Akhir dari Malam Itu
Genre : Friendship, Tragedy, (maybe) Horror, maybe (little) Romance
Disclaimer : Detective Conan © Aoyama Gosho
Akhir dari Malam Itu © Toge Hattori
Pairing : Shinichi x Ran, Kaito x Aoko, Heiji x Kazuha (And another pairing)
Warning : Abal, OOC, gaje, tulisan gak sesuai EYD, Alur terlalu cepat, newbie Author
DON'T LIKE, DON'T READ
Summary : (author gabisa buat summary) .
Cerita ini terinpirasi dari kisah Siswa SMPN 1 Denpasar, Alm Kelvin & Alm Ogik
Aahhhh, akhirnya update chappie 2!
Gimana? Cepet kan?
Hahaha XD bales review dulu deh
Reichi Kudo Skyscraper : Kai-kun dan Shin-kun mati atau tidak, ada di chappie ini ^^ dibaca aja yaaa :D
Higurashi19NA : Shinichi jadi keyboardist itu agar cerita bisa berjalan. ^^v walau saya tau sih, dia lemah banget sama yang begituan :p FF ini unique? uwaaa, sankyu :D tentang rahasia Ei-kun sepertinya baru dibahas di chappie selanjutnya ^^v
Reiei : untuk mamahh, sankyu koreksinya :3 Semoga chappie ini lebih baik dari chappie 1
OKE! Here they are –Akhir dari Malam Itu- Chappie 2!
.
.
.
.
Akhir dari Malam Itu
*On trip*
Kaito, Shinichi, dan Saguru berada di mobil Toyota Ish milik Heiji, dan Heiji berada di mobil Alphat milik Kaito. Dari MC Donald, mereka sudah mempercepat laju mobilnya dan saling salip menyalip (?). Untuk yang ke-3 kalinya, Heiji mengalah dan membiarkan Kaito dengan mobilnya menang. 'Huh? aku ingin melihat ekspresi sombong mereka' Heiji membatin. Ia pun memperlambat laju mobilnya. Beberapa menit kemudian, ia melihat mobil dengan cara parkir yang aneh. Ia pun mengambil handphonenya dengan maksud mengambil photo.
"Pengen ngambil photo deh liat mobil kayak gini" kata Heiji dengan tawa yang keras.
"Hattori, itu bukannya mobilmu?" celetuk Ran.
"Gak mungkin, mobil punyaku hitam" Heiji yang tak percaya dan melanjutkan tertawa.
"Tapi itu hitam!" Ran setengah berteriak.
"HAHH?" Heiji spontan memutar baik mobil dan menuju mobil Toyota ish tersebut. Dan ternyata, benar apa kata Ran, itu mobil miliknya. Badan mobil terlihat hancur, ia langsung menebak ini adalah kecelakaan. Selanjutnya yang ia pikirkan 'bagaimana keadaan Shinichi, Kaito dan Saguru?' Heiji langsung beranjak dan berlari menuju mobil Toyota Ish hitamnya itu. Keringat dingin mengalir deras ketika dilihatnya Kaito dan Shinichi masih ada di dalam. Entah, tapi pikiran negatif langsung menguasai otaknya saat itu.
"KUDO DAN KAITO TAK MUNGKIN ! MEREKA TAK MUNGKIN –" Heiji berteriak.
Heiji miris melihat temannya yang sudah berselimut darah dengan raut muka yang tak jelas. Ya, kepalanya tak berbentuk, kaki dan tangannya telah tak melekat padanya. Dia, dia Kaito Kuroba yang beberapa detik lalu mengajaknya balapan. Heiji yang masih terguncang mencoba mengambil tubuh Kaito dari bangkai Toyota Ish-nya. Tubuh Kaito diguncang – guncang dengan harapan Kaito masih dapat membuka mata, mata birunya yang indah itu. Heiji melakukan kebiasaannya, kebiasaannya untuk mengetahui seseorang sudah meninggal atau belum.
Deg!
'Tak ada denyut nadi' batin Heiji.
"Kaito, KAITOOO!" teriak Heiji sambil tetap menguncang – guncang tubuh tak bernyawa itu. Ya, sang vokalis "The Goshoboys" telah meninggalkan kita.
Ran yang melihat Heiji, langsung turun menuju Toyota Ish yang hancur itu. Dengan nafas memburu, Ran tak tahu. Apa dan bagaimana keadaan pemuda yang dicintainya itu. Tujuannya saat itu adalah sisi kiri mobil itu, tempat sang pujaan hati. Rasa paniknya meledak – ledak saat melihat Shinichi tak bergeming. Tangisannya tak terhentikan. 'Apakah Shinichi akan pergi meninggalkanku? Meninggalkanku untuk selamanya? jiwa Ran seakan ingin pergi melihat Shinichi dengan darah dimana – mana. Dia menarik Shinichi. Berjuang sekuat tenaga agar Shinichi bisa keluar dari mobil naas itu.
"R-r-ra-ran, Ra – r- a-ran" ucap Shinichi dengan senyum lembutnya walau dengan terbata – bata. Shinichi terlihat jelas menyembunyikan rasa sakitnya walaupun itu gagal.
"Kenapa kau masih bisa tersenyum begitu? AKU KHAWATIR PADAMU!" teriak Ran sambil tetap mencoba menarik Shinichi yang terjepit mobil itu.
"A-a-kk-ku bbaai-k b-b-ba-i-ik ss-sa-jj-a. K-ka-kam-u jj-agg-ga d-dd-dir-ri tt-tan-p-pa a-ak-kku yy-ya?" Shinichi berusaha membelai Ran dengan nafas terenggah – enggah dan akhirnya tak sadarkan diri.
"SHINICHII! AKU TAU KAMU SAKIT! BERTAHANLAAAH!" Teriak Ran yang berhasil mengeluarkan Shinichi. Teriakannya lenyap bersama ledakan besar di mobil itu. 2 kali ledakan yang nyaris melenyapkan nyawanya juga.
"Shinichi!" nama itu terngiang setelah ledakan itu.
Ran menelusuri sekitarnya, menerawang apakah Shinichi sudah keluar dari mobil? Semua terjawab saat ia mendengar desahan panjang dan terhenti seketika. Ran dengan refleks melihat ke sisi kirinya. "Shinichi!"
"Shinichi .. bangun! bangun!" tangis Ran pecah. Ia mencoba membangunkan Shinichi. Digoyang – goyangkan tubuh shinichi. Tapi Shinichi tidak bergeming.
"Shinichi .. Kenapa begini? Kenapa? Jangan tinggalin aku! Kamu yang bilang! Kamu yang bilang sendiri kamu bakal terus lindungi aku! SHINICHIIIII! " Ran menangis diatas dada Shinichi, tak terdengar suara detak jantung sama sekali. 'Shinichi tak disisiku lagi,' hati Ran berteriak. Dunia Ran gelap seketika.
Kazuha yang mencoba menenangkan diri setelah terguncang melihat 2 sahabatnya pergi. Pergi dan takkan kembali. Ia menarik nafas panjang dan mencoba mencari Saguru di sekitar mobil sambil menelpon ambulans.
Sedangkan Aoko yang mematung, mematung tak percaya melihat 'BAKAito' kesayangannya telah tiada. Bakaito-nya telah pergi tanpa pamit dari sisinya. 'Aku akan sangat merindukan kata AHOko lagi' Aoko membatin dan Ia merasa tubuhnya terasa ringan.
.
.
.
-Akhir dari Malam itu-
.
.
.
Flashback On
"Kaito, Aku pertaruhkan kemenangan kita dibahumu ya?" tawa Shinichi lepas.
"Bahasamu terlalu baku Tantei-kun. Aku bukan polisi yang sudah siap mendengarkan analisismu" Kaito mencibir ke Shinichi.
"Terserahlah, tapi kalo sampai kalah - " Shinichi tak melanjutkannya. Ia hanya menatap Kaito tajam. Seolah, tatapannya berarti 'ikan – ikan dirumahku telah siap berenang dimukamu'
"Hei, apa yang kau lakukan? Jangan melihatku dengan tatapan ikan sperti itu." Kaito memukul lengan Shinichi pelan kemudian menuju mobil dan bergidik ngeri.
"HAHAHA" Shinichi tak bisa menahan tawanya ketika melihat kelakuan Kaito.
Kaito yang berlenggang menuju mobilnya melempar – lempar kuncinya tiba – tiba berhenti. Ia menaikan alis dan mengernyitkan dahinya seolah ia kaget melihat apa yang didepannya. Saguru tertidur pulas.
"Hoi! Saguru! apa kau lakukan? kau tidur? kamu gak mau lihat kemenangan kita" teriak Kaito lalu masuk dan menguncang – guncangkan tubuh Saguru dengan iseng.
Deg!
'Apa ini? Aku rasa akan ada yang memperlakukanku seperti ini. Kaito merasakan sesuatu. Sesuatu yang sepertinya akan terjadi padanya beberapa menit lagi.
"Oi, oi! Ngapain? CEPET JALAN BAKA!" Teriak Shinichi yang menyadarkan Kaito dari lamunannya.
"huh? sampai kapan kau puas meneriaki ku?" Kaito pun beranjak menuju bangku kemudi
"Tenang. Kau takkan mendengarnya lagi. Jika kau cepat nyalakan mobil ini dan pergi!"
"Iya iya" jawab Kaito dengan malas
"Apa kau sudah siap dengan sensasi angin malam Tantei-kun?" lanjut Kaito dengan cengiran khasnya.
"Iya" jawab Shinichi dengan tatapan bosannya.
"BERANGKAAAATTTT!" teriak Kaito senangdan mulai mempercepat laju mobil dan menyalib Heiji. Heiji pun mulai mempercepat mobilnya. 'huh, aku tau apa yang dia katakan kalau dia menang' gunam Kaito. Salib saliban pun terjadi. Hingga akhirnya Kaito dan Shinichi tak melihat Heiji dibelakang mobil mereka lagi.
"Heiji mana?" tanya Shinichi.
"Paling dia mengalah lagi" jawab Kaito dengan nada kecewa.
"Secepat itukah kita menang?" Shinichi mngernyitkan dahinya.
"hm?" Kaito mengangkat kedua bahunya dengan jawaban "Aku gak tau"
"Yasudah, sekarang perlambat saja mobilnya" ucap Shinichi dengan nada datar.
"Shin, jangan bilang ini .." Kaito mencoba untuk hand rem,tapi sepertinya handrem tak berfungsi.
Mereka sangat panik. Tak tau apa nasib mereka sebentar lagi. Mereka tak tau harus melakukan apa, yang ada dipikiran mereka hanya 'Mobil ini harus berhenti'.
"BERHENTIIIIIII" erangan Shinichi dan Kaito memecah keheningan malam. Tapi seperti tak memperdulikan Kaito dan Shinichi, mobil tetap melaju tak terkendalikan.
Terlihat jelas jarak antara mobil dan trotoar semakin menyempit dan akhirnya hilang. Percikan – percikan api akibat gesekan mobil terlihat sedikit menerangi malam itu.
"AAAAAAAA" Kaito dan Shinichi sekali lagi berteriak saat melihat pohon besar didepan mereka. "Ya Tuhan, selamatkan kami" Shinichi membatin. Shinichi masih bisa merasakan mobil berhenti mendadak dan menimbulkan hantaman yang keras. Hantaman yang sangat keras itu membuat Shinichi melihat Saguru dengan jok mobil di belakang terlempar keluar dan membuat Saguru tak sadarkan diri.
-Akhir dari Malam itu-
To be continued~
Nah, gimana dengan chappie 2nya ?
Oke, REVIEWnya ditunggu :D
Jaa ne~
Rise
Shine
-Toge Hattori-
