FLASHBACK LETTERS
[2 of 2]
.
—author:
taraxacum
.
—disclaimer:
All casts belong to themselves and The Almighty God
.
—pair:
Wonkyu (and only)
.
—warninginside this fanfiction:
Possibly typo(s), OOC, AU, contain of Shonen-ai, failed romance
.
Enjoy reading~
.
.
Langkah Siwon terhenti saat mendapati sekelompok pemusik jalanan yang terdiri dari 3 orang laki-laki dewasa. Dua orang bermain gitar, satu orang meniup terompet. Mereka tengah memainkan sebuah lagu bertempo tak terlalu cepat, namun entah bagaimana terkesan ceria dan penuh harapan. Terdengar sangat indah.
Siwon terus memperhatikan pemain musik itu hingga mereka sampai ke bagian chorus. Matanya melebar dan dipenuhi binar saat ia bisa mengingat sesuatu. Dengan sedikit berlari ia hampiri kelompok pemusik itu. Begitu sampai di depan mereka, Siwon melihat sebuah amplop baby blue yang tergeletak di dalam guitar case, tercampur dengan beberapa koin dan lembaran won.
"Uhmm, permisi tuan. Bolehkan aku mengambil amplop yang ada di dalam situ?", tanyanya pada salah seorang anggota kelompok pemusik jalanan tersebut.
"Jika kau yang bernama Choi Siwon, maka kau boleh mengambilnya," jawab orang itu, yang kemungkinan besar adalah pemimpin kelompok.
"Ne. Jeongmal gamsahamnida," Siwon membungkuk sekilas sebelum mengambil amplop yang ia maksud. Sebelum pergi, Siwon mengambil beberapa lembar won dari dompetnya dan menaruhnya di guitar case.
Sembari kembali berjalan untuk menuju ke kampusnya, Siwon membuka amplop yang baru ia dapatkan. Dengan rasa penasaran ia mulai membaca surat dari Kyuhyun yang ditujukan untuknya.
Wow! Kau menemukan amplop ketiga, hyung
Tanpa perlu kuberi tahu kau pasti ingat tentang kelompok pemusik itu kan, hyung? Kalau kau sampai lupa, aku bersumpah akan memukulmu dan membuat wajah tampanmu itu penyok. Dulu, saat malam ulang tahunku, di depan kelompok pemusik itu dan juga di hadapan orang-orang yang berlalu-lalang, kau menyatakan cinta padaku. Saat itu aku menangis, dan kau langsung panik. Haha, aku masih sering tertawa saat mengingat wajah panikmu saat itu, hyung. Waktu itu, aku sangat bahagia. Kau, orang yang menjadi first love-ku, berlutut di depanku sambil menyatakan cinta dan memintaku untuk menjadi kekasihmu. Itulah sebabnya aku menangis. Tanpa perlu berpikir dua kali, aku langsung menerimamu. Dan kau, langsung bangun dari posisi berlututmu dan memelukku. Saat itu aku tahu bahwa aku membuat pilihan yang tepat, hyung.
Siwon memasukkan surat ketiga itu ke dalam tas, mengumpulkannya bersama dua surat yang telah ia dapat sebelumnya. Dengan senyuman yang masih setia tersungging, ia mulai mencari letak surat selanjutnya. Kaki jenjangnya kembali menyusuri pavement. Matanya fokus, berusaha agar tidak melewatkan tiap sudut. Ia edarkan pandangannya menyusuri jajaran pertokoan maupun bangunan lain yang terletak di sebelah kirinya, bahkan yang ada di seberang jalan.
Siwon terus berjalan ke utara, menuju kampusnya. Langkahnya jauh lebih ringan ketimbang tadi pagi saat dirinya baru keluar dari apartment.
Bzzt bzzt
Siwon mrogoh kantung celana yang ia kenakan. Tangannya mengambil ponsel miliknya yang bergetar, menandakan ada pesan masuk. Jempolnya bergerak menggeser tombol hijau di layar untuk membuka kunci pengaman. Setelah itu, ia sentuh ikon open untuk membaca pesan yang baru masuk.
From: Siluman Ikan
Subject: Siwon-ah,
Ya! Di mana kau? Tadi profesor Han mencarimu. Cepat kemari, kuda!
Selesai membaca sms itu, Siwon menepuk dahinya. Ya Tuhan! Dia lupa jika harus mengumpulkan tugas.
Maka Siwon segera berlari menuju kampusnya. Ia berniat untuk meneruskan mencari surat dari Kyuhyun setelah mengumpulkan tugas.
Siwon tetap berlari tanpa menurunkan kecepatannya saat berbelok ke kiri. Jalan yang ia lewati kini lebih sejuk, mungkin karena pohon-pohon yang ditanam di pinggir pavement. Deretan pertokoan dan apartment yang tadi ia lewati kini berganti dengan rumah-rumah penduduk.
Siwon berhenti berlari saat berpapasan dengan rombongan anak TK yang sedang jalan-jalan dengan para gurunya. Sembari menunggu rombongan itu berlalu, ia berusaha menetralkan napasnya yang sedikit ngos-ngosan. Ia menunduk dengan kedua tangan yang bertumpu pada lutut. Saat mendongakkan kepala, Siwon baru sadar bahwa ia berdiri di depan sebuah taman. Tunggu, taman ini…
Tanpa perlu dikomando, Siwon melangkah memasuki area taman. Ia hampiri satu-satunya pohon sakura yang ada di sana. Sudah mulai berkuncup, namun belum terlalu rimbun.
Ingat bahwa ia harus segera menemui profesor Han, Siwon pun bermaksud pergi dari sana. Namun saat hendak berbalik, matanya menagkap sebuah amplop yang diletakkan di atas bangku panjang di dekat pohon sakura. Merasa antusias, ia pun ambil amplop tersebut.
Kau berhasil menemukan amplop keempat. Good job,hyung ^^. Aku harap amplop yang aku letakkan di atas bangku ini tidak akan terbang tertiup angin.
Kau tahu, saat menulis surat ini dan mengingat kenangan waktu itu, aku blushing parah. Kau pasti akan menertawakanku jika melihatnya secara langsung. Di taman ini, di bangku ini, saat bunga sakura bermekaran dengan sangat indahnya, kau menciumku. Aku tidak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaanku saat itu. Yang pasti aku merasa bahagia, sangat sangat bahagia. Aku beri tahu satu rahasia ya, hyung. Ciuman waktu itu adalah first kiss-ku.
Membaca kalimat terakhir dari surat itu membuat Siwon nyengir lebar, dari kuping ke kuping. 'Hmm, mungkin aku harus sering-sering mencium babyKyu', pikirnya nista.
Bzzt bzzt
Ia ambil ponsel layar sentuhnya saat merasa benda itu kembali bergetar. Pesan dari sahabatnya—lagi.
From: Siluman Ikan
Subject: Hoi!
Just in case kau lupa, kau harus mengumpulkan tugas. Se-ce-pat-nya!
Menepuk dahi untuk yang kedua kalinya hari ini, Siwon segera berlari. Kecepatannya lebih tinggi dibandingkan tadi. Untung saja saat ini tak begitu banyak orang yang berlalu-lalang. Mungkin karena sekarang ini sudah tergolong jam kerja.
Kecepatan larinya semakin bertambah saat dia sudah melihat gerbang masuk universitas. Keringat sudah mulai membasahi wajahnya. Ia mampir dulu ke toilet untuk merapikan penampilannya sebelum menemui professor Han.
.
.:oOo:.
.
"Ya! Siwon-ah!". Donghae—sahabatnya—memanggilnya saat Siwon baru saja keluar dari ruangan profesor Han. Siwon menoleh ke arah Donghae, berdiri diam menunggu Donghae menghampirinya.
"Kau sudah mengumpulkan tugas sialan itu?", tanya Donghae begitu dirinya sampai di samping Siwon.
Pertanyaan Donghae tadi hanya disahuti gumaman kecil oleh Siwon. Lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju kantin.
"Kau tahu, tadi Kyuhyun mengirimiku pesan", suara Donghae membuka pembicaraan mereka. Siwon memandang Donghae dengan dahi yang berkenyit dan alis mata yang hampir menyatu, bingung.
"Jika kau bertanya mengapa, maka aku tidak tahu penyebabnya. Yah, mungkin saja Kyuhyun mulai bosan denganmu dan berniat berpaling padaku?", ujar Donghae asal, membuatnya dihadiahi jitakan super mesra dari Siwon.
"Boleh aku lihat pesannya?", tanya Siwon, sedikit memaksa.
Dengan ekspresi berat hati yang dibuat-buat, Donghae menyerahkan ponselnya kepada Siwon. Lantas Siwon segera mencari pesan yang dikirimkan Kyuhyun.
Setelah menemukannya, ia buru-buru menekan tombol open. Keningnya mengernyit heran saat mendapati bahwa pesan yang dikirimkan Kyuhyun adalah sebuah file foto.
"Hanya untuk informasi, rumah kaca yang ada di foto itu adalah rumah kaca yang ada di halaman belakang kampus kita", suara Donghae kembali terdengar.
Siwon mengalihkan pandangannya dari layar ponsel milik Donghae menuju empunya.
Menghela napas lelah, Donghae berkata, "Aku tidak tahu kenapa, Siwon-ah. Kenapa kau tak cek saja ke sana? Atau aku saja yang mengeceknya?". Ucapannya tersebut dibalas deathglare oleh Siwon.
"Aku hanya bercanda, 'kay? Lagipula aku sudah punya Hyukkie. Lalu apa lagi yang kau tunggu? Ayo cepat ke sana."
Siwon mengembalikan—melemparkan—ponsel milik Donghae sebelum berlari menuju halaman belakang. Membuatnya dihadiahi kata-kata 'sopan' dari seorang namja penyuka ikan.
.
.:oOo:.
.
Siwon mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah kaca. 'Tidak ada siapa-siapa', katanya dalam hati.
Dilangkahkan kakinya untuk masuk lebih dalam ke rumah kaca tersebut. Ia berjalan lurus melewati deretan pot-pot berisi aneka ragam tanaman, kebanyakan dari keluarga bunga-bungaan.
"Kau mencariku, hyung?"
Siwon berbalik badan saat sebuah suara yang familiar menyapa pendengarannya. Di pintu masuk rumah kaca, ia lihat sosok seorang namja manis dengan surai brunette yang tampak lembut tengah menyenderkan badan dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku mantel yang ia kenakan. Namja itu tersenyum, semakin menambah kadar kemanisannya.
Tersenyum simpul, Siwon hampiri namja manis itu, yang tak lain adalah kekasihnya—Cho Kyuhyun.
"Sedang apa kau di sini, baby? Bagaimana kau bisa kemari, hmm? Kau kan bukan mahasiswa sini", tanya Siwon.
Terkekeh kecil, Kyuhyun menjawab, "Donghae hyung yang menyelundupkanku". Kyuhyun terkekeh lagi, kali ini bersama Siwon.
Begitu sampai di hadapan Kyuhyun, Siwon ulurkan tangan kirinya untuk membelai pipi chubby sang kekasih. Kyuhyun memejamkan matanya sejenak untuk menikmati sentuhan Siwon, sebelum kembali membuka matanya untuk bertatap pandang dengan onyx kelam milik Siwon.
"Donghae, hm? Apa itu sebabnya kau mengirimkan foto tempat ini kepadanya?", Siwon bertanya dengan tangan yang masih setia mengusap pipi babyKyu-nya. Pertanyaannya tadi hanya disambut anggukan oleh Kyuhyun.
Saat mengalihkan pandangannya dari wajah manis sang kekasih, Siwon tak sengaja melihat sebuah amplop yang tergeletak di dekat pot bunga anggrek bulan. Dengan pandangan mata yang masih terpancang ke amplop itu, perlahan Siwon beranjak dari hadapan Kyuhyun.
"Baby, kurasa aku sudah menemukan amplop kelima."
Mendengar perkataan Siwon, Kyuhyun hanya tersenyum. Setelah mengambil amplop tersebut, Siwon segera membukanya. Namun seketika wajahnya menyiratkan kebingungan saat tak menemukan satu kalimat pun di lembaran surat.
"Kyunnie? Kenapa tidak ada tulisannya sama sekali?". Kyuhyun beranjak dari posisinya semula—di depan pintu—menuju ke hadapan Siwon. Perlahan diulurkannya kedua tangannya untuk memeluk namja tampan yang berstatus sebagai kekasihnya tersebut. Ia lalu menyenderkan kepalanya ke dada bidang Siwon.
"Tentu saja tidak ada, hyung. Bukankah ini baru pertama kalinya aku ke sini? Jadi, yah, belum ada kenangan di sini. Lalu, uhm, maukah kau membuatnya bersamaku, hyung?". Kyuhyun berkata lirih, seolah menikmati kehangatan yang menjalar dari tubuh Siwon. Tersenyum simpul sembari mengusap lembut surai sang kekasih, Siwon pun menyahut, "tentu saja, baby."
Siwon melepaskan pelukan mereka, membuatnya dihadiahi pandangan bertanya dari Kyuhyun. Kemudian Siwon membuka zipper tasnya, mengambil setangkai mawar putih lalu berlutut di hadapan Kyuhyun.
"Cho Kyuhyun, bolehkah aku meminta satu hal padamu?". Kyuhyun diam sejenak—masih shock dengan tindakan spontan dari Siwon—sebelum menjawab dengan tergagap. "A-apa?".
"Cho Kyuhyun, maukah kau mengubah namamu menjadi Choi Kyuhyun? Menjadi orang pertama yang aku lihat saat terbangun di pagi hari dan yang terakhir sebelum aku terlelap?".
Kyuhyun menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Air mata sudah menggenang di pelupuk mata bulatnya. Tanpa berpikir panjang, ia menghambur ke pelukan Siwon, membuat keduanya jatuh ke lantai yang sedikit berdebu. Dan, meskipun Kyuhyun tidak mengatakan "ya", tapi Siwon tahu jawabannya.
—epilog
Kini Siwon dan Kyuhyun tengah duduk di bangku kayu yang terdapat di dalam rumah kaca. Mereka berdua duduk berdampingan dengan kepala Kyuhyun yang bersandar di bahu Siwon. Tangan kanan Siwon tak henti mengelus lembut rambut Kyuhyun, sedangkan tangan kirinya bergenggaman erat dengan tangan Kyuhyun.
"Kyu…", panggilnya.
"Hmm?".
"Kau tak melupakan sesuatu?".
Kyuhyun segera mendongakkan kepalanya untuk menatap Siwon. Matanya mengedip dua kali dengan raut muka kebingungan. Membuatnya terlihat menggemaskan.
"Melupakan,apa, hyung?", tanyanya pada Siwon.
Siwon menghela napasnya sebentar sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun. "Penjelasanmu tentang kejadian kemarin".
Kyuhyun terlihat berpikir sejenak sebelum tersenyum lebar. Tertawa kecil, ia menjawab, "Oh, itu. Aku dan Changmin sedang latihan dansa untuk prom night. Ia mengajariku. Kau tahu sendiri kan, hyung, betapa payahnya aku untuk urusan berdansa".
Siwon mengerucutkan bibirnya, membuatnya menjadi terlihat sangat out-of-character. "Lalu, kenapa kau minta diajari Changmin? Kenapa tidak aku saja?". Choi Siwon, tolong, hentikan mode OOC-mu itu.
Kyuhyun kembali terkekeh, lantas secepat kilat mengecup pipi Siwon. "Soalnya ini kejutan, hyung. Aku kan ingin membuatmu kagum."
Siwon hanya bisa tersenyum mendengar penjelasan Kyuhyun. Tangan kanannya terulur untuk mengusap pucuk kepala sang kekasih, turun menyusuri pipinya, lalu berhenti tepat di dagu. Dengan lembut ia angkat dagu Kyuhyun, lalu perlahan mendekatkan wajahnya. Saat merasa wajah Siwon yang semakin mendekat dengan napas hangat yang menerpa wajahnya lembut, Kyuhyun memejamkan mata. Tak lama kemudian, bibir mereka berdua menyatu. Ciuman yang lembut dan penuh cinta, namun juga memiliki passion.
—fin
.
—a/n:
Ngetik fic ini sambil ditemani jeritan para fangirl merangkap fujoshi labil macam "Ahh~ ini lebih dari sekedar fanservice, bo!", atau "Omaigad! Gue mimisan nih. Tolong, tolong!", bahkan "Whut? Dia udah punya pacar? Kampret! Mana pacarnya cewek lagi!". Oi oi, ada cowok cute 'lurus' kok malah nyesel ==". Dasar fujo! #eh #elokagak? #ngacawoingaca. Jadi yah, saya ngetik ini sambil diselingi fangirling-an, apalagi temen saya bawa video Taehoon, 8 giga pula. ASDFGHJKL! So, uhmm, maaf jika fic ini tidak sesuai ekspektasi #bow. Perhatian saya terbelah mamen. Nah, balas review-an anon...
SellaLoveKyuppa: eh, sebenernya yang nulis surat itu saya lho~ #gaknanya. Cuma ada 5 surat cyin, malas saya bikin banyak-banyak #dzig. Gomawo udah review :D
Indy: sukaaaaaa sama yang review ini. Masalah ini tergolong update cepet atau gak, itu semua tergantung interpretasi anda #kabuuur. Eh wait, interpretasi itu apa?
Jmhyewon: ne, cheonmaneyo :). Uhm, seminggu itu termasuk update cepet atau gak sih? #gaklahbegok. Tempat bersejarah mereka di.. uhm, kamar? #dzig #dilarangngeres. Makasih review-nya :)
MyDecember: yups, inti ceritanya emang tentang surat. Aduh, jadi inget zaman SD #soknostalgia. 'Lanjutkan' ya? Kok kayak kampanya pilpres 2009 kemarin #plak. Nah, udah gak penasaran lagi kan? Thanks udah review ^^
ratnasparkyu: ini udah keluar 2nd chap-nya. Moga bias dinikmati. Makasih udah review :D
Someone: mwahaha~ aduh, pelajar sekarang #ngacawoi. Alasannya cuma antara kreatif, nganggur, atau sebodo-amat-ah-gue-udah-stuck. LOL. Hindari yang terakhir. Thanks ya review-nya XD
gyu: hai ^^. Makasih review-nya XD. 'bout your questions:
Yups. Gak cocok ya? Well, saya emang lack untuk urusan milih judul #mendadakemo
Gak, gak ada. Pede jreng si Kyu mau naruh itu surat di sono, mahasiswa sono aja bukan #ditampolKyu
Nah, udah kejawab kan? ^^
Err~, dalam rangka apa ya? Hari buruh? #BUKAN. Saya juga bingung ini dalam rangka apa ==" #dzig #authorgakguna
Choihyun93: Kyu so sweet ya? Kayak saya dong? #pedenajis. Ini udah lanjut, sekalian end. Thanks udah review :D. Semangka! Semangat sampai tua bangka! #gakgitu
evil kyu: makasih review-nya #peluk #dilemparkolor. Whoa~, calm down bray, saya gak ada niatan buat misahin Wonkyu. Eh wait, saya pengen bikin angst. Jadi, uhm, lupain aja kalimat tadi #duagh #dilemparkolorlagi
vietaKyu: ecie yang iri~.. ecie yang gak pernah digituin ama pacar~.. ecie~.. #dzig #dihantamelpiji. Ehem. Pita merah kuda lumping, jangan marah just kidding. Udah gak penasaran lagi kan? Gomawo review-nya :D
amanda wu: ini udah dilanjut, dear ^^. Pengen ikut maen ya? Emang kamu siapa? #mukasongong #digebukin. Gak, gak. Becanda. Gomawo udah review XD
Jung yo: ini udah dilanjut, udah selesai malah. Thanks ya review-nya :D
.
Ngomong-ngomong, saya mau hiatus #gaknanya. Yah, kecuali SK tentang ujian dicabut. Maka dari itu, bersediakah anda mereview benda abal ini? Itung-itung ucapan 'see you' #modus
