin sesaat dan berjalan menuju pintu keluar.

Blam!

Suara pintu yang baru saja dibanting oleh Kyuhyun membuat isak tangis Sungmin menjadi lebih jelas. Dia kembali sendirian di ruangan ini. Dan kembali menjadi orang yang paling menyedihkan.

.

.

===000===

.

Seharusnya Sungmin tahu itu. Seharusnya dia tahu keputusannya untuk menikah dengannya adalah suatu kesalahan. Lalu, jika keadaannya sudah seperti ini, sedikit pun dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Seperti terjebak dalam kerumunan orang. Tidak bisa terbebas jika kau tidak mengikuti alurnya.

Sedikit saja mengerti bagaimana harus menyikapi komitmen hidupnya. Tidak ada yang harus disesali. Keputusannya waktu itu adalah sebagian dari takdirnya. Takdir yang mengharuskannya menjadi pihak yang tersakiti.

Siapa yang harus disalahkan disini? Sungmin yang salah mengambil keputusan? Atau Kyuhyun yang selalu tidak adil? Atau menyalahkan Tuhan atas semua ini?

Salah. Tuhan tidak pernah bersalah. Tuhan tahu itu yang terbaik untuk mereka. Suatu saat mereka pasti tahu kalau ada kepastian di balik semua ini. Dan sampai saat itu tiba, mampukan mereka bertahan untuk terus hidup bersama?

TBC

======000======

a/n : semoga kalian suka dengan chapter ini. Chapter depan flashback dikit~ :D

sorry for typo. ^^

.

Balasan Review

WindaaKyuMin

Tapi KyuMin moment-nya masih gini-gini ajah... baru chapter dua sih... :D

, myevilsmile, Diitactorlove, emyKMS, ar13n

Hmm, aku lupa di fic ntar dijelasin apa gak. Udah lama banget sih bikinnya. Pokoknya Gyu cuma nikah siri ama tuh yeoja. Dan kalo ama Ming nikahnya sah, secara Ming kan berasal dari keluarga baik-baik. Gak mungkin dong kalo cuma dinikah siri ama Gyu. :p

Tapi, karena nikahnya duluan ama Seo, jadi Ming jadi yang kedua. Gituh... ^_^

MBF? besok yaa~ :D

Yuminnie, sun young, nam seulmi, ajjulle kim, Choco cho, Lia, Chikyumin, CharolineElf, KyuMin aegyanya KyunnieAppaSamaMinnieUmma, winter boy, MegaKyu, dita0307sunggie, BoMing, minIRZANTI, Lee Hyun Sun, lee hyuri, Myeolchi's wife, aya chan, swari.

iya, ini udah dilanjut. :D thanks for review yaa~

Siticho, AIDASUNGMIN, Kyeopta, kyokyorae

sabar-sabar chingu... *kipasin* fic ini emang suka bikin emosi. :D

Thanks for review yaa~

Chofullerene : Selamat datang di fic KyuMin, chingu... ^^

Iya chingu, di sini Ming orangnya kuat dan sabar. Aku juga gak mau kalo karakter Ming di fic ini terkesan cengeng atau gimana. Karena aku lebih suka Ming yang bisa bertahan walaupun tertekan. :D thanks banget ya review-nya.

Clein cassie, BunnyMing : Kan gak boleh pisah tempat tinggal. *ngelirik story di atas* ^^

Evilkyu Vee : kkk... iya tuh. Kyu-nya poligami. :p

EvilBungsu Kyuminbaby137 : siapa yang jahat ya? hehe

Thanks udah di fave. :D

RizkaAdnawi : ini fic KyuMin kok. Fic aku 'kan KyuMin semua. :D

yukiLOVESUNGMIN : Chapter depan flashback kok. ^^

Kalau Ming di sini aku pasangin ama Donghae juga, bukan ama Hyuk.

Falling for you? Ntar ya eonn, nunggu giliran. Aku kebanyakan tagihan fic sih... :D

Jirania : Kan udah dibikin Seo, masa mau diganti~ *cubit2 nia* :D

Wow, masa Gyu-nya dibikin amnesia? Ya elah, ampe cuci baju kepikiran? Jangankan kamu, jaman dulu pas bikin fic ini juga eonn kepikiran mulu. :p

.

.

Mind to review?:D